
I am back again gaesss 🤗 😁, semoga masih menunggu update nya othor 😆
Komen, like n favorit itu gratis ya gengs, jadi jangan melewatkan 🤗🙏😚😚😚,
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
Seorang dokter menghampiri Aryo dan mengatakan jika kondisi Jess harus segera di lakukan tindakan, jika tidak mereka akan kehilangan wanita itu.
Aryo menatap ujung koridor, berharap sang anak segera datang. Dari kejauhan, nampak seorang pria tengah berlari menuju ke arah mereka. Aryo melebarkan senyumnya. Harapan nya telah tiba, dia berharap Jess bisa di ajak bekerja sama kali ini meski sempat kehilangan denyut jantung nya.
Sementara Kent masih belum sadarkan diri di ruangan lain. Sadam dengan setia menemani sang sepupu meski dengan berbagai umpatan penuh kekesalan.
"Dasar banci, kenapa kau malah pingsan di saat istri mu membutuhkanmuu berada di samping nya. Jess sudah kembali dari kematian nya, cepat lah bangun atau aku yang akan menggantikan dirimu di sampingnya. Istrimu itu sangat cantik, wanita ideal dan idaman para pria. Aku saja mengagumi nya, jangan sampai aku memiliki niat untuk merebutnya, dan berakhir menjadi seorang pebinor. Ck, bangunlah es mambo. Kau benar-benar mengesalkan sekali!" dumel Sadam panjang lebar.
Bukannya dia keberatan mengurus Kent, hanya saja mengingat jika Jess jelas butuh dukungan saat ini, membuat nya kes setengah mati.
"Jika kau tak kunjung bangun, maka jangan salahkan aku jika aku yang akan memberikan perhatian ku pada wanita mu itu. Aku tak akan rugi meski harus menjadi ayah sambung untuk benih toge mu, setidaknya ibunya cantik jelita. Aku akan menitipkan kedua anakmu di panti asuhan dan membawa kabur Jess ke tempat yang tak bisa kau jangkau. Pasti akan menyenangkan bisa bermesraan dengan kakak ipar ku yang cantik itu." Lanjut Sadam terus berceloteh ngaur.
Hingga sebuah tinju menyapa lengannya.
"Auw! anjuyy! sakit sia lan! akhirnya kau bangun juga, takut juga rupanya aku menculik istri mu itu. Sekarang ayo bangun, Jess membutuhkan mu dalam keadaan yang lebih baik darinya. Bukannya malah asyik-asyiknya menikmati tidur siang di sini." Cerocos Sadam berdiri di sisi ranjang.
Kent mendelik, pria itu masih linglung. Namun saat mendengar kalimat terkahir sang sepupu seolah dirinya mendapatkan jutaan watt kekuatan seketika.
"Jika kau berani mendekati istri ku, akan aku cincang kema luan mu itu." Ancam Kent penuh penekanan.
Sadam berdecih remah.
"Sebelum kau melakukannya aku yakin kau akan pingsan terlebih dahulu. Dan bukannya aku yang kau eksekusi melainkan dirimu yang akan aku kebiri." Ejek Sadam terkekeh kecil. Kent tak menanggapi, pria itu berusaha bangun dan segera di bantu oleh Sadam.
"Antar aku menemui istriku, playboy rawa." Ucap Kent tanpa menoleh. Sadam mencebik mendengar kalimat laknat sang sepupu. Pria itu membantu Kent untuk duduk di kursi roda, mengingat jika kondisi tekanan darah Kent sangat rendah. Dia khawatir sebelum sampai di ruangan Jess, Kent kembali pingsan jika memaksa berjalan.
"Aku terlihat seperti orang yang sedang sakit keras," protes Kent kesal. Namun Sadam tak menggubris.
Pria itu bahkan sempat-sempatnya menebar pesona pada perawat yang mereka jumpai. Itu membuat Kent kesal.
"Berhentilah menggoda setiap wanita yang kau temui, cobalah untuk menjalani hubungan serius. Kau itu sudah semakin tua, mau sampai kapan akan terus seperti ini. Pekerjaan saja tidak punya, wanita mana yang mau menikah denganmu." Nasihat Kent menoleh sekilas pada sang sepupu.
"Ck, aku akan menikah saat waktu nya tiba. Tak perlu mengkhawatirkan ku. Aku sudah memiliki target calon istri idaman. Bukan wanita glamor, model atau sekelasnya, tapi sangat sempurna untuk di jadikan sebagai seorang istri.
__ADS_1
Dan ya, aku memiliki banyak uang meski tak mengelola perusahaan seperti mu. Kau lupa aku suhunya dalam berinvestasi? uang mengalir lancar ke dalam rekening ku setiap bulan tanpa kendala. Selancar air mengalir sampai jauh, seperti iklan pipa ruchika." Kekeh Sadam malah bercanda.
Pria itu tak pernah menanggapi serius setiap ucapan keluarga nya soal jodoh juga pekerjaan. Sadam bukan tipe orang yang suka terikat pada satu tempat.
Mengelola perusahaan sama saja dia akan melakukan hal monoton setiap hari. Dan itu sudah membuat nya lelah meski baru memikirkan nya saja.
"Cih! uangmu juga bisa habis jika terus kau berikan pada ja lang." Omel Kent kesal. Hingga tak terasa mereka sudah tiba di ruangan Jess berada.
"Berhentilah mengomel, atau istrimu akan ilfil padamu nanti." Potong Sadam ketika Kent bersiap kembali melontarkan kalimat penuh nasihat bijak padanya.
Kent mendengus kesal.
Di dalam ruangan, tubuh Jess masih sangat lemah. Sesaat sadar kembali, Mario yang berada di sana bersamanya.
flashback
Jess membuka kedua matanya perlahan. Seorang pria tak berhenti menggumamkan kalimat doa di samping telinga nya. Dan pria itu adalah Mario, sang kakak.
Betapa bahagianya Mario, kala melihat sang adik telah terbangun. Pria itu memanggil dokter agar memeriksakan kondisi adiknya.
"Terimakasih dokter, apa boleh ayahku masuk kemari?" dokter mengangguk tak masalah.
Aryo masuk ke dalam ruangan sang anak dengan senyum lebar. Hatinya sangat bahagia, berita buruk yang baru saja akan dia sampaikan pada sang istri kala mendapati kenyataan jika sang anak telah tiada. Urung dia lakukan, saat seorang perawat tiba-tiba berseru memanggil dokter jika putri nya kembali bernafas setelah hampir 20 menit tiada.
flashback end
"Sayang?" ucap Kent lirih, suaranya nyaris tak terdengar. Pria itu menumpahkan air mata tanpa peduli pada siapapun.
Kent turun dari kursi roda menghampiri ranjang sang istri. Jess tersenyum lembut melihat wajah pucat suaminya.
Hatinya geli, Kent terlihat lebih parah dari nya saat ini. Pria rapuh itu terlihat berantakan dengan wajah pucat.
"Kau sudah lebih baik sayang? aku mencemaskan mu, kau tak pernah sakit dan sekalinya sakit sampai pingsan." Ucap Jess menyambut sang suami.
Kent tak menjawab, pria itu memeluk tubuh sang istri penuh syukur. Melihat kondisi perut Jess yang nampak masih menyimpan kehidupan di dalamnya, membuat hatinya lega.
"Jess baik-baik saja. Beruntung aku segera datang tepat sesaat dokter mendesak ayah agar menyetujui tindakan operasi pengangkatan bayi kalian." Sela Mario yang sejak tadi hanya diam menyaksikan dari tempat duduknya.
"Maaf Kent, ayah tak tau lagi harus berbuat apa. Kondisi Jess sangat kritis saat dirinya kembali dari kesesatan jalan pulangnya. Ayah mulai berpikir singkat, Jess harus selamat meski sadar kelak Jess pasti akan sangat membenci ayah." Sambung Aryo lirih. Pria paruh baya itu nyaris menyetujui saran dokter. Beruntung sang anak segera datang dan langsung menolak tegas.
Hingga prosedur pemasangan selang makan pada Jess pun di mulai. Cairan yang Mario bawa di masukkan melalui selang makan tersebut. Meski sedikit menyalahi aturan medis tentunya, namun Mario berhasil melobi seorang dokter. Dan pria itu menjaminkan dirinya jika terjadi sesuatu pada Jess akibat tindakan tersebut.
__ADS_1
Beruntung, setelah hampir 40 menit menegangkan itu berlalu, Jess menunjukkan reaksi signifikan. Wanita itu kembali membuka kedua matanya meski kondisinya masih sangat lemah.
Mario dan ayahnya sampai bersujud syukur di lantai rumah sakit, tanpa peduli tatapan mata yang tertuju pada mereka.
Siapa yang tidak bahagia, orang yang mereka sayangi kembali dari kegelapannya.
"Tak apa ayah, aku pun akan melakukan hal yang sama meski aku pasti akan langsung pingsan setelah menyetujui nya." Balas Kent, itu sukses membuat semua orang di sana tertawa. Termasuk seorang perawat yang kebetulan sedang memberikan injeksi pada klip infus Jess.
Suasana kembali cair setelah sempat tegang. Kent tak henti-hentinya mengucapkan kalimat penuh syukur pada Tuhan atas kembali nya sang istri tercinta.
Hingga malam hari, Mario masih bertahan di rumah sakit. Sedangkan sang ayah terpaksa kembali ke rumah, karena sang nenek juga tengah tak baik-baik saja namun wanita tua itu menolak untuk di rawat.
"Kau ingin ku pesan kan makanan apa, Kent?" Tanya Mario yang terlihat tengah menscroll ponsel nya untuk memilih makanan.
"Nasi goreng saja, sate juga boleh. Atau lalapan ayam bakar seperti nya juga enak," sahut Kent tak konsisten. Membuat Mario kesal.
"Jadi yang mana? nasi goreng? sate? atau ayam lalapan?" tegas Mario memastikan.
"Kalau tak keberatan, semuanya juga boleh. Aku akan memakannya nanti jika sudah tiba jangan khawatir akan mubazir." Ucap Kent enteng.
Mario mendadak menyesal telah menawarkan pria itu jika begini ceritanya.
"Kau ternyata lebih rakus dari yang bisa ku bayangkan." Oceh Mario mendengus.
Kent terkekeh kecil mendengar gerutuan sang sahabat sekaligus iparnya tersebut. Dia mendadak menginginkan semua makanan itu, padahal masa ngidam Jess sudah lewat jauh.
"Belikan aku jus lemon juga," lanjut Kent kembali memesan. Mario melempar kulit kacang pada sang ipar tak tau diri tersebut.
"Kau sangat maruk, adik ipar." Dumel Mario. Meski dia sebenarnya tidaklah kesal. Kent menolak makan tadi siang karena asam lambungnya sedang naik akibat stress. Dia senang Kent ingat mengisi perutnya agar pria itu tak kembali drop dan berakhir di rawat.
"Aku hanya sedang memanfaatkan kakak iparku yang baru saja mendapatkan proyek besar. Kau pantas mentraktir ku untuk kesuksesanmu itu, bung." Ucap Kent menggoda.
Mario baru saja memenangkan tender besar. Sebuah proyek pembangunan apartemen elite di kota Surabaya.
"Cih, aku belum sekaya dirimu. Kenapa kau malah memerasku, dasar tak punya perasaan." Omel Mario Terlihat malu-malu. Dia memang baru saja memenangkan tender tersebut, dan semua tak lepas dari campur tangan sang sahabat. Mario tak lupa diri akan itu.
Sedangkan Jess kembali tertidur setelah menadapatkan suntikan obat. Wanita itu memang di sarankan untuk banyak beristirahat. Selang makannya pun sudah di lepas, karena Jess sudah bisa minum dan makan tanpa bantuan apapun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
Biar gak tegang, kita selingi dengan ke absurd_an si Sadam Husein dulu😆😆😆
Lope lope buat para kesayangan buna Qaya yang masih setia stay di sini 🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍