C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 34


__ADS_3

Para petugas kereta akhirnya berhasil menyingkirkan batu besar yang menghalangi jalur rel kereta di dalam terowongan.


“Penumpang yang terhormat, sekarang kita akan melanjutkan perjalanan kita menuju desa Kunikawa, terima kasih atas kesediaan nya menunggu. Mohon maaf kenyamanan perjalanan anda terganggu.” Pengumuman oleh masinis menggunakan speaker.


“Nah akhirnya sudah selesai...kita jalan lagi...” Ujar Marin.


“Iya benar, perjalanan yang lama sekali....” Tambah Chisato.


Kereta mulai bergerak lagi dan mulai berjalan maju dengan perlahan melewati sisa sisa batu yang sudah di pindahkan. Kaito dan lainnya bisa melihat bekas nya dari jendela,


“Huaaaah....aku bangun....enak sekali tidur ku, kita dimana ?” Tanya Vinne.


“Gruyuuuuk.” Perut Vinne menjawab pertanyaan nya, Reina, Nagisa, Airi dan Yuka yang ada di sebelah nya menjadi tertawa dan mulai mencubiti pipi Vinne karena gemas, mereka memberi kan  Vinne onigiri dan roti untuk mengisi perut nya. Vinne langsung makan dengan lahap, tanpa melihat ke kanan dan kiri. Perjalanan di dalam terowongan memakan waktu 1 jam, akhirnya kereta keluar dari terowongan dan terlihatlah hamparan hutan yang luas di bawah pengunungan.


Menurut petugas kereta perjalanan masih memakan waktu dua jam lagi baru sampai ke desa Kamimura.


“Wah pemandangan yang indah....” Ujar Fumiko sambil melihat keluar dari jendela.


“Tch...ojousama jarang sih ya lihat pemandangan seperti ini....” Ujar Nagisa.


“Ara...memang prince pernah ke pedalaman seperti ini ? bukankah prince anak kota ya dan tidak pernah menyentuh desa.” Balas Fumiko.


“Kalian ini apa sih....ribut banget....” Ujar Chisato.


“Diam detektif dekil.....” Balas Nagisa.


“Heeeee prince nantang rupanya.......” Balas Chisato.


[Hati hati semuanya, ada beberapa orang asing masuk ke dalam kereta, mereka tidak berniat baik]


“Siap...” Teriak semuanya.


“KATS perintah leader, gunakan skill vanish kepada semuanya....sekarang.”


[Affirmative]


KATS langsung membuah Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko, Emi, Suzu dan Vinne menghilang. Kaito sendiri juga langsung menggunakan skill milik nya. Tak lama kemudian beberapa orang berpakaian loreng tentara masuk memeriksa semua penumpang. Mereka melewati Kaito dan lainnya yang sudah menghilang,


“Bagaimana mereka bisa masuk ke sini ?” Tanya Kaito di kepalanya.

__ADS_1


[Mereka menyusup ketika kereta keluar dari terowongan, sepertinya mereka sudah menunggu kereta lewat]


“Apa tujuan mereka ?” Tanya Kaito.


[Mereka mencari kita, sekte terlibat dalam hal ini, untuk sementara kita jangan bertindak, kita tidak ingin sekte tahu kita menuju desa]


Tiba tiba tiga orang pria berbusana tentara kembali dan karena melihat tempat duduk Kaito dan lainnya kosong, mereka berniat duduk di sana, Nagisa, Yuka dan Airi langsung pindah dan duduk di pangkuan Kaito dan Marin di sebelah nya. Ketiga orang itu duduk dengan santai.


“Ugh.....badan mereka bau....” Ujar Reina yang duduk persis di sebelah mereka.


“Tahan....jangan sampai kita ketahuan.” Ujar Kaito.


Seorang pria menoleh dan melihat ada sebuah onigiri tergeletak di gagang kursi, dia langsung mengambil nya.


“Hei ada yang meninggalkan makanan di sini.....lumayan....” Ujar nya sambil membuka onigiri itu.


“Hiks...makanan ku.....” Ujar Vinne di kepalanya.


“Sabar Vinne chan, masih banyak kok tenang saja....” Ujar Chisato.


Ketiga pria itu mulai berbincang bincang, mereka di tugasi mencari kelompok Phantom cat yang di duga menaiki kereta untuk menuju ke reruntuhan, alasan mereka ingin merampok dan menjarah reruntuhan karena sekte berani membayar mahal apapun yang mereka temukan di dalam. Terutama jika mereka bisa menemukan senjata kuno berkekuatan dashyat yang bisa memusnahkan segalanya peninggalan peradaban jaman dahulu.


[Konon, peradaban yang hilang jaman dulu pernah menciptakan senjata yang bisa mengguncang dunia dan mereka gunakan untuk berperang yang pada akhirnya memusnahkan mereka sendiri]


“Senjata macam apa itu ?” Tanya Kaito.


[Aku tidak bisa memberikan penjelasan rinci nya, sebaiknya senjata itu tidak di temukan dan terkubur selamanya]


“Huaaaah.” Emi terbangun dari tidurnya, karena merasa kesempitan dan sulit untuk bergerak.  Ketika dia membuka mata dan melihat ke depan, dia melihat tiga orang pria berpakaian tentara dan berwajah garang sedang duduk di depan nya.


“Apa ini....haaaaaah....”


“Buk...bak...buk..” Emi langsung meninju dan menendang ketiga orang itu sampai pingsan dan tidak bergerak lagi.


“Emi chan....” Teriak Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko di kepala mereka.


“Eh...oh kita menghilang ya....maaf, aku kaget....” Ujar Emi.


Tiba tiba beberapa orang yang lain langsung berlarian menghampiri ketiga orang yang pingsan. “Cklik.” Mereka menodongkan senapan nya ke arah Kaito dan lainnya, walau para tentara itu tidak melihat mereka sambil memeriksa ketiga teman nya.

__ADS_1


“Kalau sudah begini, apa boleh buat....hajar mereka.” Ujar Kaito.


“Siap.....” Teriak yang lainnya.


Dalam sekejap, lima pria berpakaian tentara itu tumbang satu persatu, kemudian Reina, Emi dan Chisato menyingkirkan para pria yang duduk di kursi untuk bersatu dengan teman teman nya di lantai. Kaito dan lainnya mulai muncul kembali, tapi,


“Plok....plok....plok.....” Terdengar suara orang bertepuk tangan di belakang mereka.


Kaito, Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko, Emi dan Vinne berdiri kemudian berbalik melihat siapa yang bertepuk tangan, ternyata ada seorang ninja sedang berdiri di belakang sambil bertepuk tangan.


“Selamat datang di desa Kamimura, Phantom Cat.....” Ujar nya.


“Munya...zzzzzzzz.....” Suzu masih tertidur dengan lelap dan sama sekali tidak terbangun mendengar suara keributan barusan.


“Hohoho....ternyata Suzuno bersama kalian, terima kasih sudah menjaga Suzuno.” Ujar ninja itu menunduk.


“Siapa kamu ?” Tanya Kaito.


“Nanti kamu akan mengerti setelah bertemu dengan Kanaka san. Sampai nanti semuanya, biar kami bersihkan para penjahat ini.”


Ninja itu menjentikkan jarinya dan beberapa ninja muncul mengambil para pria berpakaian tentara yang tergeletak di lantai kemudian menghilang begitu saja sambil membawa para pria itu, meninggalkan Kaito dan lainnya yang tertegun melihat nya.


“Bagaimana cara mereka membawa para pria besar itu pergi ya ?” Tanya Chisato.


“Tidak tahu, aku malah baru tahu kalau ninja itu beneran ada....” Jawab Nagisa.


Kereta terus berjalan dengan kencang, Kaito dan lainnya kembali duduk, mereka melihat desa Kamimura di sebrang rel yang melingkar dan kereta sudah pasti akan menuju ke sana. Kaito dan lainnya bertanya tanya, apa yang akan menimpa mereka ketika mereka tiba di desa yang sudah kelihatan di depan mereka itu.


“Huaaaaah.....nyem...nyem....hmmm...eh...ada apa ? kenapa semuanya tegang seperti itu, oh kita sudah mau sampai......” Ujar Suzu yang baru bangun.


Semuanya langsung menoleh kepada Suzu yang baru bangun dan membuat Suzu heran,


“Tolong ceritakan tentang desa Kamimura kepada kita....semuanya.” Ujar Kaito dan lainnya.


“Eh...iya....tapi kenapa kalian melihat ku seperti itu....” Ujar Suzu bingung.


“Cepat.....” Teriak semuanya.


“Iyaaaaaa......aku cerita....” Balas Suzu.

__ADS_1


__ADS_2