
Seminggu kemudian, ketika Reina, Marin, Yuka, Airi dan Chisato resmi pindah ke toko Kaito, hari ini mereka berangkat bersama sama. Kaito menggunakan wujud otaku menjijikkan nya atas desakan dari semuanya, walau dia bilang dia sudah menampakkan diri selama sebulan dengan wujud asli nya. Tapi di sekolah, selama seminggu, Reina, Marin, Yuka dan Airi mengatakan kalau Kaito yang kemarin adalah orang yang di sewa menyamar menjadi Kaito yang sakit selama sebulan dan anehnya hampir semua orang percaya, membuat Kaito mati kutu dan akhirnya menuruti kemauan mereka. Pagi pagi sekali di jalan menuju gerbang sekolah, para siswa dan siswi yang menyaksikan menjadi bingung, karena Reina, Marin, Yuka, Airi jalan bersamaan dengan Kaito di tengah di tambah Chisato di belakang mereka semua.
“Gak mungkin.....masa iya sih....dia pakai dukun ya ? ga mungkin otaku menggaet semua siswi populer seperti itu.” Tanya seorang siswa yang melihat Kaito.
“Grrrr....ini tidak mungkin, sangat tidak adil, aku masih lebih mending darinya...kenapa...tidak adil....” Ujar pria di sebelah nya sambil melirik Kaito.
“Mereka buta atau apa ya ? apa sih menarik nya cowo itu, rambut kayak mangkuk begitu...” Ujar seorang siswi yang melihat mereka.
“Iya ya...aku jadi penasaran....tapi aku tidak mau...aku jijik melihat otaku begitu.” Balas siswi di sebelah nya.
“Was wes wos.” Bisik bisik dan gosip terdengar di sekitar mereka, Kaito yang merasakan dan sedikit mendengarnya menjadi menunduk dan berniat lari, tapi tidak bisa, jalur pelarian nya di tutup oleh kelima gadis yang bersama nya. Hari ini adalah hari pertama ke enam nya berangkat bersama, biasanya Kaito menghilang lebih dulu dan tiba tiba sudah ada di sekolah, sedangkan selama di sekolah dia selalu menghindar dari semuanya. Ketika mereka memasuki gerbang,
“Apa apaan ini....kenapa kalian mau sama pria seperti itu...” Tunjuk senpai populer yang kemarin kalah telak bermain basket dengan Kaito.
Reina, Marin, Yuka dan Airi malah sengaja menggandeng Kaito dan melewati senpai itu, ketika senpai mau bergerak, pundak nya di pegang seseorang,
“Minggir Mitsui....jangan menghalangi jalan.” Ujar Chisato.
“Chi..Chi chan ? kamu juga bersama mereka ?” Tanya Mitsui.
“Ya, trus kamu mau apa ? kamu tahu kan kalau aku marah seperti apa.....” Jawab Chisato.
“Ma..maaf.....silahkan lewat....” Ujar Mitsui sambil bergerak ke tepi.
“Good boy...dadah...” Chisato melangkah menyusul yang lain.
“Ini tidak mungkin....aku yang setampan ini......” Ujar Mitsui sambil melihat kedua tangannya.
“Ih senpai itu menjijikkan ya....” Ujar seorang siswi.
“Jangan dekat dekat....nanti dia mencakar mu....” Balas siswi sebelah nya.
Dan hari itu adalah hari terakhir Kaito bertemu dengan Mitsui, karena keesokan harinya Mitsui pindah ke sekolah lain. Jam makan siang, hari yang sama, kelas 1-2 yang adalah kelas Kaito, terlihat silau, karena Reina, Marin, Yuka, Airi di tambah Chisato duduk bersama dengan Kaito yang ada di tengah. Alasan kenapa Kaito di kawal sampai tidak bisa bergerak. Kembali ke satu hari sebelum nya, yaitu kemarin. Hari sudah mendekati sore, Reina, Marin, Yuka dan Airi sedang duduk di lantai 1 sekalian menjaga toko.
“Uh...Kaito kun kemana sih, kalau ada tamu seperti Arsen san kemarin gimana.” Ujar Reina.
“Kita kan sudah bisa sedikit sedikit mengapraise benda benda seperti ini...” Ujar Yuka yang mengangkat sebuah gelas keramik yang di bawa tamu dan dia membelinya, lalu mendapat pujian dari Kaito kalau keputusan nya tepat.
“Iya kamu, aku masih belum bisa...” Ujar Marin.
“Kalian tenang saja, oh ya, aku harus pergi, ada latihan, 3 minggu lagi pentas...bye bye semua.” Ujar Airi yang berdiri dan mau keluar.
Tiba tiba, Chisato berlari turun dari lantai dua dan langsung menemui semuanya, Airi yang sudah berjalan ke pintu berbalik dan tidak jadi membuka pintu,
“Kalian....ikut aku, aku menemukan sesuatu yang luar biasa....tutup saja tokonya sebentar...cepat....” Ujar Chisato.
Airi yang memang sudah di depan pintu langsung menguncinya, kemudian ke empatnya mengikuti Chisato naik ke lantai 4.
“Ada apa senpai ? kenapa kita ke tempat Kaito kun....” Tanya Marin.
“Kalian lihat ini.....”
Chisato membuka lemari pakaian yang berisi pakaian Kaito dan beberapa gaun Kiyoko. Dia langsung menyingkirkan pakaiannya dan menunjuk ke dalam.
“Pintu ? ada pintu di belakang lemari ?” Tanya Reina.
“Wow...paisen kok bisa menemukan hal seperti ini ?” Tanya Yuka.
“Awalnya aku bingung, kamar ku harus nya lebih besar kalau di lihat dari luar, lalu aku coba memukul dinding di bagian yang lebih kalau di lihat dari luar, ternyata menggema, berarti di belakang dinding ada ruang kosong. Aku coba ke atas dan melihat ujung dinding lebih itu di mana, kemudian aku menemukan lemari ini, awalnya aku mencoba menggesernya, tapi aku menyadari kalau lemari ini tertanam di dinding, aku membukanya dan menemukan pintu ini.”
Airi yang mengamati pintu itu tanpa sengaja menyentuh papan yang menonjol di samping pintu, “Ting.” Pintu terbuka dan di dalam nya ada sebuah lift.
“Wow....” Gumam semuanya.
__ADS_1
“Mau coba naik ?” Tanya Chisato kepada semuanya.
Ke empatnya langsung mengangguk, akhirnya mereka semua masuk ke dalam lift walau berdesak desakan. “Ting.” Lift terbuka dan ke limanya keluar dari lift karena sebenarnya lift nya tidak muat di naiki oleh ke limanya. Reina, Marin, Yuka, Airi dan Chisato ternganga melihat hamparan harta yang berupa barang antik, patung patung emas, koin emas dan lainnya di ruangan yang sangat luas di depan mereka.
“Wow....Kaito kun....kaya raya ?” Tanya Airi.
“Ini semua....hasil curian ?” Tanya Marin.
“Hebat....benar benar hebat.....” Gumam Yuka.
“Ruangan ini luas sekali, mungkin hampir setengah wilayah pertokoan dan kalau aku benar, berarti toko papa ku di atas sana.” Ujar Reina sambil menunjuk langit langit.
“Hum hum hum...yup tidak salah lagi, ini semua barang curian....contoh vas besar ini...benda langka yang hanya tinggal satu di dunia, karena peninggalan dari disnati awal negara kita, tidak ada yang utuh selain vas ini, tapi 30 tahun lalu, vas ini di nyatakan hilang tanpa tahu siapa yang mengambil, sampai sekarang masih menjadi misteri, tapi kalau benda ini ada di sini berarti yang mencurinya adalah...Phantom cat.” Ujar Chisato sambil mengamati sebuah vas kuno besar.
“Begitu ya senpai, berarti mungkin leluhurnya Kaito kun yang mencuri nya, bukan Kaito kun....” Ujar Reina.
“Sepertinya Phantom Cat sudah dari dulu ya, dari generasi dulu sampai sekarang.” Gumam Marin.
“Hoi, kalian, lihat itu....” Yuka menunjuk sebuah foto hitam putih di dinding.
Ke limanya langsung mengamati foto itu, kemudian mereka memperhatikan isi foto itu. Foto itu menampilkan seorang pria yang berambut silver, dengan sekitar 20 orang wanita mengelilingi nya. Mereka melihat tanggal pembuatan foto dan keterangan di bawah foto yang tertulis, “Keluarga besar Nekowari.” Kemudian di bawah nya ada penjelasan dari paling kiri ke kanan, nama nama yang berada di foto dengan latar belakang bangunan yang masih bangunan era lama.
“Hmm...nama pria di foto kuno ini....Nekowari Kenjiro.” Ujar Reina.
“Um....kalian baca tulisan kecil di atas nama para perempuan itu kan ?” Tanya Airi.
“Astaga....dari istri pertama sampai istri ke 20...semua nya istri.” Jawab Yuka.
“Ini foto papanya Kaito kun kali ya ?” Tanya Marin.
“Hum hum....kalau di lihat dari tanggalnya, tidak mungkin pria itu papanya Kaito kun yang baru berusia 16 tahun, mungkin kakek nya.” Jawab Chisato.
“Wow...hebat sekali kakek Kaito kun, walau hitam putih aku bisa melihat dia tampan sekali waktu muda....seperti Kaito kun.....” Ujar Airi tapi dia tersadar akan sesuatu.
“Seperti Kaito kun ya ?” Gumam Reina, Marin dan Yuka.
“Ini gawat juga.....” Ujar Reina.
“Benar....dia magnet wanita...makhluk berbahaya.” Tambah Marin.
“Kita harus membuat Kaito kun berpikir 4 saja cukup.” Ujar Airi yang bergumam sendiri sambil melihat foto.
Reina, Marin, Yuka langsung menoleh melihat Airi yang bergumam di sebelah mereka, karena merasa di perhatikan Airi menoleh.
“Ma...maksud mu apa Airi chan ?” Tanya Yuka.
“Loh...ya kita berempat lah.....kenapa memang ? kalian tidak mau ?” Tanya Airi.
“Um...maksud kamu kita berempat jadi istri Kaito kun gitu ? berbagi Kaito kun ?” Tanya Reina sambil berpikir.
“Hmm...kenapa tidak terpikir sebelum nya ya, kan kita jadi tidak usah bertengkar.” Gumam Marin.
“Lalu dia ?” Tanya Yuka sambil menunjuk Chisato yang sedang sibuk mengamati barang barang di dalam ruangan itu.
“Tunggu, kalian dulu, setuju tidak ?” Tanya Airi.
Reina dan Marin tidak menjawab, tapi mereka mengangguk. Yuka terlihat masih ragu tapi karena di bujuk oleh ketiganya akhirnya dia mau. Kemudian ke empatnya langsung menghampiri Chisato dan bertanya mengenai masa depan,
“Oh aku ? aku bebas, mau urutan berapa saja ok.....” Ujar Chisato.
“Bukan itu, senpai mau tidak ?” Tanya Reina.
“Mana mungkin aku melepaskan kesempatan bagus ini, kalian atur saja...sekarang aku lebih tertarik dengan benda benda ini....luar biasa.” Jawab Chisato.
__ADS_1
“Dasar paisen aneh.....” Balas Yuka.
“Baiklah, cukup berlima saja ya, jangan biarkan bertambah walau hanya satu...jangan sampai seperti di foto itu...” Ujar Reina sambil menunjuk foto yang di gantung di dinding.
“Kita batasi pergerakan dia di sekolah dan pantau kalau dia keluar toko...walau dia sudah menuruti kemauan kita pakai wujud otaku nya.” Tambah Marin.
“Setuju, serahkan pada ku, akan ku takuti semua yang mendekat.” Tambah Yuka.
“Hehehe misi pengerucutan istri di mulai....” Teriak Airi mengangkat tangan nya.
“Yaaaaaaaa....” Reina, Marin dan Yuka ikut mengangkat tangannya.
“Berisik....” Ujar Chisato.
****
Nah itulah yang terjadi dan alasan kenapa Kaito di kawal sampai membuat Kaito bingung hari ini, sebab dia memang tidak tahu apa apa.
“Anoo....sebenarnya hari ini ada apa ya ? kenapa kalian mengawal ku seperti ini....seharian ini aku menderita dari tatapan setajam pisau yang mengarah pada ku.” Ujar Kaito.
“Ah tidak apa apa....pengen aja.” Jawab Reina, Marin, Yuka dan Airi kompak.
“Yup mereka benar....” Tambah Chisato.
“Haaah ya sudah, aku ke toilet dulu.....”
Kaito berdiri dan berjalan keluar dari kelas, kemudian dia ke toilet, setelah selesai, dia berjalan ke tempat cuci tangan dan mencuci tangannya sambil melihat wajah nya di cermin,
“Mereka kenapa ya ? dari semalam sudah aneh.....” Pikir Kaito.
Selesai mencuci tangan, Kaito keluar dari kamar mandi dan dia kaget karena Reina, Marin, Yuka, Airi dan bahkan Chisato menunggunya di pintu keluar toilet dan menarik perhatian orang orang.
“Ampun deh, sebenarnya ada apa sih ini ?” Tanya Kaito.
“Ah tidaaaaak....” Jawab kelimanya.
“Sudahlah tidak usah di pikirkan, kita lagi mau saja...” Ujar Reina sambil merangkul lengan Kaito.
“Iya iya jangan di pikirkan.” Yuka merangkul lengan sebelah nya.
“Yuk yuk ke kelas...” Marin mendorong Kaito dari belakang.
Akhirnya ke enam nya kembali ke kelas dengan Kaito berada di tengah kembali. Tapi ketika mau masuk ke dalam kelas, mereka melihat banyak murid berkerumun di depan kelas mereka dan melihat ke dalam kelas. Reina, Marin, Yuka dan Airi jalan lebih dulu, kerumunan langsung menyingkir dan mereka masuk ke dalam kelas, Kaito juga di dorong oleh Chisato masuk ke dalam. Di dalam mereka melihat seorang gadis yang berambut pendek, bertubuh langsing dan tinggi, parasnya sangat cantik dan selain itu tampan. Namanya adalah Amane Nagisa, kelas 2-4, di kenal sebagai prince dan selalu mendapat peran sebagai prince di club drama. Dia duduk di kursi Kaito sambil menaikkan satu kaki nya di pahanya dan melihat ke luar jendela, Chisato yang mengenal nya langsung maju ke depan.
“Wow...ada prince di sini....ada perlu apa prince ?” Tanya Chisato.
Nagisa menoleh dan dengan wajah sombongnya dia melihat Chisato dari bawah ke atas kemudian dia berdiri, ternyata Nagisa lebih tinggi jauh dari Chisato.
“Hohoho...rupanya detektif aneh...kalau begitu aku pakai jasamu, tolong bantu aku cari anak kelas 1 -2 yang bernama Tanaka Kaito.” Jawab Nagisa.
“Heeee....ada apa nih prince tiba tiba mencari kouhai....” Ujar Chisato.
“Bukan urusan mu.....” Balas Nagisa.
Keduanya saling memandang dengan mata melotot juga senyum meremehkan satu sama lain, sepertinya mereka berdua memang bersaing entah dalam hal apa. Sedangkan di pintu kelas, Kaito berusaha lari tapi di cegah oleh Reina, Marin, Yuka dan Airi. Akhirnya ke empatnya membawa Kaito pergi dari kelas dan Nagisa melihat nya. Dia langsung mengikuti keluar dan Chisato mengikuti nya dari belakang. Di atap,
“Jelaskan Kaito kun, kenapa senpai itu mencari mu....” Ujar Marin.
“Iya benar, aku tidak kenal senpai itu, tapi lihat saja, banyak yang mengerubunginya.” Tambah Reina.
“Chisato senpai sepertinya kenal dia....sepertinya mereka bertengkar, walau keduanya sama sama cantik sih.” Ujar Yuka.
“Ayo ayo ceritakan.....” Tambah Airi.
__ADS_1
“Eh...ah...jadi begini...kemarin pulang sekolah....”
Kaito menceritakan apa yang terjadi kemarin dan kenapa dia malam baru kembali ke toko juga pertemuan tidak sengajanya dengan Nagisa.