
Suzu membawa mereka ke rumah paling besar di desa dan terletak persis di kaki gunung. Ketika sampai, Suzu langsung membuka pintu nya,
“Aku pulang ossan, obasan......” Teriak Suzu.
“Sebentar......” Teriak seorang wanita.
Tak lama kemudian, seorang wanita yang terlihat sudah paruh baya keluar dari dalam. Dia langsung menyambut Suzu, tapi dia langsung terperanjat ketika melihat Kaito yang berdiri di belakang Suzu.
“Um...kamu ? Ki.....ah...maaf....kamu mirip dengan kenalan ku.” Ujar Kanaka.
“Um...iya obasan, kenalkan, namaku Tanaka Kaito.....” Ujar Kaito menunduk memperkenalkan diri.
Akhirnya satu persatu, mulai dari Reina sampaiVinne yang terakhir, semua memperkenalkan diri. Setelah itu Suzu menjelaskan hubungan dirinya dan yang lain dengan Kaito. Kanaka langsung tersenyum dan menggelengkan kepalanya,
“Suzu chan, kamu masuk dulu ya, temui ossan di dalam, ajak semuanya....obasan mau bicara sedikit sama Kaito....kamu sudah obasan anggap anak sendiri, jadi wajah kan kalau obasan mau bicara dengan calon suami mu ?” Tanya Kanaka.
“Iya, aku mengerti obasan.....yuk semuanya masuk ke dalam.....” Ajak Suzu yang melangkah masuk ke dalam.
Setelah semuanya, masuk ke dalam, Kanaka mengajak Kaito keluar dari rumah dan menuju kebun di belakang yang berada di tepi hutan. Begitu sudah sampai di sana,
“Kamu sudah besar ya Kaito......kamu benar benar mirip dengan Kiyotaka san.” Kanaka memeluk Kaito.
“Iya mama.....aku sudah besar hehe....”
“Kamu tinggal di Kosaka kan ? gimana kabar Kiyoko dan Kohana ?” Tanya Kanaka.
“Eh...Kohana ?” Tanya Kaito bingung.
“Ah aku lupa, dia sekarang jadi Hana ya dan rambutnya yang silver di semir jadi coklat.” Ujar Kanaka.
“Hah...Hana nee san juga sebenarnya berambut silver ?” Tanya Kaito.
“Semua anak Kiyotaka san berambut silver, tapi hanya kamu dan Kiyoko yang mewarisi tanda lahir CATS.....eh...harusnya aku tidak boleh bilang nih, sudah janji...” Ujar Kanaka.
__ADS_1
“Aku sudah tahu soal itu mama. Yang aku belum tahu, apa yang sebenarnya terjadi waktu itu, Kiyoko nee san ceritanya belum lengkap.” Ujar Kaito.
“Maaf Kaito, mama tidak bisa cerita....” Balas Kanaka.
“Iya aku tahu, sudah janji kan ? tapi kenapa mama bisa di sini ?” Tanya Kaito.
“Oh aku memang berasal dari desa ini sejak awal, aku hanya pulang saja kok semenjak kita berpencar 16 atau 17 tahun lalu. Kamu sudah bertemu mama mama yang lain ?” Tanya Kanaka.
Kaito menceritakan pertemuan nya kembali dengan Mai dan juga dengan Kozue. Kemudian dia juga menceritakan soal Yumiko yang sudah meninggal.
“Yumiko nee san sudah tidak ada ya....” Ujar Kanaka sambil menunduk.
“Iya mama, maaf aku harus memberitahunya.”
“Tidak apa apa, semenjak dia melahirkan Kohana, dia memang sudah sakit sakitan, kalau Mai nee san dan Kozue sehat ?” Tanya Kanaka.
“Mereka sih sehat....”
“Oh salah satu istrimu ada yang mirip sekali dengan Kozue ya, jangan jangan anak nya lagi....” Ujar Kanaka.
“Um...sebenarnya ada, namanya Karen. Waktu aku berpisah dengan nya dan dia ikut Kiyoko, usianya baru 12 tahun.” Jawab Kanaka.
“Sekarang dia dimana ma ?” Tanya Kaito.
“Aku tidak tahu, dia pernah menghubungi ku sekali dua tahun lalu, katanya dia sekarang di negara Virland dan menetap di sana.” Jawab Kaito.
“Hmm....berarti mereka memang benar benar tersebar ya....”
“Kamu sendiri sekarang gimana ?” Tanya Kanaka.
Kaito menceritakan semua tentang dirinya, dari dia sendirian sampai akhirnya bertemu Kiyoko dan menjadi seperti sekarang. Kanaka memeluk Kaito lagi dan mengelus kepalanya.
“Kamu sudah melewati banyak hal, mama bangga sama kamu, mama harap kamu melupakan saja semua dan hidup bahagia bersama ke sepuluh istrimu. Tapi mama rasa tidak bisa ya haha...” Ujar Kanaka.
__ADS_1
“Iya ma, tidak mungkin aku diam melihat Kiyoko nee san, Hana nee san dan yang lainnya berjuang membalaskan dendam papa......” Ujar Kaito.
“Aku tahu, mereka semua mengatakan hal yang sama dulu sebelum berpisah. Lalu mama mau tanya nih, dari sepuluh gadis yang di dalam, yang kamu favoritkan yang mana ?” Tanya Kanaka.
“Um...um.....aku tidak bisa jawab mama.....ini saja aku masih belum percaya sebenarnya hehe..jujur saja, semua terlalu cepat bagiku.” Jawab Kaito.
“Hahahaha kamu memang persis sama Kiyotaka san, dulu dia juga kalau di tanya begitu tidak bisa jawab. Aku hanya berpesan pada mu, jaga mereka, jangan pernah sakiti mereka, dulu Kiyotakan san selalu menjaga kita ber lima belas dan tidak pernah pilih kasih. Malah kita yang terkadang berkelahi sendiri haha, tapi itu wajar, namanya keluarga besar. Ingat ya Kaito.” Kayaka mengusap wajah Kaito sambil menitikkan air mata dan tersenyum.
Kaito yang melihat Kanaka menitikkan air mata langsung memeluk nya dan Kanaka membalas kembali pelukan nya.
“Kamu benar benar sudah besar ya, Hime nee san pasti bangga kalau melihat mu sekarang....” Ujar Kanaka.
“Hime nee san ?” Tanya Kaito.
“Ah...aku keceplosan, ya sudah lah, nama mama yang melahirkan kamu dan Kiyoko adalah Himeko. Hanya itu yang bisa mama beritahu.”
“Aku dan Kiyoko nee san lahir dari mama yang sama ?” Tanya Kaito.
Kanaka tidak menjawab, tapi dia mengangguk. Sekarang Kaito jadi tahu, kalau Kiyoko benar benar nee san kandung nya, tapi untuk memastikan nya,
“Benarkah itu KATS ?” Tanya Kaito di kepalanya.
[Nekowari Himeko, istri kedua dari Nekowari Kiyotaka dan salah satu istri resmi yang di lamar dari keluarganya. Kiyoko sama dan Kaito sama adalah anak dari Nekowari Himeko]
“Kenapa nee san tidak memberitahu ku ? apa benar dia lupa ?” Tanya Kaito.
[Nekowari Kiyoko tidak lupa dan merahasiakan nya dari mu, Kaito sama]
“Alasannya ? kenapa dia merahasiakan nya ?” Tanya Kaito.
[Untuk saat ini, aku belum bisa mengatakan nya, nanti kamu akan tahu sendiri alasannya]
“Duh....kenapa kamu tidak menjawab ku KATS ?” Tanya Kaito.
__ADS_1
[Semua demi kebaikan mu Kaito sama]
Setelah itu, Kanaka mengajak Kaito masuk kembali ke dalam rumah untuk di perkenalkan kepada suaminya, dia juga berpesan kalau masalah dia pernah menikah dengan papa nya Kaito tolong di rahasiakan dari suaminya sama seperti mama mama yang lainnya. Kaito mengangguk, tapi ada pertanyaan besar di hatinya, kenapa Kiyoko tidak memberitahu soal mama nya, kenapa dan apa yang sebenarnya terjadi dulu. Ketika sampai di rumah, Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko, Emi, Suzu dan Vinne sudah menunggu nya dan bersiap untuk makan. Melihat wajah ke sepuluh gadis yang menunggunya, pikiran nya langsung fokus dan menghapus pertanyaan di hatinya. Sekarang sepuluh gadis itu adalah masa depannya dan dia tidak perlu memikirkan lagi masa lalu.