C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 59


__ADS_3

Selesai acara club drama dan Reina selesai di sidang oleh Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko, Emi, Suzu, Vinne, mereka semua duduk di taman untuk beristirahat dan makan makanan yang mereka beli ketika berkeliling festival. Ketika sedang makan, seorang siswi menghampiri Fumiko.


“Anoo....Fumiko chan.....” Tegur siswi itu.


Fumiko menoleh dan melihat seorang siswi yang berpakaian miko juga mengenakan topeng rubah berdiri di belakang nya. Fumiko langsung berdiri,


“Eh Yuzuki senpai.....ada apa  ?” Tanya Fumiko.


“Aku hanya mau menyapamu, sekaligus bertanya, kemarin kan kamu bilang katanya kamu bisa menyelesaikan permasalahan paranormal ? kalau iya, aku mau minta bantuan mu...” Ujar Yuzuki.


“Oh memang masalah nya apa senpai ? duduk dulu saja sini, kenalkan semuanya, ini Yuzuki senpai, kelas 3-3.” Tanya Fumiko.


“Salam kenal senpai...” Balas Kaito.


Semua nya berkenalan dengan Yuzuki yang akhirnya bergabung duduk bersama dengan mereka.


“Tadi aku dengar sedang ada masalah ya senpai ?” Tanya Chisato.


Yuzuki melepaskan topeng rubah nya, ternyata Yuzuki terlihat sangat cantik dibalik topeng nya, hanya saja ada bekas luka bakar di pipinya yang cukup jelas terlihat. Yuzuki bercerita, kalau dia sekarang sudah tidak punya siapa siapa, jadi rumahnya yang merupakan kuil dan berada di kota kelahiran nya yaitu Izamu ingin dia jual, tapi sampai sekarang tidak bisa laku, karena beberapa orang yang melihat nya semuanya mundur karena mereka melihat ada hantu di sana, padahal Yuzuki tidak merasa ada nya hal hal seperti hantu di rumah nya. Akhirnya tidak ada agen pemasaran rumah yang mau membantunya karena masalah hantu itu.


“Hum...hum...hum...hantu ya....” Ujar Chisato.


“Chi chan, memang detektif bisa menangani hantu ya ?” Tanya Kaito.


“Hehehe tidak ada yang namanya hantu....” Jawab Chisato.


“Maaf ya, aku jadi bercerita masalah ku, aku harus cepat menjual rumah itu sebab aku sudah kehabisan uang disini.....” Ujar Yuzuki.


[Kejujuran : 90%, dia benar benar kebingungan]


Setelah mendapat penegasan dari KATS kalau Yuzuki berkata jujur dan benar benar butuh bantuan,


“Boleh aku kerumah senpai ?” Tanya Chisato.


“Eh..boleh saja, tapi di luar kota loh....apa tidak masalah ?” Tanya Yuzuki.


“Setelah festival budaya saja dua hari lagi, kan pas libur golden week.....gimana ?” Usul Fumiko.


“Aku sih tidak masalah...yang lain ?” Balas Kaito sambil menoleh melihat semuanya.


“Uh....hantu ya.....” Ujar Marin.

__ADS_1


“Aku pass dulu ya....” Ujar Reina.


“Sama....aku juga, aku milih jaga toko saja....” Tambah Yuka.


“Aku ikut deh....aku belum pernah ketemu hantu...” Tambah Airi.


“Kami di toko.....” Ujar Emi, Suzu dan Vinne kompak.


“Haaah payah kalian. Jadi yang pergi, aku, ojousama, detektif dekil, Kaito dan Airi...” Ujar Nagisa.


“Eh...aku tidak ikut...” Ujar Fumiko.


“Loh, mana bisa, kamu yang memperkenalkan kita....kamu ikut, tidak ada cerita.” Teriak Nagisa.


“Tapi....aku takut hantu....” Ujar Fumiko.


“Tidak ada hantu ojousama, nanti aku buktikan....” Ujar Chisato.


“Terima kasih ya......aku sangat berterima kasih kepada kalian, karena mau menolong ku, sebab terus terang aku sudah kehabisan cara....” Ujar Yuzuki sambil menunduk.


“Sama sama, kita juga senang kalau bisa membantu.” Balas Kaito.


“Oi KATS, mungkin ga kuil senpai itu reruntuhan Nekowari ?” Tanya Kaito di kepalanya.


[Memang ada reruntuhan Nekowari di kota Izamu, tapi aku belum bisa memastikan nya]


“Hmm...begitu ya, berarti memang kita harus kesana untuk melihat nya.” Ujar Kaito.


[Benar Kaito sama, satu petunjuk dari ku, ada hubungan nya kasus hantu kali ini dengan luka bakar di pipi Yuzuki]


“Oh ada hubungan nya ?” Tanya Kaito.


[Benar sekali...silahkan di tanyakan]


Kaito menoleh melihat bekas luka bakar di pipi Yuzuki, kemudian dia bertanya kepada Yuzuki,


“Um senpai, tapi maaf sebelum nya kalau pertanyaan ku ini agak menyimpang, luka bakar di pipi mu itu terjadi kapan ?” Tanya Kaito.


“Oh ini ? terjadinya sudah lama, sewaktu aku kecil.” Jawab Yuzuki.


Kaito tidak enak bertanya lebih jauh lagi sebab Yuzuki sepertinya tidak mau melanjutkan ceritanya, akhirnya dia begeser sedikit dan membisiki Chisato tentang apa yang dia dengar dari KATS barusan. Chisato mengangguk dan langsung bertanya kepada Yuzuki,

__ADS_1


“Wah waktu kecil ada kebarakan ya di rumah nya senpai ?” Tanya Chisato.


“Um...bukan, waktu itu aku sedang main di hutan tanpa mengetahui sedang ada kebarakan di hutan itu dan aku terjebak di dalam nya, aku tidak ingat persis kejadian nya, karena tiba tiba saja aku sudah di pelukan mama ku dan separuh tubuh ku terbakar.” Jawab Yuzuki.


“Oh tapi sekarang hanya tinggal di pipi dan sedikit di leher ya senpai ? Senpai berobat ke rumah sakit ?” Tanya Chisato.


“Tidak, kami tidak bisa membayar rumah sakit yang biayanya mahal, jadi aku di obati di rumah...tapi...aku sendiri bingung....ketika smp kelas 3, mendadak seluruh luka bakar di sebelah tubuh ku hilang kecuali di leher dan pipi ini....”


“Hmmm alasannya tidak semua hilang pasti karena senpai keluar dari rumah dan pindah ke kota ini untuk sekolah, benar ?” Tanya Chisato.


“Um...aku tidak tahu juga, aku tidak mengerti....” Jawab Yuzuki.


“Baiklah senpai, aku jadi semakin bergairah nih memecahkan misterinya, nanti kita kesana ya....” Ujar Chisato.


“Iya, terima kasih ya semua....”


Setelah itu, karena sudah selesai makan, mereka berdiri dan kembali ke kelas masing masing untuk meneruskan acara festival. Fumiko menemani Yuzuki kembali menuju ke dalam gedung, yang tersisa di taman hanya Kaito dan Chisato saja,


“Bagaimana menurutmu Chi chan...” Ujar Kaito.


“Sudah jelas ada sesuatu di rumah itu....tapi yang pasti bukan hantu, mana ada hantu menyembuhkan luka bakar sampai ke bekas bekas nya.” Ujar Chisato.


“Yap, berarti memang benar ada hubungan nya....seperti kata KATS....” Ujar Kaito.


“Kalau benar dugaan ku, berarti rumah itu tidak boleh di jual.....” Ujar Chisato.


“Benar Chi chan.....” Balas Kaito.


Keduanya kembali ke dalam gedung untuk menyusul yang lain. Festival budaya berlangsung selama 2 hari, di hari kedua, pada saat penutupan, Kaito menari bersama Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko, Emi, Suzu dan Vinne secara bergantian di depan api unggun.


“Capeeeee.....” Teriak Kaito di kepalanya.


[Istri senang suami bahagia Kaito sama]


“Tolong KATS, kalau menghibur tuh jangan seperti itu.....” Ujar Kaito.


[Baiklah, semoga mereka semua bisa melahirkan anak laki laki yang sehat]


“Sudahlah, kamu diam saja KATS.....” Balas Kaito yang tambah kesal.


[Affirmative]

__ADS_1


__ADS_2