Bukan Istri Ke_dua!

Bukan Istri Ke_dua!
Bab 60


__ADS_3

Sepertinya perdebatan sengit beberapa waktu yang lalu, tak membuat situasi berubah. Kent masih tetap menyambut kehadiran Flora dengan hati yang mulai berbunga.


Seperti hari ini, wanita itu kembali datang dengan beberapa kantong belanjaan di kedua tangan nya. Flora membelikan beberapa potong pakaian untuk Kent serta si kembar. Bahkan wanita itu dengan tanpa rasa malu membelikan pakaian da lam untuk pria itu. Kent sama sekali tak protes, pria itu justru tersanjung akan perhatian Flora yang begitu dalam padanya.


"Lihat ini Kent, lucu bukan? aku sengaja membelinya kembaran dengan bajumu juga milikku." Ujar Flora dengan riang. Sejenak Kent menyadari jika baju kaos yang tengah dia dan kedua anaknya pakai, sama persis dengan yang kini tengah di pakai oleh Flora.


Flora menatap Kent tak enak hati, "maaf Kent, aku tak bermaksud untuk lancang. Aku hanya kebetulan menyukai warna juga motifnya, jadi aku membelinya saja secara asal. Jika kau keberatan tak apa, aku tak akan merasa tersinggung." Ucap Flora mencoba terlihat bijak.


Kent menggeleng pelan, "tidak. Aku menyukai nya. Terimakasih sudah memberikan perhatian mu pada kami, kau tau itu sangat berarti untuk si kembar. Mereka jadi tak terlalu merasa kekurangan kasih sayang seorang ibu karena kehadiran mu." Ucap Kent menatap teduh wanita yang kini tengah duduk di samping nya.


"Lalu apa artinya aku bagimu Kent, maksud ku kehadiran ku dalam keseharian mu?" tuntut Flora mulai berani menunjukkan sikap.


Kent terdiam, mencoba menelaah arti kehadiran Flora dalam hidup nya yang mulai terasa hampa. Lalu Kent tersenyum penuh kehangatan.


"Kau juga berarti untukku, kau membuat jiwa ku yang nyaris kosong terisi kembali oleh kehangatan. Terimakasih atas semuanya Flo, aku tak tau bagaimana jika kau tak ada." Ucap Kent penuh ketulusan.


Hingga beberapa detik kemudian, entah siapa yang memulai. Kini wajah keduanya mulai saling mendekat, dan ciuman hangat pun tak terelakkan.


Flora sangat menikmati ciuman dari pria yang sudah dia puja ketika pertama kali bertemu. Dengan pasrah, wanita itu membiarkan Kent membelit lidahnya di dalam sana.


Suara lenguhan halus lolos dari mulut Flora, membuat Kent melupakan segalanya. Wanita itu meremat rambut Kent yang mulai memanjang, karena memang pria itu tak pernah lagi mencukur rambut nya sejak 6 bulan sebelum Jess jatuh koma.


"Kent..." desis Flora kala Kent mulai menjelajah leher jenjangnya, Kent bahkan tanpa sadar meninggalkan jejak di sana dalam jumlah yang cukup banyak.


Lagi-lagi adegan tersebut pergoki oleh pria yang kini menaruh dendam pribadi pada Kent. Siapa lagi jika bukan Sadam. Dengan epik Sadam merekam semua adegan tersebut dari balik pintu, keduanya bahkan tak sadar saat Sadam membuka pintu ruangan Jess.

__ADS_1


"Ini yang kau sebut cinta sejati? bulshit! kau bahkan mere mas da da wanita lain dari balik bajunya dengan penuh naf su." Ucap Sadam berdecih jijik.


Tak ingin adegan tersebut berlanjut lebih larut menuju jurang maut, Sadam dengan sengaja mendorong pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu.


Sehingga membuat kedua insan yang tengah di mabuk gelora sesat itu terburu-buru memperbaiki letak pakaian yang nampak berantakan.


Flora berusaha mengaitkan penutup da da bagian belakang nya namun kesulitan. Sementara Kent berusaha mengontrol degup jantungnya yang berdetak tak beraturan. Antara menahan rasa malu akibat kepergok oleh Sadam, juga mengalihkan gejolak lain dalam dirinya. Sungguh Kent merutuki perbuatan nya yang nyaris keluar batas.


Kent berpindah tempat duduk ke sofa tunggal tanpa berani menatap ke arah Sadam. Sedangkan Sadam terlihat acuh, pria itu itu duduk di kursi di samping ranjang Jess dengan santai. Seolah tak terjadi apapun di dalam sana.


"Hai cantik, aku datang lagi. Aku ada kabar baik untukmu, kau ingin mendengarnya tidak?" Sadam menyapa Jess meski tak pernah mendapatkan respon dari wanita itu.


"Dokter Adnan yang ku janjikan akan membantu dalam menangani penyakit mu bersedia datang untuk menemuimu. Aku harap kau mendengarnya, ini berita baik bukan? ah ya, selamat ulang tahun. Aku membawa kue ulang tahun, sayang sekali kau tak dapat meniup lilin ulang tahun mu. Tapi jangan khawatir, aku akan menyumbang kan hembusan nafas ku untuk meniupkan lilin bagimu. Kau pasti membutuhkan pertolongan ku sekarang, hatimu pasti sesak kala mendengar suara jahanam yang membuat jiwamu meronta tak rela dalam kesakitan. Aku di sini, aku akan selalu ada untukmu." Celoteh Sadam bagai tamparan keras di wajah Kent.


Dengan mata berkaca-kaca, Kent menghampiri ranjang sang istri. Namun Sadam sama sekali tak peduli dengan kehadiran Kent disisi ranjang Jess. Pria itu mengeluarkan kue ulang tahun ukuran mini, lalu meletakkan lilin di atasnya.


"Kau ingin aku menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukmu? boleh, tapi kau harus membayarnya kelak ketika kau terbangun." Canda Sadam dengan tawa sumbang. Pria itu tak benar-benar menginginkan sebuah imbalan, melihat bagaimana Kent begitu mudah larut dalam keterpurukan membuat hatinya begitu kecewa.


Sadam mulai menyanyikan lagu ulang tahun dengan suara kecil, pria itu nampak begitu riang kala menyanyikan lagu tersebut. Hingga tiba saatnya meniup lilin, Sadam melakukan nya sesuai perkataan nya. Namun hal yang tak di duga-duga, adalah ending dari momen tersebut.


Di mana Sadam mulai berbalik arah dari ranjang Jess menuju ke arah di mana Flora tengah duduk. Wanita itu terlihat baru saja merapikan letak br a nya yang terlepas akibat ulah Kent. Pria itu tersenyum sinis hingga kemudian, membuat wanita itu terpekik dalam keterkejutan.


Sadam rupanya melempari kue tersebut tepat ke wajah Flora dengan penuh amarah yang terpendam sejak lama. Kent pun tak menyangka akan reaksi brutal sang sepupu, namun pria itu bergeming di tempat nya berdiri tanpa melakukan apapun.


"Apa kau gila!" pekik Flora berteriak histeris. Bagaimana tidak, wajahnya yang sudah di poles makeup tebal kini di rusak oleh ceceran cream keju juga potongan cake yang hancur lebur di wajahnya.

__ADS_1


Tatapan permohonan yang memelas, terarah pada Kent namun pria itu sama sekali tak menunjukkan respon apapun.


"Aku masih cukup waras untuk tak melakukan perbuatan bejat di hadapan orang yang tengah sekarat. Aku bukan kalian berdua, manusia dengan akhlak paling rendah yang pernah aku temui di muka bumi ini." Balas Sadam lantang sembari menunjuk tepat ke wajah Flora, kemudian beralih pada Kent yang hanya bisa menatap nanar penuh penyesalan.


"Kau benar-benar akan menyesali hari ini, Kent. Pergilah dari sini jika kau masih punya malu, dan kau juga." Sarkas Sadam kemudian kembali mendekati ranjang Jess dengan santai.


"Aku suaminya jika saja kau lupa!" bantah Kent dengan sisa harga dirinya yang masih ada. Pria itu kukuh mempertahankan posisinya sebagai seorang suami yang paling berhak untuk berada di sana.


Sadam memiringkan senyum di bibirnya.


"Suami yang tega menggores pisau tepat di jantung istrinya sendiri? Aku salut pada metode kesetiaan yang kau anut, brother. Kau sukses menjadi suami paling setia yang pernah aku temui dengan cara yang paling menjijikan yang pernah ada." Ujar Sadam memberikan applause pada Kent.


Lagi-lagi kalimat Sadam menampar telak seorang Kent Rahardjo. Pria yang di kenal sebagai suami paling setia dan tabah dalam menghadapi kondisi sang istri. Begitu lah menurut penilaian seluruh keluarga besar mereka. Namun di mata Sadam, Kent hanya merupakan sosok yang mencoba berlindung di balik tameng, agar tetap terlihat sebagai pria yang bermartabat, namun memiliki mental tak sekuat kenyataan yang sanggup dia hadapi.


Kent rupanya lemah hanya karena frustasi dan haus akan perhatian. Di tambah harus merawat kedua bayinya seorang diri, Kent mulai merasakan jika kehadiran Flora adalah jawaban atas keterpurukan nya.


Ditengah ketegangan, tiba-tiba.....


TBC


Terimakasih atas perhatian kalian pada the last novel author receh ini. Semoga bisa mengikuti hingga akhir cerita, othor akan memberikan ending yang sedikit menguji kemampuan kerja jantung kalian, ketahanan emosional yang mengguncang gejolak batin dan mempermainkan kestabilan tekanan darah serta rasa penasaran yang tak terbendung.


Kalian yang terbaik, para kecintaan Buna Qaya untuk waktu yang tak pernah habis di masa mendatang. Cinta yang banyak untuk dukungan terbaik kalian 🙏🙏🥰🥰


Jangan pernah bosan memberikan perhatian kalian melalui jempol juga komentar, itu sangat berharga bagi seorang penulis 🙏😚

__ADS_1


__ADS_2