Bukan Istri Ke_dua!

Bukan Istri Ke_dua!
Bab 63


__ADS_3

Menuju titik puncak konflik ya gaess, kuy komen n like jangan pelit-pelit🤭😁


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


Queen tak henti-henti nya mengumpat sang adik. Wanita itu terpaksa harus meninggalkan pekerjaan penting nya, demi menyelamatkan rumah tangga Kent yang sedang berada di ujung tanduk.


"Awas saja jika kita bertemu. Akan aku cincang tubuh mu menjadi beberapa bagian, jika kau sudah berani menodai pernikahan mu Kent!" desis Queen menahan kesal.


"Maaf nona, kau sejak tadi terus mengumpat dan itu sungguh mengganggu pendengaran. Bisakah kau diam? aku sangat mengantuk dan ingin beristirahat sejenak." Tegur seorang pria yang duduk tepat di kursi depan Queen.


Kelas bisnis yang dia harap dapat memberikan nya kenyamanan, namun malah mendapatkan gangguan dari mulut aktif seorang wanita asing


Pria itu merasa terganggu oleh bisikan gaib di belakang tengkuknya, sejak pertama kali dirinya menaruh bokong nya di kursi pesawat.


Wanita itu mengangkat kepala nya yang sejak tadi menunduk karena mengetik sesuatu di ponsel nya.


"Kau berbicara padaku tuan?" tunjuk Queen pada wajahnya dengan tatapan pura-pura polos.


"Kau bertanya? bertanya-tanya? aku mesti jawab apa? tentu saja kau, siapa lagi yang berisik seperti radio rusak sejak tadi!" sarkas pria tersebut dengan gaya menjengkelkan.


Queen yang bukan tipe wanita sabar, melempar sebuah majalah bisnis tepat ke wajah tampan pria yang masih melongokkan kepalanya ke arah belakang.


Brugh!


"D*mn it! apa kau gila nona? apa-apaan kau ini, kenapa kau malah melempari wajahku menggunakan majalah? kau benar-benar sakit jiwa!" umpat si pria marah sembari mengusap wajah nya yang terasa panas.


Tangannya terulur memanggil seorang pramugari. "Nona, kau lihat penumpang di belakang ku ini?" si pramugari tersebut mengangguk pelan seraya melirik Queen sekilas. " Wanita gila ini baru saja melempari wajah tampanku dengan majalah ini. Apa kebijakan pihak maskapai terhadap penumpang bar-bar seperti wanita saiko ini nona?" si pramugari tersenyum kikuk, menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Memangnya apa yang bisa dia lakukan, jika sang kapten nya saja tak mampu meski sekedar menegur wanita itu.


"Maaf tuan, mungkin ini hanya sebuah kesalahpahaman saja. Jika tidak ada lagi yang anda butuhkan, saya permisi." Tukas si pramugari nampak takut-takut.

__ADS_1


Si pria melongo, jelas ini salah.


"Kau melepaskan wanita bar-bar ini begitu saja? bagaimana jika wanita gila ini mencekikku saat aku tertidur, atau membekap wajahku menggunakan bantal saat aku lengah? siapa yang akan bertanggungjawab?" cecar pria itu dongkol.


"Tentu saja pihak asuransi tuan," jawab si pramugari seringan kapas. Kedua mata pria itu terbelalak sempurna. Kini dia mulai yakin jika dirinya telah salah menaiki pesawat. Di mana di sana berisi orang-orang tak berperasaan, yang sama seperti penumpang wanita menyebalkan yang terlihat cuek, tanpa berniat sedikit pun untuk meminta maaf padanya.


"Aku akan mengajukan komplain terhadap pelayanan maskapai ini begitu mendarat." Kesal si pria. "Pergilah nona, kau sama menyebalkan seperti wanita bar-bar ini." Lanjut si pria sinis.


Queen masih acuh, wanita itu sibuk berkirim pesan dengan sang sepupu. Sehingga tak terlalu memperdulikan perkataan pria di hadapannya itu.


Sedangkan si pramugari tersenyum cengengesan lalu pamit undur diri.


"Hei, kenapa pria tampan itu memanggil mu? apa dia meminta pelayanan plus-plus? aku bersedia, Katakan di hotel mana dia akan menginap ketika tiba nanti." Cecar seorang rekan pramugari wanita tadi dengan antusias.


Caroline, nama pramugari itu mendelik jengkel mendapatkan pertanyaan tak berfaedah tersebut.


"Pria itu meminta kebijakan maskapai kita terhadap tindakan bar-bar nona Queen. Bukannya meminta pelayanan plus-plus, ada-ada saja." Gerutu Caroline mengomeli rekannya yang terlihat tersenyum slengean.


"Nona Queen melempari wajah pria tadi menggunakan majalah setebal satu setengah centimeter." Terang Caroline membuat rekannya memekik tak percaya.


"What's? apa nona Queen tak bisa melihat wajah yang pantas untuk di lempari majalah dan yang harus di lempari sejuta senyum manis. Ck, yang benar saja." Protes Miranda tak percaya dengan sikap bar-bar Queen.


"Kenapa kau yang protes? memangnya kenapa jika wajahnya tampan tapi jika menyebalkan, aku juga pasti akan melakukan hal yang sama. Mungkin aku akan melempari nya menggunakan nampan, gelas atau piring." Ujar Caroline berpendapat.


Miranda mendelik kala mendengar kalimat asal sang rekan.


"Seperti nya begitu kita mendarat, kau harus segera memeriksa kan kondisi kesehatan kedua matamu ini. Penglihatan mu benar-benar bermasalah coral!" ujar Miranda gemas sendiri pada rekannya.


Sedangkan Caroline hanya menanggapi nya dengan tawa renyah.


Di tempat lain, Kent terlihat baru saja selesai sarapan di kantin rumah sakit. Pria itu terpaksa harus sarapan di kantin karena tak kunjung mendapatkan kiriman makanan dari rumah.


Biasanya kedua ibu mertua nya akan kompak mengirimkan setumpuk makanan untuk nya, namun sejak semalam Kent harus memesan makanan melalui aplikasi online.

__ADS_1


Hari ini Jess sudah di perbolehkan pulang, namun masih menunggu hasil serangkaian tes kesehatan nya yang baru keluar pukul 10 pagi itu.


"Kent?!" seru seorang wanita yang suaranya sangat familiar di telinga Kent. Pria itu memejamkan kedua matanya sembari menghela nafas berat.


Flora terus mengganggu nya sejak pertemuan mereka di ruangan Jess beberapa hari yang lalu. Dan kini wanita itu mendatangi nya pasti ingin mencecarnya dengan segudang pertanyaan tak penting.


"Kent, akhirnya aku menemukanmu. Aku baru akan ke ruangan istri mu dan beruntung kita bertemu di sini. Aku ingin berbicara serius dengan mu, tolong dengarkan aku kali ini saja. Aku mohon," lirih Flora menatap Kent penuh permohonan.


"Katakan Flo, aku harus segera kembali sebelum istriku mencari nya." Tukas Kent datar. Hati Flora serasa tercubit keras atas sikap acuh Kent terhadap nya.


"Kau berubah saat istri mu terbangun. Seharusnya wanita itu mati saja, dengan begitu kau akan menjadi milikku seutuhnya." Desis Flora geram.


Kent yang tak terima mendengar ucapan Flora, memberikan sedikit sentuhan di pipi penuh polesan milik Flora. Wanita itu terkesiap, memekik kaget menahan rasa panas juga perih yang menjalar di pipi kirinya.


"Kent? kau menampar ku? kenapa Kent? kenapa? tadinya kau bersikap baik terhadapku sebelum wanita penyakitan itu kembali, tapi kau mulai berubah saat wanita pengacau itu sadar. Kau mempermainkan perasaan ku Kent, kau jahat!" Flora tergugu atas perlakuan kasar Kent terhadap nya. Wanita itu tak terima, dan menyalahkan Jess atas perubahan sikap Kent padanya.


"Kau salah Flo, kaulah si pengacau yang sebenarnya. Kau sengaja hadir dan memancing sisi rapuhku agar terperangkap dalam perhatian palsumu. Dan ya, kau hampir berhasil, sayangnya aku lebih cepat tersadar saat mengetahui niatmu yang sesungguhnya. Kau sengaja menukar dirimu dengan seorang terapis yang di rekomendasikan oleh pihak rumah sakit. Padahal seharusnya terapis itu adalah seorang wanita paruh baya yang kau sengaja kau tabrak, hingga membuatnya harus di rawat karena salah satu kakinya patah. Lalu kau datang bagai malaikat, menawarkan diri sebagai terapis pengganti dengan alasan ingin menebus rasa bersalahmu pada dokter Mutia. Kau sungguh licik, kau ternyata sudah menargetkanku sejak awal." Ungkap Kent lantang.


Flora meneguk ludah nya yang terasa bagai duri. Rupanya Kent sudah mengetahui segala kebusukannya.


Flora tertawa sinis, "rupanya kau sudah mengetahui nya. Itu bagus, jadi aku tak perlu lagi berlindung di balik topeng kepalsuan. Aku akan membuat sebuah penawaran terbaik untukmu, pilihlah dengan bijak Kent." Wanita itu menyeringai licik ke arah Kent.


"Aku memiliki koleksi video saat kau menciumi ku juga menanggalkan bajuku dengan penuh naf su. Bermain dengan kedua dadaku dengan has rat menggebu. Jadi? kau memilih opsi mana Kent? memilih ku dan skandal mu aku jamin aman. Jika kau memilih untuk mencampakkan ku, kau tau apa yang akan terjadi padamu berikut dampaknya terhadap keluarga besar mu. Aku yakin jika video mesum seorang Kent Raharjo tersebar luas, karirmu pun akan hancur lebur. Yang tersisa hanyalah rasa malu dan penyesalan, karena telah memilih pilihan yang salah." Tandas Flora penuh ancaman.


Wanita itu menyeringai puas kala melihat wajah pias Kent. Dia yakin Kent akan memilih opsi yang dapat menyelamatkan harga dirinya. Setinggi itu kepercayaan diri Flora, sehingga dirinya tak mencari tau siapa orang yang ada di barisan belakang pria itu, yang siap untuk menghadapi nya.


TBC,


...----------------...


Deg degan gak nih🤭 semoga semua ada penyelesaian nya, othor sedang buntu ide untuk ending nya, mohon komentarnya ya kita bawa kemana akhir kisah ini. Bulan 4 awal rencana nya mau othor end kan, semoga sesuai keinginan pemirsahh. Kali ini the last novel ini othor persembahkan untuk para pembaca. Jadi ending nya pun mengikuti kehendak terbanyak dari para readers sekalian.


Lope lope para kesayangan Buna Qaya 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2