
Kaito mengajak Suzu ke hotel untuk menemui yang lain. Tapi dia menjadi bingung, bagaimana menjelaskan kepada yang lain mengenai Suzu kecuali dia menceritakan semua yang terjadi.
[Sudah saatnya mereka semua harus mengetahui tentang sekte]
“Sepertinya memang tidak ada cara lain selain membuka semuanya, aku paham kalau mereka takut dan pergi, baiklah aku akan jelaskan ke mereka semua.”
[.................]
“Kenapa CATS ?” Tanya Kaito.
[Tidak ada apa apa]
Kaito melangkah masuk ke dalam hotel sambil menggandeng Suzu dan langsung menuju lift untuk naik ke atas. “Ting” pintu lift terbuka, di balik pintu sudah berdiri Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko dan Emi, semuanya bertolak pinggang dan memasang wajah cemberut.
“Ah......” Ujar Kaito melihat nya.
“Um...Emi chan ?” Tanya Suzu yang melihat Emi.
“Eh...Suzu chan ? kok kamu di sini dan kenapa kamu bersama onii chan ?” Tanya Emi.
“Aku ceritakan semuanya, tapi tidak di sini....” Ujar Kaito.
“Hmmmmm.....” Ujar ke tujuh gadis yang lain.
Akhirnya semuanya kembali ke kamar, begitu masuk, semuanya duduk di lantai dan Kaito duduk di paling depan menghadap yang lain.
“Sebelum aku cerita, aku minta maaf dulu, karena cerita yang akan aku ceritakan ini akan merubah pandangan kalian terhadap ku. Tapi aku harus cerita mengenai hal ini.” Kaito menunduk.
Reina, Marin, Yuka, Airi, Chisato, Nagisa, Fumiko, Emi langsung saling melihat satu sama lain, mereka bingung karena mendengar ucapan Kaito.
“Coba ceritakan dulu....” Ujar Marin.
Akhirnya Kaito menceritakan semuanya, mengenai keluarganya, papa nya yang di bunuh sekte yang bernama sekte golden crow, Kiyoko dan Hana yang sedang bertarung dengan sekte itu bersama saudara saudaranya di seluruh dunia dan mengenai ke 15 mama nya yang berpencar. Tapi mengenai Kozue dan obasan dari Yuka termasuk mamanya, Kaito tidak menceritakan nya karena memegang janji nya. Kaito juga bilang kalau mereka bersama dengan dia, hidup mereka dalam bahaya, jadi dia tidak keberatan kalau mereka meninggalkan dirinya, malah dia menganjurkan seperti itu supaya ke delapan nya tidak terlibat dalam bahaya. Ke delapan nya langsung tertegun tanpa bicara apa apa. Setelah cerita, Kaito diam dan menunduk, dia menyerahkan semua keputusan kepada ke delapannya.
“Haaaah kupikir apa, dengar ya Kaito kun, dari awal aku sudah merasa memang ada yang tidak beres sejak aku melihat foto di basement itu, itu foto kakek mu kan ? mana foto papa mu ? tidak ada. Jadi kalau kamu mau berjuang sendiri seperti yang kamu bilang barusan karena takut aku terlibat bahaya ? maaf, aku tetap ikut kamu dan kamu tidak akan bisa menolak ku.” Chisato berdiri dan duduk di sebelah Kaito sambil menempelkan pundak nya.
“Tapi....Chi san....”
Belum selesai Kaito berbicara, Emi langsung menerjang nya tanpa basa basi. Kemudian dia duduk di dada Kaito.
“Aku sudah berpisah dengan onii chan 5 tahun, jadi sudah cukup, aku ikut onii chan...aku tidak perduli bahaya atau tidak....” Ujar Emi.
“He..hei...menyingkir.....” Ujar Kaito.
“Sejak ketemu kamu, aku sudah menyerahkan hidupku padamu Kaito sama, jadi jangan singkirkan aku....” Fumiko langsung duduk di sebelah Kaito yang masih di tindih Emi dan memegang tangan nya.
Reina, Marin, Yuka, Airi dan Nagisa berdiri, kemudian mereka berbalik dan berjalan keluar kamar. Kaito merasa sedikit lega, karena selain yang ada di dalam kamar, yang keluar masih punya keluarga. Tapi tiba tiba Marin masuk kembali ke dalam kamar dan langsung menghampiri Suzu.
“Namamu tadi siapa ? sini ikut.......” Ujar Marin sambil menarik Suzu yang duduk.
“Eh...mau kemana ?” Tanya Suzu bingung.
Marin tidak menjawab dan menarik Suzu keluar dari kamar. Setelah semuanya pergi, barulah Kaito menceritakan kepada Chisato, Fumiko dan Emi mengenai kejadian barusan dan apa yang akan sekte itu lakukan di konser perpisahan Airi nanti.
“Hmmm...jadi begitu, kita harus merancang rencana supaya mereka tidak mengganggu konsernya, aku akan mulai menyelidiki nya, masih ada dua hari kan.” Ujar Chisato.
“Baik, tapi hati hati Chi san....” Balas Kaito.
“Aku akan membantu menjaga Airi onee chan....” Ujar Emi.
“Iya, makasih ya Emi chan...” Balas Kaito.
“Aku akan coba mencari tahu melalui beberapa bawahan yang masih setia padaku, kemungkinan mereka tahu. Tenang saja, mereka bisa di percaya.”
“Baiklah, Fumiko san....terima kasih...” Ujar Kaito.
Kemudian mereka membahas bagaimana cara melindungi Airi supaya Airi tidak kenapa napa dan tidak dalam bahaya. Pembahasan mereka akhirnya berlangsung selama satu jam. Sesekali Kaito melihat pintu kamar yang tertutup, hatinya sedikit sedih karena banyak yang pergi tapi dia juga merasa lega karena semua yang keluar tidak akan terlibat dengan hal hal yang berbahaya dan mengancam jiwa mereka, tapi “Braaak.” Pintu kamar di buka kencang, Reina, Marin, Yuka, Airi dan Nagisa masuk membawa Suzu yang sudah mandi. Kaito, Chisato, Emi, Fumiko langsung menoleh melihat ke pintu dan tercengang. Setelah menutup pintu, ke lima nya kembali duduk di depan Kaito bersama Suzu.
“Baiklah, kita sudah putuskan, Suzuno chan akan menjadi tunangan Kaito kun yang ke 9....” Ujar Reina.
“Sebentaaaaar........kalian keluar tadi ngapain ? bukankah kalian pergi karena mendengar ceritaku ?” Tanya Kaito.
“Tch....kami mengajak dia mandi....tadi ada bau aneh di kamar...oh dan habis ini kamu juga tolong mandi.” Jawab Nagisa.
“Tahu kan yang kusampaikan tadi penting ?” Tanya Kaito.
“Iya tau kok, trus ? masalahnya apa ? kamu pikir dengan adanya hal seperti itu trus aku meninggalkan calon suami ku gitu ? yang benar saja.” Protes Yuka.
“Nah Yuka chan sudah mewakili kita semua, kalau kamu pikir aku gentar akan hal seperti yang kamu ceritakan itu berarti kamu meremehkan ku.” Ujar Marin.
“Aku juga sama seperti yang lain, maaf tapi saat ini aku tidak mau dekat dengan mu sebelum kamu mandi.....” Ujar Reina.
“Jadi sambil mandi tadi, kita membahas soal Suzu chan....paham ya Kaito kun, besok tetap kerumah ya.....” Tambah Airi.
“Ka..kalian semua tidak takut ?” Tanya Kaito.
“Haaaah...kenapa harus takut, kita bersamamu kan.” Ujar semuanya.
Chisato, Emi dan Fumiko langsung tertawa, mereka sebenarnya sudah tahu kalau semuanya tidak mungkin meninggalkan Kaito.
__ADS_1
“CATS, kok begini ?” Tanya Kaito di kepalanya.
[Kiyoko sama sudah bilang kan, mereka bisa di andalkan, di kereta tadi juga sudah di buktikan]
Tiba tiba muncul kotak kotak digital di tangan dan leher Suzu, begitu selesai, Suzu langsung memakai cincin dan liontin. Karena kaget, Kaito membuka safety box nya dan mengambil kotak cincin yang dia bawa, begitu di buka, sisanya hanya tinggal satu cincin.
“Grrrr CATS......” Ujar Kaito.
[Semoga....]
“Ya ya aku tahu, semoga mereka melahirkan anak laki laki yang sehat....bosan.”
Setelah itu, Kaito kembali menceritakan mengenai apa yang terjadi dengan Suzu dan mengenai sekte yang akan mengganggu konser perpisahan Airi dengan Airi yang di duga sebagai targetnya.
“Ok, detektif dekil itu sudah mengerti kan....sekarang kamu mandi Kaito....” Ujar Nagisa.
“Ya, biar kami yang diskusi di sini...sana cepat...aku tidak tahan bau mu.” Tambah Reina.
“Ya ya...aku mandi.....” Ujar Kaito beranjak pergi dari duduk nya.
Setelah Kaito keluar kamar, ke sembilan calon istri nya langsung berembuk dan membahas bagaimana cara menyelamatkan dan menjaga Airi.
*****
Sementara itu, Kiyoko yang sedang di rumah Hana di kota Kosaka, ketika dia baru selesai mandi dan duduk sambil memainkan smartphone nya.
[Kiyoko sama, sebentar lagi sudah bisa di mulai]
“Oh semua sudah terkumpul ?” Tanya Kiyoko.
[Hanya sisa satu lagi, tapi besok semua akan lengkap]
“Bagus CATS, tolong selesaikan dengan cepat ya.....”
[Affirmative]
Kiyoko langsung menekan smartphone untuk memanggil video conference di grup nya. Enam kontak langsung muncul dan menampilkan wajah mereka termasuk Hana yang sedang bersama Evan.
“Sudah saatnya kita bisa mulai......” Ujar Kiyoko.
“Wah hebat juga Kaito, papa saja tidak bisa membuka mode itu....” Ujar seorang wanita yang belum di kenal.
“Tidak percuma ya kamu di Kosaka nee san....” Tambah seorang wanita lagi.
“Kiyoko, Kaito sudah mengerti kan tujuan kita apa ?” Tanya Evan.
“Haaah kenapa kamu tidak bilang detailnya, dia bisa kaget nanti.....” Balas Hana.
“Tidak perlu bilang detail nya, aku hanya kasih petunjuk, kalau dia belum tahu kemampuan CATS yang sesungguhnya. Aku tidak mau beritahu dulu, sebab kalau dia berubah pikiran bisa repot.” Balas Kiyoko.
“Berarti sebentar lagi kita semua bisa melihat dan merasakan mode CATS yang belum pernah di buka siapapun kecuali jaman leluhur dulu, benar kan nee san.” Ujar seorang wanita.
“Benar, jadi semua bersiap siap.....begitu mode itu jalan, kita bergerak.” Balas Kiyoko.
“Hahaha aku bangga punya adik seperti Kaito...papa saja tidak bisa membuka mode itu...benar tidak onee chan tachi...” Ujar wanita yang lain.
“Hehe benar, tapi papa dulu ga ada yang dukung...dia terlalu lembek....” Tambah seorang wanita lagi.
“Hah....Kaito juga lembek, kalau tidak kita bohongi, benar tidak Kiyoko ?” Tanya Hana.
“Hehe benar......” Jawab Kiyoko.
Dan mereka terus berdiskusi sepanjang malam sekaligus membahas rencana pergerakan mereka.
*****
Keesokan harinya, Kaito bersama dengan Airi berangkat menuju rumah Airi untuk menemui orang tua Airi. Mereka pergi naik taksi untuk menuju rumah Airi supaya Airi tidak terlihat oleh orang.
“Aku sedikit grogi Kaito kun...aku sudah lama tidak pulang soalnya.” Ujar Airi.
“Tapi kamu masih sering kontak ke mereka kan ?” Tanya Kaito.
“Sesekali sih.....” Jawab Airi.
“Soal hari ini, kamu sudah bilang kan ?” Tanya Kaito.
“Sudah...tapi tanggapan mereka biasa saja....sepertinya mereka marah karena aku bilang mau keluar dari agensi dan menikah dengan mu....” Jawab Airi.
“Duh kenapa baru bilang sekarang....kita coba temui saja dulu.”
Airi menangguk, dia hanya bisa menggenggam tangan Kaito dan menunduk dengan wajah yang sedikit sedih. Tapi Kaito mulai berpikir, kenapa keluarga Airi bisa marah karena dia berhenti menjadi idol.
[Kaito sama, ada masalah, sebaiknya tidak usah ke rumah Airi san]
“Kenapa CATS ?” Tanya Kaito.
[Ini jebakan]
“Hmm....baiklah.....” Jawab Kaito.
__ADS_1
“Airi chan, sebelum nya maaf, kita sebaik nya tidak jadi ke rumah mu.”
“Kenapa Kaito kun ?” Tanya Airi.
Kaito menjelaskan kepada Airi apa yang CATS katakan. Airi menunduk dan menangis, Kaito langsung merangkul nya, kemudian dia bertanya ada apa sebenarnya antara Airi dan keluarganya. Airi bercerita kalau dia menjadi idol karena dari kecil dia selalu di bandingkan dengan adik nya dan di anak tirikan oleh kedua orang tuanya, ketika dia mulai terkenal seperti sekarang, orang tuanya mulai baik padanya, tapi mereka meminta uang darinya, sehingga Airi mengambil banyak job sampai dia jarang masuk ke sekolah karena kesibukan nya. Tapi ketika dia mengatakan ingin berhenti jadi idol dan mau hidup normal bersama Kaito, keluarganya menentang nya dan tetap menyuruhnya datang.
Ketika taksi sudah mau berbelok ke rumah Airi, Kaito minta berhenti, karena melihat keramaian di depan rumah Airi. Setelah mereka berdua turun dan mengamati dari kejauhan,
“Wartawan....dan bukan hanya itu, ada agensi juga....” Ujar Kaito dari kejauhan.
“Iya...kenapa bisa tahu rumah ku....tidak ada yang tahu aku sudah di kota ini hari ini, seharusnya mereka baru nanti sore berkumpul di bandara...dan apa yang agensi ku lakukan di sini....” Ujar Airi melihat dari kejauhan.
Tiba tiba smartphone Kaito berbunyi, ada pesan yang masuk, ketika di lihat ternyata Reina mengirim pesan. Kaito membukanya dan ternyata hanya ada satu video. Kemudian sebuah pesan lagi masuk yang bertuliskan, “Putar video nya sekarang.” Kaito langsung mutar video nya dan ternyata isi video itu adalah rekaman berita di televisi yang ada di hotel. Tajuk berita itu adalah, “Idol terkenal menghilang, di duga melarikan diri bersama pacarnya.” Rumah Airi menjadi sorotan di latar belakang berita itu. Lalu video itu juga menampilkan seorang wanita paruh baya yang marah marah karena anak nya di bawa lari pria asing. Airi menangis melihat video nya, kemudian smartphone nya berdering, dia melihat ada pesan dari mama nya, ketika Airi membuka pesan nya, isinya, “Kamu bikin susah keluarga, mulai hari ini kamu bukan keluarga.” Setelah itu nomor Airi di blok oleh mamanya. Airi ingin keluar, tapi di cegah oleh Kaito yang langsung memeluk dan mendekap nya.
“Jangan keluar, ini cara mereka untuk membuat mu terus menjadi idol, tegar Airi chan....” Ujar Kaito.
“Tapi.....tapi....hiks...hiks....”
“Aku paham, paham sekali, aku juga dulu di telantarkan keluarga ku, jadi aku paham perasaan mu....sekarang kita harus pergi dari sini. Tolong mengerti ya...” Ujar Kaito.
“Hiks...hiks...aku tidak punya keluarga....” Ujar Airi.
“Ada aku, Reina san, Marin san, Yuka san, Nagisa san, Chi san, Fumiko san, Emi chan dan Suzu chan.....kamu tidak sendirian...” Ujar Kaito sambil mengelus kepala Airi.
Airi akhirnya diam dan menangis tersedu sedu di pelukan Kaito. Tanpa sengaja tubuh keduanya terlihat dari depan rumah.
“Hei disana....” Teriak seorang wartawan.
Seluruh wartawan, orang dari agensi dan pengawal berlarian menuju Kaito dan Airi yang melihat mereka. Kaito langsung menarik Airi berlari dengan kencang, Airi sempat terjatuh karena sepatu tinggi nya, Kaito langsung berbalik dan menggendong Airi. Mereka terus berlari sampai akhirnya mereka berbelok di sebuah gang yang ternyata buntu.
“Aduh.....gawat....” Ujar Kaito.
“Gimana Kaito kun.....maaf semua jadi begini....” Ujar Airi.
“Bukan salah mu.....” Balas Kaito.
“Hei...apa yang kalian lakukan....sini cepat.....” Ujar seorang gadis.
Kaito menoleh dan dia melihat seorang gadis kecil yang mengenakan pakaian gothic berwarna hitam sedang membuka pintu sebuah gedung.
“Rasanya aku pernah lihat kamu ?” Tanya Kaito.
“Memang pernah Kaito senpai....sudah cepat.....”
Tanpa pikir panjang lagi, Kaito langsung masuk ke dalam pintu dan gadis itu menutup pintunya. Para wartawan dan lainnya yang mengejar mereka melihat ke dalam gang dan karena buntu mereka langsung melewati nya.
Ketika di dalam, Kaito dan Airi ternyata berada di sebuah museum. Kaito langsung menoleh gadis kecil yang tingginya mungkiin hanya sepinggang dirinya lebih sedikit dan lebih kecil dari Airi.
“Kamu siapa ?” Tanya Kaito yang sedang menggendong Airi.
“Namaku Yonagawa Vinne, kita pernah bertemu di rumah Nagisa onee chan dan tahun depan aku akan masuk ke sekolah yang sama dengan mu Kaito senpai.”
“Ah...eh tunggu, kamu mau masuk sma ? bukannya masih sd ?” Tanya Kaito.
“Aaah...jangan meremehkan ku karena badan ku kecil, aku anak kelas 3 smp di Shido public middle school dan tahun depan aku masuk Fukutoshi, aku marah senpai....” Jawab Vinne cemberut.
“Ups...maaf maaf....” Ujar Kaito.
“Vinne chan kamu lucu, seperti boneka...” Ujar Airi.
“Haaaaah...jangan begitu dong, aku nangis nih....” Teriak Vinne.
“Baik baik maaf hehe....” Balas Airi.
“Baiklah Vinne chan, bagaimana cara kita keluar dari sini ?” Tanya Kaito.
“Aku akan menunjukkan jalan nya.....tapi tolong bawa aku pergi, aku ada di sini karena mau di jual...aku sudah selidiki siapa Kaito senpai, tolong aku Phantom Cat.” Ujar Vinne dengan wajah hampir menangis.
Kaito dan Airi langsung saling melihat satu sama lain, kemudian mereka melihat Vinne di depan mereka yang sudah menitikkan air mata dan berwajah sedih.
\=============================
Mission CATS :
Gadis populer seangkatan : (4/4) Cleared
Senpai populer : (3/3) Cleared
Kouhai (junior) populer next year : (2/2) Cleared
Imouto (adik angkat) : (1/1) Cleared
Preparing for upgrade to system K.A.T.S (Kill And Terminate Squad)
\=============================
__ADS_1