
Yuzuki mengajak mereka semua ke belakang menuju tempat tinggal nya. Kaito yang sedang menggendong Fumiko, Airi, Nagisa dan Chisato berjalan melewati ratusan patung jizoo yang tersebar di halaman kuil, sebelum ke belakang, Yuzuki masuk terlebih dulu ke dalam kuil, dia memasang kembali kepala patung yang terlepas di tubuh nya yang berada di dalam kuil. Setelah itu, mreka bersama sama menuju ke belakang, ke rumah besar yang berada di belakang dengan gaya kuno. Yuzuki membuka pintu nya,
“Aku pulang.....” Teriak nya.
Setelah masuk ke dalam, Kaito, Airi, Nagisa, Chisato dan Fumiko melihat seluruh perabot sudah di tutupi dengan plastik supaya tidak berdebu dan rumah dalam keadaan bersih. Mereka membantu Yuzuki membuka perabot nya yang bungkus plastik supaya bisa mereka pakai ketika tinggal di sana. Melihat tingkat kebersihan di dalam rumah, Chisato bertanya kepada Yuzuki,
“Senpai, kamu sudah berapa lama tidak pulang ?” Tanya Chisato.
“Um...hampir satu tahun.....karena aku ikut sekolah persiapan untuk masuk ke universitas...” Ujar Yuzuki.
“Hmmm kamu sempat pulang tidak baru baru ini ? atau ada petugas yang suka menjenguk rumah ini ?” Tanya Chisato lagi.
“Um...tidak ada....aku juga tidak sempat pulang, baru sekarang aku ke sini lagi bersama kalian....kenapa ?” Tanya Yuzuki bingung.
“Kalau begitu aneh, rumah ini bersih, seperti ada yang merawatnya......” Ujar Chisato.
“Ah...oi detektif, jangan menakut nakuti kita dong....” Balas Fumiko.
“Iya juga, tidak seperti rumah kosong yang sudah di tinggal lama pemilik nya.” Tambah Nagisa yang melihat sekeliling.
“Lantainya juga tidak berdebu, seperti di sapu dan di pel setiap hari....yakin nih senpai tidak ada yang mengurus rumah ini ?” Tanya Airi.
“Yakin sekali, sebab semua kuncinya aku pegang....ini....” Jawab Yuzuki sambil menunjukkan serangkaian kunci yang berada di dalam kantung.
“Hmmmm.....menarik, yuk kita coba masuk ke dalam. Maaf ya senpai.” Ajak Kaito.
“Iya silahkan saja....” Ujar Yuzuki.
Mereka mulai berpencar mencari petunjuk di dalam rumah, Kaito masuk ke ruang tengah bersama dengan Fumiko yang terus menempel padanya, di dalam ternyata dia melihat sebuah altar doa yang besar berada menutupi dinding sebelah kanan ruangan. Lalu foto foto leluhur Yuzuki yang di gantung di dinding. Kaito menghampiri altarnya, ada satu set boneka lengkap, dari kaisar, permaisuri sampai seluruh jajaran anak buah nya yang berada di bawah abu leluhur Yuzuki dan tempat sembayang nya. Ukuran boneka boneka itu sekitar 30 cm jika dalam keadaan berdiri dan jumlahnya ratusan. Melihat boneka boneka yang wajah nya seperti hidup, Fumiko langsung memegang lengan Kaito dengan erat dan bersembunyi di belakang nya,
“Kaito sama.....kita keluar yu dari sini.....aku takut....” Ujar Fumiko.
__ADS_1
“Um...sabar Fumi chan.....aku penasaran dengan boneka boneka ini....” Balas Kaito sambil mengamati boneka boneka di depannya.
“Uuuuh.....aku takut....aku duduk di sofa saja ya....” Ujar Fumiko.
“Iya...duduk saja dulu Fumi chan.....” Kaito mengantar Fumiko duduk di sofa.
Setelah Fumiko duduk, Kaito kembali mengamati boneka boneka itu. Tak lama kemudian,
“Kyaaaaaaaa......” Terdengar teriakan dari luar ruangan.
Kaito langsung menarik Fumiko keluar dari ruangan dan menemukan Airi sedang terduduk sambil melihat ke arah dapur. Airi gemetar dan menunjuk ke dalam, selain Kaito dan Fumiko, Nagisa dan Chisato yang mendengar teriakan Airi juga masuk menghampiri Airi.
“Di...di dalam....” Ujar Airi.
Kaito, Fumiko, Nagisa dan Chisato melihat ke dalam, ternyata di dalam dapur ada 3 buah patung batu jizoo, satu sedang menghadap kompor, satu di atas alas yang menghadap tempat cuci piring dan satu sedang di depan pintu belakang.
“Kenapa patung patung itu ada di sini ?” Tanya Kaito.
Chisato masuk ke dalam dapur dan mulai menyelidiki patung patung itu bersama dengan Nagisa. Tak lama kemudian Yuzuki datang menemui mereka, dia langsung masuk dan menghampiri patung yang berdiri dekat pintu belakang.
“Ah mereka harusnya ada di luar, mungkin tadi tamu itu membawa nya masuk ke sini...sebagai pengganjal pintu....” Ujar Yuzuki sambil mengangkat patung itu dan membawa nya keluar.
“Lah...yang menghadap kompor dan tempat cuci piring ?” Tanya Nagisa sambil menunjuk patung yang posisi nya aneh.
“Kemungkinan terbawa para tamu tadi masuk....jangan di pikirkan, nanti aku keluarkan dan ku taruh kembali di dalam kuil.” Ujar Yuzuki.
Akhirnya mereka semua keluar dan kembali ke ruang tengah, kemudian mereka semua melihat altar dengan boneka yang terususun rapi di altar. Tapi kemudian Fumiko langsung bersembunyi di belakang Kaito setelah melihat altar tempat boneka itu.
“Kaito sama.....kok susunan nya berubah.....ratunya harusnya di kanan kan, kenapa sekarang di kiri ?” Tanya Fumiko dengan suara gemetar.
“Eh...benarkah itu ?” Tanya Chisato.
__ADS_1
Fumiko mengangguk, Kaito berpikir soalnya dia tidak ingat posisi sebelum nya, jadi dia tidak bisa memastikan perkataan Fumiko benar atau tidak. Tiba tiba, “Cklek.” Terdengar suara orang membuka pintu belakang, dari jendela terlihat Yuzuki sedang mengangkut 3 buah patung batu untuk di taruhnya kembali di dalam kuil menggunakan kereta dorong.
“Aku bantu Yuzuki senpai deh....”
Airi langsung berlari keluar dari ruangan kemudian terlihat dari jendela dia menghampiri Yuzuki yang sedang mendorong kereta dorong. Kaito dan lainnya duduk di sofa,
“Ada yang aneh di rumah ini......jujur saja dari tadi aku merasa di awasi seseorang.” Ujar Kaito.
“Aduh....jangan menakut nakuti aku Kaito sama.....” Balas Fumiko merangkul erat tangan Kaito
“Hmm....terus terang, aku juga merasakan seperti ada yang memperhatikan kita...” Tambah Nagisa.
“Jelas saja, seluruh foto di atas yang menempel di dinding melihat ke arah kita....tidak ada apa apa di sini, tapi kalau teori ku benar....” Ujar Chisato sambil berpikir.
“Kalau teori benar ?” Tanya Kaito.
Belum sempat Chisato menjawab, “Brak.” Pintu depan rumah di buka kencang, seseorang berlari masuk ke dalam, ternyata yang masuk ke ruang tengah adalah Airi dengan nafas terengah engah.
“Tolong.....Yuzuki senpai terkunci di dalam kuil.....ada yang aneh di depan kuil.....” Ujar Airi sambil terengah engah.
Kaito dan lainnya langsung menghampiri Airi untuk menenangkan nya, kemudian setelah Airi sudah mengatur nafasnya, Kaito minta Airi menceritakan ada apa, Airi mengatakan ketika dia sedang membantu Yuzuki memindahkan patung patung itu kedalam, dia baru menyadari kalau di halaman depan kuil sudah tidak ada patung yang tertinggal satu pun, dia mulai gemetar dan mendekat ke Yuzuki. Ketika Yuzuki masuk ke dalam untuk menaruh patung yang terakhir, tiba tiba pintu kuil nya tertutup dan meninggalkan Airi di luar, lalu Airi mencoba membukanya dan tidak terdengar apa apa di dalam, kemudian dia lari menuju rumah dan memberitahu yang lain.
“Hmm...baiklah, ayo kita cek, Nagi chan, kamu disini dulu jaga Fumi chan dan Airi chan, biar aku dan Chi chan yang ke depan.” Ujar Kaito.
“Tch....iya, hati hati....kabari kalau ada apa apa..” Balas Nagisa.
“Ayo Chi chan....”
“Ya...ayo....”
Kaito dan Chisato langsung berlari keluar dari rumah, ketika sampai kembali di halaman kuil, keduanya kaget karena benar seperti yang di katakan Airi, halaman dalam keadaan bersih dan patung jizoo yang berserakan berjumlah ratusan di halaman ketika mereka datang, sudah bersih dan tidak tersisa satu patung pun di sana.
__ADS_1