C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 62


__ADS_3

Melihat pintu kuil yang terkunci, Kaito dan Chisato langsung berusaha membuka pintu nya dan berteriak memanggil Yuzuki di dalam,


“Yuzuki senpai......” Teriak Kaito sambil memukul pintu.


“Senpai.....buka pintunya.....” Teriak Chisato sambil memukul pintu.


Tidak ada jawaban apapun dari dalam, akhirnya Kaito memutuskan untuk membuka paksa pintu kuil, dia menendang nya sampai hancur dan masuk ke dalam bersama dengan Chisato. Ketika di dalam, Kaito dan Chisato kaget melihat ratusan patung jizoo yang tersusun rapi di depan mereka dengan segala ukuran dan dua buah patung jizoo besar yang melambangkan laki laki dan perempuan berdiri di belakang semuanya. Mereka melihat Yuzuki tergeletak di depan patung patung itu dalam keadaan pingsan. Kaito dan Chisato langsung menghampiri Yuzuki yang pingsan.


“Senpai....senpai.....” Ujar Chisato sambil menepuk nepuk tubuh Yuzuki.


“Chi chan....lihat, bekas luka bakarnya.....” Ujar Kaito sambil menunjuk pipi Yuzuki.


Chisato menyingkirkan sebagian rambut Yuzuki yang menghalangi pipi yang ada bekas luka bakarnya, ternyata luka bakarnya sudah tidak ada dan hanya tersisa sedikit di bagian leher.


“Kita bawa senpai dulu ke rumah, Chi chan bantu aku.....” Ujar Kaito sambil menggotong tubuh Yuzuki.


“Baik.....” Ujar Chisato sambil memperhatikan patung patung batu jizoo yang tersusun rapi di dalam kuil.


Akhirnya keduanya membawa Yuzuki kembali masuk ke dalam rumah di belakang dan membaringkannya di sofa ruang tengah, mereka berkumpul kembali bersama Nagisa, Airi dan Fumiko. Ketika semua sedang merawat Yuzuki, Chisato menoleh melihat altar besar yang berada di dinding dan melihat susunan boneka di dalam nya. Kemudian Chisato mengambil smartphone nya dan memfoto rak boneka di depan nya,


“Airi chan....ikut aku sebentar....” Ajak Chisato.


“Eh....mau kemana senpai ?” Tanya Airi.


“Kuil....ada yang mau aku pastikan....” Balas Chisato.


Chisato keluar ruangan bersama dengan Airi, mereka kembali ke kuil yang ada di depan dan masuk ke dalam. Ketika sampai di dalam, Chisato membuka foto boneka boneka di rak yang ada di smartphone nya.


“Sudah ku duga.....” Ujar Chisato.


“Eh....menduga apa senpai ?” Tanya Airi.


“Lihat....susunan boneka di altar dan susunan patung patung ini....sama tidak ?” Tanya Chisato.


Airi melihat smartphone Chisato dan membandingkan nya dengan susunan patung patung batu di depan nya.

__ADS_1


“Um....iya sama, model nya saja yang berbeda....” Ujar Airi.


“Ah model bisa apa saja....yang penting susunan nya.....Airi chan, coba kamu geser 1 patung yang ada di depan....” Ujar Chisato.


Airi langsung maju dan menarik maju sebuah patung jizoo yang berada persis di depan nya. Kemudian Chisato menelpon Kaito yang berada di dalan ruang tengah, dia bertanya kepada Kaito apa boneka di rak ada yang bergeser atau tidak. Kaito mengatakan ada satu yang maju ke depan, kemudian Chisato meminta Kaito untuk menaruh boneka itu kembali pada tempatnya. Ketika Kaito melakukan nya, patung jizoo di depan Airi langsung bergeser kembali masuk ke dalam tempatnya dan membuat Airi bersembunyi di belakang Chisato karena ketakutan.


“Pa...patung nya jalan sendiri senpai.....aku kok jadi takut nih.....” Ujar Airi.


“Hehehe sesuai dugaan ku......yuk kita kembali ke rumah.....”  Ajak Chisato.


Keduanya keluar dari kuil dan berjalan kembali ke rumah. Setelah sampai kembali ke ruang tengah, Chisato langsung mengambil boneka raja yang ukuran nya berbeda dengan yang lainnya. Dia mengamatinya dan membalik nya untuk melihat ada apa di bawah nya,


“Hum...hum....hum....aku mengerti sekarang.....”


“Apa Chi chan ?” Tanya Kaito.


“Nanti kita tunggu Yuzuki senpai bangun....ada beberapa yang mau ku tanyakan, tapi yang jelas, patung patung batu di kuil dan boneka boneka ini berhubungan.” Ujar Chisato.


“Hah....benarkah begitu ?” Tanya Nagisa.


“Uh...detektif dekil, kamu jangan menakut nakuti......” Tambah Fumiko.


Chisato memperlihatkan bagian bawah boneka raja itu, ternyata ada sebuah mesin seperti remote kontrol di dalam nya yang menyala berwarna hijau. Setelah memperlihatkan boneka itu, Chisato mengembalikan nya ke tempatnya sekalian memeriksa tempatnya.


“Yang belum terpecahkan adalah, kenapa bisa bergerak sendiri tanpa ada yang menyuruh dan memerintah nya....” Gumam Chisato.


“Oh begitu ya....” Balas Kaito.


Akhirnya mereka menunggu Yuzuki sadar, karena menurut Chisato kuncinya ada pada Yuzuki. Nagisa yang penasaran mengecek kembali ke kuil sendirian sambil menunggu Yuzuki siuman.


“KATS...kamu tahu fenomena ini ?” Tanya Kaito di kepalanya.


[....................]


“Oi KATS......”

__ADS_1


[....................]


“Ah payah kamu.....” Ujar Kaito.


Tiba tiba Nagisa kembali dan masuk ke ruangan dengan terburu buru, sepertinya dia berlari dari kuil kembali ke rumah,


“Kalian....harus lihat ini.....ayo ikut aku....” Ujar Nagisa terengah engah.


Kaito, Nagisa dan Chisato berlari keluar untuk kembali menuju kuil, begitu sampai, mereka melihat patung besar laki laki yang berada di belakang bergeser dan ada sebuah ruangan di belakang nya. Ketiganya menghampiri ruangan yang di dalam nya ada sebuah tangga turun ke bawah, mereka turun menelusuri tangga dan tiba di sebuah ruangan. Di dalam ada sebuah benda seperti kapsul yang terbaring di tengah tengah, banyak tali jerami yang di pasang jimat memutari kapsul itu, kondisi ruangan seperti ruangan yang di pakai untuk ritual. Di dekat kapsul itu ada tengkorak seseorang yang menghitam tersender di dinding. Chisato mengamati tengkorak itu,


“Ruangan apa ini....” Ujar Kaito.


“Hum.....kalau analisa ku benar, dulu ketika Yuzuki senpai mengalami luka bakar separuh badan seperti yang dia ceritakan, dia pasti di rawat di sini....coba bayangkan, anak kecil yang terkena luka bakar separuh badan dan masih hidup aku rasa hanya Yuzuki senpai....dan yang membawanya kesini kemudian memasukkan nya ke dalam kapsul adalah orang ini.” Ujar Chisato sambil menunjuk tengkorak nya.


“Apa maksud mu detektif...coba jelaskan....” Balas Nagisa.


"Yuzuki senpai tidak mengalami kebakaran di hutan, kalau melihat ruangan ini, sepertinya kebakaran terjadi di kuil ini.....orang ini, aku tidak tahu siapa dia, tapi dia yang menolong Yuzuki senpai." Jawab Chisato.


“Hmm begitu rupanya.” Balas Nagisa.


Chisato maju mendekati kapsul dan mengamatinya, kemudian dia tersenyum dan memanggil Kaito juga Nagisa maju mendekat,


“Lihat.....”


Chisato menunjuk ke samping kapsul di bagian bawah nya, Kaito dan Nagisa yang melihat nya sedikit kaget karena ada tanda lahir Kaito tergambar disana.


“Ini kan......lambang KATS......” Ujar Kaito.


“Benar, tidak salah lagi, alat ini di ambil dari reruntuhan Nekowari, coba lihat di bawah lambang nya....” Ujar Chisato.


Kaito dan Nagisa melihat ke bagian bawah lambang yang mereka lihat, ternyata ada susunan lampu seperti led berwarna hijau yang susunan nya mirip dengan susunan boneka dan patung patung di atas.


“Ok misteri terpecahkan, tidak ada hantu di sini...yang ada adalah teknologi jaman dulu yang di anggap hantu....sekarang tinggal menunggu Yuzuki senpai bangun, aku masih belum tahu kenapa mereka semua bisa bergerak sendiri.” Ujar Chisato.


“Benar juga....walau Yuzuki senpai pergi dari sini dan pindah ke kota Kosaka, semua ini hidup....bagaimana bisa ?” Tanya Kaito.

__ADS_1


“Memang sepertinya yang bisa menjawab nya hanya Yuzuki senpai...ayo kita naik.” Jawab Nagisa.


Akhirnya ketiganya meninggalkan ruangan itu dan naik kembali ke atas, ketika kembali ke ruang tengah, barulah Chisato sadar kalau dia meletakkan boneka raja sedikit bergeser dari tempatnya dan itulah yang membuat Nagisa menemukan pintu di belakang nya. Setelah menjelaskan semuanya kepada Fumiko dan Airi yang menjaga Yuzuki, Fumiko dan Airi menjadi lega, mereka jadi tidak takut lagi.


__ADS_2