C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 8


__ADS_3

Saat makan siang, di sebuah ruangan bekas kelas memasak yang sudah tidak terpakai di lantai 3, terlihat ada 5 bayangan, 2 bayangan duduk di kursi, 1 bayangan berdiri dan 2 bayangan berlutut di depan bayangan yang dudu. “Blar.” Lampu sorot menyala menyinari salah satu bayangan yang duduk di kursi.


“Baiklah, sidang di buka, silahkan penuntut M....”


Lampu sorot berpindah menyoroti sebuah bayangan yang sedang berdiri dan sepertinya membawa kertas.


“Terima kasih hakim Y, sekarang kita bacakan tuntutan nya. Saksi R mengatakan terdakwa A melakukan penyergapan mendadak kepada korban K yang membuatnya terjatuh dan menodai pipinya. Apa ada sangkalan terdakwa A ?”


“Hehehe bener kok.....” Balas terdakwa A.


“Interupsi, kenapa korban K ikut berlutut di sebelah terdakwa A ?” Tanya korban K.


“Karena menurut saksi  R, sepertinya korban K sudah tahu akan di sergap karena tersenyum senyum sendiri ketika belum turun dari kereta dan tidak langsung melepaskan terdakwa A begitu di sergap sampai akhirnya di nodai, benar begitu saksi R ?” Tanya penuntut M.


“Hiks....benar...benar penuntut M...” Jawab saksi R.


“Tolong jangan di dramatisir....lagian ngapain sih ini, kapan mau makan.” Ujar korban K.


“Dok...dok...dok....jangan mengganggu jalan nya persidangan korban K.” Ujar hakim Y.


“Sebentar...eh interupsi, kok aku tidak dapat pengacara ?” Tanya terdakwa A.


“Kurang orang....” Jawab hakim Y.


“Dan kalian ngapain coba megangin lampu sorot begitu, pinggirin ga, panas....” Teriak korban K pada petugas.


“Hehehe maaf, tapi ini kesempatan langka, kapan lagi bisa satu ruangan bersama idol....Aririn tan....” Balas seorang siswa otaku idol.


“Terima kasih...mwah mwah....” Terdakwa A menembakkan kiss nya.


“Gusrak....brak...prak...” para petugas pembawa lampu sorot dan yang bertugas menyalakan dan mematikan lampu jatuh terkapar dengan wajah tersenyum lebar dan wajah merah. Hakim langsung berdiri dan “Dok..dok..dok...” Dia mengetuk meja tiga kali.


“Terdakwa A di nyatakan bersalah, sidang ditutup, yuk makan.” Ajak Yuka.


“Ok makan dimana ?” Tanya Kaito sambil berdiri.


“Oi...siapa bilang boleh berdiri...” Tegur Marin.


“Loh....” Kaito kembali berlutut.


“Ayo Airi chan, banyak yang kita bertiga mau bicarakan....” Ajak Reina.


“Yuk...udah lama juga aku tidak kesekolah..yuk Marin chan, Yuka chan.” Airi langsung bangun dan menggandeng Reina.


“Oi...di luar banyak wartawan dan peserta sidang tuh....kalian bisa lewat ?” Tanya Kaito.


Ke empatnya menoleh dan melihat banyak sekali siswa dan siswi yang mengerubungi pintu keluar, tentu saja banyak siswa laki laki yang memiliki pandangan siap membunuh dan pandangan iri kepada Kaito yang kerubungi ke empatnya. Reina, Airi, Marin dan Yuka langsung saling menoleh dan melihat satu sama lain.


“Ya sudah lah, kita makan di sini saja....” Ajak Reina.


“Setuju, malas mau keluar....” Tambah Marin.


“Kalian bantu susun meja...sini Kaito kun bantu.” Ajak Yuka yang langsung memindahkan meja ke tengah.


Airi langsung mengusir para otaku itu supaya keluar dan membawa serta aksesoris mereka, sedangkan Reina dan Marin membantu Kaito dan Yuka yang sedang menyusun meja. Setelah itu, ke empatnya duduk bersebrangan dan Kaito harus duduk di tengah.


“Um...kalian tahu tidak ini berbahaya buat ku ?” Tanya Kaito.


“Apanya ?” Tanya Reina.


Kaito menunjuk keluar dengan jempol nya dan Reina melihat banyak sekali siswa yang memandang Kaito dengan aura siap membunuh dan terasa panas di luar kelas.


“Ah biarin aja.....jangan perdulikan....” Ujar Yuka.


“Ok lah, Kaito kun aaaam....” Marin langsung mengarahkan sumpit berisi lauk ke mulut Kaito.


Melihat Marin mencuri start, Reina, Yuka dan Airi langsung mengarahkan sumpit mereka ke mulut Kaito. Dengan perlahan Kaito melirik keluar, dia melihat api yang besar sudah terbakar di luar.

__ADS_1


“Ahahahaha.....ampuuuun.” Ujar Kaito sambil mengambili ke empat lauk yang di sodorkan dengan sumpitnya dan menaruh di bento nya.


Tiba tiba pintu kelas di buka, ke limanya langsung melihat ke arah pintu, ternyata senpai yang kalah kemarin masuk ke dalam dan mendekati Kaito.


“Aaaaah dia lagi, mau apa lagi sekarang.....” Pikir Kaito dalam hati dengan lemas.


“Um...bro, boleh aku gabung di sini ?” Tanya senpai itu dengan sopan kepada Kaito.


“Oh aku sih tidak kebera.......”


“Tidak bisa, acara pribadi, keluar.....” Teriak Reina, Marin, Yuka dan Airi yang ikut ikutan.


Dengan lemas senpai berbalik dan berjalan gontai keluar dari ruangan kemudian menutup nya kembali pintu nya.


“Kalian bertiga, aku mau tanya...kenapa kalian kemarin ada di toko itu ? Dan pemilik tokonya Kaito kun kan ?” Tanya Airi.


“Um...mereka partimer di toko ku....” Jawab Kaito.


“Oh begitu....duh, idol tidak boleh ambil partime...hmmm gimana kalau aku bilang agensi ku supaya setiap hari aku menyumbang kan lagu dan tarian di sana hehe.”


“No...dilarang keras...bisa hancur toko ku...” Kaito takut rahasianya terbongkar kalau ada banyak orang datang ke tokonya, karena sebenarnya toko itu hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan tempat aktifitas nya.


“Fiuuuuh...aman...” Reina, Marin dan Yuka bernafas lega.


“Ah kalau gitu aku kerja partime saja dan berhenti jadi idol....” Balas Airi.


“Mana bisa....” Balas Reina, Marin dan Yuka kompak.


“Ada yang mau aku tanyakan kepada Airi san, bagaimana kamu bisa membawa lukisan itu dan kenapa tidak ke polisi ?” Tanya Kaito yang tiba tiba serius.


Airi langsung menceritakan kalau dia mengambil secara diam diam lukisan itu saat dia di sekap di apartemen dan melarikan diri, dia sempat membawa lukisan itu ke polisi, tapi polisi tidak bisa mengidentifikasi lukisan itu asli atau palsu, jadi mereka minta Airi mengidentifikasi lukisan nya dulu, kemudian Airi berjalan di sekitar distrik pertokoan dan menemukan toko barang antik. Dia awalnya sempat lega, tapi ketika Kaito bertanya, dia menjadi takut dan berpura pura menelpon, kemudian ketakutan nya bertambah ketika melihat ketiga teman nya ada di toko itu, dia keluar dan tertangkap lagi oleh suruhan pemeras itu.


Dia di bawa ke apartemen pemeras itu lagi dan di paksa menemani nya tidur, tapi dia terus menolak sampai pemeras memilih wanita lain yang di sekap bersamanya, walau tubuh nya sempat di gerayangi dan setengah telanjang. Lalu dia keluar diam diam dari kamar menuju ruang kerja untuk mengambil laptop dan smartphone yang ada foto dirinya berganti pakaian dalam keadaan telanjang. Kemudian ketika masuk dia bertemu dengan orang yang sedang membongkar brankasnya. Karena takut Airi berpura pura  berjalan sambil tidur supaya orang itu tidak menyerangnya karena dianggap yang punya apartemen. Tapi orang itu ternyata malah keluar dan keesokan paginya polisi datang dan langsung menangkap pemerasnya itu.


“Ini bukan ulah mu yang menuntun dia ke toko kan CATS ?”


“Yup, ulah mu.....haduuuuh....” Ujar Kaito.


[Sama sama, senang bisa membantu.]


“Hey, tidak ada yang berterima kasih....” Balas Kaito kepada CATS.


****


“Syukurlah kalau begitu....” Ujar Kaito berbicara kepada Airi.


Kemudian Kaito berdiri dan berjalan menuju keluar kelas karena dia bilang dia mau ke kamar mandi. Setelah Kaito keluar, ke empatnya mulai berdiskusi,


“Hei, kalian lihat ini....ini bukannya lukisan yang kemarin ?” Tanya Yuka sambil memperlihatkan smartphone nya yang berisi berita polisi mengembalikan lukisan ke museum dan ada foto lukisan yang mereka lihat.


“Hmmm iya benar, tidak salah lagi, kapan ya polisi datang ? rasanya dua hari ini aku di sana terus deh sampai malam....” Jawab Marin.


“Iya, aku juga melihat dari toko ku tidak ada tuh polisi yang datang dan Kaito kun tidak pernah membawa lukisan itu keluar...” Tambah Reina.


“Hmmmmm.....” Gumam ketiga nya.


Airi diam saja, karena dia sudah tahu Kaito lah yang membongkar kasus nya dan membuat pria yang memerasnya di tahan. Melihat Airi yang diam saja, ketiga teman nya menjadi curiga dan mulai menginterogasi Airi. Pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan kepada Airi yang semakin berkeringat karena berusaha merahasiakan nya. Akhirnya Airi bertanya,


“Maaf nih, tapi kalau boleh tahu, gimana kalian dengan Kaito kun ?” Tanya Airi.


Ketiganya langsung berpikir keras, wajah ketiganya mulai memerah, akhirnya mereka bercerita kepada Airi kalau mereka menemukan rahasia Kaito dan menjadikan nya pesuruh,


“Loh aku tidak tanya itu....maksudnya kalian itu bagaimana dengan Kaito kun...kalau aku langsung saja, aku suka dia...aku mau jadikan dia pacar ku, aku tidak perduli larangan idol tidak boleh punya pacar.” Balas Airi tegas.


“Blussssh.” Wajah ketiga nya langsung menjadi semerah tomat dan menunduk  Sebenarnya ketiganya mengerti maksud pertanyaan Airi, mereka hanya malu mengakuinya, tapi mendengar perkataan Airi, ketiganya kompak menjawab,


“Tidak boleh....”

__ADS_1


“Nah kan....berarti kalian bertiga sama seperti ku, kenapa tidak jujur sih, sejak kapan kalian suka dia ?” Tanya Airi.


Akhirnya Marin yang pertama cerita, dia mengatakan sudah suka sama Kaito itu sejak dia masih culun dan otaku, alasannya karena dirinya model, para siswa laki laki memandangnya dengan pandangan mesum dan berlomba lomba mendekatinya. Sedangkan siswi perempuan benci dengan dirinya walau tidak ada yang berani berbuat macam macam. Hanya Kaito yang murni melihat nya sebagai teman tanpa motif apapun walau Kaito merasa dirinya tidak pantas bicara dengan Marin. Sejak dia mengenal Kaito, Marin terus memaksa Kaito supaya berubah dan tidak perlu takut padanya, tapi yang membuat dia benar benar jatuh hati ketika Kaito menolong nya di gudang saat dia hampir di perkosa, secara sekilas, ketika Kaito membuat pingsan para senpai itu, dia melihat sosok Kaito yang sekarang, lalu dia mempertegasnya dari bau tubuh nya yang tercium ketika Kaito melewati dirinya di tengah asap. Begitu Kaito membuka rahasianya, Marin langsung menerkam nya.


Setelah itu, Reina juga bercerita kalau liontin satu satunya peninggalan ibunya di ambil oleh para siswi yang membully nya di sekitar kandang kelinci, Kaito mengembalikan padanya, tapi belum sempat dia mengutarakan terima kasihnya, Kaito sudah pergi seperti tidak mau apapun dari dirinya, Reina mulai penasaran, dia mulai mencari Kaito dan baru menemukan nya ketika pulang sekolah, dia tidak sengaja melihat Kaito berubah, lalu karena ternyata rumah nya juga di distrik pertokoan, dia semakin penasaran. Yang membuat dirinya jatuh hati, Kaito minta maaf karena membohongi dirinya dengan mengaku senpai, padahal dia tidak marah karena dia sudah tahu yang namanya Kaito hanyalah Tanaka Kaito kelas 1-2 dan sosok Kaito cupu itulah yang dia lihat berubah. Dia berpikir jarang sekali ada cowo mau mengakui salahnya dan jujur.


“Kalau aku, kebetulan menyaksikan dia tanding basket dan beraksi di depan gerbang sekolah....” Ujar Yuka.


“Jangan bohong Yuka chan....ingat, kita satu sekolah waktu smp dulu...bersama Kaito kun juga.....” Tegur Airi.


Karena di tegur dan di tembak oleh Airi, barulah Yuka bercerita kalau dia sudah suka dengan Kaito sejak smp kelas 2, alasannya setiap dia sedang berlatih keras karena kalah, Kaito selalu duduk kursi penonton sambil membaca buku dan menemani nya berlatih, begitu dia selesai Kaito pasti ikut pergi walau tidak pergi bersama dengan nya. Ketika Yuka menanyakan alasannya pada Kaito, jawaban Kaito membuat dia ingin berteman dengannya, jawaban Kaito simpel, karena kamu di jauhi maka aku temani, sebab aku juga tidak punya teman. Sejak itu dia mulai sering bicara dengan Kaito, sampai Kaito di bully keras di kelas tiga dan di depan dirinya. Kaito melihat dirinya yang diam saja dan akhirnya menjauh darinya. Yuka merasa bersalah dan berniat minta maaf, tapi Kaito selalu menghindari nya. Lalu dia tahu kalau Kaito masuk ke  sma  yang sama dengan nya dan dia berkali kali mencari cara untuk bicara dengannya.  Tapi suatu hari,  karena dia mendengar di lorong Reina dan Marin memanggil seseorang yang asing di matanya dengan sebutan Kaito, di tambah dia terlihat keluar dari kelas 1-2 bersama Marin, dia jadi penasaran. Lalu setelah tidak sengaja melihat aksi Kaito di lapangan basket dan di depan gerbang, barulah ambisi untuk membuat Kaito menjadi milik nya muncul.


“Hehehe makanya jangan bohongi aku, Yuka chan, baiklah sekarang giliran ku, kenapa aku bisa suka dia, karena dialah yang membongkar kasus itu dan menolong ku, aku salah satu korban orang yang di tangkap itu. Ditambah, kebetulan aku memergoki nya, kalian sudah dengan ceritaku tadi kan waktu Kaito kun tanya. Dia sudah pintar bisa menilai barang antik, punya toko, di tambah bagiku dia super hero, wajar sekali kan aku jatuh hati padanya.” Ujar Airi.


Reina, Marin dan Yuka langsung tertegun mendengar cerita Airi. Ketiganya langsung berdiskusi, mereka heran kapan Kaito melakukan aksinya karena mereka terus bersama nya.


“Kalian baca ini....selama dua hari ini, aku melakukan penyelidikan sendiri....” Airi memperlihatkan smartphone nya.


Di smartphone nya ada berita mengenai urban legend yang muncul kembali setelah 10 tahun tidak muncul bernama Phantom cat, karena di gosipkan kalau yang membongkar kasus kemarin adalah Phantom cat.


“Hmm aku tahu urban legend ini, maling yang beraksi mencuri dari penjahat dan menangkap nya, kemudian mengembalikan barang curiannya kepada korban penjahat itu. Di distrik pertokoan, Phantom cat cukup terkenal, tapi ada satu yang aneh, Kaito kun kan laki laki, dari yang sering aku dengar Phantom cat itu perempuan.” Ujar Reina.


Keempatnya terdiam dan berpikir, tiba tiba pintu kelas di buka, Kaito masuk kembali ke dalam sambil mengelap keringatnya.


“Maaf lama, tadi sensei minta bantuan ku membawakan buku hehehe....”


“Pasti bohong....” Gumam ke empatnya.


“Eh...benar kok...oh satu lagi, hari ini kalian tidak usah ke toko ya, sebab aku mau mengantar nee san ke bandara, dia mau keluar negeri hari ini dan kembali 3 bulan lagi. Jadi hari ini toko tutup dulu.” Balas Kaito.


Ke empatnya langsung berdiri kemudian menyingkir dari Kaito dan membuatnya heran, kemudian ke empatnya berdiskusi, setelah selesai mereka kembali ke meja dan duduk lagi.


“Buka saja Kaito kun, kami yang jaga....” Ujar Reina.


“Iya, kita kan pegawai mu....masa kamu ga ada malah tutup...” Tambah Marin.


“Tidak masalah kan, kasihan kalau ada tamu jauh datang...” Tambah Yuka.


“Aku juga bantu hari ini ya.....” Tambah Airi.


“Eh...tapi kalau ada tamu bukan tamu beli bagaimana, seperti baasan dan Airi san beberapa hari lalu ?” Tanya Kaito.


“Tenang saja, kita bisa......” Jawab ke empatnya.


“Oi CATS, ga apa apa nih kasih mereka sendirian di toko ?” Tanya Kaito di kepalanya.


[No problem, suatu hari nanti mereka juga akan mengerti.]


“Maksud ?”


[Kalau mereka sudah menjadi istri dari Kaito sama mau tidak mau mereka paham.]


“Tolong jangan bawa bawa masa depan yang belum kelihatan ya.”


[Aku sudah melihatnya.]


“Aku belum, jadi jangan spoiler.”


[Affirmative]


Karena menurut CATS tidak masalah, akhirnya Kaito memberikan kuncinya kepada Reina yang rumahnya hanya berbeda dua toko dari toko nya. Wajah ke empatnya langsung terlihat ceria dan langsung berbisik di depan Kaito.


“Aksi detektif kita di mulai....” Ujar Reina.


“Siap.....” Balas Marin, Yuka dan Airi.


Selesai makan siang, Kaito pamit dengan sensei dengan alasan untuk mengantar keluarganya ke bandara untuk keluar negeri, sensei mengijinkan nya dan Kaito langsung keluar dari kelas. Marin dan Airi yang sekelas dengan Kaito melambaikan tangan ketika dia keluar dan Kaito melambaikan tangan nya. Marin dan Airi saling melirik dan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2