Bukan Istri Ke_dua!

Bukan Istri Ke_dua!
Bab 66


__ADS_3

Kent nampak berjalan terhuyung-huyung di sepanjang lorong menuju kamar hotel nya. Pria itu baru saja melakukan pertemuan bisnis dengan seorang pria yang menjadi rekanan dalam proyek barunya di kota yang kini tengah dirinya kunjungi.


"Ck, kenapa tiba-tiba gerah begini sih!" gerutu Kent yang mulai merasakan efek lain di tubuhnya. Kent melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuhnya, dan hanya menyisakan pakaian da lam nya saja. Pria itu berjalan cepat menuju kamar mandi untuk berendam.


Kent sadar reaksi tubuhnya menjadi lebih sensitif kala tanpa sengaja berpapasan dengan beberapa wanita di sepanjang lorong hotel tadi. Pria itu tau ada yang salah dengan dirinya, terutama saat libi do nya tiba-tiba naik tanpa sebab.


"Brengsek! siapapun yang telah melakukan hal rendah ini akan ku balas hingga hancur lebur." Umpat Kent menahan geram. Pria itu tengah berendam di dalam bathtub untuk meredam gejolak yang terus meminta lebih.


"Sialan!" maki Kent lagi, karena merasa cara itu tidak membantu sama sekali. Dengan berbekal ponsel pintarnya, Kent berusaha menelusuri sebuah situs yang selama ini tak pernah dirinya kunjungi sama sekali.


Situs 21+ adalah satu-satunya cara untuk membantu nya menuntaskan efek obat yang kini tengah menggerogoti akal sehatnya.


Belum setengah perjalanan berselancar menyusuri pemandangan ero tis di ponselnya, pintu kamar mandi terbuka dari luar yang entah oleh siapa.


Kent memicing, berusaha memindai tamu tak tau diri yang berani masuk ke dalam kamarnya tanpa sopan santun.


"Siapa kau, keluar dari sini atau kau akan mendapat masalah nona!" seru Kent mengusir. Dirinya sedang dalam situasi bertegangan tinggi, dan seorang wanita masuk tanpa mengenakan busana ke dalam kamar mandinya. Pria mana yang menolak barang murahan, namun Kent masih waras untuk tak menambah masalah dalam hidupnya.


"Aku akan membantumu Kent," sahut wanita yang kini tengah berdiri tak jauh dari bathtub Kent. Kent tersentak, menyadari jika dirinya benar-benar telah berada di kandang macan.


"Keluarlah Flo!" teriak Kent kembali mengusir. Namun Flora malah semakin nekat melangkah mendekati bathtub dengan gaya sensual. Jangan di tanya lagi bagaimana reaksi tubuh Kent, jelas pria itu sedang berusaha keras menahan sesuatu di bawah sana.


"Jangan jual mahal padaku Kent, bukankah kau sudah pernah menjamah tubuhku ini hmm?" ucap Flora semakin membuat Kent kalang kabut menahan diri agar tak menerkam Flora saat itu juga.


"Dasar ja la ng murahan!" sarkas seorang wanita dari gawang pintu kamar mandi. Dua orang pria masuk kemudian menghampiri Flora yang nampak mematung tak percaya, melihat siapa yang kini tengah berada di sana.


"Hei! lepaskan aku brengsek!" maki Flora yang tersentak kala mendapati kedua tangan nya di pegangi oleh dua orang pria secara bersamaan.


"Bawa dia ke tempat biasa, perlakukan tamu kita sebagaimana mestinya." Tukas Queen dengan seringai serigala. Tubuh Flora mendadak lemas ketika mendengar kalimat dari mulut Queen. Sebelum keluar dari kamar hotel milik Kent, tubuh Flora di balut dengan kimono. Tentu saja setelah membuat wanita itu tak sadar kan diri agar tak memancing kecurigaan orang-orang yang melihat mereka membawa wanita itu keluar dari sana.

__ADS_1


"Kau payah!" maki Queen melempar sebuah spuit berisi semacam cairan di dalamnya. Kent lekas menyuntik kan lengannya sendiri meski tak tau apa kegunaan cairan tersebut.


Berselang dua menit, tubuh Kent mulai melemah hingga akhirnya ambruk dalam bathtub tak sadarkan diri. Queen memerintahkan satu orang yang dia bawa untuk mengurus adiknya sementara dirinya kembali ke kamar hotel nya untuk membereskan beberapa kekacauan yang di sebabkan oleh sang adik.


"Kau memang tak bisa di lepaskan begitu saja gulma parasit. Sungguh merepotkan!" gerutu Queen kesal sendiri. Dirinya kebetulan ada di kota dan di hotel yang sama dengan sang adik. Namun Queen tak berencana untuk menyapa adiknya karena rasa kecewanya masih mendominasi.


Queen memilih pura-pura tak mengetahui keberadaan sang adik, hingga dirinya mengetahui jika Kent tengah di jebak oleh Flora. Queen sengaja mengulur waktu untuk menolong adiknya, semua Queen lakukan untuk melihat seberapa tehuh nya Kent terhadap kesetiaan kali ini.


Dan ya, Kent berhasil lolos ujian tersebut. Mau tak mau Queen harus turun tangan langsung.


Tiga orang pria yang dia bawa ke sana adalah rekan seperjuangan nya dahulu. Seperti yang di ketahui, jika Queen pernah menjadi seorang tenaga medis di perbatasan.


Dan ketiga pria tersebut adalah rekannya. Dua diantaranya adalah seorang tentara internasional, dan satu lagi seorang dokter sama seperti nya.


Di dalam kamarnya, Kent menuntaskan has rat yang membelenggu nya sejak tadi.


flashback end


Nafas Flora menderu dengan irama cepat,


Bagaimana tidak dirinya tengah berada dalam sekapan wanita paling bar-bar yang pernah dia temui.


"Lepaskan aku nona Queen, aku berjanji akan pergi menjauh dari kehidupan Kent." Mohon Flora dengan raut ketakutan yang kentara.


Queen tersenyum miring.


"Seperti perkataan mu tempo hari? kau pikir aku anak kecil nona gulma? tidak! meskipun aku melepaskan mu, aku akan memberikan sedikit cinderamata agar kau selalu mengingat ku dimana pun kau berada kelak." Ucap Queen menyeringai.


Jantung Flora bagai di ajak maraton jutaan mil, berdegup kencang tak beraturan dengan nafas yang mulai memburu oleh rasa takut yang kian mendera.

__ADS_1


"Aku mohon nona Queen, kali ini percayalah padaku. Aku akan langsung pergi jauh begitu kau melepaskan ku dari sini. Please..." rintih Flora dengan nada menyedihkan. Memohon pada wanita berkarakter kuat seperti Queen memang tak mudah. Flora harus menurunkan ego dan harga dirinya ke dasar laut, demi mendapatkan pengampunan dari wanita tersebut.


"Sayang sekali Flora, aku masih betah untuk berlama-lama menahan mu di sini. Dan ya, mereka akan menemani mu dalam kesepian mu jika kau membutuhkan kehangatan seperti yang ingin kau berikan pada adikku yang bodoh." Setelah melontarkan kalimat yang menghunus jantung Flora, Queen meninggalkan ruangan di mana Flora di sekap bersama dua orang penjaga pria.


"Kau dengar nona, nona Queen seperti nya tak keberatan jika kami sedikit bermain-main dengan mu. Seharusnya kau tak mencari perkara dengan nona kami, beginilah jadinya. Padahal kau wanita yang lumayan cantik, sayang sekali perbuatan mu sangat memalukan." Tukas Bango menelisik tubuh Flora yang terikat hanya dengan menggunakan piyama.


Tatapan penuh minat terarah pada tubuh Flora, membuat Flora semakin ketakutan.


"Lepaskan aku, aku akan memberikan kalian uang yang banyak. Tolong jangan lecehkan aku, aku mohon..." pinta Flora mulai putus asa.


Namun kedua pria tersebut sama sekali tak tergoyahkan oleh tawaran Flora.


"Tubuh mu lebih menarik daripada uang nona, lagi pula kami tak kekurangan uang selama bekerja dengan setia pada nona Queen." Sahut Bagong.


"Sekarang, ayo kita bermain-main dengan sedikit sensasi yang berbeda nona." Timpal Bango menyeringai lapar.


Teriakan histeris Flora lama kelamaan berubah menjadi suara le ngu han yang saling bersahutan dengan kedua pria yang tengah mengga gahinya tanpa ampun. Sungguh definisi wanita ja la ng sejati.


Sedangkan di luar ruangan, Queen yang kebetulan lewat menggeleng samar. Wanita itu meninggalkan villa untuk kembali ke kota. Dia harus menyelesaikan beberapa hal lagi sebelum benar-benar kembali ke rumah.


"Dasar ceroboh, bisa-bisa nya dia meneguk minumannya seperti orang yang tengah kehausan." Gerutu Queen mengomel sambil terus melangkah menuju mobil nya.


TBC


Semoga ntun gak turunin level eykesss ya gaesss 🤭😁


setoran jumkat yang tidak sesuai harapan ini meminta belas kasihan 😆😆


lope-lope para kesayangan Buna Qaya 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2