
Dalam perjalanan menuju kota Kosaka, Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato dan Fumiko berjalan jalan mengelilingi isi kapal, mereka menemukan ada ruang pertemuan, lounge untuk keluarga kerajaan berserta bar dan dapur nya, lima kamar tidur yang di setiap kamarnya ada kamar mandi, ruang untuk latihan, gudang persenjataan, ruang harta dan ruang mesin di paling bawah.
“Kapal terbang jaman dulu ini benar benar keren ya, tidak seperti kapal terbang sekarang.” Ujar Marin.
“Iya, di sini enak, bisa tinggal dan tidak cuma duduk.” Tambah Yuka.
“Lounge ini terlihat mewah dan nyaman....” Tambah Fumiko.
“Berarti dulu peradaban kerajaan Nekowari seperti apa ya...” Tambah Chisato.
“Yang pasti lebih canggih dari kita....” Tambah Airi.
“Ada smartphone juga ga ya dulu ?” Tanya Reina.
“Pasti ada, mungkin lebih canggih....” Jawab Marin.
“Sayang sekali kerajaan itu hancur....” Tambah Nagisa.
Mereka bersantai di lounge karena pesawat berjalan menggunakan auto pilot yang mengikuti rute yang sudah di tentukan sebelum nya. Sementara di kamar tidur,
“Selamat malam Emi chan....Suzu chan....aku bobo dulu...” Ujar Vinne yang langsung tidur.
“Kamar ini enak, kasurnya kasur air....hebat...” Ujar Emi.
“Hehe iya....untung aku ikut sama onii chan...” Tambah Suzu.
“Ngomong ngomong kok kamu bisa ketemu onii chan, gimana caranya.” Balas Emi.
Suzu menceritakan kalau dia sebenarnya sudah ketemu dengan Kaito sejak dia berada di Kosaka, tapi dia menyesal karena dulu mencelakai Kaito dan dia masih belum bisa melupakan hal itu, walau Kaito sudah tidak mempermasalahkan nya. Makanya sekarang dia akan berusaha maksimal untuk tidak mengecewakan Kaito.
“Jadi begitu....yah tidak bisa di salahkan, dulu onii chan memang lemah, aku saja sampai greget melihat nya.” Balas Emi.
“Maafkan aku ya Emi chan....aku tidak tahu soalnya kalau dia onii chan mu dulu.” Balas Suzu.
“Aku sih tidak masalah, asal onii chan tidak masalah....” Balas Emi.
“Terima kasih Emi chan.....” Suzu langsung memeluk Emi yang membalas memeluk nya.
Setelah itu keduanya berbaring di sebelah Vinne dan tak lama kemudian keduanya tertidur bersama dengan Vinne. Sementara itu, di anjungan, Kaito duduk di kursi kapten sambilmelihat pemandangan di luar selama perjalanan. Hari sudah sore menjelang malam, kota Kosaka sudah terlihat dari kejauhan,
“KATS, sebentar lagi kita sampai....aku penasaran, pesawat ini akan kita taruh dimana ?” Tanya Kaito.
[Di basement, pintu masuk nya dari tanah kosong di belakang gedung toko]
“Hah...kalau kelihatan orang tanah nya terbuka gimana ?” Tanya Kaito.
[Dinding pembatas tanah itu tidak bisa di lihat dari luar, semenjak aku di upgrade menjadi KATS, basement di bawah toko juga ikut berubah menjadi markas kalian]
“Hmmm....jadi basement sekarang bukan hanya penyimpanan barang ?” Tanya Kaito.
__ADS_1
[Bukan, pusat operasional dan tempat latihan kita nanti di sana]
“Latihan ?” Tanya Kaito.
[Benar, walau sudah menyelesaikan tiga misi, latihan harus terus berjalan]
“Hmm....kasihan mereka dong, jangan terlalu keras.” Balas Kaito.
[Affirmative]
Tak lama kemudian, pesawat mulai memasuki kota Kosaka dan menuju ke distrik pertokoan. Karena memakai selubung, tidak ada yang menyadari kalau pesawat besar itu lewat tengah kota. Ketika sampai, tanah kosong di belakang toko yang cukup luas sudah di beri dinding pembatas yang tinggi. Pesawat Kaito melayang di tengah tanah itu. Tanah di bawah pesawat terbuka, kemudian pesawat mulai melayang turun ke bawah. Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato dan Fumiko kembali ke anjungan dan melihat pesawat sudah memasuki lorong di bawah tanah dan pintu di atas sudah menutup kembali. Begitu turun, mereka melihat kondisi basement sudah berbeda, ada dua ruangan yang besar untuk pusat pengendali dan latihan. Semua barang barang yang ada di basement sudah tertata rapi dan di batasi oleh kaca yang besar menjadikan nya mirip seperti display di dalam museum.
“Wow...basement kita berubah....” Ujar Chisato.
“Iya, sekarang ada beberapa ruang di basement....” Tambah Reina.
“Makin keren aja nih, hehehe...” Tambah Yuka.
“Hmm itu ruang latihan ? boleh juga....” Nagisa langsung berjalan menuju ruang latihan.
Mereka semua langsung berkeliling di basement untuk melihat lihat pusat pengendali yang berisi beberapa konsol canggih juga banyak monitor yang menampilkan gambar pantauan seluruh kota yang di ambil dari kamera cctv menempel di dinding.
“Wah kita jadi bisa memantau seisi kota kalau seperti ini....enak juga.” Ujar Emi.
“Iya benar.....kita bisa tahu kejadian apa saja yang terjadi di luar.” Tambah Fumiko.
*****
Keesokan harinya, seperti biasa Kaito membuka kembali toko nya seperti biasa, tapi Kaito di minta KATS untuk mengawasi di basement, dia menyerahkan kepada Reina, Marin, Yuka dan Airi untuk menjaga toko. Siang hari, ketika ke empatnya berjaga di toko, “Cklung.” Seorang wanita bertubuh kekar, tinggi dan memakai kaus lengan buntung hijau, kalung dog tag milik tentara, celana loreng tentara lengkap dengan boots nya, masuk ke dalam. Dia memakai baret tentara dan rambutnya seperti cepak seperti laki laki.
“Selamat datang....” Sambut Reina, Marin, Yuka dan Airi.
“Hmm.....benar juga, Kaito mana ya ?” Tanya wanita itu.
“Eh...kenal Kaito kun ?” Tanya Reina.
“Tentu saja, aku di suruh kesini soalnya....” Jawab wanita itu.
“Oh di suruh bertemu Kaito kun ?” Tanya Marin.
“Tidak tidak, aku di minta melatih kalian....hmmm kalian istri istri Kaito kun kan ?” Tanya wanita itu.
Reina, Marin, Yuka dan Airi saling menoleh, mereka merasa tidak kenal dan baru pernah bertemu dengan wanita di depan mereka.
“Um...anda siapa ya ?” Tanya Yuka.
“Ah...maaf, aku lupa memperkenalkan diri....”
Wanita itu membuka baretnya, terlihatlah warna rambutnya yang silver walau cepak seperti tentara.
__ADS_1
“Namaku Nekowari Kirara, aku onee san nya Kaito kun, aku kesini karena di minta oleh Kiyoko nee san untuk melatih kalian.” Ujar Kirara.
“Eh....onee san ?” Tanya ke empatnya kaget.
Tiba tiba, “Cklung.” Seorang wanita berpakaian biarawati dan berambut silver di ikat di belakang, masuk ke dalam, dia langsung menghampiri Kirara.
“Oi Karen, kenapa baru datang ?” Tanya Kirara.
“Hah...Kirara nee san yang main pergi saja meninggalkan aku. Aku nyasar dulu jadinya.” Jawab Karen.
“Oh hahaha....maaf.” Balas Kirara sambil memegang belakang kepalanya dan tertawa.
“Kaito nya mana ?” Tanya Karen sambil melihat sekeliling.
“Anoo apa nee san juga nee san nya Kaito kun ?” Tanya Airi.
“Oh...iya benar, namaku Nekowari Karen. Wah ternyata kalian ya, cantik cantik ya, aku datang ke sini karena mau bertemu kalian bersepuluh.” Karen langsung mendekati ke empatnya dan berdiri di depan mereka.
“Wah onee sama cantik, mau bertemu Kaito kun onee sama ?” Tanya Marin.
Baru selesai Marin bertanya, Kaito keluar dari dalam. Melihat Kaito keluar, Kirara langsung melompat dan berdiri di depan nya, Karen juga langsung menghampiri nya.
“Kaito.....” Teriak keduanya sambil memeluk Kaito dengan wajah ceria.
“Gah.....apa ini..........” Kaito yang kaget langsung terjatuh dan tertindih tubuh Kirara yang besar.
\=============================
Mission KATS :
- Artefak kerajaan Nekowari : (1/11)
- Unknown
- Unknown
\=============================
Mission CATS :
-Maid : (0/10)
-Nee san : (4/7)
-Unknown
-Unknown
\=============================
__ADS_1