
Next bab, biar gak penasaran 😁 bab 42 tertahan semalaman, baru lolos review. Maka nya othor baru lanjut update lagi🙏
Jangan lupa jejak silumannya ya gaess, terlebih saat othor sudah mulai malas-malasan 🤭
Butuh sufor bergizi untuk keseimbangan mental dan keinginan yang kurang balance ini🤧😆
Komen, like n favorit nya yah🤗🙏
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
"Katakan dengan jelas maksud kedatangan kalian kemari, aku tak punya banyak waktu untuk basa basi tak penting ini." Akhirnya Melisa menurunkan ego demi keselamatan masa depannya.
Risma menyeringai penuh kemenangan.
"Baiklah, mari kita duduk dulu. Apa kau tak memiliki minuman dingin? tenggorokanku sedikit seret." Ujar wanita itu mulai ngelunjak. Melisa mengeram menahan emosi namun tak bisa berbuat apa-apa. Dengan hentakan kaki yang kuat, Melisa menuju kulkas untuk mengambil minuman dingin.
Terbersit untuk meracuni minuman tersebut saking kesalnya hati Melisa berhadapan dengan sekretaris Kent tersebut.
"Sekarang cepat katakan, jangan bertele-tele!" ketus Melisa sudah tak sabar.
"Baiklah. aku, ah kami kemari hanya ingin memintamu untuk menghapus semua postingan penuh dramamu di sosial media. Buat video klarifikasi mengenai kebenaran yang sesungguhnya. Lalu berikan pada kami salinannya tanpa sisa. Sesederhana itu, Melisa." Melisa melotot sempurna mendengar sederet permintaan gila dari Risma, sedangkan Aditya tercengang.
Bukan begitu konsepnya, namun mengapa wanita itu mengubah skenario seenak jidatnya sendiri.
"Tidak! aku ingin saham 25 persen serta aset keluarga Rahardjo setengahnya untuk putriku. Enak saja mereka membuangku setelah membuat putriku kehilangan ayah kandungnya." Kukuh Melisa tak tau malu.
__ADS_1
Risma tersenyum penuh arti.
"Kau terlalu serakah Melisa. Bukankah kau lebih tau apa yang menimpa tuan muda Rendra di bandingkan siapapun?" ucap Risma tersenyum misterius. Tubuh Melisa menegang sempurna. Kalimat Risma membuatnya bagai tersengat listrik jutaan watt.
Kedua wanita itu saling melempar tatapan penuh arti masing-masing.
"Apa yang kau bicarakan, sekarang pergilah dari sini atau aku akan menghubungi polisi karena kalian sudah mengusik ketenangan ku di rumah ku sendiri." Ancam Melisa dengan nada panik.
"Itu bagus. Aku ingin memperlihatkan sesuatu pada para polisi jika mereka datang. Mungkin kau akan lebih mudah untuk di tangani dengan kehadiran para penegak hukum. Kebetulan kau memiliki televisi masa kini. Kita bisa sambil menonton sedikit mini seri yang mungkin bisa membuatmu sejinak merpati." keringat sudah mulai membasahi pelipis Melisa. rasa takut, cemas juga penasaran akan apa yang Risma ketahui tentangnya, membuat Melisa tak tenang.
"Kau tak bisa mengancam ku tanpa bukti. Atau aku akan balas melaporkan mu dengan tuduhan palsu." Ancam Melisa di sisa keberaniannya untuk mendebat risma. Wanita berharap peruntungan, dan Risma ciut terhadap ancamannya.
Sayang Risma jauh lebih cerdas dalam mengolah emosi serta kata-kata.
"Ah baiklah. Aku akan mendeskripsikan apa yang aku ketahui, sedikit saja. Semoga bisa membuatmu berubah pikiran." Ucap Risma tersenyum misterius.
Risma tersenyum miring.
"Dan wanita itu sedang mengandung 2 bulan, yang konon kabarnya, benih tersebut adalah anak tuan Rendra. Namun saat pria malang itu ingin bertanggung jawab, wanita itu malah menolak. Dan meminta sesuatu yang di luar akal sehat. Kau tau apa yang wanita itu minta Melisa?"
"Cukup! cukup! hentikan!" teriak Melisa histeris. Risma tersenyum penuh kemenangan.
"Bagaimana? apa kau ingin mendengar cerita pendek lainnya yang aku ketahui? masih banyak Melisa. Sangat banyak! so? apa kita sudah bisa mengatur kesepakatan demi ketentraman hidupmu ke depannya nanti? penjara terlalu ringan untuk seorang penjahat, bayangkan bagaimana jika sebuah pembalasan dalam bentuk lain. Bisa jadi pembalasan seorang istri yang suaminya pernah berbagi peluh denganmu. Bukanlah pembalasan seorang istri yang terluka, akan lebih mengerikan daripada siksa kubur? pilihlah pilihan yang tepat sekarang. Aku yakin tuan Kent akan memberikan kompensasi yang setimpal untukmu." Pungkas Risma.
Aditya menatap kagum pada wanita yang selalu membuatnya kesal tersebut. Kini semua penilaiannya berubah total. Wanita itu nampak sangat memukau dalam menangani masalah. Pria itu menggeleng kala mengingat kalimat pongahnya. Ingin rasanya Aditya memutar waktu agar menjadi pria idaman yang setiap hari bersikap manis pada wanita itu. Yang kini terlihat berkali-kali lipat lebih cantik dari biasanya.
"Baiklah. Berikan aku 2 miliar, maka semuanya kalian dapatkan." Tukas Melisa setelah sempat terdiam sesaat.
__ADS_1
"Astaga Melisa! kau sangat rakus. Bukan begitu konsepnya Maimunah! Jika kau meminta sesuatu cobalah berpikir dengan otakmu. Jangan dengan kelicikan. 2 miliar untuk di tukar dengan beberapa foto dan video? sangat tidak masuk akal. Tuan Kent bisa dengan mudah memblok semua aksesmu di dunia Maya. Yang tuan Kent butuhkan hanya sebuah klarifikasi, mengenai kebenaran berita hoax yang kau sebarkan. Begitu saja otak dangkalmu masih belum mampu menangkapnya. Entah apa lagi yang ada dalam otakmu selain uang." Gerutu Risma dongkol.
Melisa nampak terpojok. Mengetahui Risma lebih tau banyak rahasia tentangnya, nyali Melisa mulai mengendur. Benar memang, Kent bisa saja menggunakan berbagai cara untuk menghapus semua unggahannya berikut yang masih dia simpan. Namun klarifikasi darinya lah yang pria itu inginkan.
"Bagaimana Melisa, kau membuang waktu berhargaku di sini lebih lama jika otak lemotmu terlalu lamban berpikir." Desak Risma semakin membuat Melisa terpojok.
"Baiklah, aku akan melakukan klarifikasi. Puas! dan ingat, itu tidak gratis. Aku ingin pertukaran untuk apa yang aku lakukan." Kecam Melisa berjaga-jaga agar tak di khianati
"Deal! sekarang kami pergi dulu, berlama-lama di sini membuatku gerah. Aku juga akan mengusulkan pada tuan Kent agar memberikanmu rumah yang layak huni. Apartemen ini terlalu pengap untuk menampung berbagai macam hawa tubuh manusia yang datang dan pergi seperti siluman." Setelah mengucapkan kalimat yang membuat emosi Melisa semakin memuncak. Risma dan Aditya pergi dengan hati lega dan tenang.
Sepanjang jalan, Aditya berkali-kali melirik ke arah wanita yang mendadak pendiam tersebut.
"Khemmm..." entah sudah deheman ke berapa, namun Risma tak merespon apapun.
"Khemmm..."
"Jika kerongkongan mu kering, cobalah untuk minum sesuatu. Kau bisa menularkan virus jika terus berdehem seperti itu." Ucap Risma tanpa menoleh.
Aditya mendelik kesal, niat hati ingin mendapatkan perhatian. Malah mendapatkan kalimat menohok.
"Dasar tidak peka," gumam Aditya dongkol.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
Ssmoga masih berkenan untuk di baca, meski alurnya sedikit agak ngaur😆😆
__ADS_1
Lope lope para bestieh kesayangan buna Qaya 🤍🥰🤍🤍🥰🤍