Bukan Istri Ke_dua!

Bukan Istri Ke_dua!
bab 47


__ADS_3

Risma yang awal memiliki rasa mulai mengubur dalam perasaan tersebut. Kala mengetahui jika Kent bukanlah salah satu pria penikmat cinta satu malam.


Wanita itu bekerja dengan dedikasi tinggi, agar bisa terus mendampingi sang atasan hingga sudah tak lagi di butuhkan. Tugasnya merangkap. Selain sebagai seorang sekretaris, Risma juga berprofesi sebagai kekasih dadakan jika Kent terpaksa harus hadir di suatu pesta yang membutuhkan pasangan.


Selain itu, Risma akhirnya mengetahui satu hal lain. Wanita yang telah merampas hak hidup sang anak, kala itu telah menjadi bagian hidup sang atasan meski entah bagaimana bisa Kent terlibat dengan wanita jahanam itu. Risma bertekad untuk membalaskan dendamnya dengan cara mencicil.


Di mulai sering mengatur jadwal pertemuan Kent di saat-saat yang seharusnya Kent mengunjungi wanita ja la ng itu. Juga terakhir pertemuan mereka untuk pertama kalinya do perusahaan Kent waktu itu. Melisa jelas tak begitu mengingat dirinya. Karena saat wanita itu bertandang ke rumah nya. Kondisi Risma nampak seperti seorang babu. Baju lusuh dengan tampilan wajah kucel seperti kain lap. Berbeda dengan Risma yang saat dia lihat begitu memukai ketenangan batin para pria.


Risma merasa puas telah mempermalukan Melisa di hadapan beberapa karyawan kantor Kent. Namun wanita itu juga melakukan hal lain, dengan mengalihkan dana yang Kent minta untuk di berikan pada Melisa ke rekening lain. Melisa hanya mendapatkan 2 persen dari jumlah yang seharusnya.


Tak terbersit niat untuk menilap uang tersebut. Karena pada akhirnya uang itu akan kembali ke rekening sang tuan, yang Risma transfer bersamaan dengan uang bonus dan benefit tahunan dalam bentuk kompensasi CEO. Kent jelas tak mengetahuinya, karena kompensasi CEO saja bisa mencapai miliaran rupiah pertahunnya.


Kinerja Risma tersebut lah yang membuat Kent selalu mempercayakan Risma dalam melakukan pemeriksaan, terhadap laporan keuangan perusahaan tanpa rasa ragu. Kepercayaan Kent terhadap Risma sungguh luar biasa.


flashback end


Risma kembali berjalan menuju pintu keluar melalui pintu samping club malam. Dengan harapan tak lagi bertemu dengan pria yang sedang dia hindari mati-matian.


Setiba di depan pintu keluar, Risma mengusap dada, lega. Namun sebuah lengan kekar menariknya ke ujung parkiran tanpa sempat dia cegah.


Risma dipaksa masuk ke dalam sebuah mobil sport secara paksa.


"Hei! siapa kau sialan!" seru Risma kesal juga takut.

__ADS_1


"Diamlah Risma! atau kau ingin aku lakukan sesuatu padamu baru kau menurut hah?!" balas si pria nampak marah dengan nada membentak. Wajahnya memerah menahan setumpuk amarah pada wanita itu, namun tak mampu melampiaskan.


"Aditya? maksudku, asisten Adit. Kenapa kau bisa ada di sini, bukankah tuan Kent mengirimmu ke Surabaya kemarin sore." Tanya Risma menormalkan ekspresinya agar tak kentara jika dia sengaja menghindar pria itu sejak di dalam club tadi.


"Aku di sini sekarang, itu yang penting. Dan untung saja aku kembali dengan cepat, kalau tidak mantan suami saiko mu itu akan menggagahimu malam ini. Atau mungkin itu yang kau inginkan? apa kau merindukan sentuhan mantan suami gilamu itu, hah?!" ucap Aditya dengan nada marah. Terselip sebuah tuduhan dari kalimat yang pria itu ucapkan dan itu sukses membuat Risma tersenyum getir.


"Ya, aku merindukannya. Apa kau puas! sekarang turunkan aku! dan jangan pernah mencampuri urusan yang bukan urusanmu." Balas Risma dengan nada tak kalah tinggi.


Itu jelas menyulut emosi Aditya semakin memuncak.


Pria itu memacu mobilnya ugal-ugalan di tengah malam buta menuju apartemennya. Setiba di basement apartemen, Aditya menyeret tubuh Risma menuju elevator. Meski berontak namun kekarnya tubuh Aditya tak dapat dia lawan dengan mudah.


"Lepaskan tidak? atau aku akan berteriak!" ancam Risma namun tak di hiraukan oleh Aditya yang kadung menahan kekesalan.


Aditya berhasil membawa Risma ke unit nya. Tak sampai di situ, Aditya bak orang kesurupan, membuka paksa pakaian minimalis di tubuh Risma hingga robek di beberapa bagian. Risma menangis karena tak lagi punya kekuatan untuk melawan. Namun Aditya tak peduli.


Malam yang menciptakan sesal bagi seorang Aditya seumur hidupnya. Karena sejak malam itu, Risma menghilang bak di telan bumi. Wanita itu meninggalkan apartemen Aditya di kala pria itu masih terlelap dalam mimpi indahnya pasca menggempur paksa Risma sampai tak berdaya.


Bukan hanya Aditya yang kehilangan Risma, Kent pun demikian. Pria itu mengutuk sang asisten juga memberikan beberapa hadiah kecil bagi asisten durjana nya itu. beberapa pukulan mendarat indah di wajah tampan Aditya, juga bagian tubuh lain nya. Aditya tak melawan, dia merasa pantas untuk menerimanya.


"Apa otak mu sudah tidak waras hah?! bagaimana bisa kau memperkosa wanita yang tak pernah mengusik hidupmu. Ternyata kau lebih bajingan dari mantan suaminya! brengsek kau Aditya Kusuma!" umpat Kent marah.


Pria itu kelabakan karena Risma tiba-tiba menitipkan surat resign nya di pos satpam perusahaan. Dan mendengar pangkuan dosa Aditya, membuat Kent menyadari kenapa Risma tiba-tiba menghilang.

__ADS_1


"Maaf," ucap Aditya lirih. Dia tak menyangka jika sang atasan sudah mengetahui banyak tentang hidup Risma. Pantas saja Kent seolah acuh oada penampilan Risma yang kadang kelewat batas keseksiannya.


Rupanya Risma tak berniat untuk menggoda atasan mereka meski niat awalnya memanglah seperti itu. Namun seiring berjalannya waktu, Risma menyadari jika Kent pria baik-baik.


Kini Aditya benar-benar berada dalam masalah besar. Juga rasa sesal yang mengoyak hatinya.


"Apa maaf mu bisa membawa Risma kembali kemari? tidak! itu jawabannya. Cari sekretaris pengganti selama Risma belum di temukan, dan ya, pekerjaanmu sekarang double. Urus pekerjaan kantor juga mencari keberadaan Risma. Aku tak mau tau!" Ucap Kent kemudian berlalu dari hadapan Aditya yang masih bergeming di tempatnya berdiri.


"Brengsek kau Aditya! kau sungguh pria bajingan, bagaimana bisa kau menghancurkan harga dirinya seorang wanita malang dengan tanpa perasaan." Umpat Aditya membentuk kepalanya sendiri dengan tangannya.


"Kemana lagi aku harus mencarimu, Ris. Kembalikan, ayo kita menikah. Aku hanya terlalu cemburu melihat pria itu lancang menjamah tubuhmu. Aku marah, aku tak rela meski kau melakukannya demi sebuah dendam. Kenapa tak mengatakannya padaku, aku akan membantu mu dengan senang hati." Lanjut Aditya berbicara sendiri. Pria itu sudah seperti orang tak waras.. Menangis sembari terus bergumam tak jelas.


Sementara di perjalanan, Kent terlihat menghubungi seseorang.


"Makanlah dengan benar, atau istriku akan memarahi ku karena tak mengurusmu dengan baik. Jangan pikirkan apapun, pria brengsek itu sudah ku beri pelajaran. Dan untuk mantan suamimu, aku sudah meminta seseorang untuk membuntutinya. Titik terang tentang kecelakaan Rendra akan segera terungkap, berikut kau bisa memberikan hukuman yang kau inginkan untuk membalas kepergian putrimu. Saat ini aku tak bisa membiarkan mu melakukan hal bodoh, sebelum aku menemukan bukti keterlibatan Major dan Melisa dalam kecelakaan adikku. Dan, aku butuh sampel DNA Major untuk do cocokkan dengan Eli." Ujar Kent panjang lebar.


Seorang di seberang telepon hanya mendengus kesal, karena Kent lagi-lagi menggagalkan rencana pembalasan dendamnya.


Percakapan singkat tersebut berakhir, kala Kent mendapatkan notifikasi pesan dari sang istri tercinta.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


----------------

__ADS_1


Makin seru apa makin ngebosanin gak sih gaesss? komen ya biar othor gak melanjutkan alur ngalor ngidul ini🤭😁


lope lope para kesayangan buna Qaya 🤍🤍🤍


__ADS_2