C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 47


__ADS_3

Di dalam kamar, Kaya minta Hitomi untuk berjaga di luar sementara dia meneruskan pembicaraan.


“Kalian tahu ? semua danau ini adalah reruntuhan yang di maksud. Lokasi pintunya persis ada di tengah danau....kita harus masuk ke dalam besok dan mengambil artefak di dalam, kamu mengerti Kaito ?” Tanya Kaya.


“Hmm....aku mengerti....berarti selama ini reruntuhan itu tidak tersembunyi dong ?” Tanya Kaito.


“Aku pernah baca, katanya ada satu danau terlarang di kota Yoruma yang tidak bisa di masuki oleh orang karena kabut tebal yang menutupi nya, danau itu di anggap angker karena tidak ada orang yang bisa kembali ketika masuk ke dalam.” Gumam Vinne.


“Benar sekali, selama ini reruntuhan itu ada di depan mata kita, aku menemukan reruntuhan ini karena mempelajari catatan papa waktu itu. Itulah sebabnya aku mengajukan ekspedisi ini.” Ujar Kaya.


“Hanya saja sponsor mu adalah sekte kan ?” Tanya Kirara.


“Ya, sebab tidak ada yang tertarik akan hal ini selain mereka, jadi kebetulan sekali Kaito kesini, kita bisa mengambil apa yang ada di dalam reruntuhan.” Jawab Kaya.


“Baiklah, berarti besok kita masuk ke dalam.....” Ujar Karen.


“Bukan kita Karen nee san, Kaito.......kita tidak bisa masuk ke dalam. Hanya yang punya tanda lahir bisa masuk ke dalam...mengerti kan ?” Tanya Kaya.


“Oh begitu, pantas kamu belum masuk ke dalam....” Jawab Karen.


“Iya, aku hanya bisa menunggu Kiyoko nee san atau Kaito yang datang ke sini, itulah sebabnya aku menunggu salah satu di sini sambil mengulur waktu.” Balas Kaya.


“Baiklah kalau begitu, malam ini juga aku akan masuk ke dalam....kalau sendirian lebih baik aku bergerak malam ini.” Balas Kaito.


“Ok, kalau begitu aku jelaskan rutenya......” Tambah Kaya.


Kaya langsung menjelaskan cara masuk ke dalam reruntuhan kepada Kaito, kemudian Kirara, Karen, Kaya, Vinne dan Hitomi akan kembali ke kapal kemudian terbang di atas reruntuhan, ketika Kaito selesai, mereka akan menjemput Kaito dan pergi kembali menuju kota Kosaka. Setelah menjelaskan semuanya, mereka beristirahat menunggu malam tiba.


“Oi Kaya, asisten mu itu bisa di percaya kan ?” Tanya Kirara.


“Tidak perlu khawatir, dia berasal dari desa Kamimura, dia ninja......” Jawab Kaya.


“Hah dari desa mama ?” Tanya Karen.


“Benar, dia kuliah di kota Yoruma, dia punya adik laki laki yang tinggal di desa, namanya Mamoru kun....” Jawab Kaya.


“Oh dia....” Ujar Kaito dan Vinne bersamaan.


“Eh...kalian kenal ?” Tanya Kaya.


Kaito dan Vinne menceritakan kepada Kaya kejadian sewaktu mereka di desa yang melibatkan Suzu dan Mamoru.


“Hahahaha ternyata.....anak itu memang suka begitu, Hitomi pernah bercerita kalau anak itu menempel padanya dan jadi salah satu alasan dia untuk meninggalkan desa.” Balas Kaya.


“Haaaah....masalah seperti itu rupanya...” Ujar Karen.


“Yah...namanya juga masa muda....” Balas Kirara.


******

__ADS_1


Malam harinya, Kaito berjalan menuju danau dalam keadaan menghilang, menurut Kaya, di balik kabut ada jembatan tak kelihatan yang mengarah ke tengah danau. Kaito melangkahkan kaki nya ke dalam kabut dan ternyata perkataan Kaya benar, ada sebuah jembatan yang tidak terlihat sehingga membuat Kaito seperti berjalan di atas air.


“Wow....keren...ada yang seperti ini rupanya.” Gumam Kaito di kepalanya.


[Maju terus Kaito sama, pintunya ada di depan]


“Sip....kamu tahu ya KATS ?” Tanya Kaito.


[Tentu saja]


“Tolong pandu ya....” Balas Kaito.


[Affirmative]


Kaito berlari menelusuri jembatan yang seperti labirin dan berbelok belok sesuai dengan arahan KATS. Setelah berlari cukup lama, Kaito sampai di sebuah pulau di tengah danau yang cukup besar.


“Di sini KATS ?” Tanya Kaito.


[Maju sedikit lagi Kaito sama]


Kaito maju melangkah dan berjalan perlahan karena di penglihatan nya, pulau itu kosong dan tidak ada apa apa. Tiba tiba tangan nya menyentuh sesuatu dan seberkas sinar hijau keluar memindai tubuh Kaito di depan nya, setelah sinar sampai ke tanda lahir di kening nya, “Ting.” Sebuah pintu terbuka di depan Kaito, ternyata di dalam nya adalah sebuah lift. Kaito masuk ke dalam dan hanya ada satu tombol turun di panel yang ada di dalam lift. Kaito menekan nya dan pintu lift tertutup. Dengan perlahan, lift mulai bergerak turun, menuju ke bawah pulau. Dari jendela lift, Kaito hanya melihat tanah yang terus turun, sampai akhirnya dia melihat sebuah gua besar yang sangat dalam di bawah tanah, ketika melihat ke bawah, ada hamparan kota penuh dengan gedung tinggi yang sudah hancur dan menjadi reruntuhan.


“Woooow......” Ujar nya.


[Kita berada sekitar 2000m di dalam tanah, kota di bawah adalah salah satu kota di kerajaan Nekowari, bernama Nekopolis]


“Apa itu KATS ?” Tanya Kaito.


[Tongkat ilusi, sebuah alat untuk membuat ilusi di area sampai radius 1km, alat yang sangat berbahaya jika jatuh ke tangan musuh]


“Baiklah, tolong matikan alatnya KATS, aku mau ambil dan masukkan ke safety box.” Ujar Kaito.


[Affirmative]


[Deactivating staff of illusion].........[completed]


Seluruh isi ruangan langsung berubah, yang tadinya terlihat indah, mewah dan terang, mendadak menjadi gelap dan menjadi reruntuhan. Kaito mengambil alatnya dan memasukkan nya ke safet box. “Wuk...wuk...wuk...” Terdengar suara pesawat dari luar jendela.


“Kaito, lompat....” Teriak Kirara.


Kaito menoleh dan melihat keluar jendela, ternyata Kirara sudah membuka pintu pesawat bersama Karen dan Vinne yang bersiap di belakang nya. Kaito langsung berlari ke arah jendela dan melompat keluar ke pesawat. Kirara, Karen dan Vinne yang sudah siap di pintu menangkap nya.


“Kaya, bawa kita pergi dari sini....” Teriak Kirara.


“Roger....” Teriak Kaya melalui pengeras suara.


Begitu pesawat terbang ke atas, barulah Kaito sadar, kalau dia berada di dalam sebuah lembah dan reruntuhan di depan nya adalah sebuah gedung bertingkat yang tinggi seperti menara. Danau yang di katakan angker dan di selimuti kabut ternyata hanyalah ilusi dan tidak ada. Pesawat menghilang dan melayang naik dari dalam lembah yang sangat dalam. Ketika keluar, pesawat menghancurkan jembatan berliku yang di lalui Kaito sebelum nya sehingga tidak ada yang bisa masuk ke dalam reruntuhan. Setelah di udara, Kaito melihat ke bawah dan di bawah terjadi kehebohan karena adanya reruntuhan kuno seperti menara yang muncul di tempat yang seharusnya danau angker.


“Yuk kita pulang....” Ujar Kirara.

__ADS_1


“Iya...kita pulang....aku masih kagum dan takjub....” Balas Kaito yang terus melihat ke bawah.


“Sama aku juga....” Tambah Vinne.


Pesawat terbang melayang menuju kembali ke kota Kosaka. Kaya meminta kepada Hitomi, kalau mulai sekarang dia harus membantu Kaito dan perjuangan nya melawan sekte. Dengan senang hati Hitomi menerima nya dan dia akan meneruskan kuliah nya di kota Kosaka.


*****


Ketika kembali ke kota Kosaka dan ke rumah pada waktu pagi hari nya, Kaito, Vinne, Kirara, Karen, Kaya dan Hitomi keluar dari basement dan langsung ke toko.


“Kami pulang......” Ujar Kaito.


“Kaito kun, Hana nee sama ada di lantai 2....” Teriak Marin yang sedang membuka toko.


“Benar Kaito kun....naik dulu deh, ada senpai, Reina, Airi dan Suzu juga di sana....” Tambah Yuka yang sedang membantu Marin.


Mendengar ucapan keduanya, Kaito, Kirara, Karen, Kaya dan Hitomi langsung berlari ke lantai dua, mereka masuk ke dalam kantor Chisato. “Brakk...” Kirara membuka pintu nya, di dalam ternyata sudah ada Hana, Chisato, Airi, Reina dan Suzu yang terlihat sepertinya sedang berbincang bincang.


“Ada apa ?” Tanya Kirara.


“Hah kamu datang datang tanya begitu.” Balas Hana.


Kaito, Kirara, Karen dan Kaya melihat sekeliling ternyata di belakang Reina dan Airi ada dua orang perempuan muda yang mereka tidak tahu siapa.


“Siapa mereka nee san ?” Tanya Kaito.


“Ah....jadi begini....” Chisato menjawab.


\==============================


Mission KATS :


-        Artefak kerajaan Nekowari : (2/11)


-        Unknown


-        Unknown


Mission CATS :


-        Maid                       : (2/10)


-        Nee san                   : (5/7)


-        Unknown.


-        Unknown.


\==============================

__ADS_1


__ADS_2