Bujang Tenar

Bujang Tenar
Part 61


__ADS_3

"Ibu jangan tarik baju saya,bisa koyak nih baju kalau di tarik terus," sungut nesya kesal.padahal yang mengajak melihat jendela adalah buk RT.tapi malah dia yang di suruh jalan duluan dan buk RT malah sembunyi di belakang nya.


"Ibu sengaja tarik baju kamu,nanti kalau misalkan di jendela itu ada maling ibu akan menarik mu untuk kabur dari sini," balas nya membuat Nesya cemberut.


Kaki keduanya semakin mendekati jendela,dengan tangan bergetar Nesya menyibakkan gorden untuk melihat keluar.


"Huft ... untunglah tidak ada siapa-siapa?" Nesya menghela nafas lega dan menghadap buk RT.


"Nes ... " buk RT menunjuk-nunjuk arah belakang Nesya,dia tergagap tidak bisa mengucapkan apapun.


"Kenapa?orang tadi aku lihat gak ada apa-apa," balas Nesya heran.


"Itu ... " Wajah buk RT sangat ketakutan hingga tangannya bergetar saat menunjuk jendela, yang berada di belakang Nesya.


Karena penasaran Nesya berbalik untuk melihat kembali jendela itu.mata Nesya membola ketika melihat nyata nyik Blorong di depan nya,siluman itu tengah membelakangi ia dan buk RT.


"Arghhhhh!" teriak keduanya segera berlari.


Buk RT mengendong Imah untuk pergi dari rumahnya,mereka lari tak tentu arah sambil berteriak.


"Loh,kenapa mereka berteriak begitu?" tanya pak Madun yang memegang senter segera menghampiri dua wanita itu.


"Kalian kenapa?" tanya nya membuat dua orang itu berhenti berlari dengan memegang dada mengatur detak jantung mereka.


"Ada ... nyi ... Blorong,pak," adu Nesya meski dengan nafas memburu.


"Dimana?" pak Madun kaget.


"Nanti aja kami ceritakan,yang terpenting antarkan kami ke pos ronda," pinta buk RT yang mengendong Imah.


Dengan segera mereka menuju pos,sampai disana Austin kaget karena melihat kedatangan Nesya.


"Secepat itu kamu kangen padaku,sehingga malam buta menyusul ku kemari," celetuk Austin setelah Nesya ada di hadapannya.


"Aduh biasa pengantin anyar," ledek bapak-bapak lainnya sambil tertawa.


"Kamu apaan sih, Austin!" sungut Nesya marah bercampur malu.


"Bapak,ibu lihat nyi Blorong tadi." Mendengar ucapan buk RT semuanya terdiam dan tiba-tiba mereka tertawa serentak.

__ADS_1


"Kami serius!" tegas Nesya menghentikan tawas mereka.


"Kalian berdua mungkin berhalusinasi,mana ada nyi Blorong di kampung ini.dia itu adanya di tv,hahaha ... " sahut Roma.


"Beneran kami melihatnya!" ucap Nesya lantang dengan penuh keyakinan.


"Meski di rumah mati lampu,tapi ibu dengan jelas melihat ekor ular dan di atasnya manusia," terang buk RT yang kini telah duduk dan menepuk-nepuk pantat anak nya.


"Di rumah mati lampu?" sahut pak RT heran.


"Ia,pak.untung ada ponsel ku sebagai senter jika tidak kami gelap gulita di rumah bapak," sahut Nesya yang telah duduk di samping Austin.


"Tapi dari tadi di sini tidak mati lampu," ujar pak jamal merasa aneh.


"Ih,kok aku merinding.jangan bilang dia yang matiin lampu di rumah buk RT." Nesya mengusap tangan nya.


"Ya ampun,pak.rumah kita kok serem amat sih," balas buk RT ketakutan.


"Untung dia gak lihat kita,buk.jika dia lihat tamatlah riwayat ku."


"Dia membelakangi kita,entah apa yang dia cari di sekitar rumah ku?"


"Apa ibu ada bekerja sama dengan nya?maksudku menuntut persugihan." Semua terdiam mendengar pertanyaan Austin.


"Bisa makin kacau kampung kita,siapa kira-kira yang menuntut persugihan?apa orang itu tidak berpikir apa akibatnya jika syarat tidak terpenuhi?warga kampung sini ikut merasa imbasnya," geram Roma.


"Aku yakin dia datang ingin meminta tumbal,bisa jadi di antara kalian bertiga di jadikan tumbal oleh pemiliknya.sehingga mereka mendatangi kalian," ucap pak Madun membuat buk RT maupun Nesya ketakutan.


"Jangan ngomong gitu,pak.aku makin takut,nih.aku gak mau mati,nikah juga belum ada setahun." Nesya segera memeluk Austin.


"Gak usah takut,aku ada disini." Austin mencoba menenangkan Nesya.


"Mudahan tidak Imah yang di jadikan tumbal,aku gak sanggup kehilangan Imah." Buk RT menangis sambil memeluk erat anak nya.


"Udah jangan berpikir yang macem-macem dulu.kita lihat beberapa hari kedepan dia muncul lagi atau tidak,siap tahu dia hanya numpang lewat dan tidak berniat menganggu," jelas pak RT mencoba berpikir positif.


"Mudahan perkataan pak RT benar." balas Roma.langsung diaminkan oleh mereka.


"Aku gak mau tidur di rumah pak RT,lebih baik aku tidur di sini saja."

__ADS_1


"Gak baik kalian tidur di sini.nanti kalian masuk angin," balas Roma karena cuaca malam ini sangat sejuk.


"Terus kami harus tidur dimana?gak mungkin pulang kerumah buk RT ataupun rumah kita."


"Lebih baik kalian tidur di rumah buk salmah.di tempatnya banyak ibu-ibu kompleks,gak mungkin yang kalian lihat tadi berani muncul di sana," usul pak RT.


"Ia.rumah buk salmah sepertinya aman untuk kita mengungsi," balas buk RT mencoba merayu Nesya.


"Ya ... udah deh,tapi kalian antarkan kami kesana ya?" balas Nesya.


Semuanya ikut pergi kerumah buk salmah,awalnya Roma dan Madun di minta tunggu pos saja.namun mereka tidak mau mungkin takut melihat siluman itu.


"Alhamdulillah kita sampai dengan selamat," ucap Nesya penuh syukur.


"Hati-hati ... langsung bobok,tutup gorden dan kunci,oke?" pesan Austin menghawatirkan sang istri.


"Oke.kamu juga hati-hati," ujar Nesya mengelus tangan suaminya.


Pak RT Masi mengetuk pintu buk salmah,mungkin pemiliknya sedang tidur sehingga lama membuka pintu.


"Loh,ada apa ini kok rame-rame?" dia kaget melihat di depan rumahnya sedikit ramai.


"Kami kesini untuk mengantarkan istri saya dan juga nak Nesya.untuk malam ini mereka mau tidur di rumah mu," jelas pak RT.


"Tumben,emangnya rumah mereka berdua kenapa?sampai numpang tidur di rumah ku," mata wanita itu terlihat tidak mengantuk lagi karena kaget.


"Mereka akan menjelaskan nya di dalam saja," balas pak RT.


"Ayo masuk," ajak salmah karena tak sabar mendengar apa yang tengah terjadi.


"Ada apa itu,kok ribut-ribut?" sahut ibu yang baru membuka jendela.


"Gak tahu,sepertinya ada sesuatu yang terjadi hingga sih Nesya dan buk RT menginap di rumah salmah."


"Rasanya aku ingin tidur juga di rumah salmah,agar tahu apa yang terjadi?"


"Woy,tutup lagi jendela kalian mau bergosip hingga pagi kalian,Haha."


"Dasar janda gendeng."

__ADS_1


Ibu-ibu kompleks ikut mengintip kedatang pak RT tadi,mereka akan keluar saat ada keributan.


ibu-ibu itu tidak sabar menunggu pagi,karena mereka sangat ingin mengetahui kabar terbaru dari Salmah.


__ADS_2