
Dua minggu kemudian, sekolah sudah kembali masuk, seperti biasa, Kaito, Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato dan Fumiko pergi bersama dari rumah mereka, hanya saja kali ini tidak menggunakan kereta, melain kan pesawat terbang yang menghilang di udara. Ketika turun di tempat sepi, mereka meneruskan berjalan menuju gerbang. Kali ini Kaito tampil dengan wujud aslinya karena di larang menggunakan wujud otaku nya oleh kedua nee san nya. Semua yang melihat ke delapan nya berjalan,
“Hei....mereka, kenapa terlihat sedikit berbeda ya ?” Tanya seorang siswa.
“Wah mereka semua makin cantik, makin berisi...kok bisa ya, apa yang mereka lakukan waktu libur kemarin.” Tambah seorang siswa di sebelah nya.
“Mereka terlihat....lebih dewasa ? jadi jauh lebih menarik dari sebelum nya.....” Ujar seorang siswi.
“Grrrr....beruntung sekali dia, Reina chan......Marin chan.....hiks....” Ujar seorang siswa yang iri melihat nya.
Dan masih banyak komentar lainnya, baik terang terangan atau bisik bisik. Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato dan Fumiko memang terlihat jauh lebih cantik, lebih dewasa dan lebih seksi dari sebelum nya. Alasannya, kembali ke dua minggu sebelum nya, ketika Kirara dan Karen datang ke toko,
*****
“Hahahaha Kaito, kamu benar benar sudah besar ya sekarang......” Kirara mengacak ngacak rambut Kaito sambil tersenyum lebar.
“Hehehehe benar benar keren kayak papa sekarang, pantas semua pada nempel padamu, nee san jadi iri.....” Ujar Karen sambil memeluk Kaito.
“Um.....nee san tachi siapa ?” Tanya Kaito.
“Hah...duh Kiyoko nee san belum bilang ke kamu ya....baiklah, namaku Kirara, aku anak ketiga papa...anee kamu.” Ujar Kirara menunjuk dirinya sendiri.
“Dan aku Karen, anak ke lima papa, anee kamu juga....” Tambah Karen.
“Oh maaf aku baru tahu, Kiyoko nee san cuma bilang bukan hanya aku, dia dan Hana nee san yang anak papa.....” Balas Kaito.
“Hahaha.....selain kita masih ada beberapa lagi. Ayo tutup toko, kita ke bawah saja, aku mau bicara sama semuanya.....” Balas Kirara sambil merangkul Kaito.
Kaito menutup tokonya, kemudian bersama dengan dua onee sannya dia turun ke basement bersama Reina, Marin, Yuka dan Airi. Di bawah sudah ada Chisato, Emi dan Suzu. Nagisa sedang ada kegiatan di theaternya, Fumiko dan Vinee sedang berbelanja. Setelah mengenalkan semuanya kepada Kirara dan Karen.
“Baiklah, aku di sini bertujuan melatih kalian semua, kecuali Kaito. Dia akan latihan bersama Karen.” Ujar Kirara.
“Eh...aku latihan sama Karen nee san ?” Tanya Kaito.
“Yup, aku akan melatih mu.....” Jawab Karen.
“Um...latihan apa ya ?” Tanya Reina.
“Kalau kita latihan fisik dan bagaimana cara bertarung, untuk Emi, Yuka, Nagisa, Suzu dan Marin yang sudah pernah bertarung tidak masalah, tapi untuk yang lain harus mulai di biasakan sekarang.” Ujar Kirara.
“Lalu Kaito kun latihan apa ?” Tanya Yuka.
__ADS_1
“Ah......” Wajah Kirara sedikit menjadi merah sebelum menjawab nya.
“Latihan untuk menghadapi kalian.....” Ujar Karen sambil tersenyum.
Reina, Marin, Yuka, Airi, Chisato, Emi dan Suzu langsung saling menoleh dan melihat satu sama lain. Kemudian mereka menoleh kepada Karen,
“Mohon bantuan nya.....” Ke enam nya menunduk di hadapan Karen.
“Apa sih maksudnya ?” Tanya Kaito.
“Hehehe....sini kamu ikut aku.....” Karen menarik Kaito naik ke atas.
“Baiklah, karena Nagisa, Fumiko dan Vinne belum kembali, kita mulai duluan saja. Semua ke tempat latihan.” Ujar Kirara.
“Siaaap onee sama....” Teriak semuanya.
Maka di mulailah latihan fisik dan latihan bertarung mereka semua selama dua minggu. Sementara Kaito melatih mental dan sesuatu yang lain di pandu oleh Karen. Itulah sebab nya, Karen melarang Kaito menyamar menjadi wujud otaku nya, sebab wujud itu hanyalah pelarian dan perlindungan diri yang tidak perlu, malah menjadikan semuanya kacau.
*****
Itulah yang terjadi selama dua minggu ke belakang, kembali ke saat sekarang, ketika mereka memasuki gerbang,
“Ehem....” Ujar seorang siswi.
“Heee kenapa menghentikan kita senpai ?” Tanya Nagisa.
“Kalian tahu tidak, seragam kalian melanggar peraturan....kamu juga Reina chan, sejak kapan kamu jadi seperti ini....” Ujar siswi itu.
“Maaf Subaru senpai, aku rapihkan seragam ku sekarang.” Ujar Reina yang langsung merapihkan seragam nya.
“Lagipula, tumben kalian semua datang bersama dan siapa pria itu ?” Tanya Subaru.
“Huh mau apa petugas kedisplinan bertanya siapa pria itu senpai.” Ujar Chisato.
“Kenapa memang nya, ini wilayah ku dan pekerjaan ku, wajar saja aku harus tahu.” Ujar Subaru sambil mendekati Chisato.
“Ara....jangan seenaknya ya senpai, kita semua taat peraturan...atau senpai iri dan ingin bergabung dengan kita ?” Tanya Fumiko.
“Aku masih punya urusan yang belum selesai dengan kalian bertiga ya....sekarang masuk, nanti kita selesaikan....aku masih bertugas.” Balas Subaru.
Akhirnya ke delapan nya berjalan lagi masuk ke dalam gedung, Kaito menoleh dan melihat Subaru yang sedang menegur para siswa lain di depan gerbang.
__ADS_1
“Senpai itu siapa sih Nagisa san ?” Tanya Kaito.
“Tch....dia ketua petugas kedisiplinan sekolah, Hiroki Subaru, kelas 3-2, karena tidak ada yang menggantikan nya, dia masih bertugas walau sudah mau lulus.” Jawab Nagisa.
“Jangan dekat dekat dia Kaito kun, dia kabar buruk.” Tambah Chisato.
“Kabar buruk ?” Tanya Kaito.
“Keluarganya sama seperti ku.....” Jawab Fumiko.
“Benar Kaito kun, walau dia orang nya disiplin, kadang aku mendengar gosip miring tentang dirinya di kalangan student council.” Tambah Reina.
“Contoh nya ?” Tanya Kaito.
“Seperti dia dengan mudah membuat orang hilang, pemimpin geng dan lain sebagainya, memang sih dia juara kendo sekabupaten.” Jawab Reina.
“Aku juga dengar gosip yang seperti itu tentang nya dan kalau dia sudah melirik orang, dia akan terus mengikutinya.” Tambah Nagisa.
“Makanya aku halangi dia ketika bertanya tentang mu...” Tambah Chisato.
“Mungkinkah dia orang sekte juga ?” Tanya Kaito.
“Bisa jadi....” Jawab Nagisa, Fumiko dan Chisato.
“Ada kemungkinan sih...” Tambah Reina.
“Baiklah, kita semua hati hati saja....” Balas Kaito.
“Siap....” Jawab semuanya.
Kemudian mereka berpencar untuk masuk ke kelas masing masing, Kaito, Marin dan Airi menuju ke kelas mereka. Airi meangaktifkan liontin nya supaya tidak menarik perhatian dan mengganti namanya menjadi Aika selama di sekolah dengan bantuan dari KATS. Ketika kelas mau di mulai, tiba tiba pintu di buka,
“Tanaka Kaito, Shiroko Marin dan Endou Aika....ikut aku ke kantor kedisplinan, sekarang.....” Teriak Subaru.
“Duh masalah lagi....” Ujar Marin menggunakan telepati.
“Apa lagi sih maunya...” Tambah Airi.
“Kita turuti saja dulu....hati hati ya semua....” Balas Kaito.
“Ok.” Jawab Marin dan Airi.
__ADS_1
Akhirnya ketiga nya berdiri dan keluar dari kelas bersama dengan Subaru.