Buried Love

Buried Love
Part 36


__ADS_3

“Ke mana saja yang penting menjauhkanmu dari pria lain, terutama Steven,” jawab Arsen begitu dingin. Cemburu membuatnya nekat membawa pergi Bellinda, tidak peduli apakah wanita itu suka atau justru semakin benci.


Arsen sudah mencoba bersabar menanti jandanya menerima ajakan untuk kembali merajut kisah yang pernah sirna. Tapi, diperlakukan baik dan lembut justru tak kunjung ada kejelasan. Semakin terang-terangan pula dekat dengan pria lain di depan matanya.


Ya ... walaupun tidak dekat sampai sentuh-sentuh yang berlebih. Namun, melihat Bellinda tersenyum untuk orang lain pun Arsen tidak terima.


“Steven itu membantuku. CoBell sedang ramai dan butuh tambahan karyawan,” jelas Bellinda. Dia menatap ke arah si pengemudi. Suram sekali mimik wajah mantan suaminya, rahang terlihat mengeras seolah menahan gejolak amarah.


“Kau bisa menghubungiku kalau butuh bantuan. Pasti aku datang. Kenapa harus menerima tawaran orang lain? Di saat jelas-jelas aku peduli denganmu.” Arsen terus melajukan mobil semakin cepat seiring amarah di dada kian kuat.


Arsen tahu yang dilakukan itu salah. Tapi, semua menjadi terasa benar karena ia sangat menginginkan Bellinda, bagaimanapun caranya. Bahkan akan menggunakan hal di luar nalar kalau masih sulit menerimanya juga.


Bellinda sampai mencengkeram seatbelt karena Arsen terlihat menakutkan saat marah. Ketika masih menjadi suami istri, belum pernah menyaksikan sisi pria itu yang gelap mata akibat cemburu.

__ADS_1


“Aku tahu kau sibuk, pasti lelah juga pulang pergi Helsinki Amsterdam. Tidak mau semakin merepotkanmu dengan hal yang masih bisa ditangani sendiri.” Bellinda berkali-kali menghembuskan napas saat merasakan takut. Dia melirik speedometer, ternyata lebih dari seratus dan tandanya jauh dari batas kecepatan yang semestinya.


“Arsen ... bisa kau pelankan lajunya? Aku belum ingin mati, Colvert masih membutuhkan mommynya dan juga daddynya. Jadi, tolong jangan gelap mata.” Akhirnya Bellinda menegur karena cara berkendara mantan suami bisa membahayakan mereka juga orang lain.


Bellinda masih melihat sorot mata Arsen belum berubah. Tangan pun berinisiatif terangkat dan terulur untuk menuju stir kemudi. Dia menggenggam tangan mantan suami. Tidak tahu apakah cara yang dilakukan mampu menurunkan amarah pria itu atau tidak, coba saja.


“Sorry kalau aku salah.” Lebih baik Bellinda mengalah. Dia bisa melihat kilatan kecemburuan yang begitu pekat di mata mantan suaminya.


Arsen langsung merasa nyaman saat mendapatkan sentuhan dari jandanya. Dia mulai sedikit tenang. Dengan satu tangan, ia memutar stir untuk dibelokkan ke sebuah parkiran di depan sebuah gedung yang lumayan besar.


Pria itu langsung menggenggam Bellinda ketika berhasil memberhentikan mobil. Arsen juga memiringkan posisi duduk supaya bisa bertatapan dengan sang mantan.


Kali ini tatapan Arsen tak segelap tapi, ada amarah yang mulai mereda. Ternyata ia butuh sentuhan Bellinda untuk menahan gejolak di dada akibat kecemburuan.

__ADS_1


“Jika kau belum bisa menerimaku, setidaknya tolong jangan dekat dengan orang lain. Jujur, aku takut kalau kau memiliki pilihan dan tidak mempertimbangkan aku dalam hasil akhirnya.” Arsen menghela napas berat. Tidak pernah ia merasa tak percaya diri seperti saat ini. Hanya Bellinda yang berhasil membuat sifat dan kebiasaannya berubah.


“Aku tidak dekat dengan siapa pun,” jelas Bellinda dengan menatap tanpa ragu lawan bicaranya.


“Ck! Bisa tidak kalau kau cukup menyetujui? Aku hampir gila setiap hari pulang pergi ke dua negara. Memikirkan bagaimana saat aku tak ada di dekatmu, dan kemungkinan terburuk kau lebih memilih orang lain karena selalu ada untukmu.” Arsen melepaskan genggamannya, lalu menyandarkan kepala dengan mata terpejam.


Melihat betapa frustasinya Arsen, Bellinda menarik sudut bibir. Dia memang merasakan perjuangan pria itu dalam mengambil hatinya lagi. Tapi, sengaja belum memberikan kepastian karena ia belum siap kalau seandainya mantannya hanya berjuang di awal, dan akhirnya entah akan seperti apa masih belum jelas.


...*****...


...Bestie, baca karya baruku juga ya. Ceritanya Annora, kembarannya Agathias, anaknya Danesh sama Felly. Judulnya Hug His Darkness. Langsung klik profil aku aja biar gampang...


__ADS_1


__ADS_2