
Keesokan harinya, Kaito, Airi, Nagisa, Chisato dan Fumiko bertemu dengan Yuzuki di stasiun kereta yang berada di dekat distrik pertokoan, mereka berencana menggunakan kereta cepat untuk pergi ke kota Izamu. Mereka melihat Yuzuki yang memakai masker sudah menunggu di depan stasiun.
“Maaf lama menunggu senpai....kita semua sudah siap.” Sapa Kaito.
“Tidak apa apa Kaito kun, aku juga baru datang....” Balas Yuzuki.
“Tch semua gara gara si ojousama ini lama.....” Ujar Nagisa.
“Benar benar, senpai lama tadi di kamar, ngapain saja sih ?” Tanya Airi.
“Lagipula kenapa kamu bawa koper sebesar itu ? apa saja isinya ?” Tanya Chisato.
“Berisik, ini semua alat pencegahan hantu.....aku takut....” Jawab Fumiko.
“Haaaaah.....sudah kubilang hantu tidak ada...kenapa sih ga percaya...” Balas Chisato.
“Tetap saja aku takut....” Ujar Fumiko.
“Sudahlah yu, nanti keretanya keburu berangkat.” Ajak Kaito.
“I...iya....Kaito sama.....” Balas Fumiko.
Kaito membawakan koper besar Fumiko dan diam diam dia menyimpan nya di safety box tanpa terlihat Yuzuki. Setelah itu mereka masuk ke dalam stasiun dan naik kereta cepat yang langsung menuju ke kota Izamu yang berada tidak jauh dari kota Kosaka. Perjalanan dengan menggunakan kereta hanya memakan waktu selama 2 jam, dengan sekali transit di sebuah desa. Setelah sampai ke stasiun yang berada di kota Izamu,
“Wah ternyata kota Izamu bagus ya, banyak sekali kuil di sini....” Ujar Airi.
“Iya, soalnya kota ini memang pusat keagamaan negara ini, jadi banyak yang datang ke sini untuk berziarah dan berlibur...yu, kita naik taksi saja, rumah ku berada di sisi lain kota.” Ajak Yuzuki.
Nagisa dan Chisato melihat Fumiko yang menunduk sambil menggenggam benda seperti salib di depan nya.
“Oi ojousama, hantu itu bukan vampire kan, buat apa kamu bawa begituan ?” Tanya Nagisa.
“Diam prince.....jangan banyak bicara....” Jawab Fumiko.
__ADS_1
“Ampun deh, sudah berapa kali aku harus meyakinkan mu, hantu itu tidak ada....” Ujar Chisato.
“Diam....jangan usik aku....” Balas Fumiko.
“Haaaah....kalian ini ribut sekali sih....ayo para senpai...Airi chan dan Yuzuki senpai sudah di depan...” Ujar Kaito yang membawakan koper Yuzuki di belakang.
“Kenapa Airi chan terlihat antusias sih......padahal mau ketemu hantu...” Gumam Fumiko.
Mereka berjalan menyusul Airi dan Yuzuki yang sudah di tepi stasiun dan sedang memanggil taksi. Setelah menaikkan barang barang milik Yuzuki ke bagasi, mereka semua naik taksi menuju rumah Yuzuki. Ketika melewati kota, mereka melihat banyak orang yang sedang berjalan jalan di wilayah pertokoan untuk berbelanja oleh oleh yang akan di bawa pulang ke kota mereka masing masing. Di dalam kota juga ada gedung gedung tinggi walau tidak penuh seperti kota Kosaka, banyak perumahan perumahan yang masih baru di bangun dan beberapa gedung apartemen yang tinggi. Setelah melewati itu semua, taksi mengarah kepada sebuah komplek yang berisi perumahan, rumah sakit, kuil kuil kuno dan pemakaman umum.
[Kaito sama, hati hati, di tempat tujuan kita, sedang ada orang yang datang kesana]
“Baiklah KATS....tolong beritahu Nagi chan, Airi chan, Chi chan dan Fumi chan....” Ujar Kaito.
Setelah itu, ke empatnya menoleh kepada Kaito dan mengangguk, mereka sudah di beritahu oleh KATS mengenai orang yang sedang datang ke sana. Ketika mereka mulai memasuki jalan menuju rumah Yuzuki yang berada di atas bukit, Kaito minta pengemudi taksi menghentikan mobil nya, kemudian mereka semua turun. Barang barang milik Yuzuki sementara di simpan dulu di safety box, mereka mengamati sebuah torii yang merupakan pintu masuk ke rumah Yuzuki di atas bukit. Di depan nya terparkir banyak mobil berjenis sedan berwarna hitam. Seorang pria paruh baya yang berpakaian jas dan rapi turun dari mobil, dia langsung naik ke atas bersama beberapa pengawal nya.
“Loh orang itu....” Ujar Yuzuki yang melihat nya dari kejauhan menggunakan teropong yang di pinjamkan Chisato.
“Kamu kenal orang itu senpai ?” Tanya Chisato.
“Hmmm.....orang itu.....kita juga kenal.” Ujar Nagisa.
“Benar, kita malah pernah kerumah nya....” Tambah Fumiko.
“Um...kalau tidak salah namanya Yoshida Toshiki, kakak dari mama Mai kan ?” Tanya Airi.
“Benar, untung Emi chan tidak ikut....” Jawab Kaito.
“Kalian sudah kenal ya, benar namanya Yoshida....dia menawar rumah ku dengan harga yang tidak masuk di akal karena melihat diriku yang masih sekolah.” Balas Yuzuki.
Setelah cukup lama mereka mengawasi, tiba tiba terdengar suara teriakan banyak orang dan tembakan dari atas, beberapa orang berlari turun dari atas termasuk Yoshida Toshiki, kemudian mereka masuk kembali ke dalam mobil. Tidak menunda lagi, mobil mobil yang terparkir itu langsung pergi meninggalkan torii (gerbang) di bawah.
“Um...ada apa ?” Tanya Fumiko yang mulai gemetar.
__ADS_1
“Hantu....” Jawab Yuzuki.
“Yuk kita kesana......” Ajak Kaito.
“Um...boleh aku tunggu di sini ?” Tanya Fumiko.
“Silahkan saja, tapi sendirian dan hantunya ada di belakang....” Jawab Nagisa.
“Waaa....aku ikut....awas kamu prince....” Jawab Fumiko.
Nagisa dan Chisato tertawa di belakang Fumiko, sedangkan Airi menggelengkan kepalanya. Mereka berjalan menuju torii secara perlahan, ketika sudah mendekat dengan gerbang nya, “Glutuk.” Sebuah benda bundar menggelinding keluar dari gerbang ke jalan, persis di depan mereka, ternyata yang menggelinding adalah kepala patung yang di sebut jizoo dengan wajah menoleh melihat kepada mereka, melihat itu, Fumiko langsung pingsan kemudian di tangkap oleh Nagisa dan Chisato di belakang nya.
“Hei ini kan.....” Ujar Airi.
“Yup, kepala patung....kecil sih.....” Balas Kaito yang berjongkok ingin mengambil nya.
“Stop...jangan di ambil....” Teriak Yuzuki yang berlari menghampiri Kaito.
Yuzuki langsung jongkok di sebelah Kaito, dia mengambil sebuah kain merah dari tas nya dan membungkus kepala patung itu dengan kain. Kemudian dia mengangkatnya dengan hati hati dan memegang nya dengan kedua tangan nya.
“Um....ini patung yang mengelilingi kuil, menurut para pembeli, patung patung ini bergerak mengusir mereka, patung patung inilah yang di sebuh hantu oleh mereka.” Ujar Yuzuki.
“Hah...senpai kok tidak takut ?” Tanya Airi.
“Oh aku memang tahu dari kecil kalau patung patung ini suka berpindah tempat, tapi belum pernah melihat mereka menyerang seseorang...” Jawab Yuzuki.
“Uuuh.....aku mau pulang.......” Ujar Fumiko.
“Diam ojousama....” Balas Nagisa.
“Hum hum hum menarik, ada berapa patung di atas senpai ?” Tanya Chisato.
“Sebaiknya kalian lihat sendiri, yuk naik....” Ajak Yuzuki yang mulai melangkah menaiki tangga.
__ADS_1
Mereka semua mulai menaiki tangga yang cukup tinggi ke atas, Fumiko yang lemas di panggul oleh Kaito dan berjalan di paling belakang. Ketika sampai di atas, mata Kaito, Fumiko, Airi, Chisato dan Nagisa terbelalak karena mereka melihat ratusan patung batu kecil yang di namakan jizoo tersebar di halaman kuil. Sedangkan masih banyak lagi patung patung dengan segala ukuran di dalam kuil.