
Pulang sekolah, di sebuah ruangan yang ada di lantai tiga gedung sekolah, “Sreeg.” Pintu di buka, Chisato masuk ke dalam bersama Kaito,
“Selamat datang di club detektif, misteri dan paranormal.....” Ujar Chisato sambil merentangkan tangan nya.
Kaito melihat isi ruangan itu, sepertinya ruangan itu di pakai untuk penyimpanan berkas dan file, hanya ada satu meja dan dua buah kursi di ruangan itu, kemudian di sebelah jendela hanya ada satu meja kecil tempat menaruh sebuah cangkir dan dispenser. Sebelum bertemu senpai, Kaito di beritahu oleh Reina, Marin dan Yuka kalau Chisato adalah senpai yang di sukai banyak pria dan populer di sekolah, tapi tidak ada yang berani mendekatinya karena dia agak aneh dan sedikit nyentrik. Ketiganya kenal karena pasti kalau Chisato menolak seseorang, korban nya akan beralih ke salah satu dari mereka.
“Um....senpai, ini ruangan club ? kok seperti gudang ?” Tanya Kaito.
“Benar sekali Kaito kun....ini gudang....semua ini adalah berkas dari kasus yang sudah aku tangani.”
“Hmmm...senpai menghitung keuangan sekolah dan memeriksa makalah murid ? sebab yang ada di folder ini tulisan nya begitu.” Ujar Kaito sambil menunjuk sebuah folder di rak.
“Hahahaha.....sudahlah....sini duduk....”
Akhirnya keduanya duduk di kursi yang memang hanya ada dua buah di dalam ruangan itu. Tiba tiba Chisato menunduk dan mengatupkan tangan nya.
“Tolong join club ku.....kalau tidak nanti club ini di bubarkan.....”
“Haaaaa.....anggota lainnya mana ?” Tanya Kaito.
Chisato langsung menunjuk wajah nya sendiri yang cantik dan berkacamata dengan wajah yang tersenyum lebar.
“Jadi maksudnya senpai hanya sendiri gitu ? merangkap ketua dan anggota ?” Tanya Kaito.
Chisato mengangguk dengan antusias dan dengan percaya diri di depan Kaito yang melihatnya sedikit iba.
“Tapi aku ada satu pertanyaan Kaito kun.....kenapa mereka disini ?” Tanya Chisato sambil menunjuk ke belakang Kaito.
Di belakang Kaito ternyata Reina, Marin, Yuka, Airi berdiri dengan wajah geram melihat Chisato.
“Kita menunggu pemilik toko untuk buka toko sebab kita ber empat karyawan di sana...huh.” Ujar Reina.
“Makanya paisen, dia harus buka toko jadi tidak bisa lama lama dan tidak bisa join club....yuk Kaito kun....” Ujar Yuka.
Chisato langsung berpikir dan dia bergumam sendiri seperti orang sedang berhitung, Kaito melihat nya dengan wajah tidak mengerti, apapun yang di pikirkan senpai di depan nya pasti akan merugikan dirinya, begitu pikir Kaito.
“Yuk Kaito kun, kita pulang....” Marin langsung menggandeng Kaito.
“Ayo ayo ayo kesarang kita.....” Airi juga langsung menggandeng Kaito.
Ketika Kaito berdiri dan berbalik ingin pergi, tiba tiba Chisato berdiri dan menggebrak meja,
“Tunggu.....akhirnya aku mengambil keputusan penting....” Ujar Chisato.
“Um...keputusan apa senpai ?” Tanya Kaito yang mulai curiga sesuatu akan menimpa dirinya.
“Kaito kun, toko mu toko barang antik kan ?”
“I..iya...kenapa ?”
“Baiklah, tempat yang sangat cocok untuk aku membuka kantor dan tinggal disana....mohon kerjasama nya, partner....” Ujar Chisato yang langsung menjulurkan tangannya.
“A..apa ? buka kantor di tempat ku ? bagaimana bisa senpai....dan apa maksudnya tinggal di sana.” Teriak Kaito.
“Hehehe maksudnya ya, mulai hari ini aku tinggal di toko mu.....dan membuka agensi detektif ku.....ayo salaman....” Ujar Chisato sambil maju ke arah Kaito.
“Tidak boleh.......” Teriak Reina, Marin, Yuka dan Airi kompak.
“Aku tidak setuju senpai....dan mereka juga sepertinya tidak setuju....”
“Hohoho memang kamu bisa menolak ? (mendekatkan wajah ke telinga Kaito ) atau kamu pilih mereka berempat tahu tentang kamu dan seluruh polisi mengejarmu.....” Bisik Chisato di telinga Kaito.
“Ah....ba..baiklah senpai....tapi kalau tinggal....memang senpai tidak punya tempat tinggal ?” Tanya Kaito.
“Kaito kun.....” Teriak Reina, Marin, Yuka, Airi bersamaan.
“Hmm sewa apartemen ku masih sampai bulan depan, tapi tidak masalah......”
“Tidak boleh senpai......” Reina, Marin, Yuka dan Airi langsung menarik Kaito mundur.
“Kalian ini, memang Kaito kun siapa sih buat kalian ?” Tanya Chisato.
“Pacar ku....” Teriak Reina, Marin, Yuka dan Airi bersamaan.
Karena berteriak bersamaan, ke empat nya langsung saling menoleh dan melihat satu sama lain,
“Enak saja, dia pacarku....” Teriak Reina sambil menarik Kaito.
“Aku sudah duluan.....dia punya ku....” Teriak Marin sambil menarik Kaito.
“Kalau bilang duluan, aku sudah dari smp....dia sudah jadi milik ku sekarang...” Teriak Yuka sambil menarik Kaito.
“Apa apaan sih kalian semua, jangan sentuh calon suami ku....” Teriak Airi sambil menarik Kaito.
“Ahahaha...tolong bunuh aku plis....maluuuu.....” Pikir Kaito dalam hati.
****
Akhirnya setelah keributan di selesaikan, mereka langsung pergi ke toko Kaito yang berada di distrik pertokoan. Chisato ikut bersama dengan Kaito, Reina, Marin, Yuka dan Airi.
“CATS, bagaimana ini, rahasia ku ketahuan.....” Ujar Kaito di dalam kepalanya.
__ADS_1
[Tidak masalah, dia tidak akan menyebarkan nya. Lagipula yang lainnya juga sudah tahu.]
“Hah maksudmu ?” Tanya Kaito.
Kemudian sebuah window hologram melayang muncul di wajah Kaito, window itu menampilkan foto di belakang Kaito ketika dia berayun keluar dari kamarnya, empat orang gadis mengintip dari jendela kamar mereka sedang melihat dirinya berayun dari kamarnya sambil menunjuk ke arah nya dengan tangan mereka. Ke empatnya terlihat sambil berdiskusi.
“Hah, tapi mereka tidak bertanya apa apa ?” Tanya Kaito.
Kemuidan muncul sebuah window kecil yang merupakan rekaman audio percakapan ke empat nya. Kaito mendengarkan nya dan ternyata mereka sepakat untuk diam sampai Kaito bercerita sendiri kepada mereka.
“Kenapa kamu baru bilang pada ku CATS, kejadian ini sudah dua hari lalu.”
[Kaito sama bilang no spoiler]
“Gah.....kenapa omongan ku di kembalikan....” Ujar Kaito.
[No commnent]
Setelah sampai ke toko dan masuk ke dalam, akhirnya Kaito memanggil Reina, Marin, Yuka dan Airi. Dia mengajak mereka ke lantai dua dan meminta Chisato duduk di sofa di lantai 1. Selain itu, Kaito berpikir kalau dia mengatakan yang sebenarnya pada ke empatnya, Chisato tidak bisa mengancam nya lagi.
“Aaaah...kalian sudah melihat ku dua hari lalu ya ?” Tanya Kaito langsung.
Wajah ke empatnya kaget, mereka saling menoleh dan melihat satu sama lain, Reina akhirnya maju.
“Um...kita berempat kebetulan melihat seseorang keluar dari kamar mu....lalu kita kerumah mu dan kamu tidak ada....” Ujar Reina.
“Haaah aku lupa, aku memberikan kunci pada mu ya.....kalau sudah begini apa boleh buat....”
Kaito menekan jam tangannya dan dia memakai pakaian nya di depan Reina, Marin, Yuka dan Airi. Ke empatnya kaget tapi wajah mereka terlihat puas karena sudah menduga sebelum nya.
“Nah ini aku......urban legend yang di sebut Phantom Cat.....tolong rahasiakan ya...” Ujar Kaito.
[Plok....plok...plok (CATS bertepuk tangan)]
“Diam CATS.....” Ujar Kaito dalam kepalanya.
[Affirmative]
“Wow sudah ku bilang dari awal bertemu, kalau kamu bukan orang biasa hehehe.” Ujar Yuka.
“Hehehe berarti benar, yang malam itu kamu....” Tambah Airi.
“Dan yang menghajar para senpai di gudang itu kamu hehehe....” Tambah Marin.
“Urban legend di pertokoan, akhirnya terkuak, kalau begitu berarti 10 tahun lalu Kiyoko nee san ya ?” Tanya Reina.
“Um....iya....benar..”
Kaito langsung mengusap wajah nya dan dia berubah menjadi wujud Kaito yang culun dan pendek di depan ke empatnya. Ke empatnya malah senang melihat nya dan menyuruh Kaito memakai wujud ini saja ke sekolah, tapi kalau di rumah dan toko pakai wujud sebenarnya.
“Kenapaaaaa....” Teriak ke empatnya.
“Aku bisa mati di keroyok oleh pria pria lain yang iri di sekolah....lagipula kalian tidak malu apa dekat dekat dengan aku yang seperti ini.” Balas Kaito.
“Hah kenapa musti malu....ga masalah...” Ujar Airi.
“Hehe aku malah suka wujud mu yang ini....” Tambah Marin.
“Sama, ini baru Kaito yang aku kenal dulu sejak smp....” Tambah Yuka.
“Aku juga sama kok, waktu kamu berwujud begini aku selalu menegur mu kalau berpapasan walau kamu malah mengacuhkan ku.” Tambah Reina.
“Huuuh....jadi walau aku seperti ini, kalian tetap mau dekat gitu ?” Tanya Kaito.
“Tentu saja....” Jawab ke empatnya.
“Ah tidak jadi deh, aku pakai wujud biasa saja, kalau pakai ini malah jadi minder....” Ujar Kaito.
“Tidak apa apa....jangan ganti....tapi sekarang boleh....” Ujar Marin.
Kaito mengusap sekali lagi wajah nya dan kembali ke wujud semula, kemudian mereka turun ke bawah, setelah Kaito menjelaskan kenapa dia mau tidak mau mengajak Chisato ke toko dan ke empatnya berniat membantu. Reina, Marin, Yuka dan Airi langsung duduk di depan Chisato, mereka langsung mengatakan kepada Chisato kalau mereka sudah tahu rahasia Kaito jadi Chisato tidak bisa mengancam nya lagi, Chisato tersenyum dan maju mendekatkan wajah nya ke keempatnya.
“Kalau kalian sudah tahu bagus kan, tapi polisi kan belum tahu ?” Tanya Chisato sambil tersenyum.
“Ah....” Gumam ke empat nya karena tidak bisa menjawab pertanyaan Chisato.
Ke empatnya langsung berdiri dan mengerubungi Kaito yang berdiri di belakang register kasir.
“Hehe Kaito kun, sepertinya kamu ijinkan saja senpai di sini....” Ujar Marin.
“Iya benar, biar dia buka kantor di sini...” Tambah Reina.
“Tenang saja, kita awasi paisen supaya tidak macam macam.” Tambah Yuka.
“Plisss Kaito kun....demi sarang kita.....” Tambah Airi.
“Kok kalian malah membela dia....bagaimana sih ini....”
“Jangan banyak bicara, sana temui senpai....” Teriak ke empat nya sambil menarik dan mendorong Kaito.
Akhirnya mau tidak mau Kaito menemui Chisato dan mengijinkan nya membuka kantor di toko nya, tapi Kaito tidak mau Chisato memasang apa pun di etalase toko nya. Untuk masalah tinggal, Kaito membiarkan Chisato tinggal di lantai dua, sedangkan dia sendiri akan tidur di lantai 3 dan akan merombak nya, tapi kemudian,
__ADS_1
“Ok kalau begitu aku juga akan tinggal di sini....” Ujar Marin.
“Sama, aku juga.....” Tambah Yuka.
“Wah aku tidak boleh tidak ikutan, Kaito kun, mohon kerjasamanya...” Tambah Airi.
“Hmmmm.....aku juga deh....” Ujar Reina.
“Rumah kamu kan di sebelah...” Teriak Marin, Yuka dan Airi.
“Tidak masalah, aku akan bilang papa, kalau perlu aku buka toko manju di sini sekalian....”
“Oi CATS....katakan sesuatu.” Ujar Kaito di kepalanya.
[Gedung ini ada 4 lantai, jadi tidak masalah]
“Bukan bukan....mereka semua mau di sini CATS....mereka mau disini, kamu ngerti tidak....” Balas Kaito.
[Semoga salah satu dari mereka akan melahirkan anak laki laki yang sehat]
“Loh bukaaaaaaan itu maksud ku......grrrrrr......” Ujar Kaito geram.
“Aaaah sudahlah, aku cape, gini saja...sesuka kalian saja, aku tinggal di lantai 4, senpai di lantai 2, tinggal sekaligus kantor, lalu kalian ber empat di lantai 3, gimana ?” Tanya Kaito.
“Setuju....hehehe....” Kelimanya langsung mengangkat tangan dengan ceria.
Tiba tiba, “Grrrk.....Grrrk...grek grek grek.” Bangunan bergetar seperti sedang gempa, barang barang di rak berjatuhan dan beberapa pecah, Reina, Marin, Yuka, Aria dan Chisato saling berpelukan sambil tiarap di lantai. Kaito berjongkok di lantai, tak lama kemudian gempa berhenti,
“Gempa ?” Tanya Kaito.
“Aku cek rumah dulu......” Reina langsung berlari keluar dari toko.
“Besar sekali gempa nya....” Ujar Marin sambil mengangkati barang yang jatuh.
“Aku ambil sapu di belakang.....” Yuka langsung masuk ke pantry.
“Aku bantu....” Ujar Airi.
“Gempa nya aneh....aku lihat di luar sepertinya tidak bergetar, sebab orang yang berjalan tidak ada yang merebahkan dirinya.” Gumam Chisato sambil berpikir.
[Building Renovation completed]
“Hah.....” Ujar Kaito di kepalanya.
Dia langsung bangkit dan lari ke lantai 2, ternyata lantai dua sudah di bagi menjadi dua partisi, satu adalah kantor detektif dan satunya kamar. Kaito meneruskan naik ke lantai 3 dan melihat ada 9 kamar berdampingan, dia membuka satu kamar, di dalam semua sudah tersedia dan tinggal masuk saja seperti hotel. Terakhir dia naik ke lantai 4 dan melihat tempat tinggal nya yang awal nya di lantai 2 bersama Kiyoko, sudah berada di sana dengan penataan sama persis seperti sebelum nya.
“Grrrrr CATS....aku kan baru usul, kenapa malah sudah jadi begini....”
[Dari lantai 4 ada lift langsung ke basement]
“Oh...dimana ?” Tanya Kaito.
[Dalam lemari pakaian]
Kaito membuka lemari pakaian, dia menggeser pakaian pakaian yang tergantung dan di belakang nya ada sebuah pintu yang tidak kelihatan kalau tidak tegas, di sebelah pintu itu ada sebuah papan yang menonjol, Kaito menjulurkan tapak nya dan menempelkan nya pada papan itu. Papan itu langsung memindai tangan nya dan pintu terbuka, Kaito masuk dan lift turun ke bawah, ketika keluar dia melihat dirinya sudah di basement.
“Hmmm....karena kamu menciptakan hal keren ini, aku maafkan. Terima kasih CATS.”
[Sama sama Kaito sama]
Kaito kembali lagi masuk ke lift dan naik kembali ke atas. Setelah itu dia turun ke bawah dan kembali menemui semuanya di bawah, tak lama kemudian Reina masuk ke dalam toko dan mengatakan papanya malah bingung karena tidak ada gempa, kemudian ketika dia kembali ada bangunan tambahan di atas gedung toko.
“Um....yuk kita naik, senpai juga.....” Ajak Kaito.
Chisato, Reina, Marin, Yuka dan Airi langsung ikut naik sambil bertanya tanya ada apa. Ketika sampai di lantai 2, Kaito menjelaskan kalau lantai ini khusus untuk Chisato,
“Nah ini kantor senpai dan ini kamar senpai, dari kantor ada tangga langsung keluar jadi senpai kalau mau pasang logo kantor atau rekalme silahkan saja.” Ujar Kaito.
“Waaaaaaaaa.......kantor ku sendiri....aku tidak percaya ini...terima kasih Kaito kun.” Teriak Chisato sambil berlari masuk ke dalam dua ruangan di depan nya dan berkeliling.
Kaito menoleh dan melihat empat gadis di belakang nya cemberut, mereka marah karena Kaito membuatkan ruang khusus untuk Chisato, lagi pula bagaimana cara Kaito mengerjakannya dengan cepat seperti ini, Kaito hanya bisa bilang kalau gedung peninggalan keluarganya ajaib dan langsung mengajak semuanya ke lantai 3. Begitu sampai di lantai 3, Reina, Marin, Yuka dan Airi langsung terbelalak karena melihat kamar kamar seperti kos kosan atau hotel. Ke empatnya langsung melihat lihat isi kamar dengan membukanya satu persatu, Ke empatnya kembali ceria setelah melihat kamar dan mulai memilih,
“Wah keren, aku di sini saja ah, toko papa ku juga kelihatan dari sini.” Reina memilih kamar di paling ujung.
“Hmm kamu mau yang mana Marin chan ?” Tanya Yuka.
“Ntar, aku lihat lihat dulu....masih bingung.” Jawab Marin.
“Ah aku di sini saja.....” Tambah Airi yang langsung masuk ke dalam kamar di tengah.
Melihat keempatnya memilih kamar, Kaito baru sadar kalau kamar di lantai 3 cukup banyak.
“Oi CATS, kenapa ada 9 kamar di sini ?” Tanya Kaito.
[.....................]
“Oi CATS....jawab....” Teriak Kaito.
[........no spoiler]
“Gah.....jangan bercanda CATS, di sini cuma ada aku, Chisato senpai, Reina san, Marin san, Yuka san dan Airi san. Kita hanya ber enam, lagipula aku dan senpai sudah ada tempat masing masing, buat apa kamar sebanyak ini.”
__ADS_1
[Sleep mode on....selamat malam Kaito sama]
“Oi CATS.....CATSSSSSS....”