Bujang Tenar

Bujang Tenar
Part 56


__ADS_3

"Apa pantat mu masi sakit?" tanya Nesya yang baru menyusul ke kamar.


"Sangat sakit,aku tidak ada memberi obat. mungkin lukanya akan lama sembuh," balas Austin yang tidur tengkurap.


"Astaghfirullah,jadi kamu tidak memberi obat apapun,bagaimana bisa kamu melakukan hal itu," omel Nesya kesal.


"Lukanya terletak di tempat yang susah untuk di jangkau dan di lihat,mana bisa aku memberi obat," ujar Austin membuat Nesya menggaruk rambut.


"Kamu tidak sedang menyuruhku mengobati pantat mu itu kan," tebak Nesya seakan tahu maksud ucapan Austin.


"Kamu kan istriku,apa salahnya merawat suami yang sedang sakit?"


"Tapi aku malu Austin melihat pantat mu," balas Nesya yang sudah bersemu merah.


"Tenang,pantatku mulus tidak ada bebatuan.nyaman kok untuk di lihat," bujuk Austin membuat Nesya mendelik.


"Ih,jorok!" jeritnya.


"Ayolah sayang,bantu aku.jika lukanya nanti infeksi gimana?gak mungkin kan aku meminta anak tenggara untuk merawatnya," jelas Austin dengan sedih.


"Ya sudah aku bantuin," sungutnya.


"Kunci dulu pintunya.aku gak mau nanti babe tiba-tiba buka pintu dan melihat pantat mulus ku," titah Austin membuat Nesya semakin cemberut.


Setelah merasa keadaan aman,Austin segera membuka celananya.dengan nafas tertahan Nesya mulai mendekati Austin untuk memberi obat.


"Lukanya sudah membiru,kamu lambat memberi obat.bisa- bisa lukanya akan lama sembuh," ujar Nesya yang mengoles salep.


"Benarkan buk dokter,bisa kamu cium lukanya agar aku semangat untuk sembuh," goda Austin.


"Males aku cium nanti takut khilaf," balas Nesya tetap fokus mengobati luka itu.


"Cium saja aku suka kalau kamu khilaf padaku," bujuk Austin.


"Yakin.aku nanti kalau sudah nyium pasti pengen gigit." Austin langsung merinding mendengar ucapan Nesya.


"Jangan di gigit dong,nanti makin lama aku sembuh," cegah Austin cepat.


"Makanya jangan nakal!" tegas Nesya.


"Baik,buk dokter cantik."


Tanpa terasa austin tertidur pulas,Nesya hanya tertawa kecil menyadari Austin yang telah tidur.dia perlahan bangkit dari duduknya untuk menaruh obat dan pergi keluar kamar.


"Mau kemana kamu,Nesya?" tegur Roma.


"Pergi ke warung,be.mau beli koyo," ujar Nesya.


"Sekalian belikan babe gorengan," pinta babe.

__ADS_1


"Oke,be."


Dengan berjalan santai Nesya menuju warung.saat mendekati warung dari kejauhan Nesya melihat juragan duduk disana,rasanya ia ingin putar balik tapi kehadirannya sudah di ketahui oleh juragan.


"Kalau aku balik lagi,pasti juragan besar kepala.dia mengira aku pengecut tidak mampu melawan mulut ember nya itu.ayo Nesya hadapi masalah mu dan jangan pernah kamu menghindari dengan cara melarikan diri."


"Wah,ada pengantin baru.apa suami mu tidak mengajak mu bulan madu?oh iya suami mu kan impoten mana bisa bulan madu.aduh aku keceplosan," ledeknya.


"Ehm.kayak ada yang ngomong tapi kok wujudnya gak ada," balas nesya membuat pemilik warung tersenyum kecil.


"Jangan pura-pura buta!" umpat juragan.


"Oh ternyata ada juragan,maaf aku gak lihat," ujar Nesya dengan wajah masam.


"Pak,pisang goreng Masi ada?" tanya Nesya.


"Masi neng," balas pemilik warung itu.


"Kasi sepuluh ribu,pak."


"Makanya punya suami itu yang pisang nya gak gampang bonyok,biar kamu gak cari pisang sampingan," ledek baja tertawa ringan.


"Tahu apa kamu tentang suami ku,dia itu jauh lebih baik dari pada kamu!" ketus Nesya menatap remeh baja.


"Suami impoten seperti dia Masi kamu banggakan,ternyata selera mu begitu rendah," hina baja.


"Aku begini karena kasihan dengan nasib mu,kamu memilih pria impoten itu dari pada aku.apa kamu buta?"


"Nasib mu lebih kasihan,karena sampai detik ini masi mengharapakan aku mau menjadi istrimu,miris sekali," ledek Nesya


"Kamu ... " tunjuk baja yang telah berdiri dari duduknya.


"Kamu mau apa?mau memukul ku," tantang Nesya.


"Dasar wanita murahan,kamu rela menikah dengan pria impoten hanya untuk harta," hina baja.


"Kamu lebih hina,Masi mengharapkan ku yang telah menjadi istri orang.seprti tidak ada wanita yang mau menjadi istri mu,sehingga kamu Masi mengharapkan ku." Nesya tak mau kalah.


Baja meninggalkan warung itu setelah melempar gelas kaca ke lantai,Nesya sampai kaget karena baja yang tiba-tiba memecahkan gelas.


"Dasar juragan gila!" umpat Nesya.


"Kenapa bapak mau melayani orang tak waras itu,jika begini terus bapak bisa rugi." bapak itu hanya tersenyum seperti kejadian itu sering terjadi.


"Anak buahnya akan datang kemari untuk selalu membayar barang,yang telah di rusak oleh majikannya," balas bapak itu menyerahkan pesanan Nesya.


"Baguslah jika dia Menganti nya."


Setelah membayar semua belanjaan nya,Nesya pulang kerumah dengan tentengan yang hampir penuh di tangan nya.

__ADS_1


"Assalamualaikum," salam Nesya yang baru tiba.


"Waalaikum salam," sahut babe.


"Ini pesanan,babe." Nesya memberikan gorengan.


"Untung kamu sudah datang,bayi besar dalam kamar mu terus memanggil mu,babe sampai pusing mendengar teriakan nya," adu babe.


"Astaghfirullah,Kenapa Austin teriak-teriak seperti itu?bikin malu saja," sungut Nesya berjalan cepat ke kamar.


"Nesya," panggil Austin yang melihat Nesya datang.


"Kenapa?" ketus Nesya.


"Kamu darimana,kenapa meninggalkan aku sendiri?"


"Dari warung,beli koyo," jelas Nesya yang telah duduk di dekat Austin.


"Koyo memangnya untuk apa?"


"Untuk mengompres pantat mu," ujar Nesya yang siap menempelkan koyo.


"Aduh,nyeri sekali.jika seperti ini aku akan menderita," keluh Austin.


"Sabar,nanti juga akan sembuh."


"Kenapa aku mencium bau parfum pria di pakaianmu?"


"Kenapa hidungnya tajam sekali? bisa panjang urusannya Jika dia mendengar cerita ku."


"Kenapa diam?apa kamu bertemu pria?" Austin memicingkan mata.


"Kalau aku bilang ia,apa kamu ingin memukulku?"


"Tentu saja tidak.aku akan memukul pria itu bukan memukul istriku!" tegas Austin.


"Aku tadi habis berdebat dengan juragan," adu Nesya.


"Pria pengecut itu,beraninya adu mulut dengan istriku!" umpat Austin.


"Dia menjelekan suami ku di depan ku,jadi aku tidak terima dan menentang semua ucapnya.merasa kalah adu mulut dengan ku,dia melempar gelas di depan ku dan lalu meninggalkan ku," adu Nesya.


"Beraninya dia memperlakukan mu seperti itu.aku saja sebagai suami mu tidak pernah melukai mu,dia yang bukan siapa-siapa beraninya membanting gelas di hadapan mu,lihat saja aku akan beri dia pelajaran!"


"Ia beri dia pelajaran kimia agar kepalanya pusing tujuh keliling," canda Nesya.


"Bukan pelajaran kimia tapi pelajaran biologi tentang sistem reproduksi biar dia cepat menikah dan tidak menganggu mu lagi," balas Austin.


"Dasar mesum!"

__ADS_1


__ADS_2