Bukan Istri Ke_dua!

Bukan Istri Ke_dua!
Bab 65


__ADS_3

Satu minggu setelah kepulangan Jess, wanita itu masih setia dalam mode bisu. Kent harus memupuk kesabaran ekstra demi mendapatkan kata maaf dari mulut sang istri. Pria itu begitu sabar kala setiap katanya hanya di balas oleh keheningan.


"Mau aku buatkan susunya sekarang sayang?" lagi, Jess tak menggubris. Wanita itu sibuk bermain cilub ba dengan kedua buah hatinya tanpa menghiraukan keberadaan Kent di dalam kamar.


"Ya sudah, aku buatin sekarang ya. Sekalian aku bawain cemilannya juga, ayah ke bawah dulu ya sayang." Akhirnya Kent menjawab pertanyaan nya sendiri seperti biasanya. Setelah berpamitan pada kedua anaknya yang bahkan tak mengerti Kent hendak kemana. Pria itu menuju dapur untuk membuat kan susu pelancar ASI bagi sang istri.


"Bikin susu Kent?" tanya sang ibu mertua yang kebetulan hendak mengisi teko kaca untuk di bawa ke dalam kamar.


"Ya ma, papa belum tidur? masih nonton bola?"


"Seperti biasa Kent, papamu paling tidak bisa lihat telivisi nganggur. Suka begadang padahal sudah tua juga, tidak sadar diri." Oceh sang mertua mendumel kesal.


Kent hanya tersenyum maklum. Mertuanya selain hobi bermain catur, pria paruh baya itu juga menyukai tontonan bola kaki. Tak heran jika sering terserang anemia karena mertuanya sangat rajin bergadang.


"Papa nyari hiburan ma," sahut Kent memberikan pembelaan.


"Entah lah, ya sudah mama masuk ke kamar dulu ya. Jess tadi makan malamnya sedikit, sekalian bawakan kue atau roti ke dalam kamar kalian. Ibu menyusui gampang merasa lapar, jadi harus sering-sering makan." Ingat Kirani sebelum kembali ke dalam kamar nya.


Kent membawa setoples stok roti ke dalam kamar. Dia tau sang istri tak akan meminta apapun padanya, jadi Kent berinisiatif untuk melakukan apa yang bisa dia lakukan untuk sang istri.


"Aku bawakan roti, kalau lapar makan ya." Ujar Kent seraya menaruh toples tersebut di atas nakas di sisi ranjang sang istri.


Jess menoleh sekilas lalu kembali fokus memberikan ASI pada sang buah hati. Navya sudah tertidur sejak tadi kini giliran Novandra yang masih ingin bermanja-manja dengan sang ibu.


"Belum mau bobo ya sayang? bobo ya, kasihan bundanya cape tuh." Kent berusaha mengajak sang anak mengobrol untuk memancing reaksi Jess. Namun wanita itu masih bergeming tanpa suara.


Kent tak menyerah, dia akan berusaha meluluhkan hati keras istrinya hingga kembali mencair seperti sedia kala. Walaupun itu terdengar mustahil, karena luka yang telah dia torehkan begitu dalam dan parah.

__ADS_1


,


...----------------...


Di sebuah club malam, seorang pria tengah duduk mengobrol dengan beberapa orang temannya.


"Kau sedikit berubah beberapa bulan belakangan ini j*rk." Ujar Baim menatap sang rekan seperjuangan seraya meneguk minuman nya.


"Benar. Apa kau mulai bertobat dude? katakan kau menemukan pencerahan kala sedang mendaki bukit menyusuri lembah. Mungkin kami bisa mengikuti jejakmu menjadi bajingan yang bertobat." Kelakar Tony menimpali. Mereka pun tergelak renyah, sedangkan Sadam hanya tersenyum miring.


"Aku memiliki seorang putri yang harus aku jaga 24 jam. So? jika hanya untuk mencari seorang wanita untuk menghangatkan ranjangku, aku tak perlu lagi mencari jasa seorang ja la ng. Aku akan menikah dalam waktu dekat. Perawan ting ting," ucap Sadam penuh kesombongan, membuat para teman nya tersedak berjamaah.


"Are you serious?" tanya Tony seakan tak percaya. Bagaimana bisa seorang bajingan seperti Sadam sudah memikirkan seorang anak berikut akan menikahi seorang perawan. Sungguh Tony tak mengerti konsep yang di maksud oleh Sadam.


"Sure, i am serious!" sahut Sadam tersenyum angkuh. "Aku mengadopsi seorang anak, dan aku akan menikahi seorang gadis desa yang masih bersegel. Bukankah aku pria brengsek yang sangat beruntung dude?" cerita Sadam kemudian tertawa lepas.


"Apa kau mengancamnya bro? rasanya mustahil gadis baik-baik mau menikah dengan buaya rawa seperti mu." Timpal Baim yang juga masih tak mempercayai ucapan sadam begitu saja.


"Enak saja! aku berusaha keras melakukan pendekatan dan kalian malah menuduhku yang bukan-bukan." Omel sadam dongkol.


"katakan siapa wanita malang itu, di mana kau menemukan nya. Kau harus berbagi trik dengan kami agar bisa menemukan wanita baik-baik seperti mu." Kini Tony mulai serius menanggapi ucapan sang sahabat.


"Itu rahasia. Ikuti alur kehidupan, lakukan hal-hal kecil dengan tulus. Kalian pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal. Percayalah padaku, aku tak mendapatkan semua dengan sekali menjentikkan jari. Kalian pun harus berjuang untuk mendapatkan hasil yang sesuai harapan." Nasihat Sadam yang kini terlihat sedang dalam mode bijak.


Baim mencibir sedangkan Tony terlihat serius menanggapi nasihat sang sahabat.


"Jangan lupa undangan pernikahan mu dude, aku ingin menjadi orang pertama yang berkenalan dengan istri mu nanti." Ujar Tony serius.

__ADS_1


Sadam tersenyum miring, "of course! Kalian akan aku undang untuk menyaksikan kebahagiaanku berikut melihat hasil dari pertobatan ku yang sempurna." Ucap Sadam jumawa.


...----------------...


Di sebuah kamar sempit, seorang wanita tengah terikat di sebuah kursi kayu. Dengan mulut yang di lakban, wanita itu hanya bisa mengeluarkan suara deru auman seperti singa. Tak jelas terdengar, padahal dirinya tengah berteriak meminta pertolongan.


"Diamlah nona, kau berisik sekali!" bentak seorang pria kesal. Dirinya bertugas menjaga wanita itu sejak pertama kali datang ke sana di bawa oleh rekannya.


"Hmmm...hmmm... hmmm...!" si pria menarik lakban yang menempel di mulut wanita itu dengan kasar. Membuat si wanita terpekik menahan rasa sakit.


"Lepaskan aku! siapa kalian, kenapa memperlakukan ku seperti seorang penjahat seperti ini?" seru si wanita marah.


"Kau bertanya? bertanya-tanya? pikirkan sendiri nona, kau jelas tau apa kesalahanmu sehingga kau di perlakukan seperti ini." Jawab si pria asal, pria itu menatap jengah wanita tersebut.


"Katakan siapa yang menyuruhmu melakukan hal rendah ini padaku!?" teriak si wanita terus menggerakkan tubuh nya agar terlepas. Sayang ikatan tersebut sangat kuat melilit tubuhnya.


"Aku yang melakukannya, kenapa? kau kesal? marah? bukankah sudah ku peringatkan padamu untuk menjauhi saudara ku, namun rupanya peringatan ku tak berarti apa-apa bagimu. Sekarang nikmatilah peringatan kecil dariku nona gulma." Flora melebarkan kedua matanya.


Wanita itu berusaha untuk mengatur deru nafasnya yang mulai terasa sesak. Serasa oksigen di sekitarnya mulai menipis kala kembali berhadapan dengan wanita di hadapannya itu.


Bolehkah dia berteriak dengan mengatakan jika dirinya menyesali semua perbuatannya? namun seperti nya sudah terlambat. Dengan berada di sana, artinya hidup nya berada 100 persen dalam kendali wanita bar-bar itu.


flashback


TBC


Lope lope para kesayangan Buna Qaya, semoga masih ada cinta nya untuk othor 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2