C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 10


__ADS_3

Sementara di toko, Reina, Yuka dan Airi menjadi sangat gelisah, Marin mengajak pria itu berbincang bincang sekaligus menawarkan barang.


“Yuka chan....gimana, bisa hubungi Kaito kun ga ?” Tanya Reina panik.


“Sabar...dari tadi ga nyambung....duh giliran begini.....” Jawab Yuka.


“Aku bayar saja ya pakai uang ku.....paling tidak keperluan nya terpenuhi dulu...tapi 2,5 juta, aku tidak ada segitu.....” Ujar Airi.


“Halo....halo....Kaito kun....” Telepon Yuka akhirnya menyambung.


Reina dan Airi langsung mengerubungi Yuka yang sedang menelpon. Yuka sedikit menjauh, karena suara nya putus putus, akhirnya tak lama kemudian, dia menutup telepon nya. Yuka langsung melihat Reina dan Airi.


“Kata Kaito kun, bayar saja 2,5jt...uang nya ada di register, nanti dia pulang baru di cek barang nya....begitu.” Ujar Yuka.


“Bener dia ngomong begitu Yuka chan.....” Balas Reina.


“Um...iya sih, tapi agak terputus putus suaranya....” Balas Yuka.


“Kalau gitu ya udah, buka saja registernya, bayar dulu, kasihan istrinya....” Ujar Airi.


Ketiganya langsung keluar dan ke belakang kasir. Reina langsung membuka register nya sesuai dengan yang di ajarkan Kaito dan mengambil uang nya, dia memasukkan uang nya ke amplop. Kemudian menemui pria yang sedang bicara dengan Marin.


“Baiklah ossan, aku sudah tanyakan, kita ambil piringnya, ini 2,5jt G....silahkan di hitung.” Ujar Reina.


Marin tertegun melihat Reina memberikan amplop kepada pria itu, tapi dia tidak berani bertanya karena posisi nya persis di depan pria itu.


“Um sebenarnya sih nilai nya lebih dari ini, tapi karena darurat tidak apa apa....baiklah, terima kasih ya, bisa tolong buatkan aku kuitansi nya ?” Tanya pria itu.


“Oh baik sebentar ya....nama nya siapa ossan ?” Tanya Reina.


“Arsen, namaku Arsen, mungkin selama beberapa hari aku ada di rumah sakit....” Jawab Arsen.


Reina langsung mengambil kuitansi dan membuatkan nya, kemudian dia mencap nya dan memberikan nya pada Arsen, begitu menerima kuitansi nya,


“Terima kasih ya, nanti kalau ada waktu aku main lagi kesini....aku harus pergi dulu, terima kasih sekali bantuan nya....” Arsen menunduk dan “Cklung” dia langsung pergi meninggalkan toko.


Reina, Yuka dan Airi terduduk lemas, sementara Marin melihat kembali piring antik yang mereka beli. Satu jam kemudian, “Pling” tiba tiba sebuah pesan masuk ke dalam smartphone Yuka dan dia langsung melihat nya.


“Loh kok.....aduh.....” Ujar Yuka yang langsung bangun dari duduk nya.


“Kenapa ?” Tanya Reina.


“Nih baca.....” Yuka memberikan smartphone nya pada Reina.


Ternyata isi pesan nya mengenai harganya yang belum tentu 2,5 jt jadi tolong jangan di bayarkan dulu sampai dia pulang mengecek nya dan dia sudah dalam perjalanan mau pulang.


“Tadi kan kamu bilang bayar.....” Ujar Reina.


“I..iya...aku dengarnya begitu, apa karena putus putus ya....duh gimana nih...” Ujar Yuka.


“Um...Reina chan, Yuka chan, Airi chan...mau tanya, ini di balik piring nya ada gambar seperti logo, ini apa ya ?” Tanya Marin menunjukkan bagian bawah piring.


Ketiga nya langsung tertegun, mereka melihat seperti ada logo cap produksi di balik piring nya dan langsung teringat Kiyoko minta membalik piring sebelum nya.


“Aaaaaa.....gimana dong nih.....aduuuuh....” Ujar Reina sambil memegang kepalanya.


“Apa kita ke rumah sakit saja ya menyusul dia.....” Ajak Airi.


“Cklung.” Tiba tiba pintu di buka, ke empatnya langsung kembali ke depan. Ternyata yang datang Kaito. Reina dan Yuka langsung menghampiri nya,


“Loh katanya masih dalam perjalanan pulang....” Ujar Yuka memperlihatkan smartphone nya.


“Hah...oh itu kan 30 menit yang lalu, baterai ku habis soalnya, sekarang mau charge dulu.” Kaito berjalan ke belakang kasir dan mencharge smartphone nya dengan santai.


Kaito heran melihat Reina, Yuka dan Airi berdiri di depan nya dengan wajah mau menangis.


“Um...kalian kenapa ?” Tanya Kaito.


“Kita sudah terlanjur beli piring nya di harga 2,5jt.....” Jawab Reina.


“Oh, mana coba lihat ?” Tanya Kaito.


“Ini Kaito kun.....” Marin yang kebetulan sedang memegang piring nya langsung memberikan nya.


Kaito langsung melihat piring nya, dia meraba garis retakan halus nya dan membalik piring nya, kemudian mengambil kaca pembesar untuk membaca tulisan di belakang nya. Setelah itu dia menaruh kembali piring nya di meja kasir.


“Sayang retak dikit....” Gumam nya.


“Hik.....hik....hik....”


Kaito langsung menoleh kemudian melihat Reina, Yuka, Airi menintikkan air mata. Kaito langsung kaget dan berdiri,


“Kalian kenapa ?” Tanya Kaito bingung.


Ketiga nya hanya menghapus air mata mereka dan Marin menghibur mereka. Kaito yang tidak tahu apa yang terjadi bertanya,


“Kalian kenapa sih, aku jadi serba salah nih...tadi pemilik nya bernama Arsen ya, di rekap kuitansi tulisan nya Arsen, harga beli 2,5 juta, kata kalian di rumah sakit kan ? aku ke sana deh....tunggu sini ya...aku mau bicara sedikit dengannya.”


Kaito membungkus piring nya dengan kain pembungkus nya dan mulai berjalan ke pintu.


“Ikut.....” Ujar Reina, Yuka dan Airi bersamaan.


“Loh ngapain....aku cuma sebentar.....mau ketemu dia sebentar dan menjelaskan....”


Belum selesai Kaito bicara, ketiganya langsung berdiri di depan Kaito dan cemberut sambil melihat wajah nya.


“Pokok nya ikut.....” Ujar ketiganya.


“Sheeesh....iya iya...ayo...Marin san mau sekalian ikut ?” Tanya Kaito.


“Eh boleh ? ok...sekalian aja hehe...ntar ku kunci toko nya.”


Akhirnya ke lima nya keluar, kemudian mereka berjalan menuju rumah sakit yang hanya berada di jalan sebelah. Kaito berjalan di depan, Reina, Yuka, Marin dan Airi mengamati Kaito dari belakang.


“Um...ini perasaan ku saja kali ya....kok rasanya Kaito kun berubah sedikit.” Ujar Marin.

__ADS_1


“Hmmm iya, di banding di sekolah tadi, kayaknya tubuhnya lebih besar sedikit. Memang tidak terlalu kelihatan banget sih.....” Tambah Airi.


“Sama kayaknya dia bertambah tinggi sedikit ya.....mungkin karena kita bikin masalah kali, jadi dia datang kelihatan nya beda....” Tambah Yuka.


“Iya, pasti itu Yuka chan, kita dari tadi benar benar tegang dan mengharapkan dia kembali kan....jadi pasti perasaan saja. Walau aku juga merasa dia beda sih.” Tambah Reina.


“Aku kan ga bikin masalah, aku juga merasa tuh....” Celetuk Marin.


Reina, Yuka dan Airi langsung menoleh melihat Marin yang berjalan dengan santai dan melipat tangan di belakang kepalanya.


“Kalau bukan gara gara kamu yang mau menaruh tas di meja, aku tidak mungkin membuat piring itu retak kan....” Ujar Reina geram.


“Iya kamu justru awalnya Marin chan....” Tambah Airi.


“Loh kok jadi malah nyalahin aku....” Balas Marin.


“Heheh seru ya....sudahlah, tidak usah di bahas lagi...” Balas Yuka.


Akhirnya mereka sampai di rumah sakit, ke lima nya langsung bertanya pada perawat yang menjaga resepsionis dan memang nama Arsen tercantum disana. Perawat menelpon dan meminta ke lima nya menunggu di lobby. Tak lama kemudian Arsen keluar dan menemui mereka.


“Arsen ossan, kenalkan, namaku Kaito...um...bisa bicara ossan ?” Tanya Kaito.


“Salam kenal Kaito kun, silahkan.....duduk dulu....” Ujar Arsen sambil duduk.


Kemudian setelah duduk, Kaito memperlihatkan piring nya dan langsung menjelaskan kepada Arsen berapa harganya, ternyata harga kalau tidak ada retakan nya bisa mencapai 10 juta, tapi karena ada retakan halus itu harganya menjadi sekitar 6 juta sampai 7 juta. Tiba tiba,


“Maaf...... aku benar benar tidak sengaja....” Teriak Reina.


Kaito dan Arsen langsung menoleh melihat Reina, keduanya bingung melihat Reina yang langsung menunduk minta maaf kemudian di ikuti tiga yang lainnya.


“Um...retakan ini sudah ada sejak awal...kan tadi nee san minta Yuka san memegang nya kan ? kemudian dia minta piring nya di balik untuk melihat tembus atau tidak nya retakan itu.” Ujar Kaito.


“Hah....” Ujar ke empat nya.


“Iya benar, makanya aku minta di taksir karena tahu sudah ada retakan nya.” Tambah Arsen.


“Lalu yang seperti logo produksi di belakang nya itu apa ?” Tanya Marin.


“Oh ini cap kerajaan jaman dulu, justru yang di lihat cap ini, kalau sampai retak maka piring ini jadi piring biasa dan tidak laku.” Jawab Kaito.


“Haaaaaah......” Ke empatnya langsung lemas dan duduk di sebrang Kaito yang berada di sebelah Arsen.


Kaito bertanya kepada Arsen, apa dia tidak apa apa menjual piring itu dengan harga itu. Arsen bilang tidak apa apa, sebab tadi memang dalam kondisi darurat dan sudah terlanjur menerima kuitansi. Akhirnya Kaito menambahkan 1 juta lagi dan memberikan kuitansi lagi kepada Arsen yang langsung menunduk berterima kasih kepada Kaito. Akhirnya mereka keluar dan kembali menuju kembali ke toko, di perjalanan,


“Kaito kun, kenapa tadi tidak bilang sih ?” Tanya Reina.


“Oh mungkin gara gara sinyal ya, dari awal nee san bilang kok...waktu video call di awal.” Jawab Kaito.


“Aku pikir di suruh cek halus apa kasar itu permukaan nya....retakannya ga keliatan.” Balas Yuka.


“Kalau di raba kasar, berarti retak nya dalam, tapi kalau halus, berarti hanya permukaan nya saja yang tergores, mungkin karena bekas di pakai untuk makan, namanya juga piring. Tapi memang sih kalau mulus harganya jauh karena ga bakalan ada.” Balas Kaito.


“Berarti kita untung ?” Tanya Airi.


“Yap, kita untung....makanya ku tambah tadi, ga enak kalau untung terlalu banyak dari orang yang lagi kesusahan.” Jawab Kaito.


“Kalian ini sebenarnya kenapa sih ? dari makan siang tadi di sekolah sampai sekarang aneh....” Tegur Kaito.


“Ah tidak apa apa hehehe...” Jawab Reina, Yuka dan Airi kompak.


“Kalian ga minta maaf sama aku karena sudah menyalahkan aku ?” Tanya Marin sambil tersenyum.


“Maaf Marin chan....” Ketiganya langsung memeluk Marin dan mereka langsung bercanda ber empat.


****


Malam itu, setelah makan malam di rumah Kaito, para gadis itu pergi ke rumah Reina untuk menginap di sana. Kaito menutup toko dan beristirahat di atas, ketika dia sedang berbaring di ranjang nya,


[Dling]


[Quest di terima]


\===============================


Quest         : Membongkar kasus peminjaman uang illegal yang menjerat orang.


Desciption : Mencuri bukti dari kantor pelaku yang di simpan di brankas.


Target        : Perusahaan bernama *****


Location    : Bisnis distrik.


Reward      : 10.000.000 G | 3.000 xp


\===============================


“Oh jadi tampilan window setelah upgrade begini ya...tapi perusahaan ini, aku kenal nih....sepertinya akan seru, benar tidak Takamura san hehehe...ok CATS, pakaian ku.”


[Affirmative]


Kaito bangun dari tempat tidurnya dan berdiri, pakaian nya langsung otomatis berganti dengan pakaian barunya, yang serba hitam


“Hmm...sama saja seperti yang kemarin, hanya nambah belt, jubah, sama sarung tangan dan sepatunya berubah.” Ujar Kaito sambil mengamati pakaian nya.


[Benar Kaito sama, untuk bisa memakai pakaian sesuka hati apa mau di buatkan jam tangan, jadi bisa memakai kapan saja hanya dengan menekan tombolnya dengan biaya 3.000.000 G ?]


“Oh bisa ya, boleh kalau gitu....”


[Affirmative]


[Received 3.000.000 G from deposit]


[Creating wrist watch........completed]


Tiba tiba di pergelangan tangan Kaito keluar kotak kotak digital dan dia langsung memakai sebuah jam tangan yang berwarna hitam dan sporty, ada dua tombol tambahan di bagian atas jam tangan yang berfungsi untuk memakai pakaian nya dan melepaskan nya sesuka hati. Kaito mencoba nya dan dia sekarang bisa sesuka hati untuk memakai dan melepas pakaian nya.

__ADS_1


“Baiklah....ayo berangkat CATS.....”


[Affirmative....Open location direction]


Kaito membuka jendelanya dan melompat keluar, dari ikat pinggang nya langsung keluar grappler untuk berayun menuju atap gedung di sebrang toko nya. Dia meneruskan berayun dari gedung ke gedung sampai ke distrik bisnis sesuai arah lokasi yang di berikan oleh CATS. Setelah sampai di gedung yang di maksud, dia langsung berjalan menuruni gedung secara vertikal untuk menuju ruang direksi kantor itu. Tapi ternyata ruang direksi di kantor itu masih terang, Kaito memegang mask nya dan dengan pandangan x ray nya dia melihat masih ada dua orang di dalam. Dia melihat orang yang mengusirnya dari rumah nya sebelum nya berada di dalam sedang berbincang dengan orang yang sepertinya bos nya.


“Wah ternyata Takamura san rajin juga bekerjanya, dia belum pulang, bagus lah...lalu sekarang gimana CATS, masih ada orang di dalam.”


[Kita putus listrik di lantai ini]


“Oh aku mengerti, baik....cari MCB nya......”


Kaito berjalan ke ruang kosong di sebelah dan langsung menggunakan vanish, dia keluar dari ruang sebelah ruangan bos dan berjalan di dalam lantai tempat ruangan bos berada untuk mecari MCB nya menggunakan search area, ketika menemukan nya dia menurunkan MCB nya sehingga lampu di lanti itu mati, kemudian mencabut nya. Keributan pun terjadi, Kaito menggunakan night vision di mask nya untuk berjalan menuju ruangan bos. Ketika sampai, dia melihat Takamura dan bos keluar dari ruangan dengan menggunakan senter dari smartphone mereka, pintu ruangan dalam kondisi terbuka, Kaito langsung masuk dan menuju brankas, dia membuka brankas di ruangan bos menggunakan picklock dan mengambil semua berkas di dalam di tambah sebuah patung kuno kecil berbentuk wanita sedang memegang timbangan sebagai bonus karena appraisal nya otomatis menentukan nilai barang itu, dia memasukkan semuanya ke dalam safety box. Setelah itu dia berjalan ke jendela dan langsung melompat. “Blak.” Glider di punggung nya terbuka dan Kaito melayang pergi menjauh dari gedung itu.


“Mudah...hehehe...benar benar mudah kalau mengerti.” Ujar Kaito di kepalanya.


[Kaito sama, ini baru permulaan, quest perdana setelah upgrade dan karena kebetulan quest ini berhubungan dengan anda, setelah ini, rumah lama anda akan kembali]


“Rumah ? itu rumah keluarga Tanaka....dan aku bukan keluarga Tanaka. Aku tidak berhak di sana.”


[Affirmative Kaito sama.]


Kaito melayang ke atap sebuah gedung yang cukup jauh dari gedung perusahaan itu, dia mengambil semua berkas dari safety box nya dan mempelajari nya, lalu setelah selesai,


“Ok, kurasa surat hutang bawah tangan, beberapa sertifikat tanah dan ijin usaha yang berbeda dengan fungsi perusahaan nya sudah bisa menjadi bukti. Oh di tambah surat ijin ini juga expired dan belum di perpanjang hehe.” Pikir Kaito.


[Quest selesai......Reward : 10.000.000 G, 3.000 xp]


[Open status]


\====================================


Nama             : Phantom Cat (Nekowari Kaito).


Level             : 75 / 99


EXP               : 3.000 / 200.000


Stats              :  STR -      7.500


                          DEX -    30.000


                          LUK -    15.000


Active skill     : Vanish, Lightning speed, Pick lock, Pick pocket, 1000 face, Search Area, Step jump.


Passive skill    : Martial arts mastery, Parkour, Appraisal, Hacking, Difuse, Quick hand.


\====================================


“Asssikkkk.....bertambah lagi uangku, thanks CATS.”


[Sama sama Kaito sama]


Kaito melompat kembali dan meneruskan perjalanan nya menggunakan glider, dia turun di dekat kantor polisi, kemudian dia mengikat semua berkasnya dan memasukkan nya ke kantung, setelah itu dia menulis surat dan melemparkan nya ke dalam kantor polisi. Dia tidak menyadari aksinya di perhatikan oleh seorang gadis yang bersembunyi di balik pohon, dia memegang smart phone dan mengambil foto.


“Hmm....Phantom cat ? menarik.....”


Kemudian Kaito melompat ke atas gedung untuk kembali ke toko nya, gadis berpakaian mantel panjang dan topi itu mengikuti nya.


****


Dua hari setelah nya, Kaito berangkat ke sekolah bersama dengan Reina, Marin, Yuka dan Airi yang menyamar. Pagi itu, kereta kosong dan sepi, tentu saja mereka semua duduk. Kaito kembali melihat smartphone nya, pemimpin perusahaan yang kemarin sedang di periksa dan dia bisa melihat foto Takamura sedang di gelandang menuju kantor polisi sebagai saksi. Kembali Kaito tersenyum melihat berita itu, Reina, Marin, Yuka dan Airi memperhatikan Kaito yang tersenyum senyum sendiri. Ketika sampai di stasiun berikut nya, tiba tiba banyak sekali penumpang yang masuk dan berdesakan sehingga membuat Reina, Marin, Yuka dan Airi merapat ke arah Kaito. Karena kaget, smartphone Kaito terjatuh ke bawah, ketika dia mau mengambil nya, tangan nya bertemu dengan tangan lain yang juga mengambill  smartphone nya dan langsung memberikan padanya.


“Um...terima kasih.....”  Ujar Kaito menoleh untuk melihat siapa yang memberikan smartphone nya.


Tapi tiba tiba kereta berhenti mendadak dan membuat semua berguncang, yang di lihat Kaito hanyalah punggung seseorang yang mengarah kepada nya, dia langsung memundurkan tubuh nya, seorang gadis yang mengambilkan smartphone milik Kaito terduduk di pangkuan Kaito.


“Anooo....maaf ya....kamu....Kaito kun ?” Tanya gadis itu.


Kaito kaget karena gadis itu mengenal dirinya. Dia langsung bertanya kepada gadis itu.


“Um...apa kita saling kenal ?” Tanya Kaito.


Tiba tiba, Reina, Marin, Yuka dan Airi yang menyamar, langsung menempel kepada Kaito,


“Apa yang kamu lakukan senpai ?” Teriak ke empat nya.


“Eh senpai ?” Tanya Kaito.


“Hehehehe nama ku Kururi Chisato, kelas 2-1, salam kenal Kaito kun....” Chisato mundur mendekat menempel ke Kaito sambil memperlihat kan foto di smartphone milik nya.


Kaito langsung mundur tersentak kaget setelah melihat foto nya, tiba tiba Chisato berbalik dan sekarang dia duduk menghadap Kaito, kedua tangannya merangkul leher Kaito.


“Senpaiiiii....” Teriak ke empat gadis yang duduk bersama Kaito.


“Senpai kenapa bisa tahu itu aku.....” Bisik Kaito.


“Hehehe aku detektif....join club ku atau......” Bisik Chisato sambil mengedipkan mata dan tersenyum lebar.


“Detektif ? Malam itu aku di ikuti ? kamu tidak bilang CATS ? oi CATS....CATS...CATSSSSS.” Teriak Kaito di kepalanya.


[.....................]


\=============================


Mission CATS :


- Gadis populer seangkatan : (4/4) Cleared


- Senpai populer : (1/3)


- Unknown


- Unknown

__ADS_1


\=============================


__ADS_2