Bukan Istri Ke_dua!

Bukan Istri Ke_dua!
Bab 12


__ADS_3

Jangan lupa menabur tanda cinta kalian gaeesssπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ€—πŸ€—


Yang belum favorit, silahkan di fav dulu yaπŸ™πŸ™


Komen n like nya juga, jiaaahh othor ngelunjak 😁


πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»πŸ‘ΈπŸ»


Di tempat lain, Kent terlihat gusar. Entah kenapa pikirannya terus tertuju pada Jess sepanjang hari ini. Belum lagi Melisa yang terkesan sengaja mengulur waktu, agar mereka bertahan lebih lama di pusat perbelanjaan tersebut.


"Apa belum cukup barang yang ingin kau beli, Melisa?" Suara berat Kent menghentikan gerak tangan Melisa yang tengah memilih gaun. Entah untuk apa wanita itu membeli gaun malam sebanyak itu.


Melisa menatap malas ke arah Kent. Dia sengaja melakukannya, agar Kent tak memiliki kesempatan untuk meninggalkannya dan Eli hari ini.


"Aku masih ingin membeli beberapa barang lagi. Ku dengar ada sale tas branded import murah di mall ini. Dan sejak tadi aku belum menemukan gerainya." Alibi Melisa menatap liar ke arah pintu keluar.


Kent menghembuskan nafas kasar. Pria itu sudah mulai muak, namun tetap menjaga emosinya terlebih mereka sedang di tempat umum. Sedangkan Eli tertidur di dalam stroller dan Kent lah yang mendorongnya sejak tadi, sementara Melisa sibuk merampok isi black card nya.


"Aku bukan pengangguran Melisa! Tolong mengertilah! Kau bisa berbelanja sendiri jika masih ingin tetap di sini, aku akan pulang duluan bersama Eli." Kent memutar langkahnya menuju pintu keluar. Melissa terlihat panik bukan karena takut belanjaannya tak di bayarkan. Namun wanita itu takut Kent akan berduaan dengan istri keduanya.


Begitulah pikiran dangkal Melisa.


"Kent! Kent! Oke, baiklah. Kita pulang, oke? Tapi bisakah kami ikut ke kantormu saja, kasihan Eli sedang tidur. Ke rumah lebih jauh dari jarak ke perusahaanmu. Lagipula agar orang-orang tau siapa kami sebenarnya." Ucap Melisa penuh percaya diri.


Kent menghentikan langkahnya kemudian menatap Melisa dengan tatapan sukar.


"Kenapa kau tak memintaku untuk melompat dari rooftop gedung saja, Melisa?!" Geram Kent dengan rahang mengeras. Pria itu semakin muak terhadap wanita di hadapannya itu.


"Aku...aku.. aku hanya ingin pengakuan Kent, kenapa sesulit itu bagiku untuk mendapatkannya? Apa kau sudah melupakan janjimu? Hanya ada kami Kent! Aku dan Eli, bukan pelakor itu!" Seru Melisa mulai tak terkendali.


Dan itu sukses memancing reaksi orang-orang yang berlalu lalang di depan mereka.


Kent berbalik meninggalkan Melisa begitu saja, sebelum dia juga ikut lepas kendali dengan memberikan cap tangan di pipi wanita itu sekali lagi.


Padahal dalam hatinya, pria itu sudah begitu geram ingin meluapkan semua kekesalannya yang kian bertumuk.


Melisa menyusut air matanya dengan kasar. Menatap punggung Kent yang samakin menjauh.


"Akan ku kembalikan situasi ini seperti semula. Dan kau wanita penggoda, akan ku enyahkan hingga tak lagi menampakkan wajahmu di hadapan kami!" Gumam Melisa menahan geram.

__ADS_1


Setumpuk rencana jahat telah dia susun untuk menyingkirkan Jess dari kehidupan Kent.


🌹


🌹


Kent kembali ke kantor setelah mengantar sang anak pulang ke rumah. Pria itu terpaksa memperkejakan seorang ART dan pengasuh dadakan, agar dapat menjaga sang anak di rumah. Tentu saja Aditya yang di sibukkan dengan semua urusan mendadak tersebut. Karena mengingat jika itu adalah salahnya juga, Aditya tidak protes apapun.


Selama ini Kent dan Jess hanya menggunakan jasa pembantu harian. Karena Jess lebih suka melakukan segalanya seorang diri. Namun mengingat jika rumah mereka cukup luas, maka Kent sepakat memanggil orang untuk membersihkan rumah mereka.


Semenjak menikah, Kent lebih menyukai masakan sederhana buatan Jess. Entah mengapa rasanya selalu membuatnya rindu untuk segera pulang ke rumah setiap saat.


Dan selama dua bulan ini hidup berjauhan dari Jess. Kent sungguh tersiksa. Makan di restoran tak pernah membuatnya kenyang. Sehingga terkadang Kent berusaha meracik masakan seperti yang sering Jess buat untuk mereka. Meski rasanya tak sama, namun setitik kerinduan Kent sedikit terobati.


Sekarang semua berubah, Kent harus mulai memperkejakan ART tetap agar rumahnya tetap layak di sebut sebagai rumah. Eli tak pernah mengerti bagaimana menyimpun mainannya kembali ke tempatnya. Bahkan sampah cemilan berceceran di lantai membuat Kent pusing melihatnya.


Sedangkan Melisa tak menggubris hal tersebut, boro-boro menasehati sang anak. Di kamarnya saja Kent harus melihat tumpukan piring dan gelas di atas meja sofa, ketika masuk ke kamarnya tadi pagi.


Selama ini dia paling tidak suka dengan orang sembrono. Namun kehadiran Melisa bagai kutukan untuknya. Wanita itu menaruh handuknya di sembarang tempat tanpa peduli kamar siapa yang dia tempati.


Mengingat Jess yang selalu merapikan semuanya, Kent tiba-tiba merindukan wanita itu.


Pertemuan mereka di waktu yang salah, itu membuatnya menyesali tindakannya dahulu.


"Andai kita bertemu di situasi berbeda, akan aku pastikan. Hanya kau satu-satunya wanita dalam hidupku. Tidak seperti saat ini. Kisah kita tidak hanya menyiksa batinmu Jess, tapi hatiku juga. Maafkan sikapku selama ini, aku akan membebaskanmu pergi setelah semua berakhir." Lanjut Kent kembali berbicara sendiri.


Tok tok tok


Klek


Terlihat Aditya sang asisten masuk dengan ekspresi wajah tak dapat di gambarkan. Ada kecemasan yang pria itu pendam melalui raut wajah yang tak menampakkan senyuman sedikitpun.


"Maaf tuan, aku baru saja mendapatkan informasi. Jika nyonya Jess..." Adit tak langsung menyelesaikan kalimatnya, karena ekspresi datar sang atasan membuatnya nyalinya tiba-tiba menciut.


"Katakan dengan jelas, jika tidak penting kau bisa keluar dan melanjutkan pekerjaanmu. Kenapa kau hobby sekali membahas wanita itu, apa kau lupa jika dia adalah istri atasanmu?" Skak!


Aditya bagai di tampar oleh lempengan besi. Wajah pria itu terlihat pias menahan rasa dongkol atas prasangka buruk sang atasan.


"Maaf tuan, tidak mengurangi rasa hormat saya kepada anda. Namun ada berita penting mengenai kondisi nyonya Jess yang baru saja saya dapatkan. Beliau di larikan ke rumah sakit satu jam yang lalu. Kondisinya kritis dan sedang dalam penanganan serius di ruang observasi." Aditya menyelesaikan kalimatnya dengan berbicara cepat.

__ADS_1


Kent hampir limbung di tempatnya berdiri. Dengan sigap Aditya melangkah kemudian memegangi punggung sang atasan.


Kent mengisyaratkan dengan satu tangannya, jika dia baik-baik saja. Aditya menyingkir saat Kent berjalan melewatinya menuju meja kerja. Pria itu meraih kunci mobilnya lalu pergi tanpa berkata apa-apa.


Aditya menyusul, bagaimana bisa Kent tak menanyakan perihal rumah sakit mana yang menangani Jess. Dengan langkah lebar, Aditya berhasil menyusul Kent masuk ke dalam elevator di detik-detik terakhir.


Kent terlihat heran saat melihat asistennya terus mengekorinya.


"Aditya Kusuma! Apa kau sudah lelah bekerja padaku?" Sarkas Kent membuat Aditya sadar atas tindakannya yang lancang.


Dengan kikuk pria itu tersenyum kaku.


"Maaf tuan, aku hanya ingin menyampaikan informasi yang tak kalah penting. Tentang rumah sakit tempat nyonya Jess di rawat." Ucapnya cengengesan.


Kent membuang pandangan ke arah lain. Merasa malu sendiri atas praduganya terhadap pria itu.


"Kau bisa mengabariku melalui pesan singkat, kenapa harus mengekoriku seperti rentenir menagih hutang." Omel Kent tanpa menoleh.


Aditya menggaruk tengkuknya kikuk.


"Anda benar, kenapa saya tidak memikirkannya tadi. Saya akan kembali naik ketika anda turun di basement." Ujar Aditya tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih.


Kent mendelik melihat tampang pura-pura bodoh tersebut.


🌹


🌹


Kent berjalan cepat menuju ruangan IGD. Setelah bertanya tentang pasien atas nama Jess, Kent segera menuju ruangan yang di katakan oleh suster jaga di depan loket pendaftaran.


Di sana dapat Kent lihat. Ada ibu Maria, dua orang remaja dengan celana abu-abu tengah duduk mengapit wanita paruh baya tersebut.


Kent berjalan pelan menghampiri ketiganya walau hatinya sedikit was-was.


TBC


...****************...


Apa yang selanjutnya akan terjadi? bagaimana reaksi Kent setelah mengetahui kondisi Jess? kuyy simak bab selanjutnya gengs πŸ€—πŸ€—πŸ˜šπŸ˜š

__ADS_1


Lope lope para kesayangan buna Qaya 🀍🀍🀍


__ADS_2