
Kaito terus mengikuti Miura sensei dan Hakuto sensei dari belakang, ketika sampai di dalam gedung, mereka berpisah, Miura sensei mengikuti siswi yang memanggil nya untuk kembali ke ruang student council, sedangkan Hakuto sensei pergi berlawanan arah.
“KATS, beritahu 7 istri ku untuk bersiap siap, jelaskan situasinya pada mereka, terutama Marin chan....” Ujar Kaito.
[Affirmative]
“Aku akan mengikuti Hakuto sensei, tolong urus lainnya, aku kasih wewenang kepada Marin chan untuk bicara dengan mu. Thanks KATS.”
[Affirmative, sama sama Kaito sama]
Kaito mengikuti Hakuto sensei yang naik ke lantai 2, kemudian dia masuk ke ruang laboratorium biologi. Dia melihat sekeliling dan masuk ke dalam, Kaito mengikutinya karena curiga melihat sikap nya. Begitu di dalam dia mengunci pintu, kemudian dia berjalan ke balik meja dan sepertinya dia menekan tombol di bawah meja, kemudian meja besar yang seharusnya menyatu dengan lantai itu. Setelah bergeser, ternyata ada tangga turun ke bawah. Sensei langsung turun masuk ke dalam dan Kaito mengikuti nya, mereka tiba di sebuah ruangan. Ketika sensei menyalakan lampunya, Kaito menjadi kaget, karena foto Marin dalam berbagai gaya menempel menutupi seluruh dinding yang mengelilingi ruangan itu. Sensei duduk di sebuah meja dan ada laptop di atas meja yang menampilkan kegiatan Marin secara live.
“Kozue onee chan....kalau aku tidak bisa memiliki mu, maka sasaran ku adalah anak mu hehehehe....dia akan menjadi milik ku......” Ujar nya sambil terkekeh.
“KATS kamu lihat ini kan ? hancurkan kamera yang memantau Marin chan.” Ujar Kaito di kepalanya.
[Affirmative]
Tiba tiba gambar di laptop menghilang dan Marin sudah tidak kelihatan lagi di monitor.
“Apa...apa yang terjadi....Marin chan.......aku harus berbuat sesuatu.....”
Ketika sensei berdiri dan berbalik, Kaito yang mengenakan pakaian nya muncul di belakang nya sambil memegang pistol nya dan bersender di pintu.
“Mau kemana sensei ?” Tanya Kaito dengan alat pengubah suara.
“Siapa kamu ? kenapa kamu bisa masuk ke sini....” Teriak sensei.
“Heee....ternyata sensei stalker ya......mana boleh mengintai murid seperti ini sensei...” Ujar Kaito.
“Diam...aku mencintai nya, kenapa memang nya, apa salah aku mencintai murid ku ?” Tanya sensei.
“Salah besar sensei....baiklah, aku tidak mau berlama lama disini.....”
__ADS_1
“Dub.” Kaito menembak kepala sensei dengan pistol berperedam nya dan sensei kembali terduduk di kursinya dalam keadaan tak bernyawa. Kemudian dia melihat laptop sensei yang masih menyala dan membuka sebuah file bertuliskan diary dan agenda, ketika membukanya, barulah Kaito mengetahui kalau sensei adalah adik kelas dari mama Kozue dan sudah jatuh cinta kepada nya sejak lama, ketika Marin masuk, dia langsung mengincarnya karena seperti melihat pujaan hatinya dulu. Selain itu, dia juga menuliskan kegiatan nya di sekte sampai menyuruh Mitsui mendekati Marin dan Reina, selain itu ada daftar nama para anggota sekte yang ada di sekolah. Tapi dari semua yang Kaito baca, ada satu hal yang menarik perhatian Kaito, yaitu catatan mengenai lokasi reruntuhan kuno dari peradaban yang hilang yang berada di luar kota Kosaka yang keberadaan nya di tutupi oleh sekte.
“Hmmm ternyata ada reruntuhan tepat di bawah hidung kita yang selama ini di tutupi ya....menarik. KATS tolong salin isi laptop ini, banyak file yang berguna untuk kita.” Ujar Kaito yang membacanya.
[Affirmative....retrieving data on progress......completed]
Kotak kotak digital muncul dan membuat sebuah usb yang langsung berada di tangan Kaito. Setelah itu Kaito langsung membakar isi ruangan itu sekalian dengan jasad sensei di dalam nya, kemudian langsung keluar dari sana. Setelah itu dia dengan santai kembali ke kelas dan duduk bersama yang lain.
“Semua sudah dengar kan dari KATS ?” Tanya Kaito.
Semuanya mengangguk, tak lama kemudian terjadi kehebohan, karena ada ruangan terbakar di gedung sekolah dan semua murid di evakuasi keluar. Kaito, Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato dan Fumiko ikut keluar dari sekolah dan langsung pulang ke rumah mereka.
*****
Malam nya, Kaito dan semuanya berkumpul di lantai 4, termasuk Emi, Suzu dan Vinne. Dia menjelaskan lagi apa yang dia temui di sekolah, dalang penyerangan Marin sudah terkuak dan sudah di bereskan, tapi mereka harus bersiap siap untuk menghadapi apa yang akan sekte rencanakan saat festival budaya. Selagi berbincang bincang, tiba tiba smartphone Kaito, Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato dan Fumiko berbunyi, ada pesan masuk, ternyata dari sekolah yang mengatakan kalau kegiatan belajar mengajar di sekolah akan di liburkan selama seminggu karena kebakaran dan polisi yang akan menyelidiki Hakuto sensei yang di temukan meninggal di ruangan rahasia. Marin langsung berdiri dan duduk di pangkuan Kaito,
“Makasih ya Kaito kun...mwahhh....” Ujar Marin sambil mencium pipi Kaito.
“Waaaaaaaa.......” Teriak Reina, Yuka, Airi, Emi, Suzu dan Vinne.
“Iya benar...kalian ga boleh gitu...” Ujar Fumiko.
“Hehehe ternyata sekolah kita juga di masuki sekte ya...atau malah punya sekte...” Ujar Chisato.
“Banyak anggota sekte yang merupakan sensei, staff dan anggota yayasan....aku sudah serahkan daftarnya kepada Hana nee san melalui bantuan KATS.” Balas Kaito.
“Berarti biar saja polisi yang menangani nya ya....” Tambah Chisato.
“Tapi kalau begitu kenapa kamu bunuh sensei itu Kaito ?” Tanya Nagisa.
“Yah kesal saja......aku paling benci stalker seperti itu, apalagi sasaran nya.....tidak jadi deh...” Ujar Kaito.
“Sasaran nya ?” Tanya semuanya.
__ADS_1
“Um....ah.....salah satu dari kalian ?” Jawab Kaito.
“Hehehehehe......” Reina, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko, Emi, Suzu, Vinne langsung tersenyum lebar.
Semuanya berdiri dan langsung menerjang Kaito karena senang sampai Kaito yang sedang memangku Marin jatuh.
“Aaaaah kan begini nih.......” Teriak Kaito.
*****
Sementara itu, di lantai dua, Kirara dan Karen sedang duduk di kantor Chisato dan Junko sedang melayani mereka. Tiba tiba, “Blugh.” Terdengar suara keras di atas. Kirara langsung menoleh melihat Karen dan keduanya tersenyum,
“Masa muda......” Ujar Kirara.
“Hehehe iya...masa muda.....” Tambah Karen.
Keduanya langsung minum teh yang di sediakan Junko. Setelah minum teh, keduanya menaruh lagi cangkirnya,
“Ada kabar dari Kaoru, Katsumi dan Kaya ?” Tanya Kirara.
“Kaoru nee san akan datang minggu depan, Katsumi sepertinya mau bertemu Kiyoko nee san dan Kaya belum ada kabar.” Jawab Karen.
“Baiklah, aku siap bergerak kapan saja....” Ujar Kirara.
“Aku juga, Junko, tolong bilang kepada pengurus biara untuk bersiap siap.” Tambah Karen.
“Baik kepala biara....” Jawab Junko.
“Kaoru dan Katsumi aku tidak khawatir, tapi Kaya....aku sedikit khawatir dengan nya.” Tambah Kirara.
“Ya, semoga dia tidak apa apa, sampai sekarang dia belum memberi kabar sama sekali, aku sudah tanya Kiyoko nee san dan Kohana nee san, mereka juga tidak tahu kabar nya.” Balas Karen.
“Semoga dia tidak apa apa....” Balas Kirara.
__ADS_1
“Ya, kita doakan saja supaya lancar...tapi dia ada di negara ini kan ?” Tanya Karen.
“Benar, di kota Yoruma.....terakhir aku dengar, dia sedang menyelidiki reruntuhan.” Jawab Kirara.