Bujang Tenar

Bujang Tenar
Part 47


__ADS_3

Tepat pukul 14:00 pengacara Anto datang ke kantor polisi untuk menemui Nesya, kedatangan pengacara itu bersamaan dengan kedatangan Austin.


"Saya ingin bertemu dengan saudari Nena Nesya," ujarnya membuat Austin terdiam sesaat dibelakang nya.


"kenapa pengacara ternama ingin menemui Nesya,ada hubungan apa Nesya dengan nya?"


"Baik,tunggu sebentar." Penjaga itu masuk untuk memanggil Nesya.


"Saudari Nesya," panggil nya mengagetkan Vina dan Reva.


"Nesya tidak ada," balas Vina membuat Reva terkejut.


"Loh,emangnya Nesya kemana?" tanya Reva mewakilkan pertanyaan penjaga itu.


"Dia pergi dengan buk marwah.katanya pergi kerumah sakit untuk menjenguk Risma," ujar Vina.


"Kapan mereka pergi dan kapan mereka kembali?" tanya penjaga itu.


"Tidak tahu.mungkin sebentar lagi mereka datang,mereka hanya keluar sebentar.orang mereka cuma lihat keadaan Risma yang mulai pulih." Pungkas Vina.


"Pulih darimana?Risma itu sudah meninggal kemarin sore." Vina terdiam mendengar informasi dari penjaga.


"Bapak serius!" tegas Vina.


"Saya serius bahkan pagi tadi dia sudah di makamkan," jelas nya.


"Lah,terus buk marwah membawa Nesya kemana?" Vina panik seketika.


"Jangan bilang jika dia ingin menyakiti Nesya," tebak Reva membuat Vina semakin panik.


"Bapak harus bergerak mencari Nesya.anak itu pasti dalam bahaya." Desak Vina mulai khawatir.


"Saya keluar dulu,ada urusan yang harus saya lakukan." Penjaga itu pergi.


"Pak,tolong cari Nesya!" Teriak Vina.


"Maaf menunggu sedikit lama," ujar penjaga itu setelah menemui Anton.


"Ah,tidak apa-apa." Ramah Anton.


"Saudari Nesya tidak ada.menurut teman satu sel nya,saudari Nesya pergi siang tadi bersama buk marwah.mereka pergi menjenguk Risma tapi setau saya bahwa saudari Risma telah meninggal," jelas penjaga itu membuat Anton melotot seketika.


"Kita harus bergerak mencari mereka.buk Nesya saat ini dalam bahaya." Austin yang mendengar hal itu ikut angkat bicara.


"Bahaya.maksudmu?" sahut Austin.

__ADS_1


"Buk Nesya itu mengetahui sesuatu tentang Risma,aku yakin buk marwah ingin melenyapkan nya untuk menghilangkan bukti." Austin khawatir mendengar hal itu.


"Nesya itu adalah saksi saya atas kasus kekerasan pidana oleh saudari risma.risma tidak meninggal secara wajar,dia di racuni dan aku yakin saudari Nesya mengetahui hal itu." Lanjutnya membuat keadaan semakin memanas.


"Kenapa kamu Masi berdiam diri?ayo segera bergerak melakukan pencarian.jika sesuatu terjadi pada Nesya,aku akan menuntut mu!" Ancam Austin mulai marah.


***


"*Kok dari tadi tidak sampai-sampai ya,apa rumah sakitnya memang jauh?perasaan dari tadi mobil ini lewat di tempat sepi dan kiri kanan banyak pohon seperti hutan.ini mau kerumah sakit atau pergi ke pedalaman."


"Dasar gadis bodo*h apa dia tidak menyadari aku telah membohongi dia?sebentar lagi akan sampai tapi gadis ini Masi tidak mencurigai ku,ck ... dasar gadis polos*."


"Loh,kok berhenti." Marwah mulai membuka pintu.


"Rumah sakitnya tidak bisa di tempuh dengan mobil,kita harus berjalan kaki untuk menuju kesana." Nesya percaya saja dan mulai turun dari mobil.


"Tumben rumah sakit berada di tempat seperti ini," ujar Nesya.


"Yah,namanya juga rumah sakit untuk napi.tahu sendiri fasilitas dan tempatnya seadanya," balas Marwah mulai berjalan dan Nesya mengikutinya dari belakang.


"Ini seperti hutan,mustahil rasanya di dalam sana ada rumah sakit.apa buk marwah menipu ku?ikuti saja dulu nanti jika semakin aneh aku akan kabur dari nya."


Nesya terus mengikuti buk marwah,semakin jauh berjalan semakin banyak semak-semak dan jalanan mulai licin.


Marwah terus berjalan dia tidak sadar meninggalkan Nesya yang berdiam diri tidak mengikutinya.menyadari Marwah terus berjalan, dengan segera Nesya putar balik arah dan berlari kecil agar tidak ketahuan.


"Sebentar lagi kita akan sampai,jika kamu lelah kita akan beristirahat sebentar," ujar Marwah lalu melihat kebelakang.


"Kemana gadis itu?" tanya nya panik.


"Apa dia kabur?ternyata aku salah,dia tadi hanya pura-pura bodo*h agar dia bisa membuat ku lengah dan dia dapat lari dari ku."


"Aku harus mengirim pesan pada anak buah ku,biarkan dia lari semau dia.sejauh manapun dia lari dia tidak bisa keluar dari hutan ini."


***


"Apa kamu bodo*h!" Bentak Austin karena sampai detik ini polisi hanya menelpon saja dan tidak melakukan pergerakan.


"Sabar,pak.kami masi berusaha menghubungi Rekan kami di jalan raya,siapa tahu mereka ada melihat mobil buk marwah?" ujar polisi itu.


"Aku tidak bisa sabar,Nesya saat ini dalam bahaya.bagaimana bisa aku tenang?!" Jelas Austin meradang.


Tak lama handphone di saku celananya berbunyi,dengan segera dia mengangkatnya.


"Mobil dengan plat yang kamu kasi tahu itu sendang menuju kearah hutan lindung di pusat kota."

__ADS_1


"Kamu yakin mereka ada disana?" Semuanya ikut menyimak pembicaraan Austin.


"Aku sangat yakin,hutan itu sangat banyak jurang dan jalannya juga curam.saran ku kamu harus berhati-hati jika kesana."


"Baiklah.terimakasih Hans telah membantuku."


"Oke sama-sama."


Tadi Austin memutuskan untuk meminta bantuan kepada sekertaris Abang sepupunya.berkat kemampuan yang bisa melacak,sekertaris Hans dapat mengetahui lokasi mobil buk marwah dengan waktu singkat.


"Siapkan semuanya,kita harus pergi sekarang juga!" Titah Austin tidak terbantahkan.


"Baik,pak." Polisi itu bergegas mengumpulkan beberapa kru untuk pergi mencari Nesya.


Setelah semuanya selesai mereka bergegas berangkat dengan Austin sebagai komando.mobil Austin berada paling depan sebagai pemandu jalan menuju kehutan itu.


Dengan kecepatan tinggi austin berhasil sampai kehutan itu dan menemukan mobil yang terparkir,dia yakin mobil itu adalah milik wanita jahat yang membawa Nesya.


"Ayo segera berpencar,temukan segera keberadaan Nesya." Titah nya seperti pemimpin para polisi itu saja.


"Pak pengacara kamu tinggal saja,cari barang bukti di mobil ini untuk memperkuat sidang atas kasus ini." Pak Anton mengangguk dan mulai mengeledah mobil itu.


"Pecahkan saja kaca mobilnya atau lakukan sesuatu agar kamu bisa membobol mobil itu," saran Austin karena mobil itu terkunci.


"Baiklah," balas Anton sambil melihat Austin yang telah berlari masuk kedalam hutan.


***


"Ya Allah semoga mereka tidak melihatku,aku mohon lindungi aku dari mereka."


"Kemana wanita itu?kenapa si gendut itu membuatkan dia kabur?" gerutu preman berkalung besar.


"Sedikit lagi kita bisa mencicipi wanita muda itu tapi malah keburu lari," sahut preman yang bersuara serak.


"Kata si gendut itu kita hanya memperkosanya hingga mati,tapi kok ujungnya kita main kejar-kejaran seperti ini."


Nesya merasa ada sesuatu yang bergerak di tangan nya,dengan segera dia melihat nya. ternyata ada mahluk yang ia takuti bermain di tangannya.


"Aghhh!" teriaknya Sambil mengibaskan tangan agar ulat daun itu jatuh dari tangan nya.


"Itu dia,ayo tangkap dia!" jerit preman itu mendekati Nesya.


Mendengar hal itu Nesya segera berlari untuk menghindari preman itu.


"Ya Allah selamatkan aku,aku tidak mau di perkosa oleh mereka,ku mohon tolong hamba mu ini,hiks ... hiks ... "

__ADS_1


__ADS_2