Bujang Tenar

Bujang Tenar
Part 41


__ADS_3

Tepat pukul 00:00 Vina mengeluarkan handphone android miliknya,ia benar-benar penasaran dengan Austin teman Nesya itu.


"Lihat,aku menemukannya." Bisik Vina pada Nesya.


"Apa ini Austin teman mu itu?" lanjutnya menyerahkan ponsel miliknya.


Dengan sedikit terkejut Nesya melihat sosok Austin yang sangat berbeda dengan kenyataan nya.jika Austin yang ia kenal selalu mengunakan pakaian biasa,kini di handphone milik Vina,dia melihat Austin memakai stelan jas keren layaknya orang kaya.


"Dia sangat mirip dengan Austin teman ku," gumam nya.


"Bukan mirip lagi,itu benar-benar Austin teman mu.inilah sosok sultan yang sebenarnya," ucap Vina.


"Kalau boleh tahu siapa nama lengkap dia?" tanya Nesya.


"Astaga dia benar-benar tidak mengenal Austin yang terkenal itu." Vina langsung menggeleng tak percaya melihat kepolosan Nesya.


"Dengar dan ingat baik-baik,nama dia Aditya Austin Abraham.pewaris tunggal keluarga Abraham!" jelas Vina penuh penekanan agar Nesya mendengar.


"Jadi,selama ini Austin membohongi ku." Nesya sedikit kecewa


"Jika dia tidak berbohong pasti kamu menjauhi nya,aku yakin dia menaruh hati padamu." Vina tersenyum kearah Nesya.


"Maksudmu dia jatuh cinta padaku?" Tanya Nesya.


"Hooh,kamu beruntung banget di cintai olehnya,aku yakin tidak lama lagi dia akan datang kemari untuk membebaskan mu," ujar Vina turut senang.


"Aku tidak seberuntung itu,aku yakin dia telah bosan padaku sehingga tidak pernah lagi muncul di hadapan ku."


Vina menyimpan kembali ponsel miliknya dan ia mengajak Nesya untuk beristirahat.


Baru saja rasanya mata Nesya tertutup hari sudah pagi saja,teriakan buk marwah mengganggu kenyamanan tidurnya.


"Bangun jangan tidur terus pemalas!" pekiknya sambil memukul sel dengan tongkat kayu di tangan nya.


"Kenapa kuda Nil itu berisik sekali?apa dia belum di beri sarapan?" gerutu Vera yang baru tersadar.


"Cepat bangun.olahraga pagi,biar tubuh kalian itu langsing.jangan menumpuk lemak kalian untuk tidur." Ujarnya.


"Bukankah lemak mu yang menumpuk, seharusnya kamu saja yang olahraga." Sindir Vina kembali tidur dan menarik selimut.

__ADS_1


"Nesya kamu saja keluar olahraga sebagai perwakilan dari mereka," titahnya memaksa.


"Perwakilan perwakilan emang dia pikir mau lomba tujuh belasan,pake perwakilan segala."


Dengan wajah kusut dan merenggut Nesya mengikuti langkah wanita gemuk itu dari belakang.


Nesya datang paling terakhir,semua napi telah melakukan senam namun ia baru datang.


"Karena kamu terlambat,jadi kamu harus senam sendiri." Marwah tersenyum tipis karena mempunyai ide untuk mengerjai Nesya.


"Aku tidak mau," tolak Nesya.


"Ini adalah hukuman mu karena tidak disiplin,semua orang senam hanya kamu saja yang tidak.jika kamu di biarkan maka napi lain tidak mau ikut senam juga dilain waktu.kamu napi baru jangan memberi contoh tak baik disini!" ujar Marwah marah.


Semua orang menatap kearahnya,ditatap saja Nesya malu apalagi jika harus senam sendiri di depan mereka.


Bunyi musik perlahan terdengar,dengar sedikit malas ia menggerakkan badan.jika Marwah mengira Nesya akan memalukan di depan. namun kenyataan berbanding terbalik,Nesya sangat baik melakukan senam.sehingga di penghujung senam nya di beri tepuk tangan oleh penonton.


"Kali ini dia lolos tapi tidak untuk lain waktu."


Marwah berkeinginan Nesya akan di cemooh atau di ledek oleh napi lain.tapi yang terjadi, Nesya malah mendapat banyak pujian dan sapaan hangat dari para napi.


"Wah hebat sekali kamu senam nya,pantas saja tubuhmu bagus gak gendut seperti drum." Marwah memalingkan wajah karena tersindir dengan ucapan napi senior itu.


"Benarkah?memang ya ... kalau orang cantik dan baik hati mau melakukan apa aja itu akan terlihat enak di mata.tapi beda jika yang melakukan orang jahat yang tertumpuk lemak, semuanya akan enek jika di lihat." Sindirnya lagi.


"Kakak bisa aja," balas Nesya tak enak hati dengan buk marwah.


Tidak tahan disindir membuat Marwah meninggalkan tempat itu,sebelum pergi dia memerintahkan agar napi berjemur sampai ia kembali.


"Dasar orang jelek,hidung pesek,pendek,hitam, berlemak,jahat lagi.manusia tak waras!" umpat senior itu setelah kepergian Marwah.


"Hahaha,sabar kakak ... sabar." Sahut salah satu napi.


"Mana bisa sabar aku,lihat dia itu rasanya ingin mengulangi masa lalu." Celetuk napi senior yang bernama Fida.


"Apa kakak ingin membanting nya lagi?" tanya putri.


"Ingin,ingin sekali.tapi semua itu terpaksa aku urungkan karena nanti hukuman ku bertambah dan makin lama di penjara,jika itu terjadi aku akan semakin lama keluar dari sini dan bertemu dia terus." Fida menghembuskan nafas untuk mengurangi emosinya.

__ADS_1


"Tapi sepertinya dia takut dengan mu," tebak putri.


"Bukan takut lagi tapi trauma.dibanting dan di permalukan secara bersamaan,mental dan fisik dia pasti tersiksa." Nesya menyimak pembicaraan itu.


"Emangnya kakak pernah berkelahi dengan dia?" tanya Nesya tiba-tiba.


"Pernah,dia itu selalu menyiksa kakak jadi kakak emosi dan berkelahi dengan nya." Cerita Fida.


"Kamu tahu perkelahian waktu itu antara serem-serem lucu." Tawa putri.


"Sebelum kejadian itu saja dia banyak mengerjai Marwah gendut itu, bisa-bisanya dia menggunting diam diam celana Marwah, hingga memperlihatkan dalaman Marwah yang kucel." Putri tertawa sendiri mengingat kejadian itu.


"Bagaimana bisa kakak mendapatkan celana dia,bukan nya kakak di dalam sel?" tanya Nesya bingung.


"Dulu dia sering berjaga di depan sel ku,ketika dia membelakangi sel.aku diam diam menggunting celana nya tepatnya ditengah-tengah panta*t nya.setelah berhasil terlihat lah saham miliknya yang tertutupi dengan dalaman hitam seperti telapak kaki," ejek fida disambut gelak tawa putri.


"Dan aku menjadi saksi biksu pencabulan itu,aku bingung dalaman putih bisa jadi kucel apa dia gak pernah ganti?apa dia tidak pernah membeli dalaman sehingga yang berusia berabad Masi ia kenakan?" tanya putri.


"Kau tanya saja dengan kakak mu itu," ledek Fida.


"Kakak mu itu,mana ada aku Kakak yang seperti itu." Sanggah nya.


"Fida dalaman mu banyak,coba kamu kasi satu untuk kakak mu itu.kasihan dia pakai dalam Bolot," ledek putri.


"Kamu saja.dalaman ku tak muat jika ia gunakan,jangankan panta"t nya dengkul nya saja sudah tak masuk.jika ia mengunakan dalam ku," ujar fida membuat Nesya tersenyum.


"Tunggu bulan jadi tiga baru aku berikan dalam baru,soalnya kalau sekarang tidak ada yang menjual dalaman yang muat ke dia," ucap putri.


"Ada-ada saja alasan mu," sahut Fida.


"Saran dari ku.jika kamu di sakiti dia lawan saja,jangan terlihat lemah di hadapan dia.dia akan menjadi-jadi jika mengetahui kamu lemah."


"Terimakasih atas saran nya kak."


Tak lama Marwah datang membuat mereka menghentikan pembicaraan itu,Marwah memberikan beberapa informasi mengenai tentang aturan baru yang berlaku di tahanan.


Bukannya menyimak baik-baik informasi itu, malah para pidana diam-diam tertawa,karena melihat cabe yang menempel di gigi depan Marwah.


"Put,bilang pada kakak mu kalau makan cabe kulitnya jangan di makan juga," bisa Fida membuat Nesya tertawa.

__ADS_1


"Dia memang begitu,jangankan kulitnya tangkai nya saja ia makan," balas putri.


"Definisi makan hingga ke akar-akarnya," sahut Nesya membuat dua orang itu semakin cekikikan.


__ADS_2