
Kaito dan lainnya akhirnya sudah sampai di rumah, mereka langsung menemui Kiyoko, Evan dan Hana. Setelah menceritakan apa sebenarnya tujuan sekte pergi ke bulan dan apa yang di rencakan setelah itu, Kaito, Kiyoko, Evan dan Hana mulai berdiskusi berempat saja,
“Ternyata dugaan ku benar, itulah alasannya mereka mengincar reruntuhan sisa jaman dulu....” Ujar Evan.
“Oh Evan nii-san sudah menduganya ya ?” Tanya Kaito.
“Benar, aku sudah memperhatikan nya, mereka membuat banyak gerakan yang serabutan sebagai pengalihan untuk mengecoh kita, tapi nyatanya di balik semua itu, mereka mengincar reruntuhan kuno yang tidak tercatat dalam sejarah.” Jawab Evan.
“Hmmm...berarti sekarang kita berpacu dengan mereka. Selain menggagalkan rencana mereka, kita juga harus mengambil kembali hak kita.” Tambah Kiyoko.
“Tapi ada yang mencemaskan, mama mama kita terancam, dengan lolosnya mama Otsuka, pasti mereka sudah bisa menduga kalau kita ada di balik semua ini.” Tambah Hana.
“Berarti kita harus mengamankan mereka juga....” Tambah Kaito.
“Benar, kita bagi tugas, selagi kita mencari lokasi lokasi reruntuhan yang belum di ketahui, aku minta tolong pada mu Kaito, jemput semua mama kita, walau mungkin tidak semua dari mereka yang masih hidup.” Ujar Kiyoko.
“Baiklah, aku sudah tahu lokasi beberapa mama yang masih hidup, seperti mama Mai, mama Kozue dan mama Kanaka, aku juga tahu mama Yumiko dan mama Himeko sudah meninggal...dan yang tahu keberadaan mama Etsuko hanya Kaoru nee-san.” Balas Kaito.
“Benar, Yuka-chan masih sepupu ku hehe...” Tambah Hana.
“Tapi kalau begitu, aku harus mengatakan kepada mereka yang sebenarnya dong...” Balas Kaito.
“Apa boleh buat, kita harus membawa mereka semua kesini demi keamanan, lagipula ada beberapa dari mereka yang tahu rahasia Nekowari, bisa gawat kalau sampai di tangkap musuh.” Balas Kiyoko.
“Aku mengerti nee-san....baiklah, aku keluar dulu mendiskusikan semuanya kepada mereka.” Ujar Kaito sambil berdiri.
“Aku kirimkan foto papa dan istri istrinya, perlihatkan pada mereka....lalu kalau keluar, panggil, Kirara, Kaoru, Karen, Katsumi dan Kaya ke sini ya....” Ujar Kiyoko sambil mengambil smartphone nya.
“Baik, nee-san....”
Kaito keluar dari ruangan dan memanggil Kirara, Kaoru, Karen, Katsumi dan Kaya masuk ke dalam, setelah itu, smartphone nya berbunyi, sebuah pesan dari Kiyoko masuk yang isi nya adalah foto papa dan ke 15 mamanya, kemudian dia memanggil Marin, Reina, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko, Emi, Suzu dan Vinne naik ke kamarnya untuk berdiskusi secara pribadi, sampai di dalam,
“Ada apa Kaito-kun, tumben kamu mengumpulkan kita semua di sini ?” Tanya Marin.
“Begini, baru saja aku berdiskusi dengan Kiyoko nee-san, Evan nii-san dan Hana nee-san, kita memutuskan untuk memanggil semua mama mama kita untuk tinggal di sini, aku minta persetujuan kalian dan tolong lihat ini....”
Kaito meletakkan smartphone nya di tempat tidur, langsung saja semuanya melihat foto yang di tampilkan Kaito di smartphone nya.
“Wow...ini papamu Kaito ?” Tanya Nagisa.
“Iya benar....” Jawab Kaito.
“Dia keren.....kayak kamu Kaito-sama....” Tambah Fumiko.
__ADS_1
“Um....di antara istrinya ada mama ya, mama kelihatan masih muda...loh berarti aku benar benar adik kandung onii-chan dong.” Tambah Emi.
“Bukan, aku tidak di lahirkan oleh mama Mai, dan kamu juga bukan anak papa ku, kamu anak papa kita. Paham kan ? kita sama sekali tidak ada hubungan darah.” Balas Kaito.
“Fuuuh...lega rasanya, aku pikir aku menikahi onii-chan kandung ku sendiri....” Balas Emi.
“Hmm....ada obasan juga ya ?” Tanya Suzu.
“Ya, mama Kanaka....” Jawab Kaito.
“Pantas, waktu itu obasan mengajak onii-chan bicara secara pribadi di luar...” Tambah Suzu.
“Eh lihat deh yang ini.....Marin-chan...kamu istri papa nya Kaito-kun ?” Tanya Chisato sambil menunjuk foto istri di paling ujung.
“Eh...iya, benar juga...mirip banget sama Marin-chan...” Tambah Airi.
“Wow....berarti sekarang kamu sudah umur berapa Marin-chan ?” Tanya Yuka meledek.
“Hmm....masa sih....tapi beda ah sama Marin-chan...beda sedikit di bagian kening nya.” Gumam Reina berpikir.
“Bisa jelaskan ini Kaito-kun....kenapa aku ada di foto ini ?” Tanya Marin.
“Um....aku akan jelaskan, tapi tolong jangan kaget ya.”
Kaito menjelaskan kalau sebenarnya mama nya Marin yang bernama Kozue itu adalah salah satu mama nya dan istri papanya, sebelum bertemu dengan papa nya yang sekarang. Kaito juga menjelaskan alasan mamanya memeluknya waktu pertama kali bertemu karena mama nya sudah tahu dan mengenali Kaito. Marin kaget, dia langsung menunduk, kemudian dia bertanya,
“Jadi aku anak papa atau anak papa mu Kaito-kun ?” Tanya Marin.
“Kamu anak papamu, umur kita berbeda hampir 1 tahun, di antara angkatan kita, kamu kan memang yang paling muda Marin-chan, jadi kita bukan saudara kandung...” Ujar Kaito sambil merangkul Marin.
“Syukurlah....tapi, mama kenapa tidak cerita sama aku....” Ujar Marin.
“Iya, mama ku juga tidak cerita soal ini padaku...” Tambah Emi.
“Sama, obasan juga tidak cerita....” Tambah Suzu.
“Karena mereka memang berjanji untuk mengubur semuanya ketika papa ku meninggal dan berpisah.” Balas Kaito.
Semuanya terdiam, kemudian Yuka melihat lagi fotonya, dia mengenali salah seorang wanita yang menjadi istri papa dari Kaito. Dia mengambil smartphone nya dan mengamati foto wanita itu dengan seksama.
“Kaito-kun....aku kok melihat Yumiko-obasan di sini ?” Tanya Yuka.
“Iya, mama Yumiko juga salah satu istri papa dan anaknya.....adalah Hana nee-san...” Jawab Kaito.
__ADS_1
“Hah....Hana nee-sama ? komisaris Hana ? pantas saja dia sering kerumah, aku pikir dia datang karena urusan polisi dan gangster.....” Ujar Yuka.
“Iya, Hana nee-san masih sepupu dengan mu....” Tambah Kaito.
“Ok sekarang semua jelas, berarti misi kita sekarang mencari mereka kan ?” Tanya Chisato.
“Benar, aku mau minta tolong pada Marin-chan, Emi-chan dan Suzu-chan untuk memanggil mereka ke sini tanpa mengatakan apa apa dan mengajak suami mereka sekarang....” Jawab Kaito.
“Eh...susah....papa angkatku masih terpukul karena urusan Junichi onii-san....” Balas Emi.
“Kalau begitu ajak mama Mai aja kesini, jelaskan semuanya dan apa tujuan sekte, dia dulu lari dari keluarganya dan di tampung papa ku di sini juga kan...” Balas Kaito.
“Baiklah, aku coba ya....tapi kalau sulit tolong bantu aku ya onii-chan...” Balas Emi.
“Aku juga akan usahakan dulu, lagipula banyak yang mau aku tanyakan kepada mama...” Tambah Marin.
“Um....aku juga deh, aku coba bicara sama obasan....” Tambah Suzu.
“Aku temani kamu ya Marin-chan....” Ujar Airi.
“Iya, boleh.....” Balas Marin.
“Aku dan Chisato-senpai juga akan menemani Emi-chan.” Tambah Reina.
“Tch...aku, si putri gadungan dan si kekar akan menemani Suzu....boleh kan Suzu ?” Tanya Nagisa.
“Um...boleh banget nee-san....” Balas Suzu.
“Oi paisen, siapa yang kamu maksud si kekar ?” Tanya Yuka.
“Ya kamu lah, siapa lagi....” Jawab Nagisa.
“Ara...kalian apa sih, kenapa jadi malah saling ejek, lagian aku bukan putri gadungan.” Balas Fumiko.
Akhirnya semua riuh dan ribut karena berdiskusi sendiri, tiba tiba sebuah tangan kecil naik ke atas,
“Lalu aku harus kemana ?” Tanya Vinne.
Semua langsung menoleh kepada Vinne yang tiba tiba berceletuk. Semuanya langsung saling melihat satu sama lain.
“Vinne-chan ikut bersamaku....” Ujar Kaito memecah keheningan.
“Tidak bisa.....” Jawab semuanya kecuali Vinne kompak.
__ADS_1
“Tch.....” Kaito mendecak.