C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 65


__ADS_3

Sementara itu, dari dalam hutan yang terletak di belakang rumah dan masih masuk ke dalam komplek kuil, Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko dan Yuzuki mengintip kondisi di dalam kuil, mereka melihat dari kejauhan Kaito yang masih di tangkap oleh Genjiro.


“Aduh.....gimana ini ? kita harus menolong Kaito kun.” Ujar Airi.


“Tch.....kenapa bisa jadi begini....kok orang tua itu tahu kalau Kaito ada di sebelah nya.” Tambah Nagisa.


“Kaito sama.....kita tidak bisa diam saja di sini...” Tambah Fumiko.


“Kalian tenang dulu, percaya sama Kaito kun.....aku yakin dia pasti berbuat sesuatu.” Ujar Chisato.


“Um....ngomong ngomong, kalian masih di sekitar ku kan ?” Tanya Yuzuki yang tidak bisa melihat ke empat nya.


“Iya tenang saja senpai....” Jawab Chisato.


“Hmm...ada 5 orang penjaga, 10 pendeta, 3 orang yang terlihat penting, aku bisa mengatasi penjaganya, kalian bisa mengatasi pendeta nya ?” Tanya Nagisa.


“Jangan gegabah prince.....” Jawab Chisato.


“Eh...kamu tidak lihat apa....lama lama Kaito bisa mati....” Teriak Nagisa.


“Kalau kamu keluar, kita semua mati....payah kamu....” Balas Chisato.


“Kamu cari gara gara ya....” Balas Nagisa.


“Stoooop....kenapa kalian malah ribut sendiri.” Teriak Fumiko.


“Benar benar Fumiko senpai benar, kita tidak boleh ribut sendiri, pikirkan bagaimana caranya.....” Tambah Airi.


Ke empatnya terdiam, mereka benar benar bepikir keras bagaimana cara menyelamatkan Kaito.


“Um....boleh usul ?” Tanya Yuzuki.


“Usul apa senpai ?” Tanya Chisato menjawab.


“Aku kan sudah mempelajari fungsi patung patung itu kemarin, gimana kalau kita kagetkan mereka pakai itu....” Ujar Yuzuki.


“Hmmmm......” Gumam Nagisa, Airi dan Fumiko berpikir.


[Ide bagus, aku akan bantu, create weapon......completed]

__ADS_1


“KATS.....” Ujar Airi, Nagisa, Chisato dan Fumiko.


Beberapa senapan buru, pistol dan rompi kevlar jatuh di hadapan Airi, Nagisa dan Fumiko. Chisato memegang tangan Yuzuki dan berdiri, kemudian mereka membawa semua senjata senjata itu ke dalam rumah Yuzuki melalui pintu belakang. Mereka menuju ruang tengah ke altar boneka.


[Bukan lemari di bawah rak nya]


Chisato membuka lemari di bawah rak tempat menaruh boneka yang berjumlah ratusan itu, di dalam lemari ada sebuah kubus hitam yang bertuliskan angka digital dan tulisan digital.


[Opening hatch]


Kubus itu terbuka dan keluar tempat datar seperti nampan tempat menaruh cd yang lebar. Chisato dan lainnya mundur melihat nya.


[Taruh sebuah senapan buru di tempat itu]


Nagisa langsung meletakkan satu senapan buru yang dia pegang di nampan yang keluar dari dalam kubus. Nampan itu masuk kembali ke dalam kubus, lampu mulai muncul memutari kubus seperti sedang memproses sesuatu.


[Processing weapon.......completed]


Nampan datar itu keluar lagi dan senapan buru tadi sudah menghilang setelah proses selesai,


[Sekarang masukkan pistol dan kevlar ke dalam]


[Processing weapon and armor........completed]


[Activate combat mode]


[Tolong beritahu Yuzuki san supaya dia membayangkan patung patung di kuil bergerak]


Chisato dan Nagisa memberitahu Yuzuki, langsung saja Yuzuki yang sudah mengerti cara nya karena sudah belajar, duduk bersila di depan rak dan bersemedi. Boneka boneka di atas rak mulai bergerak dan berisik. Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko berdiri, ternyata boneka boneka itu sudah berubah mengenakan pakaian loreng tentara, memakai ikat kepala merah dan membawa senapan buru dan sedang bergetar getar di tempat.


[Intercom : Nagisa senpai, Airi chan dan Chisato senpai bersiap menyelamatkan Kaito kun, minta Yuzuki senpai tinggal di dalam rumah dekat boneka dan Fumiko senpai tolong temani]


“Eh...kok KATS jadi suara wanita.....ini...Reina chan ?” Tanya Airi.


[Intercom : Hehehe benar...sudah cepat...patung patung di depan sudah bergerak]


Airi, Nagisa dan Chisato langsung berlari keluar, menuju kuil sambil membawa persenjataan dan memakai pakaian mereka.


*****

__ADS_1


Kembali sesaat sebelum boneka bergerak, Kaito yang menyamar menjadi wanita paruh baya, sudah di turunkan dan di ikat oleh anak buah Genjiro. Kemudian Genjiro jongkok di depan Kaito yang di todong senjata oleh Eijiri dan anak buahnya,


“Hmm...kamu siapa ? Istri ke berapa dari Kiyotaka hah ?” Tanya Genjiro.


Kaito diam saja dan tidak menjawab, tiba tiba pipinya di cengkram oleh Genjiro yang mengamati wajah nya.


“Nekowari sudah tamat, aku melihat sendiri Kiyotaka mati di depan ku.....buat apa kamu masih bertahan seperti ini, serahkan kuil ini pada kami.” Ujar Genjiro.


“Eh...dia mengira aku pemilik kuil ini ya.....hmmm.....” Pikir Kaito yang diam saja dan tidak menjawab.


“Tembak saja ossan, lalu kita geledah rumah nya dan buat warisan dengan cap darah nya....” Ujar Eijiri.


“Jangan gegabah.....kalau dia mempertahankan kuil ini, berarti dia mungkin orang penting...” Balas Genjiro.


“Haaah...kupikir semua sudah mati saat kebakaran dulu, ternyata masih ada yang lolos...” Ujar Toshiki.


“Oh jadi kebakaran yang membuat luka bakar di wajah senpai itu ulah mereka....” Pikir Kaito yang tetap bungkam.


Selagi Kaito di interogasi dengan pertanyaan demi pertanyaan, tiba tiba seseorang bicara di kepalanya,


“Kaito kun, aku sudah dengar semuanya...karena di beritahu KATS. Siap siap keluarkan bom asap dan menghilang ya, Airi chan, Nagi senpai, Fumi senpai dan Chi senpai sudah bergerak.” Ujar Reina.


“Eh...Reina chan....ok, aku bersiap siap.....” Balas Kaito.


Tak lama kemudian, “Blaaak.” Pintu kuil terbuka kencang, seluruh orang di halaman menoleh, “Grek....grek...grek.” terdengar bunyi sesuatu bergeser di dalam. “Gregek....gregek....” Suara benda bergesere semakin mendekati pintu. Para pendeta langsung mengambil posisi dan para anak buah menodongkan senjatanya ke arah pintu kuil. Toshiki, Eijiri dan Genjuro juga menoleh melihat ke arah pintu. “Grek....blugh.” Sebuah patung batu jizoo jatuh terlungkup ketika keluar kuil. Para pendeta langsung saling menoleh dan melihat satu sama lain, beberapa pendeta maju mendekati patung jizoo yang terlungkup dan memakai ikat kepala merah. Ketika tangan seorang pendeta sudah hampir menyentuh patung, “Kaaak kakakaka....” Kepala patung itu berputar dan tertawa.


“Waaaaaaaaah......” Teriak pendeta.


Mereka langsung duduk dan berkomat kamit membaca mantara. Tiba tiba patung itu berdiri, ternyata patung itu memakai pakaian tentara dan membawa senapan buru. “Dredet.....” Patung itu menembak ke atas. Tiba tiba dari dalam gerombolan patung patung jizoo kecik keluar menyeruak dan maju menyerang para pendeta dan para anak buah yang menjadi panik karena melihat fenomena aneh di depan mereka.


“Hoi jangan lari...” Teriak Eijiri yang melihat anak buah dan para pendeta lari tunggang langgang.


Kaito yang masih menjadi wanita paruh baya, tersenyum, tiba tiba, bom asap keluar dari tubuh nya dan asap langsung memenuhi halaman dengan patung patung jizoo yang berkeliaran, Nagisa dan Chisato menyelinap ke belakang Kaito dan melepaskan talinya, sementara Airi menjaga mereka. Setelah terlepas, Kaito menghilang dan pergi bersama Nagisa, Chisato dan Airi. Para anak buah dan pendeta lari tunggang langgang turun keluar dari kuil, Eijiri dan Toshiki membawa Genjiro yang sudah tua untuk menuruni tangga. Setelah mereka terlihat turun dan pergi menaiki kendaraan mereka,


[Installing illusion function......completed]


[Illusion activate.....done]


Mendadak seluruh komplek kuil menghilang dan berubah menjadi hutan. Maka muncul spot misteri baru yang paling angker dan terkenal di kota Izamu. Jika ada yang masuk ke dalam hutan dan melihat ada kuil di dalam nya berarti dia akan selamanya berada di kuil itu dan tidak akan bisa keluar lagi.

__ADS_1


__ADS_2