Bukan Istri Ke_dua!

Bukan Istri Ke_dua!
Bab 62


__ADS_3

Lanjutan bab kemarin


...----------------...


Mendadak Kent merasakan ketakutan luar biasa, takut akan kehilangan istrinya juga kedua anaknya. Flora hanyalah wanita yang mengisi kekosongan jiwanya yang rapuh, sungguh Kent tak berminat untuk menjalin hubungan apapun dengan wanita manapun juga. Tapi kini dirinya terjebak oleh permainan hatinya sendiri.


Kent pusing sendiri dengan situasi yang terjadi saat ini. Berharap sang istri tetap bertahan dengan nya, itulah harapan tertinggi Kent dalam doanya.


"Maafkan aku Flo, hubungan kita tak bisa aku lanjutkan karena memang aku tak pernah berniat untuk membagi hatiku. Kau hadir di saat aku membutuhkan perhatian, dan aku tak pernah meminta mu datang. Kaulah yang selalu mengunjungiku meski aku sudah menolakku beberapa kali. Aku hanya pria kesepian, dan kau hadir di saat yang tepat. Sekali lagi, maafkan aku. Aku tak bisa meninggalkan istriku untuk mu juga wanita manapun. Pergilah Flo, tolong mengertilah kondisi istriku tak baik-baik saja untuk mendengarkan semua hal yang menyakiti hatinya." pinta Kent memelas.


Flora menggeleng kuat, wanita itu tertawa dengan derai air mata.


"Kau tak bisa mencampakkan ku begitu saja Kent, apa artinya segala sentuhan mu padaku hah?! kau bahkan menciumku dengan penuh naf su, menggerayangi tubuhku sesuka hatimu. Kau tak bisa melakukan nya Kent, aku tak terima kau perlakukan seperti ini. Aku akan tetap menunggu mu sampai kapanpun, lagipula aku tak memintamu untuk meninggalkan istrimu. Aku rela berbagi, tolong jangan buang aku setelah istrimu kembali." Lirih Flora terisak.


Wanita itu bersimpuh di lantai dingin agar Kent tak mencampakkan nya. Kent menatap iba, hatinya memang sempat berbunga kala mendapatkan perhatian Flora selama ini. Terlebih wanita itu begitu perhatian terhadap kedua anaknya sebelum di bawa pulang ke rumah.


Dan selama satu minggu ini hubungan mereka cukup intens, karena tak ada lagi gangguan dari dua makhluk kecil yang membuat mereka kadang canggung.


Kent bukan hanya sekali pernah mencicipi bibir ranum Flora, rupanya ciuman nya hari ini adalah ke sekian kalinya. Selama satu minggu ini Flora bahkan dua kali menginap di rumah sakit bersama Kent.


Tentu saja mereka lebih leluasa karena kedua anak Kent tak lagi menjadi gangguan.


Kent nampak frustasi, pria itu bingung dengan situasi yang terjadi saat ini. Sedangkan Sadam tersenyum miring, dia tergelitik melihat kebodohan sang sepupu yang begitu mudah terjerumus oleh perasaan nya sendiri.


"Pergilah, siapapun namamu. Aku tak tau apa yang telah terjadi pada kalian selama aku tertidur lelap, tapi dengan mengurai fakta tentang hubungan mu dengan suami dari wanita yang tengah sakit parah. Kurasa bukanlah sesuatu yang etis. Kau harus belajar memilah situasi, dan kau juga harus belajar memahami sebuah sikap. Tak selamanya pria bisa kau percayai, terlebih jika pria itu berani berbagi kemesraan dengan wanita lain di hadapan istrinya sendiri." Deg.


Jantung Kent bertalu-talu, kalimat Jess menubruk nuraninya hingga batas akhir. Kent merasa malu, menyesal dan entah apa lagi yang pria itu rasakan.

__ADS_1


"Sayang...maafkan aku," ucap Kent lirih. Matanya berkaca-kaca kala mendapati tatapan datar Jess sama persis seperti di awal-awal pernikahan mereka.


"Kau juga, pergilah Kent. Aku sedang butuh waktu untuk bernafas lega. Dadaku terlalu sesak, keberadaan kalian di sini hanya akan merampas sebagian besar oksigen yang aku butuhkan. Dam, kau juga boleh pergi, aku akan baik-baik saja. Aku bukan wanita lemah yang berpikir pendek," ucap Jess tersenyum tipis.


Wanita itu menekan tombol panel untuk menurunkan sandaran ranjangnya. Jess menarik selimut hingga batas lehernya bukan karena dirinya kedinginan. Jessie hanya merasa insecure memperlihatkan tubuh kurusnya di hadapan kedua insan yang telah menggores belati tepat di jantung nya.


Sadam menghela nafas panjang, dirinya tak rela meninggalkan Jess di sana seorang diri. Namun Sadam juga menghargai keputusan wanita itu untuk menenangkan dirinya. Sadam sadari, rasa sakit Jess kini berlipat-lipat lebih sakit dari penyakit yang di deritanya.


Kent masih menatap punggung Jess dengan tatapan sendu, berharap Jess berbalik dan meminta nya untuk tinggal. Namun sayang, hati Jess kembali membatu, wanita itu mulai memasang tembok pembatas padanya seperti dulu.


Dengan lesu, Sadam berjalan keluar ruangan Jess. Namun pria itu tak keluar sendirian, Sadam menarik kasar pergelangan tangan Flora menuju pintu keluar. Flora terpekik kaget akibat ulah Sadam tersebut, tarikan kasar itu menyebabkan lengan kiri Flora tergores pintu hingga memar. Namun Sadam tak peduli.


Sadam menghempas tubuh Flora ke arah kursi di luar ruangan Jess.


"Kau puas telah menunjukkan betapa ja lang nya dirimu? kau bangga bisa menjadi perusak rumah tangga wanita lain? kau merasa hebat telah membuat hati seorang istri terluka? kau luar biasa nona Flora! aku salut pada sikap murahan mu. Mulai sekarang, jangan pernah temui Kent lagi apapun alasannya. Jika kau masih berkeliaran di sekitar sepupuku, kau akan tau apa akibatnya." Ancam Sadam dengan tatapan nyalang.


Sadam tersenyum menyeringai, "aku punya hak, karena Kent adalah saudara ku. Namun jauh dari itu, ada hal yang ingin aku jelaskan padamu." Sadam menjeda kalimatnya menelisik penampilan Flora.


"Kami, para pria bisa melakukan hubungan in tim dengan seorang wanita meski kami tak menyukai wanita tersebut. Kami menggunakan naluri liar penuh naf su, bukan hanya terfokus soal hati. Dan kurasa Kent pun sama. Pria itu sedang dalam fase kesepian dan butuh perhatian, lalu wanita murahan seperti mu datang menawarkan kehangatan tanpa di minta. Siapa yang menolak? aku pun demikian, aku bahkan bisa menggagahimu saat ini juga tanpa menggunakan perasaan. Pria hanya butuh milik nya berdiri tegak untuk menyalurkan naf su nya, tanpa melibatkan hati. Dan ketika semua selesai, kau hanyalah seonggok sampah yang kebetulan kami singgahi untuk sekedar di puaskan. Kau ingin mencobanya nona Flora?" Flora berdiri tegak kala mendapati tatapan penuh hasrat menyorot liar tubuh nya.


"Kau pria gila!" seru Flora memaki. "Aku tak akan melepaskan Kent, ingat itu baik-baik. Selama aku hidup, aku akan menjadi sandungan untuk kebahagiaan sepupu mu itu jika dia berani mencampakkan ku. Camkan itu!" kecam Flora penuh nada ancaman.


"Lihat saja, sehebat apa kau mengacaukan kebahagiaan wanita yang aku sayangi. Aku sendiri yang akan mengantarmu menuju jurang kehancuran tanpa sisa." Tandas Sadam menyeringai iblis.


Rupanya di balik pintu, Kent mendengar semuanya. Termasuk pengakuan mencengangkan dari mulut sepupunya. Sadam menyukai istrinya? bagaimana dirinya tak menyadari hal itu sejak lama. Pantas saja Sadam selalu siaga menjaga Jess tanpa di minta.


Kent mengeraskan rahangnya menahan kemarahan. Pria itu merasa telah di bodohi oleh sang sepupu selama ini. Kebaikan Sadam rupanya memiliki maksud lain, Kent tak bisa menerimanya.

__ADS_1


Sepeninggalan Flora yang masih terdengar mengumandangkan kalimat makian terhadap Sadam, Kent keluar dari balik pintu.


Kedua pria itu saling melempar tatapan sengit.


"Kau rupanya tak jauh beda dariku. Kau peduli pada Jess karena kau menyukainya. Sepupu macam apa kau ini hah?!" Kent melayangkan Bogeman mentah ke pipi Sadam setelah menyelesaikan kalimatnya.


Sadam yang tak siap terhuyung ke belakang, beruntung pria itu tak sampai terjatuh ke lantai.


"Kita berbeda Kent! Aku memang pria brengsek tapi aku tak akan melukai wanita yang aku cinta. Berbeda dengan mu, cintamu hanya sebatas di mulut manismu saja. Realita nya, hatimu lemah hanya karena merasa kesepian." Balas Sadam sembari menyeka sudut bibir nya yang sedikit berdarah.


"Jauhi istriku mulai sekarang, kehadiran mu sudah tak lagi di perlukan. Jess memiliki suami dan keluarga yang peduli padanya, kehadiran mu hanya akan memperkeruh keadaan. Pergilah, Dam. Aku masih menghargai mu sebagai saudara ku, jika tidak aku akan langsung mencincang mu saat ini juga." Ucap Kent mengusir Sadam.


Sadam tersenyum miring, "Jess memang memiliki orang-orang yang menyayangi nya, termasuk aku. Kau tak berhak mengusir ku jika Jess saja menginginkan kehadiranku. Kau lah yang memperkeruh keadaan, kau bahkan membuat sumur jernih kini berubah menjadi kubangan lumpur. Jika aku tak menghargai mu sebagai saudara ku, sudah sejak lama aku mengadukan sikapmu pada paman dan bibi. Kau pasti tau bukan? seberapa sayangnya kedua orang tua mu pada Jess? Ku jamin kau akan langsung kehilangan segalanya saat itu juga. Tapi aku tak sejahat itu, memanfaatkan situasi untuk memperoleh kemenangan. Mungkin aku terlalu naif, ku akui aku mulai menaruh hati pada istri mu sejak beberapa bulan terakhir. Melihat wanita tak berdaya itu tergolek lemah, membuat hatiku ikut merasakan sakit yang sama." Sadam menyeka kasar air mata nya.


"Semakin hari rasa itu bertumbuh tanpa bisa aku cegah. Sejenak aku berpikir, apa yang bisa aku peroleh dengan menyukai wanita pesakitan? namun hatiku rupanya lebih tulus darimu. Kau yang suaminya, bahkan bisa dengan mudah goyah oleh perhatian semu wanita lain. Dan aku mulai memupuk kembali rasa yang sempat aku kubur dalam-dalam. Kini, rasa itu telah menjadi lebih besar dari yang bisa aku bayangkan. Jadi, mari kita bersaing sehat untuk mendapatkan hati wanita yang baru saja kau goreskan luka hingga terkoyak tanpa rupa lagi." Sadam menepuk pelan pundak Kent sebelum pergi meninggalkan pria itu.


Kent menggeleng tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar secara langsung dari mulut Sadam. Pria Casanova itu telah menjatuhkan pilihan hati pada istri nya. Bagaimana bisa?


Kent semakin terpuruk oleh ketakutan yang dirinya ciptakan sendiri. Situasi saat ini benar-benar membuat nya tak mampu berpikir jernih, sedangkan Jess tak menginginkan kehadiran di sana. Lalu dia harus apa? Kent meraup wajahnya frustasi, satu-satunya orang yang bisa dia andalkan saat ini hanyalah sang kakak.


Ya, Queen. Wanita galak itu dia harapkan bisa membantunya menemukan jalan keluar dari masalah nya saat ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Otw menuju ending, yuk main tebak-tebakan. Kemana alur cerita ini akan berakhir. Othor terlalu lelah dengan ending yang selalu berakhir dengan kebahagiaan. Sesekali ingin membuat alur yang tak biasa dari pada yang lain.


Jadi? kalian tim yang mana? happy ending? atau sad ending? komen yah!

__ADS_1


terimakasih sudah menjadi pembaca setia, lope Lope buat para kesayangan Buna Qaya 🥰🥰🥰


__ADS_2