Bujang Tenar

Bujang Tenar
Part 27


__ADS_3

Austin membawa Nesya jalan-jalan di berbagai tempat.kerena Nesya baru pertama kali masuk di tempat-tempat kalangan elit membuat ia terkagum kagum dengan canggihnya alat modern.


"Austin kamu mau kemana?" tanya Nesya yang melihat Austin ingin berjalan di lantai transparan.


"Ayo,kesini." Ajak Austin memimpin tangan Nesya mendekati lantai transparan yang di bawahnya banyak kendaraan.


"Jangan bo*doh Austin,apa kamu mau mati?!" Nesya marah hingga menarik tangan Austin agar menjauhi lantai itu.


"Itu hanya bohongan,Nesya.Ini lantai tiga dimensi,lihat ada orang yang berjalan kesana.dia tidak terjatuh,kan." Nesya melihat seorang lelaki dengan gagah berani nya berjalan di lantai itu tanpa takut sama sekali.


"Kamu saja yang pergi,aku menemani mu jalan-jalan untuk menghibur diri bukan uji nyali." Menolak Austin hingga Austin terduduk dilantai itu.


"Beneran gak mau,ini sangat seru seperti jalan di atas awan." Tawarnya lagi namun Nesya tetap menolak.


Nesya memerhatikan Austin yang berjalan menjauh darinya,sebenarnya ia ingin juga berjalan kesana namun apalah daya karena dia sangat takut ketinggian.


"Benar-benar seperti berjalan di awan," ujar Austin telah kembali di hadapan Nesya.


"Benarkah?" tanya Nesya menautkan kedua alisnya.


"Iya,sayang.sangat menyenangkan." Austin meyakinkan Nesya.


"Menurut ku lantai tiga dimensi itu bukan menyenangkan tapi mengerikan," Nesya bergedik ngeri.


"Hahaha,mungkin kamu takut ketinggian jadi mengatakan seperti itu." Tawa lepas Austin mengundang sedikit perhatian pengunjung.


"Hentikan tawa mu,lihat semua orang memperhatikan kita." Nesya membungkam mulut Austin dengan sebelah tangan nya.


"Ayo kita keluar dari sini,kepala ku pusing karena pengunjung terus berdatangan." Pinta Nesya setelah melepaskan tangan nya.


"Baiklah tuan putri." Menggenggam tangan Nesya menuju lift.


"Hufh,leganya keluar dari sana." Membuang nafas lega setelah berada di lobi.


"Lebay,seperti baru saja aku keluarkan dalam saku celana ku saja,biasa aja atuh buang nafas nya." Ledek Austin membuat Nesya mengerucutkan bibir.


"Emang pengap tahu,disana?aku gak betah.lain kali kalau kamu mau kesini jangan ajak aku lagi." Rajuk Nesya yang tidak menyukai sesuatu yang berbau tiga dimensi,yang membuat kepalanya puyeng.


"Yah,gitu aja merajuk.Emang kepala kamu beneran pusing?" tanya Austin memastikan karena baru menyadari wajah Nesya yang sedikit pucat.

__ADS_1


"Kamu gak lihat aku sampe keringat dingin gini nahan pusing nya," Nesya menunjuk keringat di pelipis nya.


"Aduh,kasian istri ku.maafin Babang Austin yang gak peka," langsung membawa Nesya dalam pelukan nya sambil mengelus lembut kepalanya.


Terdiam kaku itulah yang Nesya rasakan,getaran itu kembali lagi ia rasakan di dalam hati nya.sebenarnya dia tak menyangka bahwa Austin akan memeluknya di depan umum seperti ini.


"Gimana?pusing nya hilang gak karena aku peluk," Goda Austin membuat pipi Nesya tiba tiba memerah.


"Loh,kok pipimu merah sepeti udang di rebus,apakah sakit kepalanya semakin sakit?" Goda Austin lagi kali ini sambil mencubit pipi Nesya.


"Suka banget cari kesempatan dalam kesempitan,dasar kang nyosor!" Nesya memalingkan wajah sungguh saat ini dia tidak mampu menatap Austin.


"Selagi bisa kenapa gak harus di lakukan," Semakin gencar menggoda wanita di depan nya.


"Seterah mu saja." Pura-pura merajuk dan meninggalkan Austin.


"Dia salting,hehehe." Austin tertawa kecil karena merasa berhasil menggoda Nesya.


Kesenangan Austin hilang seketika karena saat dia tiba di parkiran,dia tidak menemukan Nesya.alhasil dia khawatir hingga ia menoleh kanan kiri untuk menemukan pujaan hati.


"Nesya dia kemana?apa dia pulang?Nesya kenapa kamu senekat itu ninggalin aku?" pertanyaan terus menerus timbul di pikiran Austin.


"Gak mungkin Nesya pulang sendiri,waktu di pasar malam kemaren dia sangat marah pada ku tapi tetap menunggu ku.masa ia karena aku menggoda nya tadi,dia pulang sendiri?pasti tidak ada yang beres," Austin mencoba menelaah Tetang apa yang terjadi.


"Jangan bilang Nesya ku di culik .... " Austin semakin syok ketika itu terlintas dalam pikiran nya.


"Hehehe,dia panik guys.siapa suruh menggoda ku tadi,mari kita kasi sedikit pelajaran." Nesya cengengesan didalam pos satpam.


Karena kesal bercampur malu,Nesya memilih menyembunyikan diri didalam pos satpam di tempat itu.Dia berniat untuk mengerjai Austin karena sudah membuat dia kesal hari ini.


"Apa itu pacar,mbak?" tanya satpam yang mau ikut andil dalam aksi persembunyian itu.


"Ia,Pak.saya kesal dengan dia," ujar Nesya.


"Kesal kenapa,Mbak?apa dia selingkuh?" satpam itu meminum kopi sambil menonton tv.


"Bukan karena itu,Pak.tapi ... saya kesal karena udah pacaran dalam waktu lama.namun,tidak kunjung di nikahi." Alasan itu yang terlintas dalam otak Nesya,tidak mungkin dia bilang dia kesal karena di peluk di depan umum.bisa-bisa dia malu hingga tujuh turunan.


"Bagus itu,mbak.sekali-kali pacar nya di kasi pelajaran biar peka,kalau mbak minta di nikahi bukan di pacari terus-terusan."

__ADS_1


Sedangkan di parkiran Austin bingung sendiri ingin mencari Nesya kearah mana,dia saat ini kehilangan arah tak tahu harus berbuat apa.


"Aku coba hubungi dia deh,siapa tahu dia benar-benar nekat pulang kerumah?"


Austin mencoba menghubungi nomor Nesya. namun sayang seperti nya nomor yang ia hubungi sedang tidak aktif.


"Dasar handphone jadul!" umpat nya kesal.


"Awas saja aku akan membuang mu setelah memberikan handphone baru kepada Nesya." Memasukan kembali handphone miliknya ke dalam saku celana.


"Hahaha,dia seperti orang linglung." Tawa lepas Nesya senang melihat Austin menderita.tanpa Nesya sadari Austin mendengar tawanya.


"Seperti suara tawa Nesya,apa dia bersembunyi?" Austin menerka-nerka.


"Apa dia sengaja mengerjai ku?awas saja kalau memang ia akan ku beri pelajaran jika aku menemukan nya!" Geramnya mulai mencari persembunyian Nesya.


"Loh kok dia pergi ke rumput-rumput,sih?" tanya Nesya.


"Mungkin dia sadar kamu sembunyi,bukan pulang meninggalkan nya," jawab satpam itu.


"Lah,emangnya dia tahu darimana?" bingung Nesya.


"Ya dari suara tawa mu lah,siapa suruh Mbak ketawa terlalu besar?" Nesya menepuk pelan bibirnya.


"Aku terlalu senang sehingga tanpa sadar tertawa lepas." Nesya menyesali kecerobohan nya.


"Aduh gimana dia berjalan kearah sini,Pak tolong sembunyikan saya." Pinta Nesya cemas menyadari Austin mulai mendekat.


"Sembunyiin dimana?ini ruangan cuman sepetak mana gak ada toilet lagi,jika badan mu muat masuk di saku celana ku,mungkin sudah ku sembunyikan disana." Terang Bapak itu yang mulai menyudahi acara sembunyi sembunyi itu.


Nesya hanya mampu memalingkan wajah sambil menutup kedua matanya ketika Austin telah masuk kedalam pos satpam itu.


"Oooo ... disini rupanya." Austin tersenyum lebar ketika berhasil menemukan Nesya.


"Bapak selingkuh dengan pacar saya,ingat umur,Pak." Tuduh Austin pura-pura marah.


"Enak aja,istri saya lebih semok di banding pacar kamu.bawa pulang sana,ruangan saya pengap karena kehadiran kalian berdua," usir Satpam itu.


"Ayo pulang,kamu denger Bapak ini udah ada istri.dia gak mau selingkuh sama kamu," ledek Austin menarik Nesya agar keluar dari sana.

__ADS_1


Entah apa yang akan dilakukan oleh Austin karena kejahilan yang Nesya lakukan?


__ADS_2