
I'am back again epribadeeehhh 🤗 🤗
Semoga tak bosan menanti update yang mulai malas-malasan 🤭😁
Semua demi kalian yang othor sayangi. Sehat dan bahagia selalu 😇🥰
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
Kepergian Melisa ternyata hanya awal, bukan akhir. Nyatanya wanita itu masih menjadi batu sandungan dalam kehidupan Kent serta Jess.
Melisa kembali membuat ulah, dengan menyebarkan luaskan foto-foto kebersamaan dirinya, Kent serta Eli saat mereka masih bersama. Bahkan ada beberapa foto saat dirinya mengandung. Beberapa foto yang terlihat seperti pasangan suami istri yang berbahagia.
Semua warganet media sosial menanggapi dengan berbagai respon. Ada yang menanggapi dengan respon bijak ada juga yang menghujat Jess dengan berbagai makian mengerikan.
Melisa menjual air mata untuk menyempurnakan sandiwara penuh drama tersebut. Berperan sebagai istri yang terluka, di khianati lalu di campakkan dalam keadaan hamil muda.
"Kita lihat saja, kau akan memohon untuk ini Kent. Kau hanya memiliki dua pilihan, ceraikan wanita penyakitan itu lalu kembali bersamaku dan Eli. Maka semua jejak digital yang sudah tersebar luas di jagat Maya, aku hapus tanpa sisa. Tentu saja dengan menyisakan beberapa momen terbaik kita sebelum pelakor itu datang menghancurkan mimpi indahku." Gumam Melisa menyeringai puas melihat hasil perbuatannya telah memporak-porandakan kehidupan tenang Kent.
Di tempat lain, Kent memerintah sang asisten untuk mengurus kekacauan yang telah Melisa perbuat. Ahli IT telah mereka kerahkan untuk menghapus semua postingan, yang sudah beberapa kali di bagikan oleh para netizen julid.
"Aku ingin semua foto-foto sialan itu di hapus tanpa sisa! dan ya, temukan Melisa dan bawa wanita itu ke hadapanku secepat mungkin." Perintah Kent geram. Pria itu beberapa kali menyugar rambutnya. Kent jelas frustasi, kesehatan Jess menurun drastis saat mendengar berita itu. Terang saja Kent marah besar.
"Saya sudah tau keberadaan nyonya Melisa, tuan. Hanya saja...." ucapan Aditya menggantung. Ada hal yang ragu untuk dia sampaikan namun harus.
"Katakan dengan jelas, Aditya!" tegas Kent menatap sang asisten.
"Nyonya Melisa ingin bertemu langsung dengan anda di tempat yang sudah beliau tentukan sendiri." Lanjut Aditya menyampaikan berita yang sejak kemarin mengganggu kinerja jantungnya.
Kent tersenyum miring, dia tau wanita sejenis Melisa tak akan melepaskannya begitu saja tanpa imbalan yang setimpal.
__ADS_1
"Katakan padanya, aku hanya akan menemuinya di tempat umum. Jika Melisa memiliki niat buruk, lebih baik batalkan saja. Karena sampai kiamat sekalipun, aku tak akan pernah bisa dia jebak dengan cara murahan." Ucap Kent dengan nada dingin.
Aditya berpikir keras, bagaimana cara mempertemukan kedua manusia tersebut tanpa membuat sang atasan terjebak dalam situasi sulit.
"Keluar dan lakukan tugasmu, Aditya. Kali ini saja, tolong bantu aku menyelesaikan masalahku tanpa keluhan. Kau bisa meminta tolong pada Risma. Wanita itu lebih tau apa yang harus di lakukan untuk menghadapi wanita sejenis Melisa." Lanjut Kent lagi. Dia tau Aditya pasti sedang menyusun strategi untuk melakukan negosiasi terhadap Melisa.
Kelicikan Melisa tak akan bisa Aditya hadapi seorang diri. Butuh seseorang yang memiliki watak dan karakter yang lebih kuat daripada lawan seperti Melisa. Dam Risma adalah kandidat yang paling tepat. Wanita itu tau lebih banyak cara untuk membasmi hama pengganggu sejenis Melisa.
Risma memasang wajah sangar ketika Aditya menyambangi meja kerjanya. Dia tau pria itu pasti berniat meminta tolong padanya entah untuk apapun itu. Aditya paling malas bila harus berhadapan dengannya jika bukan untuk urusan pekerjaan atau meminta bantuan. Hanya dua opsi tersebut yang membuat seorang Aditya mau tak mau harus bersilaturahmi dengannya.
"Katakan dengan jelas, singkat dan padat. Aku sedang sibuk, tak ada waktu untuk meladeni sesuatu yang tidak penting." Ketus Risma sudah memasang mode galak terlebih dahulu. Membuat decakan Aditya terdengar kasar.
"Aku juga malas membuang waktu denganmu, Rismaharini!" geram Aditya mendesis kesal.
"Jadi? apa tujuanmu kemari? menjadikan ku pacar pura-puramu ke sebuah acara reuni? sudah bisa ku tebak, bujangan lapuk sepertimu pasti kesulitan mendapatkan wanita." Serang Risma tanpa mendengar apa yang akan Aditya katakan padanya.
"Ck, kalau bicara di pikir dulu! banyak wanita yang aku tolak karena tak sesuai dengan kriteriaku. Bukan karena aku tak laku, enak saja kalau bicara!" balas Aditya dengan nada sengit.
"Terus? kau kemari mau apa? mengajakku makan siang? tak perlu, kebetulan aku sudah order sebentar lagi sampai." Cerocos risma membuat Aditya semakin kesal. Pria itu membungkam mulut lemes Risma dengan bibir tebalnya.
Kedua mata Risma membola kala mendapatkan serangan dadakan tersebut. Hingga tanpa sadar membuka mulutnya yang tengah di bungkam oleh Aditya.
Puas menyesap bibir mungil risma, Aditya buru-buru melepaskan tautan bibir mereka. Pria itu mengusap bibirnya kasar, sembari membuang pandangan ke sembarang arah.
"Kau? kau mencuri ciuman pertamaku ADITYA KUSUMA SIALAN!!" Teriak risma tak terima. "Dasar predator tua tidak tau malu! kembalikan ciuman pertamaku sekarang juga!" Risma marah dengan isakan kesal yang tak tergambarkan.
Aditya meringis kala mendapatkan pukulan keyboard pada lengannya hingga beberapa kali. Tak ada niat untuk menghentikan apalagi melawan. Dirinya memang salah telah bersikap lancang.
Niat hati ingin mengkompromikan perihal masalah sang atasan, berakhir dengan tambahan masalah baru. Kepala Aditya berdenyut pusing.
"Maafkan aku Risma, aku akan bertanggungjawab atas kelancanganku. Ayo kita menikah," ucap Aditya berhasil membuat tangisan Risma berhenti mendadak. Mata wanita itu mengerjab beberapa kali, sebelum akhirnya Risma berdehem pelan.
__ADS_1
"Khemmm, terimakasih asisten Aditya. Masalah ciumannya kita lupakan saja. Anggap saja tidak pernah terjadi. Jadi? katakan kenapa kau kemari? aku harus kembali bekerja jika kau tidak jadi menyampaikan tujuannya." Ucap Risma tenang.
Seolah tangisan nya tadi tak pernah terjadi, Aditya sampai di buat melongo karenanya.
"Kau baik-baik saja Risma?" dengan mantap wanita itu mengangguk. Tanpa beban sama sekali.
"Emm...baiklah. Lebih baik memang di lupakan saja." Lanjut Aditya Berusaha bersikap santai dan tetap cool.
"Jadi begini Risma, seperti yang kita ketahui bersama, tuan Kent sedang dalam masalah serius karena pemberitaan di media sosial saat ini. Dan tim IT yang di perintahkan oleh tuan besar telah bekerja maksimal untuk menghapus semua berita hoax yang beredar. Jadi aku meminta bantuanmu untuk mengatur strategi, agar nyonya Melisa mau di ajak bekerja sama dengan cara yang kau bisa. Semua saran ini berasal dari tuan Kent. Sepertinya beliau lebih mengenalmu dengan baik, jadi mempercayakan masalahnya padamu." Tutur Aditya panjang lebar dengan nada yang sangat formal.
Aditya Lega setelah kalimatnya tak lagi di potong. Risma terlihat tengah berpikir. Aditya terlihat harap-harap cemas menanti jawaban wanita itu.
"Baiklah. Kebetulan aku sedang membutuhkan dana tambahan bulan ini. Jadi? kapan kita akan mengeksekusi wanita binal itu tuan asisten?" jawab Risma penuh semangat. Bayangan pertambahan limit saldo di rekeningnya, membuat semangatnya kembali membara. Aditya meringis mendengar kata eksekusi dari mulut wanita itu.
Bukan begitu konsepnya.
"Ck! main eksekusi saja kau ini. Bos hanya meminta kau mengatur pertemuannya dengan nyonya Melisa tanpa kendala. Artinya wanita itu tak ada celah untuk menjebak tuan Kent dalam permainannya." Jelas Aditya gemas.
"Aku tau, itu hanya istilah ku saja." Elak risma. Padahal dirinya sudah gatal untuk membasmi hama tersebut setelah tuannya selesai. Risma menyeringai misterius dengan segala rencana yang telah tersusun di otak kecilnya.
Aditya langsung waspada. Pria itu takut terjebak dalam permainan para wanita, karena dia minim pengalaman soal makhluk berjenis kelamin betina tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
Othor lagi lelah hayati gaesss, ada sedikit kesibukan. Lagi persiapan pernikahan cucu dua hari lagi. Kaget kaaan, pasti kaget dong ya. Othor yang masih nampak belia ini sudah punya cucu yang dewasa🤭
Aku juga, seperti mimpi. Tapi ko beneran terjadi. Ah, ya wislah. Terima saja dengan lapang dada😁
Semoga besok bisa update lagi, karena pastinya akan semakin sibuk.
__ADS_1
lope lope para kesayangan buna Qaya 🤍🤍🤍