Bukan Istri Ke_dua!

Bukan Istri Ke_dua!
The last bab


__ADS_3

Seperti rencana nya, Kent kini membawa sang istri ke suatu tempat yang sudah dia persiapkan sebelum nya. Sesuai pemeriksaan sang istri, Kent kembali melanjutkan perjalanan mereka ke tempat yang sejak tadi menjadi pertanyaan Jess namun sama sekali tak mendapatkan jawaban.


Wanita itu lelah bertanya akhirnya memilih untuk mengistirahatkan tubuh nya, yang baru saja merasakan manis nya cubitan manja jarum suntik.


Setiba di tempat yang mereka tuju, Kent sengaja tak membangun kan istrinya yang terlelap. Sedangkan Sadam mendorong stroller kedua bayi mungil menggemaskan, sementara Kent menggendong ibu dari anak-anaknya.


"Ini tas nya mau di taruh di mana dal?" Kent melirik tajam sedangkan Sadam nampak acuh. Pria itu jadi terbiasa memanggil sang sepupu dengan sebutan kadal semenjak kejadian lalu.


"Taruh di kamar di bawah saja, dan kau, temani kedua anakku sementara aku menemani istriku tidur di lantai atas." Perintah Kent seenak jidat kemudian berlalu pergi dari hadapan Sadam yang masih melongo dengan perasaan dongkol maksimal.


"Dasar kadal! lihatlah ayah kalian sengaja menelantarkan kalian agar bisa bermesraan dengan ibu kalian. Bukankah dia ayah yang jahat? Untung saja paman kalian yang tampan ini memiliki hati yang sangat lembut seperti Barbie." Celoteh Sadam pada kedua bayi yang masih terlelap dalam stroller.


"Ayo kita ke kamar, paman juga ingin meluruskan pinggang. Ternyata menjadi sopir sungguh melelahkan," lanjut Sadam terus mengoceh, tanpa peduli jika kedua keponakan nya tak akan mendengarkan apa yang dia ucapkan.


Sesampainya di kamar, Sadam sengaja tak memindahkan kedua bayi mungil itu ke kasur. Karena dirinya ingin meluruskan pinggang nya yang terasa kaku, juga ingin melakukan panggilan video dengan sang anak kesayangan.


Do tempat lain, seorang wanita terlihat menahan sakit tak terkira yang mendera bagian sensitif tubuh nya.


"Penyakit sialan!" umpatnya entah untuk ke berapa kali sepanjang hari ini. Wanita itu merasa kan nyeri, perih dan rasa nikmat lainnya tepat di bagian inti nya.


Drrrtt drrrtt drrrtt


Panggilan itu membuat sudut bibir Melisa tertarik sempurna. Wanita itu tak peduli akan rasa sakit di tubuhnya jika menyangkut perkara uang. Tak peduli juga jika dirinya akan menebar bibit penyakit pada para pelanggan nya. Yang terpenting baginya adalah mendapatkan cuan dan cuan.


"Hallo om Bagas..." sapa Melisa dengan nada manja. Membuat pria di seberang sana terkekeh kecil.


"Datanglah ke apartemen om malam ini baby..." titah Bagas dengan suara serak basah. Meski merasa jijik pada pria paruh baya berperut buncit tersebut, namun Melisa harus bisa terlihat profesional dalam melayani pelanggan nya. Terutama saat keadaan nya semakin tak baik-baik saja.


Melisa harus ekstra dalam hal pelayanan, karena satu-satunya ladang mata pencaharian nya. Meski banyak profesi lain yang bisa dia geluti, namun Melisa lebih memilih cara instan untuk mendapatkan penghasilan.


"Baik om, Mely akan datang ke sana sekarang. Mely juga sudah kangen sama om..." ujar Melisa dengan suara men de sah manja. Bagas merasa tersanjung, ribuan kupu-kupu serasa berterbangan di perut nya saat mendengar kata-kata manis nan palsu dari mulut Melisa. Wanita perayu ulung yang bisa melakukan apapun untuk mencapai tujuan nya. Kecuali merecoki kehidupan Kent tentu nya. Wanita itu jera, karena menghadapi seorang wanita bernama Queen Raharjo sama saja seperti menyerah kan hidup nya ke kandang singa secara sukarela.


"Om transfer di muka seperti biasa, oke manis." Lanjut Bagas.


"Oke om, love you so much deh sama om bagas." Balas Melisa riang. Kali ini benar-benar sangat riang, karena dirinya baru saja menerima notifikasi yang membuat segala rasa sakit nya hilang seketika.


Melisa bersiap siap membersihkan dirinya, meski dirinya sedang dalam kondisi tak bersih sempurna namun wanita itu tak peduli. Toh dirinya masih bisa mengakali dengan menggunakan tampon atau silikon cup. Percayalah, Melisa adalah wanita yang penuh ambisi dan hasrat serakah yang luar biasa.

__ADS_1


Tanpa peduli terhadap siapa yang akan dirinya tulari penyakit, Melisa hanya berpikir realistis, dirinya hanya berusaha untuk berusaha untuk bertahan hidup. Itu saja, sesederhana itu pemikiran dangkal seorang Melisa.


Kembali pada keluarga kecil Kent. Pria itu baru saja selesai membersihkan diri. Sedangkan Jess masih terlelap dalam mimpi indah nya, efek suntikan obat yang dia dapat kan membuat tubuh nya merasa sedikit lelah.


"Nyenyak banget sih bobo nya sayang," ucap Kent membelai pipi sang istri dengan sayang. Mata pria itu berkaca-kaca kala mengingat dosa yang telah dia lakukan pada istri nya. Meski tak sampai melakukan hal di luar batas namun tetap saja perbuatan nya menjadi semar yang akaj selalu di ingat sepanjang sisa hidup nya juga sang istri tercinta.


Sungguh sesal sungguh menyakitkan untuk di kenang. Sesal adalah penyakit yang membuat mental seseorang serasa bermain-main di tepi jurang maut, sedikit pergerakan yang salah maka akan mengantar kan pada sang pencipta lebih cepat tanpa bisa di hindari.


"Maafkan Kesalahan yang pernah ku lakukan dulu sayang, aku tau lukamu bahkan masih basah hingga sekarang. Tapi sebisa mungkin aku akan mengobati nya, dan mengganti kan nestapamu dengan banyak kebahagiaan di sisa hidup ku. Kali ini aku akan benar-benar menjadi laki-laki yang bisa kau percayai dalam segala-galanya. Aku mencintaimu, maaf atas kelemahan hatiku, maaf atas masa rapuh ku yang tak mampu aku hadapi dengan keteguhan hati. Kali ini percayalah, aku tak akan menjadi pria brengsek itu lagi." Lirih Kent mencium kening sang istri penuh rasa.


Pria itu lekas memalingkan wajahnya, Kent rupanya menahan genangan air mata yang tak snaggylagi dia bendung di sudut matanya. Kent duduk menangis di sisi ranjang sambil memeluk lutut nya.


Suara isakan kecil Kent yang tertahan membuat Jess terbangun. Sebenarnya wanita itu sudah bangun sejak tadi, namun mendengar jika suaminya terisak menahan sakit seorang diri, Jess tak tega.


Itulah salah satu alasan Jess mempertahankan rumah tangga nya. Bukannya Jess tak tau jika sahan malam, Kent menangis di sisi ranjangnya menyesali segala kesalahannya. Pria itu baru akan tidur jika subuh menjelang.


Hukuman nya bagi pria itu sudah cukup membuat Kent merenung penuh sesal. Dan Jess tak ingin membuat penderitaan batin suaminya semakin bertambah berat. Hingga memutuskan untuk memulai kembali kisah kasih penuh romansa dalam hubungan mereka.


"Sayang?" Kent mengusap kasar air matanya lalu menoleh ke arah sang istri.


"Maaf membangunkan mu, aku baru saja menonton sebuah drama yang sering di tonton oleh Yuni. Ternyata penuh Drama tangisan, sungguh aku menyesal sudah menontynya bahkan hingga selesai." Dusta Kent dengan sedikit kekehan konyol.


"Makanya jangan suka keikutan Yuni. Yuni kan jomblo," sambung Jess menimpali. Lalu keduanya terkekeh kecil.


"Eh? kita di mana sayang?" tanya Jess yang baru ngeh saat melihat seisi kamar yang nampak berbeda. Lebih luas dan memiliki perabotan yang berbeda pula, serta warna yang tak sama dengan warna kamar mereka.


"Ini rumah baru kita sayang. Tadinya aku ingin buat kejutan dan ingin melihat reaksi mu akan rumah baru kita ini. Eh, yang ingin di kasih kejutan malah terlelap seperti putri tidur." kekeh Kent.


Jess masih berusaha mencerna perkataan sang suami.


"Rumah baru? trus rumah yang lama bagaimana?" tanya Jess mulai penasaran.


"Di tempati oleh kak Queen, karena sekarang papa dan mama memilih menetap di tanah air semenjak kehadiran Kaylo. Urusan perusahaan di luar negara akan di urus oleh orang kepercayaan papa, dan kak Queen juga akan menetap walau kadang-kadang harus turun tangan langsung mengurusi bisnis nya diluar." Kent menjeda kalimat nya seperti berusaha untuk menyampaikan kalimat inti.


"Lagi pula di rumah lama terlalu banyak hal yang terjadi. Kita memulai segalanya dengan cara yang tak benar di sana, dan di sini aku ingin segala nya di mulai dengan penuh kehangatan dan cinta. Kau tak keberatan bukan? aku hanya ingin suasana baru tanpa ada kisah lain di dalamnya selain kisah kebahagiaan keluarga kecil kita." Ungkap Kent menatap istrinya penuh harapan dan cinta.


Jess mengangguk penuh rasa haru. Wanita itu tak menyangka jika Kent telah berusaha sekeras itu untuk membawanya keluar dari segala kisah kelam masal lalu mereka. Percayalah, hatinya begitu bahagia. Kebahagiaan yang sempurna, itulah yang Jess rasakan saat ini.

__ADS_1


"Terimakasih sayang, mari kita mulai kisah-kisah manis kita bersama anak-anak kita." Lanjut Kent memeluk tubuh sang istri dengan erat.


Jess tak mampu berkata-kata, wanita itu hanya kembali mengangguk tanda setuju.


"Aku mencintaimu dan anak-anak, semoga kebahagiaan ini akan senantiasa menjadi pengisi dalam perjalanan hidup kita hingga waktu nya untuk kembali pulang." Ucap Kent lagi sembari mengecup dalam kening istrinya.


"Aku juga mencintaimu ayahnya anak-anakku, semoga semua harapan kita terkabul kan. Semoga cinta kita semakin kokoh, agar saat kita melewati jalanan terjal penuh batu sandungan, bahkan kerikil tajam. Kita tau bagaimana cara untuk melewati nya tanpa meninggalkan luka bagi orang yang kita cintai." Ucap Jess menimpali dengan nada lembut nan bijak.


Kent hanya mengangguk samar, kembali mendaratkan kecupan manis di kening wanita nya. Wanita yang membuat mya merasakan banyak rasa dalam hidup nya. Di mana Kent belajar artinya mencintai, menikmati debaran saat bertemu pandang dengan manik yang selalu memanggil hatinya untuk selalu merindu. Sekaligus bagaimana Kent pernah merasakan sakit nya menikmati sesal berkepanjangan karena telah tanpa sengaja melukai hati permaisuri nya hingga terkoyak parah.


Kini dirinya telah tumbuh dengan pribadi yang lebih teguh dalam hal kesetiaan dan melawan godaan, semua berkat kesalahan nya di masa lalu. Kent sangat berharap, semua doa yang mereka langitkan pada sang maha membolak-balikkan hati manusia, di kabulkan.


...Sekian ...


Sungguh alur kehidupan seseorang tak ada yang benar-benar dapat mengatur nya sesuai dengan keinginan hati masing-masing. Karena kehendak Tuhan lah yang akan bekerja sesuai jatah dan porsi dan takaran sendiri-sendiri.


Belajar dari kisah seorang Kent, suami yang hatinya mendadak lumpuh hanya karena jiwanya rapuh akan keadaan. Sungguh, di sekitar kita sering kali terjadi hal seperti yang Kent alami. Meski hati tak benar-benar ingin berkhianat, namun keadaan seringkali menjadi pemicu sebuah kesalahan terjadi.


Kembali lagi, bagaimana hati kita bisa dengan bijak menerima nya. Antara memberikan kesempatan, atau langsung mencabut akar permasalahannya hingga tak bersisa lagi. Dan Jess memilih untuk merelakan lukanya sembuh dengan sendirinya meski perih itu masih sering dia rasakan di setiap hari nya. Namun hatinya tenang karena mampu memberikan pengampunan.


Jess menang dalam hal menguasai segala rasa sakit. Wanita itu tanggung dalam mengelola emosi dan perasaan berkecamuk dalam jiwanya. Itu kenapa dirinya bisa dengan mudah mengampuni pengkhianatan yang telah sang suami lakukan tepat di depan matanya meski dirinya tak melihat nya.


Semoga dari kisah Kent dan Jess, kita belajar untuk menjadi seseorang yang sanggup mencintai tanpa menyakiti, setia tanpa di paksa, dan mengasihi pasangan kita serta segala kekurangan di dalamnya.


Terimakasih atas semua atensi kalian terhadap novel ini, akhir kata author ingin mengucapkan banyak-banyak rasa terimakasih yang tak terhingga. Tanpa kalian novel ini bukanlah sesuatu yang layak untuk di baca, semua alur di dalam nya murni hasil karya author tanpa menjiplak kisah film atau novel siapapun.


Semua kisah yang tertuang di dalam nya murni pandangan pribadi author.


So, sekali lagi terimakasih banyak readers terkasih. Kaliam semua adalah kesayangan Buna Qaya. Semoga senantiasa di berikan kesehatan, dan di lancarkan dalam segala bidang pekerjaan serta aspek kehidupan yang kalian jalani.


Luv You kalian tanpa batas dan waktu 🥰🥰🥰🥰🥰


...----------------...


Sekali lagi bagi yang ingin melipir untuk membaca karya othor di rumah sebelah, silahkan mampir. Untuk nama apk nya bisa di tanya di kolom komentar, karena kalau ketik langsung melanggar peraturan 🙏


Judul~> BUCINNYA PRIA AROGAN

__ADS_1



__ADS_2