Bukan Istri Ke_dua!

Bukan Istri Ke_dua!
bab 42


__ADS_3

I'am back again bestieh 🤭🤗🤗


semoga tidak lelah menanti kan update malas malasan dari othor 🤧🤭


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


Seperti yang sudah di rencanakan, Aditya juga Risma berencana akan bersilaturahmi ke kediaman Melisa. Tentu saja tidak dalam arti yang sebenarnya. Dalam perjalanan yang terasa sangat panjang tersebut, Aditya sama sekali tak membuka suara. Beberapa kali Risma bertanya atau sekedar mengomentari apa saja yang dirinya lihat, Aditya tetap bungkam. Pria itu tak ingin terpancing oleh mulut cerewet Risma.


"Kok berasa kaya di sopirin patung," gumam Risma masih terdengar jelas di telinga Aditya.


"Gerah, apa AC nya bermasalah ya? mobil murah sih," lanjut Risma bergumam pelan. Jari lentiknya mengotak atik pengatur suhu mobil dengan asal. Itu sukses membuat Aditya gerah body.


"Ck, tidak bisakah kau duduk tenang! dasar kampungan. Makanya sering-sering naik mobil mahal biar tidak norak." Hardik Aditya mulai terpancing emosi. Pria itu memutar kembali pengatur suhu ke arah semula.


Melisa mencebik, wanita itu sama sekali tak tersinggung. Baginya lebih baik mendengar Aditya memakinya dari pada melihat Aditya yang seperti patung.


"Mobil gini doang sombong. Nyicil juga, belagu banget sampean mas." Sungut Risma. Tangannya mulai jahil menekan tombol untuk memutar musik. Lagi-lagi membuat Aditya semakin darah tinggi. Auto masuk bengkel sedangkan cicilan masih berjalan.


"Jika kau masih tak bisa mengontrol jari lentikmu, akan aku turunkan kau di sini." Ancam Aditya mulai melambatkan laju kendaraannya. Risma melotot kesal.


"Ck, suka sekali mengancam. Apa kau tidak bisa santai sedikit. Hidupmu terlalu kaku, lihatlah, kau bahkan tak laku-laku hingga sekarang. Belajarlah rileks jika bersama seorang wanita, bukannya malah bersikap menyebalkan seperti ini." Omel Risma mulai cerewet kembali.


Aditya mendelik, inilah yang tak dia sukai dari Risma. Wanita itu akan menjadi sangat cerewet setelah berhasil membuatnya kesal.


"Yang jelas bukan wanita sepertimu yang akan aku sukai. Kau terlalu berisik dan mengganggu." Ketus Aditya tak kalah jutek. Risma tersenyum geli melihat ekspresi Aditya yang seolah memasang tembok pembatas dengannya.


"Awas saja jika kau jatuh cinta padaku. Aku akan mentertawai mu hingga perutku sakit." Ucap Risma angkuh. Aditya bergidik menyatakan jika dia tak akan pernah tergoyahkan oleh pesona wanita di sampingnya itu.


Perjalanan keduanya kembali di isi dengan keheningan layaknya pemakaman. Setiba di basement apartemen Melisa, Risma keluar terlebih dahulu. Wanita itu terlihat berjalan menuju pos jaga. Entah apa yang di katakan oleh wanita itu yang jelas kedua sekuriti tersebut terlihat tertawa renyah.


"Apa yang kau katakan pada satpam tadi? kalian terlihat begitu akrab. Apa memang sudah menjadi hobimu menjerat semua pria dengan kemolekan tubumu itu?" sinis Aditya ketika mereka berjalan menuju elevator.

__ADS_1


Risma mengabaikan kalimat nyelekit tersebut, ada tugas yang lebih penting dari sekedar menanggapi ocehan Aditya,


Setiba di unit yang di tempati oleh Melisa, wanita itu terlihat meraup udara sebanyak mungkin. Seolah akan menghadapi sidang skripsi.


"Ingat, kita kemari untuk bernegosiasi bukan untuk berdebat apalagi adu cakar-cakaran ala wanita liar. Aku tak ingin ada kekacauan. Bos akan marah besar jika kita gagal membuat nyonya Melisa datang menemuinya." Ingat Aditya yang mulai merasakan hawa-hawa kecemasan di hatinya.


Risma tetap bungkam. Wanita itu seakan enggan untuk berbicara dengan Aditya.


"Ck, seperti berbicara dengan patung." Kesal Aditya membuat kedut di bibir Risma twrasa menggelitik.


Ting tong ting tong


Klek


Melisa membuka pintu depan wajah kesal. Risma menekan bell apartemen nya dengan brutal. Melisa yang baru pulang subuh dan masih mengantuk tentu saja kesal oleh ulah wanita itu.


"Kau?!"


Melisa sungguh tak percaya melihat siapa tamu kurang ajar yang menggangu waktu istirahatnya tanpa tau aturan.


Melisa jelas semakin dongkol dengan sikap semena-mena wanita itu. Wanita yang pernah membuatmya malu ketika berkunjung ke kantor Kent waktu itu.


"Anda tidak sopan sekali nona!" hardik melisa marah.


"Aku hanya ingin bertamu, beginikah cara anda menyambut tamu nyonya Melisa? sungguh minim akhlak," Risma bergumam dengan nada yang terdengar jelas oleh Melisa. Unsur kesengajaan itulah realitanya.


Melisa mengeram kesal. Wanita itu mengikuti langkah Aditya yang juga ikut-ikutan masuk tanpa di suruh.


"Apa kau tak pernah di ajarkan etika bertamu ke rumah orang, nona? ini waktu istirahatku dan aku tak menerima tamu. Lagipula kenapa kalian pagi-pagi sudah berkunjung ke rumahku? mau meminta sumbangan? sarapan pagi? maaf, kalian salah alamat, aku tak meladeni pengemis kelas rendah seperti kalian. Lebih baik kalian pergi sekarang juga, aku mau tidur!" usir Melisa tak bersahabat.


Wanita itu berkacak pinggang dengan gaya pongah. Menatap sinis ke arah para tamu tak di undang tersebut.


"Kami kemari karena membawa berita yang jelas kau sudah mengetahuinya nyonya. Aku ingin melakukan sedikit negosiasi dengan anda. Jika anda berkenan maka kami akan pergi dengan cepat, bukankah anda ingin beristirahat? maka mari kita membuat kesepakatan." Ujar Risma mulai melancarkan aksinya.

__ADS_1


Aditya hanya diam menyimak. Pria itu ingin mengetahui bagaimana risma bisa membuat seorang Melisa yang bebal, menurut padanya.


"Kau tidak salah ingin bernegosiasi denganku? kau siapa nona, kau hanya pesuruh mantan suamiku. Lalu bersikap seolah kau paling penting di sini. Maaf, aku menolaknya. Silahkan pergi dari rumahku. Katakan pada tuanmu, jika ingin mendapatkan apa yang dia inginkan. Maka datang kemari seorang diri. Jangan hanya berlindung di balik punggung anjing pesuruh." Tukas Melisa merendahkan.


Aditya mulai panas namun Risma masih terlihat tenang.


"Pergilah sekarang atau aku akan meminta pihak keamanan untuk menyeret kalian keluar dari sini." Ancam wanita itu dongkol.


"Lakukan saja nyonya, itupun jika sambungan telepon mu berfungsi dengan baik." Ucap Risma ambigu. Aditya mengernyit heran, begitu pun Melisa yang langsung bergegas menuju pesawat telepon di atas meja. Dan ya, telepon tersebut tak berfungsi selain hanya mengeluarkan suara tuut yang berulang.


"Katakan apa yang kalian inginkan dariku!" teriak Melisa marah.


"Sederhana. Hapus semua postingan yang anda unggah di internet, maka masalah kita selesai. Jika tidak....."


"Apa?! jika tidak apa yang akan kau lakukan padaku anjing pesuruh?!" seru Melisa menantang.


Risma berjalan mendekati tubuh melisa dengan gaya tak kalah pongah.


"Aku punya sedikit rahasia tentang anda nyonya. Bukankah anda sedang mencari perhatian publik untuk mendukung anda yang kini terkenal sebagai istri yang terzolimi? bayangkan jika semua orang mengetahui siapa Anda sebenarnya, maka semua simpati itu akan berbalik menyerang anda tanpa ampun. Sungguh sangat di sayangkan bukan? ambisi yang ternyata mengalahkan akal sehat." Bisik Risma panjang lebar.


Tubuh Melisa mengang kala mendengar ancaman tersebut. Apalagi saat mendengar bisikan gaib berikutnya.


"Aku memiliki paling sedikit 10 sampai 15 salinan video syur anda dengan beberapa pria berbeda nyonya Melisa. Pikirkan bagaimana nasib anda setelah semua rahasia itu sampai bocor ke publik? bukankah anda sendiri yang rugi?" lanjut Risma membuat jiwa melisa ketar ketir tak karuan.


Apalagi mendengar Risma mulai mengabsen nama pria yang pernah berbagi kehangatan dengannya. Jelas Risma sudah tau banyak tentang dirinya, Melisa mulai terlihat sangat ketakutan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


Jujur othor sedikit kurang bersemangat untuk melanjutkan novel ini. Tapi its ok lah, pelan-pelan tapi pasti. Kebetulan othor tidak sedang mengikuti Jumkat yang menjadi syarat utama penulis 🤭


Semoga tetap betah walau update kapan-kapan 🤣🤭😁

__ADS_1


Semoga kisahnya tidak keluar jalur ya gaesss 😁


lope lope para kesayangan buna Qaya 🤍🤍🤍


__ADS_2