Bujang Tenar

Bujang Tenar
Part 75


__ADS_3

Setelah kepergian Austin,cuaca tak secerah pagi tadi.awan yang mulanya berwarna putih kini terganti dengan awan hitam.


"Aduh,gerimis lagi.aku belum melewati jalan tol,jika hujan pasti jalanan di sana sangat licin," gumam Austin.


Dengan bersiul dia menyetir mobil,tanpa dia sadari ada tamu tak di undang mendekati mobilnya.Mobil itu menghadang mobil Austin,Austin langsung mengerem mendadak karena terkejut ada mobil lain melintang di depan nya.


"Siapa kalian?!" ucap Austin setelah keluar mobil.


"Kami orang suruhan tuan Bimo,kami sengaja diminta untuk menemani perjalanan anda ke kota."


"Aku bukan anak kecil yang harus di jaga!" sungut Austin lalu kembali masuk ke mobil.


"Kenapa kamu masuk ke sini?" ketus Austin melihat satu bodyguard masuk ke dalam mobilnya.


"Untuk menjaga anda,biarkan saya yang menyetirnya," ujar pria itu.


"Astaga,kedatangan kalian semakin membuat aku kesal," omel Austin lalu pindah duduk di belakang.


Perjalanan kembali di lanjutkan,meski turun hujan dan petir yang menyambar.mereka tetap nekat menebus jalan tol agar segera sampai ke kota.


Awalnya semua baik-baik saja,tapi ketika ada bus yang datang dari arah berlawanan membuat pria itu membanting stir untuk menghindari bus itu,alhasil mobil Austin menabrak pagar dan jatuh ke dalam jurang.


"TUAN MUDA!"


***


Prank.


"Astaghfirullah,apa itu yang pecah?" kaget Nesya segera mendekati suara itu.


"Loh,kok bisa jatuh.apa di tiup angin,ya?" ucap Nesya melihat Poto pernikahan nya jatuh di lantai.


"Ini tidak pertanda buruk,kan?" gumam Nesya dengan perasaan gusar.


"Loh,kok kamu banting,nes," celetuk Roma.


"Ih,babe.ini terjatuh bukan aku banting," sungut Nesya.


"Sini babe bantu beresin," ujar Roma.


"Kenapa babe bau sekali,huekk," ujar Nesya yang menutup hidungnya karena tidak tahan dengan aroma Roma.


"Enggak,kok," balas Roma mencium ketiaknya dan bagian yang lain.


"Huek ... huek ... huek ... " Nesya mual dan berakhir muntah di sana.


"Astaghfirullah,kamu kenapa,nes?" panik roma.rasanya tidak mungkin dia sebau itu sehingga Nesya muntah di hadapannya.


"Ba-babe pergi,aku tidak suka bau babe," usir nya lalu pingsan.


"Nes ... Nesya .... astaga,kamu kenapa,nak?!" jerit Roma mengendong Nesya dan membawanya ke dalam kamar.


Mau tak mau roma meninggalkan Nesya seorang diri di rumah,karena dia sedang memanggil dokter.meski di kampung tapi di sana Masi ada beberapa dokter yang tinggal di sana.

__ADS_1


"Tolong cepat periksa anak saya!" titah Roma setelah membawa dokter,kebetulan rumah dokter itu dekat dari rumahnya,jadi dia cepat menjemput nya.


"Bapak yang tenang,saya akan segera periksa!" ucap dokter perempuan itu.


Jantung Roma berdebar kencang saat dokternya itu memeriksa Nesya,dia sangat takut anak semata wayangnya kenapa-napa.penyakit berbahaya sekarang bermunculan di pikiran Roma,dengan cepat Roma menggeleng agar pikiran buruk itu tidak bermunculan di pikiran nya.


"Bapak tidak perlu khawatir,anak bapak baik dan juga janin nya sehat.saya sarankan agar anak bapak tidak terlalu stres agar janinnya tidak lemah," ujar dokter itu.


"Maksud dokter anak saya hamil," imbuh Roma.


"Benar,usia bayinya sekitar tujuh Minggu."


"Alhamdulillah,akhirnya aku akan memiliki cucu!" ucap Roma penuh syukur.


"Ini vitaminnya,pastikan dia rutin minum vitamin agar janinnya semakin sehat dan mengurangi rasa mual nya."


Roma mengantarkan kepergian dokter itu dengan ramah,tidak lupa dia juga membayar biaya administrasi nya.


Setelah memastikan dokter itu pergi.baru dia kegirangan hingga melompat-lompat,dia sangat bahagia mengetahui Nesya hamil.


"Akhirnya si austin memiliki keturunan.Ah,pasti cucuku jadi pewaris hartanya dia.akhirnya bisa kaya tujuh turunan,dengan begini aku tidak takut lagi Austin meninggalkan Nesya."


"Be!"


"Anak itu sudah bangun rupanya," gumam Roma lalu segera menuju kamar Nesya.


"Ada apa,nes?" tanya Roma yang telah berhadapan dengan Nesya.


"Aku ingin pisang mentah,be."


"Babe ngomong apa?"


"Ngomong soal janin di dalam perut mu," balas Roma.


"Janin.babe ada-ada aja,aku gak hamil mana ada janin di dalam perutku be,adanya ta*i," sungut Nesya kesal.


"Lah,dia tidak percaya.itu beneran ada janin,nes.tadi kamu pingsan babe panggilkan dokter,terus dia bilang kalau kamu itu HAMIL!" jelas Roma.


"Beneran,be?" ucap Nesya meraba perutnya.


"Ia.nih,vitaminnya minum setelah makan untuk mengurangi rasa mual mu," ucap Roma memberikan obat pada Nesya.


"Alhamdulillah,aku hamil.berita ini harus aku kasih tahu dengan Austin," ujar Nesya kesenangan.


"Iya,ini handphone mu.coba kamu telpon dia," balas Roma memberikan handphone canggih itu.


"Ah,gak aktif,be," balas Nesya.


"Mungkin jaringan di sana tidak bagus,jadi telpon darimu tidak masuk.coba saja kamu hubungi dia lagi nanti malam," ujar Roma.


"Baiklah,semoga nanti malam no nya aktif.ah,tidak sabar memberi tahu kabar baik ini."


"Babe pergi dulu untuk mencari pisang mentah untukmu dan yang terpenting membersihkan muntah mu tadi."

__ADS_1


"Masya Allah baiknya babe ku,makasih be," ucap Nesya.


"Sama-sama anak gadis ku."


***


"Katanya Austin pulang,tapi kok tidak datang-datang dari tadi," gerutu Tina.


"Sabar.mungkin sebentar lagi mereka datang," balas Bimo jenuh karena Tina selalu menanyakan hal itu berulang kali.


"Coba papa telpon bodyguard suruhan papa,tanya sama mereka udah sampai mana," pinta Tina membuat Bimo langsung merogoh sakunya.


"Gak aktif,ma," ujar Bimo setelah melakukan panggilan.


"Coba,deh,telpon Austin," usul Tina.


"Sama gak aktif juga," balas Bimo setelah menaruh handphone di atas meja.


"Mereka kemana,sih?mama khawatir ni,perasaan mama gak enak,pa," keluh Tina.


"Mungkin jaringan di sana gak bagus,makanya no mereka tidak aktif," balas Bimo.


Tak lama dering ponsel terdengar,dengan segera Bimo mengangkat nya dan membesarkan volume nya agar Tina juga dapat mendengarnya.


"Hallo,tuan.bisa anda kirimkan pasukan darurat,tuan muda kecelakaan dan mereka jatuh kedalam jurang."


Tina dan Bimo saling bertatapan,rasa senang tiba-tiba tergantikan dengan rasa panik dan sedih mendengar berita kecelakaan itu.


"Hallo,tuan.apa anda mendengar saya?segera kirimkan bantuan kemari,kami benar-benar membutuhkan bantuan mereka."


"Aku akan mengirimkannya segera ke sana."


Bimo meninggalkan Tina untuk menghubungi anak buahnya yang lain.setelah melakukan hal itu baru dia menghampiri Tina yang sudah menangis itu.


"Austin,pa.hiks ... hiks ... austinnnn ... " tangis Tina.


"Dia anak yang kuat,pasti dia akan selamat," peluk Bimo mencoba menenangkan,padahal hatinya juga risau dengan keadaan Austin.


"Mama gak mau kehilangan Austin,ayo kita datang kesana?mama mau lihat kecelakaan itu," ajak Tina dengan seseguan.


"Jauh,ma.kita di sini saja,anak buah papa sudah menanganinya jadi mama tenang,ya."


Helikopter mendarat sempurna di jalan itu,saat pasukan darurat milik Bimo tiba.ternyata sudah ada polisi di sana,jalan tol itu langsung ramai dengan wartawan dan juga pengendara yang singgah untuk melihat kecelakaan itu.


"Minggir!" teriak para pasukan menjauhkan keramaian masa yang menghalangi jalan.


Dengan perlahan ada beberapa orang yang mencoba turun ke jurang itu,mobil yang di kendarai oleh Austin rusak parah tapi tidak meledak.hal itu bisa di manfaatkan oleh tim penyelamat untuk mencari Austin.


"Apa kalian menemukannya?"


"TIDAK!"


"Lebih baik pencarian kita hentikan sementara waktu,hujan terlalu deras ini semakin berbahaya jika kita tetap melanjutkan pencarian.jalanan jurang ini semakin licin,belum lagi pandangan kita terbatas karena terhalang dengan hujan yang turun."

__ADS_1


"Baiklah.ayo kita naik ke atas,sebelum jalanan lebih licin lagi."


__ADS_2