
I'am come back again gaesss 🤗🤗
Jangan lupa komen n likenya, semua gratis gak berbayar ya🤭😁
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu minggu pasca mendapatkan kunjungan dari kedua kaki tangan Kent, Melisa akhirnya membuat video klarifikasi mengenai kebenaran berita yang sempat menghebohkan dunia Maya tersebut.
Entah mengapa harus menunggu waktu selama itu, namun yang jelas Melisa terlihat begitu bersungguh-sungguh dalam rekaman video tersebut.
Wanita itu bahkan meminta maaf karena telah membuat berita palsu yang menjadikan Jess sebagai wanita jahat di dalamnya.
Sontak pengakuan Melisa membuat semua netizen julid yang tadinya mendukungnya, kini berbalik menyerangnya. Melisa menjadi bulan-bulanan warganet di berbagai akun, hingga membuat wanita itu menutup semua akun media sosial miliknya.
Lain Melisa lain Risma. Wanita itu menjadi lebih pendiam dari biasanya, itu sukses membuat hari-hari Aditya resah, galau, merana.
Berbagai alasan Aditya menyambangi meja sang sekretaris seksi tersebut, namun Risma hanya menanggapinya sebatas perihal pekerjaan. Selebihnya, Risma akan memilih diam seribu bahasa.
"Ris, sejak pulang dari apartemen nyonya Melisa, kau terlihat berubah? apa aku ada melakukan hal yang salah? apa kau tersinggung dengan kata-kataku tempo hari? aku minta maaf, oke. Sekarang kembalilah menjadi Risma yang cerewet dan mata duitan. Kau ingin ku traktir makan siang? ayo! di restoran paling mahal pun tak masalah. Diam mu membuat ku resah, apa kau tidak menyadarinya." Aditya bergumam di akhir kalimat.
Risma menghentikan sejenak pekerjaannya, menatap Aditya dengan tatapan tak terbaca.
"Aku bawa bekal, mungkin lain kali saja." Tolak Risma tersenyum tipis. Sangat tipis sampai-sampai terlihat seperti keterpaksaan di mata Aditya.
"Ck, harusnya kau tidak perlu bawa bekal. Restoran kan banyak, lagi pula uangku juga banyak untuk mentraktirmu." Risma menggeleng pelan mendengar kalimat frustasi dari mulut Aditya.
Aditya meninggalkan meja kerja Risma dengan perasaan dongkol. Pendekatannya gagal total, dan itu membuatnya kesal.
Sementara di tempat lain, Jess baru saja selesai melakukan berbagai tes kesehatan. Wanita itu sedang mempersiapkan diri untuk melakukan kemoterapi dan sebelum itu di lakukan. Kondisi fisiknya harus benar-benar dalam keadaan fit. Termasuk tidak sedang mengalami penyakit lain yang akan menghambat proses kemoterapi nya.
Dokter memandang hasil laporan medis Jess dengan tatapan tak biasa. Selesai membacanya, si dokter tak langsung memberikan komentar apapun.
"Bagaimana hasilnya dok?" tanya Kent tak sabar.
__ADS_1
Si dokter menarik nafas panjang, ada hal yang mungkin bagi sebagian pasangan akan menjadi berita yang membahagiakan. Namun bagi Jess, bisa jadi menjadi berita yang akan membuat penyakitnya semakin parah.
"Begini pak, bu. Hasil medis nyonya Jess secara keseluruhan sudah ok untuk menjalani kemoterapi dalam minggu ini. Hanya saja...." dokter menjeda sejak apa yang hendak dia sampaikan.
"Katakan secara langsung dokter, saya siap mendengarkan apa saja apa yang akan dokter sampaikan." Desak Jess sudah tak sabar.
"Begini bu, seperti yang di ketahui kondisi ibu sangat rentan dan sebenarnya tidak di perkenankan untuk mengandung dalam tahap ini. Namun saat ini, ibu nyatanya telah mengandung dua calon penerus yang sudah memiliki detak jantung. Artinya sudah memasuki akhir trisemester pertama. Flek yang ibu alami bukanlah flek menstruasi, melainkan flek dari kehamilan tersebut. Jadi, saran saya....."
"Tidak dok! tidak! saya akan mempertahankan anak saya apapun yang terjadi. Saya tidak akan melenyapkan anak saya sendiri, saya masih sanggup untuk menahan penyakit saya beberapa bulan lagi. Tidak masalah, aku masih kuat. Benarkan sayang?" untuk pertama kalinya, Jess berkata dengan nada penuh semangat yang syarat akan permohonan.
Kent yang sejatinya berbahagia mendengar berita tersebut, hanya bisa mengangguk pasrah. Jauh di dalam lubuk hatinya, Kent merasakan kecemasan yang amat sangat. Namun melihat binar kebahagiaan di kedua mata indah istrinya, membuat Kent tak tega untuk menentangnya.
"Tapi bu, resikonya sangat besar jika kehamilan ini dilanjutkan." Nasihat sang dokter berusaha memberikan pengertian.
Namun Jess tetap kukuh pada pendiriannya. Toh hanya tinggal 6 bulan lagi, dia yakin masih kuat kuat untuk menahan rasa sakit yang dia alami.
"Bisa beri kami saran lain dok? mungkin obat atau vitamin yang baik untuk calon anak kami serta ibunya?" sela Kent ingin sang dokter tak lagi melanjutkan penjelasannya. Karena hanya akan membuat batin istrinya tertekan.
Dokter Arya akhirnya hanya bisa mengangguk pasrah.
"Dokter Adam?" gumam Kent membaca nama dokter kandungan yang akan menjadi dokter yang menangani kehamilan sang istri.
"Apa anda mengenalnya tuan?" tanya dokter Arya.
Kent menggeleng cepat.
"Apa rumah sakit ini tidak memiliki dokter kandungan wanita? aku tak duka dokter pria yang menangani istriku. Pengecualian dengan anda, aku terpaksa harus menerimanya." Gluk.
Dokter Arya menahan dongkol yang amat sangat di dalam hatinya.
"Dokter yang dinas dalam minggu ini hanya lah dokter Adam, tuan Kent. Selama lima hari ke depan, barulah setelah itu dinas berganti. Yang perlu di ketahui saat ini adalah kondisi janin nyonya Jess, saya hanya bisa mendengar ada setidaknya dua detak jantung melalui stetoskop. Untuk memastikannya harus melalui USG." Jelas dokter Arya dengan mode profesionalitas. Padahal hatinya sangat ingin memberikan umpatan pada Kent.
"Maaf dok, suami saya hanya bercanda." potong Jess cepat. Dia tak ingin sang suami mengacaukan momen bahagianya hari ini.
__ADS_1
"Aku tidak meresepkan obat apapun. Dokter Adam yang akan meresepkan obat nya mulai saat ini. Setiap bulan atau saat nyonya Jess mengalami sedikit masalah pada kehamilannya, langsung saja menghubungi dokter Adam." Lanjut dokter Arya memberikan Saran mengingatkan.
Meski masih dongkol dengan perkataan Kent yang tak enak di dengar, namun dokter Arya tetap profesional.
"Baik dok, terimakasih banyak. Jadi saya hanya perlu mengunjungi dokter kandungan setelah ini?" tanya jess memastikan.
Dokter Arya hanya mengangguk.
"Sayang? apa tak sebaiknya kita meminta dokter wanita saja? dokter itu pasti akan menyentuh perutmu, dan aku tak suka itu." Ucap Kent saat mereka baru keluar dari ruangan dokter Arya.
Jess menghela nafas panjang, suaminya sungguh pandai merusak suasana.
"Ikuti saran dokter sayang, aku ingin mendengar dan melihat calon anak kita. Bukankah kau sudah tidak sabar untuk di panggil dengan sebutan papa? aku juga. Jadi ayo kali ini saja. Kesampingkan rasa cemburu mu itu, bisa?" mohon Jess dengan mimik wajah yang di buat semanis mungkin.
Kent langsung meleleh bagai bongkahan es di musim panas.
Sedangkan di tempat lain, Melisa terlihat mengamuk di dalam kamar apartemen nya. Wanita itu membanting apa saja yang terjangkau oleh kedua tangannya.
"Berani sekali kau menekanku. Awas saja ksu wanita sialan. Aku akan membalas mu nanti, lebih dari apa yang kau lakukan padaku saat ini." Ucap Melisa dengan menahan deru amarah yang menggebu.
Sementara di sebuah pemakaman umum, seorang wanita tengah berbicara sambil menatap sebuah pusara makam dengan mata berkaca-kaca.
"Mama sudah membalas sedikit rasa sakit yang wanita itu torehkan dalam hidup kita nak. Mama akan membuat hidupnya bagai di neraka. Sampai wanita itu yang memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Maaf terlalu lama tak mengunjungimu, mama terlalu sibuk untuk memberikan wanita ja la ng itu hukuman karena telah merenggut semua kebahagiaan yang pernah kita miliki. Doakan mama nak, agar mama dapat menuntaskan semua rasa sakit yang dulu kita alami akibat ulah wanita jahat itu." Suara isakan kecil yang tertahan dari mulutnya menjelaskan rasa sakit itu sangatlah besar.
Seorang pria yang dengan sengaja mengikutinya terpekur di tempatnya berdiri. Fakta yang baru saja dia ketahui, membuat rasa bersalahnya semakin menumpuk.
Ternyata tak cukup menilai seseorang dari penampilannya saja. Kini sesal itu akan menjadi momok baginya untuk meraih hati wanita penuh luka lama tersebut. Wanita yang hidup dalam separuh dendam yang belum terbalaskan.
Langkah memutar membawanya pergi dengan membawa sebuah fakta.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
Bagaimana hari-hari kalian gaess, semoga selalu sehat dan bahagia. Amin
Lope lope para kesayangan buna Qaya 🤍🤍🤍