Bukan Istri Ke_dua!

Bukan Istri Ke_dua!
Bab 54


__ADS_3

I am back again bestieh, maaf jika update nya sellow kaya siputt.


Otak sedikit terkuras habis-habisan gaess, mohon di maklumi ya😁😁


Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian di kolom komentar, target othor tamat akhir bulan ini. Tapi kalau tidak sempat, pertengahan bulan depan lah🀭 soalnya novel ini gak akan naik level mengingat setoran nya tak mencapai target 🀣🀣


...----------------...


Suasana haru tengah menyelimuti kediaman Kent. Setelah menunjukkan bukti uji DNA yang mereka lakukan, Jess benar-benar yakin jika kedua paruh baya itu adalah kedua orang tuanya.


Dan yang lebih mengejutkan, sang ayah angkat, Aryo adalah pamannya sendiri. Sungguh Jess tak pernah menyangka. Pantas hatinya begitu mudah menerima kehadiran pria itu dalam kehidupan sang ibu. Berbeda ketika ada pria lain di waktu lalu yang datang berkunjung dengan niat terselubung, ingin mempersunting sang ibu. Jess merasakan keberatan dalam hatinya meski tak secara gamblang mengatakan penolakan nya.


Namun keterdiamannya hingga sang tamu pulang, sudah mewakili penolakan Jess terhadap pria tersebut.


"Makanlah yang banyak nak, mulai sekarang mama akan merawatmu. Jangan sungkan untuk meminta apapun pada kami. Buatlah kedua paruh baya ini merasakan nikmatnya menjadi orang tua yang selalu di riwehkan oleh keinginan anak mereka. Mama akan dengan senang hati melakukannya," ucap Kirani sembari tangannya menyuapi sang anak dengan puding mangga.


Jess mendadak ingin memakan puding mangga namun di buatkan oleh sang ibu, yaitu Kirani. Meski sempat merasa tak enak hati terhadap Maria ibunya, namun wanita bijak itu malah tersenyum hangat padanya.


Menjelaskan jika tak ada kecemburuan dalam hatinya atas perhatian Kirani terhadap Jess.


"Papa juga siap di repotkan dengan permintaan mu, sayang. Apapun itu, papa akan melakukannya sebisa mungkin." Sambung Barata mengusap lembut pucuk kepala sang anak dengan sayang.


Hati Jess menghangat. Mendapatkan cinta dan perhatian dari banyak orang, seperti mimpi baginya. Tapi semua nyata, suami yang sangat mencintai nya, kedua orang tua kandungnya, dua orang tua angkat yang luar biasa serta kedua mertua yang juga tak kalah menyayanginya. Membuat hati Jess berbunga-bunga penuh rasa syukur.


"Kami juga siap jika kau membutuhkan sesuatu nak, jangan sungkan. Mintalah apa saja, meski tak lagi muda tapi kami masih cukup bertenaga untuk memenuhi semua keinginanmu serta kedua calon cucu kami. Bukan begitu besan?" ujar Utomo menimpali. Pria itu menatap kedua pasang besannya tersebut kemudian mereka tertawa renyah.

__ADS_1


Momen yang tak terlupakan. Momen yang sangat luar biasa bagi seorang Jess. Di tengah penyakit yang di deritanya, Tuhan selalu punya kejutan manis dalam hidupnya. Itu kenapa dirinya tak punya alasan untuk tak bersyukur, karena kemurahan Tuhanlah, dirinya boleh menikmati berkah kebahagiaan tiada tara, meski kini nyawanya sedang di ujung pertaruhan.


...----------------...


Hari-hari bahagia Jess berjalan penuh canda dan tawa. Kedua orang tua kandungnya memilih pindah dari Jogja dan menetap di Jakarta. Meski awalnya mereka ingin membeli rumah sendiri yang berdekatan dengan sang anak, namun Kent meminta agar kedua mertuanya tinggal bersama mereka saja.


Dengan begitu Kent bisa lebih tenang ketika harus bekerja dan meninggalkan istrinya di rumah. Belum lagi Eli yang sudah mulai masuk ke sekolah taman kanak-kanak. Membuat Jess tentunya akan kesepian di rumah tanpa di recoki oleh si sulung, Eli.


"Sayang, mama lihat wajahmu sangat pucat. Apa kau merasa baik-baik saja?" tanya Kirani Terlihat cemas.


Sejak bertemu pagi itu di meja makan, Kirani melihat gelagat lain dari putrinya. Jess memang terlihat lebih ceria, namun juga tersirat makna tak terjelaskan dari wajah Jess yang nampak sedikit memucat, meski teah di tutupi oleh sedikit polesan make up.


"Aku baik ma," jawab Jess menenangkan sang ibu. "Aku jadi kepengen makan gado-gado, sepertinya enak deh. Mama bisa buatkan tidak?" alih Jess terlihat meneguk ludah nya berkali-kali.


Kirani tersenyum geli melihat tingkah sang anak.


"Ishh papa suka begitu," balas Kirani Terlihat malu-malu. "Ya sudah, mama buatin ya, papa temani Jessie deh mending. Jam segini sudah pergi bertetangga aja, kebiasaan." Dumel wanita itu mengomeli sang suami.


Sejak akrab dengan tuan Bowo, Barata memang sering terlibat obrolan ringan dengan pria paruh baya itu. Jika tuan Bowo karena kesepian lantaran sang istri yang sudah berpulang, berbeda dengan Barata yang memang selalu suka memiliki teman bicara seperti saat di Jogja dahulu.


"Lihat mamamu Jess, papa selalu di omeli setiap hari. Kelak kau jangan menjadi cerewet seperti wanita tua ini ya sayang. Bisa-bisa Kent kabur jika mulutmu terlalu aktif." Seloroh Barata membuat tawa Jess pecah. Kekonyolan kedua orangtuanya selalu berhasil membuatnya tertawa lebar.


Kirani menghadiahi cubitan manja di perut sang suami sebelum meninggalkan ruang keluarga. Tentu saja dengan sederet Omelan panjang yang tak berujung.


Barata ikut tergelak ketimbang kesal karena di berikan Capitan kepiting. Pria itu sangat mencintai istrinya, bahkan saat Kirani mengalami depresi berat pasca kehilangan putri mereka. Barata dengan setia mendampingi sang istri dalam setiap proses pengobatan nya. Ketika seluruh keluarga menyarankan Kirani di rawat di rumah sakit jiwa, Barata pun turut serta tinggal di rumah hampa jiwa tersebut selama 7 bulan lamanya.

__ADS_1


Bukan tanpa alasan kenapa keluarga menyarankan hal itu, Kirani selalu mengira setiap bayi yang dia lihat adalah putrinya. Dan akan histeris jika tak di berikan bayi tersebut. Kirani berkali-kali berniat mengakhiri hidupnya sendiri, membuat Barata tak bisa bekerja sama sekali.


Pria ningrat tersebut mendadak menjadi seorang pengangguran semenjak sang istri mengalami guncangan kejiwaan. Bersyukur, cinta pria itu tak terukur oleh apapun. Keteguhan cintanya membawa Kirani kembali pulih seperti sedia kala.


Dan Jess sangat terharu mendengar kisah tragis yang pernah menimpa keluarganya. Dirinya di culik oleh seorang wanita yang sangat terobsesi dengan sang ayah. Seorang wanita dengan seorang putri berusia 4 tahun yang kebetulan pernah di tolong oleh Barata di suatu kejadian buruk.


Namun siapa sangka wanita pekerja malam tersebut malah menaruh angan, untuk menggapai impian agar bisa meraih cinta seorang pria tampan bernama Barata. Bahkan tak segan mendatangi kediaman Barata dengan mengakui jika putrinya adalah darah daging Barata. Jelas seluruh keluarga di buat geram, namun Barata jelas menyangkal nya.


Pria itu menjelaskan jika dirinya hanya pernah bertemu dengan wanita itu sekali, karena berusaha menolong nya ketikan akan di lecehkan oleh beberapa orang di tepi jalan sepi. Anak itu pun tak ada sama sekali kemiripan dengan Barata, Terlihat dekil, tak terawat serta memiliki kulit eksotis yang sangat gelap.


Barata meski keturunan jawa asli, namun pria itu memiliki kulit putih bersih serta wajah yang rupawan sebagai seorang putra bangsawan.


Tak berhenti di sana, wanita itu terus menerus meneror kehidupan Barata melalui istrinya. Hingga kejadian naas itu terjadi, seorang pelayan bekerja sama dengan wanita itu setelah di iming-imingi sejumlah uang tak sedikit.


Dan si kecil Jessie pun raib tanpa kabar hingga puluhan tahun lamanya.


Wanita itu pun menghilang bagai di telan bumi, namun masih menyisakan jejak yaitu sang anak yang di titipkan begitu saja, di pos satpam rumah mewah keluarga Barata.


Dan gadis kecil itu adalah....


TBC


...----------------...


Yuk di komen n lika, kasih vote juga boleh kok, gratis tis tis 🀭😁

__ADS_1


lope lope para kesayangan buna Qaya 🀍🀍🀍


__ADS_2