C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 70


__ADS_3

Keesokan harinya, pagi pagi sekali, Gundo bersama walikota dan dua asisten nya datang ke gedung badan antariksa negara. Melihat barisan orang penting datang, para penjaga langsung menyingkir dan membukakan pintu tanpa ada yang berani bicara. Mereka langsung menuju kantor direktur. Dua asisten berjaga di pintu yang sudah di kunci. Langsung saja Gundo menekan tombol di bawah meja kerja, lemari terbuka dan di depan nya ada sebuah brankas lengkap dengan kunci nya. Gundo meletakkan telapak nya di alat pemindai, setelah alat menjadi hijau, keluar alat pemindai retina di atas nya. Gundo menempelkan matanya ke alat itu, “Klik.” Suara kunci terbuka, setelah itu Gundo menyingkir dari pintu, walikota maju dan membuka pintu brankas.


Di dalam brankas, ada sebuah alat dengan tombol besar berwarna merah di tengah nya, tulisan nya adalah “launch” Setelah itu, mereka melihat beberapa cetak biru rancangan pesawat antariksa yang akan di luncurkan dan rancangan markas serta bangunan yang akan mereka kerjakan di bulan.


“Wow luar biasa, ternyata ini rencana besar mereka....” Ujar walikota.


“Mereka mau membuat markas di bulan tujuan nya apa ya ?” Tanya seorang anak buah.


“Lihat....amplop ini....” Anak buah satunya mengambil sebuah amplop putih dengan lambang seekor gagak berwarna emas dan bertuliskan rahasia.


Walikota mengambil berkas itu dan membuka nya, kedua anak buah nya juga ikut membaca bersama dengan walikota. Ketika di baca, wajah ketiganya menjadi pucat, karena di dalam amplop itu adalah berkas berisi agenda rahasia sekte yang bertujuan untuk membuat peradaban baru dengan menghancurkan dan memusnahkan peradaban yang lama. Tujuan mereka supaya mereka bisa menguasai tatanan peradaban baru di dunia yang baru dengan mereka sebagai dewa yang berkuasa. Detail tahapan perencanaan nya di tulis secara detail di dalam berkas, dari menyebarkan pandemi sampai menjatuhkan meteor setelah markas di bulan jadi.


“Mengerikan, jadi ini sebenarnya tujuan mereka.....” Ujar walikota.


Dua anak buah walikota, mengambil kamera poket mereka dan memfoto seluruh berkas tanpa terkecuali dan cetak biru pesawat juga markas mereka di bulan. Setelah selesai, mereka memasukkan lagi semua berkas dan mengambil alat nya. Setelah Gundo menutup pintu brankas, ke empatnya berjalan keluar dari gedung. Mereka pergi ke belakang gedung, walikota mengusap wajahnya dan berubah menjadi Kaito, sedangkan dua anak buah nya mengusap wajahnya dan menjadi Reina kemudian Chisato. Ketiganya menembakkan grappler mereka ke atas dan membawa clone Gundo naik ke pesawat. Begitu di pesawat,


“Fiona, tolong buatkan salinan alat ini yang tidak berfungsi....” Ujar Kaito sambil memberikan sebuah alat dengan tombol merah di tengahnya.


“Baik....” Fiona mengambil alatnya dan berjalan keluar dari anjungan untuk ke ruang mesin bersama clone Gundo.


Sementara Fiona mengerjakan tugasnya, Kaito, Reina dan Chisato duduk di anjungan,


“Ternyata mereka mau memusnahkan umat manusia....” Ujar Chisato.


“Benar, segitunya ya mereka mau menjadi dewa...” Balas Reina.


[Semua ini adalah kemauan CROWS sejak dahulu]


“Benarkah itu KATS ?” Tanya Kaito.


[Benar, itulah sebabnya sekte mengejar reruntuhan kerajaan Nekowari dan berniat menghancurkan nya. Alat dan peninggalan nya akan mereka gunakan untuk kepentingan mereka. Tujuan nya supaya peradaban baru tidak mengetahui sejarah yang sesungguhnya]


“Berarti kita harus cepat temukan semua alat dan peninggalan jaman dulu, jangan sampai satupun jatuh ke tangan mereka...” Ujar Chisato.


[Itu benar, dengan adanya hambatan ini, mereka akan mencari jalan lain untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dan rencana besar mereka tertunda]

__ADS_1


“Jadi sekarang waktunya kita cari peninggalan keluarga kita....” Tambah Reina.


“Baiklah, setelah ini, kita fokus mencari reruntuhan peradaban kerajaan Nekowari.” Ujar Kaito.


“Tapi besok bagaimana ?” Tanya Chisato.


“Besok kita akan membuat sulap terbesar yang pernah ada, benar tidak KATS....” Jawab Kaito.


“Hehehe....benar, pokok nya besok pasti akan seru.” Tambah Reina.


Tak lama kemudian, Fiona kembali memberikan alat yang Kaito ambil dari brankas, kemudian Fiona menyelipkan alat salinan yang tidak berfungsi ke kantung Gundo asli yang masih di bius dan tidak sadarkan diri. Kemudian dia melompat turun dari pesawat menggunakan roket di punggung nya dan menaruh Gundo asli yang sedang tertidur bersender di gedung samping. Setelah itu, dia terbang lagi ke atas menggunakan roketnya untuk masuk ke dalam pesawat. Medengar suara roket, dua penjaga menghapiri bagian samping gedung dan melihat Gundo tertidur dengan pulas menggunakan pakaian acak acakan. Kedua penjaga melihat sekeliling memeriksa apa yang terjadi sebab mereka tahu kalau Gundo kesamping bersama walikota juga dua anak buahnya, setelah itu, mereka membawa Gundo masuk ke dalam gedung.


*****


Sementara itu, di landasan yang besok akan di pakai untuk meluncurkan pesawat antariksa, Marin, Yuka, Suzu, Emi, Nagisa dan Vinne  menyusup ke dalam dengan menyamar menjadi petugas lapangan dan petugas operator. Marin, Yuka, Suzu dan Emi langsung menuju landasan tempat tiang tiang tinggi di pasang,


“Kita langsung  pasang alatnya dan pergi dari sini ya....jangan menarik perhatian.” Ujar Marin.


“Siap...Marin-chan....” Balas Yuka.


Mereka berpencar mengelilingi landasan menuju ke empat tiang penopang pesawat besok. Marin memasang sebuah alat berbentuk kubus di bagian kaki penopang, dia mengarahkan lampunya ke tengah kemudian menekan tombolnya,


“Aku sudah....kalau sudah berkumpul di titik temu ya...” Ujar Marin menggunakan telepati.


“Beres...aku sudah selesai....meluncur ke titik temu.” Balas Yuka.


“Aku juga sudah nee san....aku pergi.” Tambah Emi.


“Tinggal sedikit lagi, masih banyak orang di bawah tiang...sabar sabar....” Ujar Suzu.


“Yang keruang kontrol gimana ? Nagi-senpai, Vinne-chan...” Ujar Marin.


“Tch...sabar, sebentar lagi, Vin-chan sedang mengupload bahan nya....alat sudah di pasang di menara kontrol.” Balas Nagisa.


“Sebentar lagi 10% lagi.....” Balas Vinne.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Suzu sudah selesai, ke empatnya langsung bertemu di dalam hangar yang menjadi titik temu mereka. Marin, Yuka, Emi dan Suzu menyelinap ke dalam ruangan tempat pesawat antariksa di taruh dan di maintenance, mereka memasang di badan lima buah alat berbentuk kubus yang begitu di tempel menghilang sehingga tidak bisa di temukan. Setelah itu, mereka keluar dari hangar dan berkumpul dengan Nagisa yang menggendong Vinne di bahunya. Tiba tiba,


“Uooong....uooong...uooong...” Terdengar bunyi alarm memenuhi lapangan landasan. Ke enam nya langsung saling menoleh,


“Kita ketahuan ?” Tanya Yuka.


“Tch...merepotkan....” Jawab Nagisa.


Mereka melihat beberapa prajurit bersenjata berlarian, sebagian menuju ke arah mereka sambil membawa senjata mereka.


“Siap siap...mereka datang.” Ujar Marin.


“Ya....” Balas Suzu dan Emi.


Tapi para prajurit itu ternyata melewati mereka, seorang prajurit berhenti di depan mereka.


“Hei kenapa kalian belum masuk ke bunker.....cepat masuk....” Teriak prajurit itu.


“Memang ada apa pak ?” Tanya Yuka.


“Ada serangan ******* di depan....sudah, cepat pergi dari sini, sebentar lagi lapangan ini jadi medan tempur....” Teriak prajurit itu sambil berlari pergi.


“Serangan ******* ?” Tanya Marin.


“Halo halo.....ini Airi, bisa dengar ?” Tanya Airi.


“Kenapa Airi-chan....” Balas Marin.


“Aku akan share video dari KATS......di lihat ya....” Balas Airi yang ada di hotel dan bertugas mengawasi dari jauh bersama Fumiko.


Sebuah window hologram muncul di depan ke enam nya, window itu menampilkan sebuah video live dari pintu masuk landasan, terlihat di video, sebuah pasukan berseragam loreng maju mendekat, pemimpin nya adalah seorang wanita bertubuh kekar, berambut silver dan cepak, membawa dua buah gatling gun. Di anatara pasukan, ada juga beberapa biarawati yang di pimpin oleh seorang biarawati berambut silver, di antara mereka juga ada seorang wanita berambut silver berpakaian jaket coklat membawa senapan laras panjang (sniper) di punggung nya dan sedang merokok cerutu di mulutnya. Lalu terakhir ada seorang wanita yang bertubuh agak pendek berambut silver, memakai labcoat dan membawa bom di kedua tangan nya.


“Haaaaaaah........” Teriak Marin, Yuka, Emi, Suzu dan Vinne.


“Tch...onee-sama-gata, kalau kita jadi ketahuan gimana coba....” Gumam Nagisa sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


__ADS_2