
Libur musim panas tinggal dua minggu lagi, pulang sekolah, Kaito dan yang lainnya pergi ke perpustakaan untuk belajar bersama karena sekolah akan mengadakan ujian minggu depan. Kaito dan Yuka pergi ke rumah Yuka untuk bertemu dengan keluaga Yuka sebelum ke perpustakaan, karena rumah Yuka dekat dengan perpustakaan.
“Ehehehehe.....” Yuka terlihat senang.
“Kamu sudah bilang ke orang tua mu Yuka san ?” Tanya Kaito.
“Sudah dong....mereka sudah menunggu.....tapi....nanti lihat saja deh.”
“Kenapa ? apa bakal ada sesuatu yang terjadi ?” Tanya Kaito mulai curiga.
“Ah tidak.....hehe...mungkin.” Jawab Yuka sambil merangkul lengan Kaito.
“Heeee.....” Balas Kaito mulai agak ragu.
Akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang tidak biasa, walau besar dan model tradisional, tapi di atas pagar ada sebuah papan nama seperti dojo. Yuka langsung membuka pagar,
“Ozzu....aku pulang.....” Teriak nya.
Ketika Kaito masuk ke dalam pagar, dia kaget karena di dalam banyak sekali motor dengan bendera terikat di belakang nya dan banyak sekali orang orang berpakaian preman yang duduk di atas motor. Seorang pria yang berambut pirang, berbadan besar dan berkulit gelap menghampiri Yuka.
“Yo Yuka chan......sudah pulang ?” Tanya nya sambil mengangkat tubuh Yuka dengan santai nya.
“Hehehe iya aniki....turunkan aku, malu......” Teriak Yuka.
Pria yang di panggil aniki oleh Yuka kembali menurunkan dirinya, kemudian dia menoleh dan melihat Kaito.
“Hey...siapa dia Yuka chan ?” Tanya pria itu.
“Dia Kaito kun....yang kemarin aku ceritakan itu.....”
“Hohooo....sang calon ya....sini kamu.....” Ujar pria itu.
“Ha..halo....nama ku Kaito...salam kenal......”
Belum selesai Kaito bicara, tinju pria itu sudah ada di depan wajah nya, berbekal skill martial arts, Kaito langsung menghindar dengan menjatuhkan tubuhnya ke belakang sehingga tinju pria itu berada persis di atas nya. Kaito langsung bersalto ke belakang dan memasang kuda kudanya.
“Hehehe maaf....aku hanya menguji mu, kalau kamu roboh hanya karena satu pukulan barusan, aku akan melempar mu keluar....” Ujar pria itu sambil tertawa.
“Aniki jangan begitu......kamu tidak apa apa Kaito kun ?” Tanya Yuka yang menghampiri Kaito.
“Ti..tidak apa apa....tapi aku kaget huff.....”
Tiba tiba Kaito langsung menunduk dan merebahkan Yuka di tanah, sebuah tendangan melewati kepala Kaito dari belakang. Yuka langsung melihat ke belakang Kaito.
“Anego.....kenapa langsung menendang dia.....” Teriak Yuka.
“Ah...hahahaha.....Jirou aniki sudah mengetes dia, aku kan belum.....” Balas seorang wanita di belakang Kaito.
Kaito menoleh dan melihat seorang wanita kekar berpakaian jaket gangster dengan rambut di cat pirang di ikat di belakang, berkulit coklat dan sedang makan lolipop sambil tersenyum lebar sampai gigi nya terlihat semua.
“Yo kenalkan, namaku Nana, aku kakak perempuan nya Yuka....kamu lulus, silahkan masuk ke dojo, kakak pertama kita semua sudah menunggu.”
“Do...jo ?” Tanya Kaito.
“Iya dojo....kamu belum cerita Yuka chan ?” Tanya Nana.
“Uuuuh....selalu begini, gimana caranya aku dapat pacar kalau gini....” Ujar Yuka.
“Hehehe kami pasti akan menguji semua laki laki yang Yuka chan bawa ke rumah....benar tidak Na...” Ujar Jirou.
“Benar aniki....jangan berani berani mendekati adik kesayangan kami kalau lemah hehehe...sudah sana cepat, nanti aniki marah malah repot.” Tambah Nana.
Kaito berdiri dan Yuka langsung menarik nya menuju dojo. Nana langsung meletakkan siku nya di pundak Jirou yang lebih tinggi dari nya dan melihat Kaito melangkah masuk ke dalam dojo.
“Kali ini sepertinya menjanjikan ya aniki.....” Ujar Nana.
“Iya, di banding yang lain...cupu semua....” Balas Jirou.
Di dalam dojo, seorang laki laki berpakaian karate gi yang sedang bertelut dengan tubuh yang tegak sudah menunggu.
“Cepat ke depan ku....” Ujar nya tanpa menoleh.
“Uh....” Ujar Kaito.
__ADS_1
“Maaf Kaito kun, kakak kakak ku memang seperti ini.....tapi kalau bisa melewati mereka semua akan lancar.....” Ujar Yuka.
“Ok ok aku mengerti....”
Kaito melangkah maju dan bertelut di depan pria yang berambut gimbal, bekulit coklat dan terlihat sangat kekar walau tubuh nya tidak sebesar Jirou.
“Berdiri.....” Ujarnya sambil memejamkan mata.
Kemudian pria itu dan Kaito berdiri, setelah itu keduanya memberi hormat dan berdiri saling berhadapan.
“Mulai.....”
Pria itu tiba tiba sudah berada di depan Kaito dan menyerang nya dengan tinju, Kaito menepis tinjunya dan berpindah ke belakang nya, tapi pria itu menapakkan kaki nya dan menendang lurus ke belakang. Karena tidak bisa menghindar, Kaito menangkap tendangan nya dan menyapu kaki sebelahnya dengan kaki nya. Pria itu yang sadar kaki nya di sapu, melompat dan menendang putar dengan kaki nya yang tidak di tangkap. Kaito langsung mundur ke belakang dan sedikit menjauh sambil melepaskan kaki pria itu. Ketika jatuh, pria itu langsung melompat bangkit lagi, tapi kemudian dia berjalan mendekati Kaito.
“Hei, kenapa kamu tidak membalas, kamu meremehkan ku ?” Tanya nya.
“Ah...uh...aku tidak bisa membalas.....aniki.” Ujar Kaito sambil memegang tangan nya.
“Hehe aku belum menjadi aniki mu kan.....ayo teruskan....aku senang bertarung dengan mu....” Pria itu mundur dan memasang kuda kuda nya lagi.
“Cukup Ichiro aniki......sudah lah......” Teriak Yuka yang berlari menghampiri Kaito yang sedang memegangi tangan nya sendiri.
Yuka langsung memeriksa tangan Kaito yang di pakainya untuk menangkap tendangan tadi. Yuka langsung mengurut tangan Kaito, sementara Ichiro melihatnya saja sambil memegang belakang kepalanya.
“Lihat aniki...dia jadi terluka......” Teriak Yuka sambil menoleh melihat Ichiro dengan geram.
“Ah...maaf Yuka chan, tapi buat dia sepertinya tidak masalah tuh....” Ujar Ichiro sambil menunjuk Kaito yang sedang mengepalkan dan membuka tangan nya.
“Iya Yuka san, aku tidak apa apa...tenang saja....” Tambah Kaito.
“Tapi hebat, jarang jarang ada yang bisa melewati kita bertiga seperti ini hahahaha....baiklah, silahkan masuk ke dalam, papa dan mama sudah menunggu, sampaikan niat mu.....” Ujar Ichiro sambil tersenyum.
“Hehehe iya dong, pilihan ku....” Ujar Yuka bangga.
Akhirnya Yuka mengajak Kaito masuk ke dalam rumahnya untuk bertemu dengan orang tua Yuka. Kaito menunduk di hadapan Ichiro dan berbalik mengikuti Yuka. Jirou dan Nana masuk ke dalam dojo. Mereka langsung menghampiri Ichiro dan melihat Kaito dan Yuka masuk ke dalam. Begitu di dalam rumah, sepasang suami istri yang sudah tua, sudah menunggu di ruang tamu.
“Papa...mama....kenalkan, ini Kaito kun yang ku ceritakan kemarin....” Ujar Yuka.
“Salam kenal ossan dan obasan....namaku Kaito.”
“Gimana menurut kalian ?” Tanya ossan.
“Lolos....” Jawab ketiganya sambil mengacungkan jempol dengan senyum yang lebar.
“Hahaha baiklah, karena mereka bertiga sudah ok, kalau untuk menikah sekarang rasanya tidak mungkin karena kalian masih sekolah, tapi aku ijinkan bertunangan dulu....baiklah, ayo kita rayakan.....” Teriak ossan.
“Uooooh....siap papa....” Teriak Ichiro, Jirou dan Nana.
“Eh...aku belum berkata apa apa.....” Ujar Kaito bingung.
“Hahaha kalau di sini caranya seperti itu Kaito kun, selama ini jangan kan masuk ke dalam, di depan gerbang saja sudah lari...benar kan Yuka chan....” Balas obasan.
“Hehehe...begitulah....” Balas Yuka dengan wajah yang merah.
Tiba tiba obasan berdiri dan menghampiri Kaito, kemudian dia memegang pundak Kaito dan mendekatkan kepalanya.
“Bisa kita bicara sebentar....” Obasan mengajak Kaito ke dalam.
Kaito menoleh kepada Yuka dan Yuka mengangguk, kemudian dia berdiri dan mengikuti obasan masuk ke dalam. Obasan masuk ke dalam ruang kosong, yang sepertinya di pakai untuk altar doa. Di atas altar itu ada sebuah foto seorang wanita yang cantik dengan dandanan jaman dulu.
“Kaito kun kan ya ? boleh aku bertanya ?” Tanya obasan.
“Silahkan obasan....” Jawab Kaito.
“Apa nama keluarga mu adalah Nekowari ?” Tanya obasan.
Kaito sedikit kaget mendengarnya, dia langsung sedikit mundur dan melihat ke arah obasan yang sedang menatap nya tanpa senyum di wajah nya.
“I..iya benar obasan...kenapa ?” Tanya Kaito.
“Sudah ku duga, kamu persis dengan pria yang datang ke rumah dulu untuk melamar onee san ku....” Obasan menoleh melihat foto wanita itu.
Kaito langsung memperhatikan foto itu dengan seksama, walau fotonya adalah foto lama, tapi bingkai dan altarnya baru di banding foto foto leluhur yang lain.
__ADS_1
“Nama onee san ku, Yumiko, dia menikah dengan pria yang mirip sekali dengan mu, namanya Kiyotaka, aku ingat sekali, Kiyotaka mungkin baru berumur 20 tahunan ketika datang ke rumah untuk melamar onee san....tapi sekitar 16 atau 17 tahun yang lalu, onee san pulang ke rumah membawa seorang anak remaja putri yang berusia 17 tahun yang diam saja dan tidak mau bicara. Dia bilang remaja itu adalah anak dari Kiyotaka, dia pulang karena Kiyotaka sudah meninggal dan sejak itu dia menjadi tertutup....tak lama kemudian, onee san menikah lagi dan namanya berubah menjadi Urushi Yumiko. Dia meninggal sekitar 6 bulan lalu.” Obasan bercerita sambil melihat foto Yumiko saat muda.
“Urushi ? apa nama anak nya adalah Hana ? Urushi Hana ?” Tanya Kaito antusias.
“Hooo rupanya kamu mengenal nya ya, dia kadang main ke sini untuk menjenguk kita, tapi Yuka chan tidak mengenalnya, yang kenal dia hanya Ichiro dan ossan. Kadang mereka membahas urusan mengenai polisi dan gangster hehe.” Jawab obasan.
“CATS benarkah itu ?” Tanya Kaito di kepalanya.
[Nekowari Yumiko, istri ke 3 dari Nekowari Kiyotaka dan memiliki anak bernama Nekowari Hana]
“Berarti Yuka san masih saudara dengan Hana nee san dong...”
[Benar, tapi saudara jauh]
Melihat Kaito termenung, obasan mendekati Kaito dan memegang pundak nya. Kemudian dia menoleh melihat Kaito dan tersenyum,
“Tenang saja, aku merestui kalian, tapi masa lalu Yumiko onee san dan hubungan Yuka chan dengan Hana chan, tolong jangan beritahu Yuka chan ya, biar aku dan ossan saja yang tahu mengenai semua ini.” Ujar obasan.
“Baik obasan....boleh aku berdoa sebentar ?” Tanya Kaito.
“Silahkan.....” Ujar obasan.
Kaito maju dan langsung mengatupkan tangan nya di depan foto Yumiko. Dia berdoa kepada salah satu mama nya yang sudah meninggal dan baru di temui nya. Setelah itu, Kaito keluar bersama obasan untuk menemui yang lain di luar. Kemudian karena mau belajar untuk ujian, Kaito dan Yuka pamit untuk kembali lagi ke perpustakaan menyusul yang lain. Di perjalanan menuju perpustakaan, Kaito terlihat termenung dan berpikir,
“Kenapa Kaito kun ?” Tanya Yuka sambil melihat wajahnya dan menggandenga tangan nya.
“Tidak apa apa....aku hanya cape hehe.” Jawab Kaito.
“Hehe tegang ya, maaf ya, keluargaku memang seperti itu, makanya sampai sekarang aku tidak punya pacar.” Balas Yuka.
“Lumayan tegang....kamu ternyata empat bersaudara ya Yuka san...”
“Hehe iya dan aku paling kecil, makanya aniki aniki dan anego ku benar benar menjagaku, mereka bertiga ahli bela diri, tapi karena aku tidak mau ikutan walau senang olah raga, aku sedikit membangkang dan membuat mereka khawatir hehe.” Balas Yuka.
“Haha pantas saja.....” Balas Kaito.
Ketika mereka keluar komplek dan sedang berjalan menelusuri sisi luar taman persis di sebrang perpustakaan, sebuah mobil berhenti di depan Kaito dan Yuka yang mau menyebrang jalan,
“Yo Kaito, apa yang kamu lakukan di sini ?” Tegur seorang wanita.
Kaito menoleh, dia melihat siapa yang menegurnya, ternyata Hana menghentikan mobil nya karena melihat Kaito berjalan bersama Yuka.
“Eh Hana nee san ? mau kemana ? aku mau ke perpustakaan untuk belajar...barusan habis menemani Yuka san pulang kerumah nya sebentar.” Jawab Kaito sambil menunjuk ke sebrang jalan.
“Heeee.....begitu ya...trus ? di terima ?” Tanya Hana.
Wajah Kaito dan Yuka langsung menjadi merah medengar pertanyaan Hana dan tersenyum malu.
“Hahaha hebat, berarti berhasil ya.....baiklah aku mau ke kantor ku di depan....”
“Tunggu Hana nee san, ada yang mau aku bicarakan.....Yuka san, maaf tapi bisa tidak kamu pergi duluan ke perpustakaan berkumpul bersama yang lain, aku ada keperluan sebentar mengenai kasus sama Hana nee san.”
“Oh begitu ya, ya sudah, tapi jangan lama lama ya, nanti aku di tanya sama yang lain lagi....” Balas Yuka.
“Iya....aku hanya sebentar...”
Kaito langsung membuka pintu mobil dan naik ke dalam kemudian membuka kaca dan melambai kepada Yuka. Yuka balas melambaikan tangan nya ketika Hana memacu mobil nya pergi dan kemudian dia menyebrang jalan untuk ke perpustakaan. Sementara itu di dalam mobil,
“Jadi apa yang mau kamu bicarakan dengan ku ?” Tanya Hana.
“Aku mau minta penjelasan dari Nekowari Hana nee san hehehe.....” Ujar Kaito.
“Heeee kamu sudah tahu rupanya, siapa yang memberitahu mu ? CATS ?” Tanya Hana.
Kaito langsung menceritakan pertemuannya dengan dua orang mama nya dan baru saja dia mengetahui mengenai mama Yumiko yang sudah meninggal. Hana tersenyum dan menghentikan mobil nya di sisi ujung taman,
“Jadi, apa yang mau kamu tanyakan....” Ujar Hana sambil menoleh melihat Kaito dengan wajah serius.
“Apa sebenarnya yang terjadi sewaktu aku lahir dan kenapa sampai sekarang aku tidak bisa menghubungi Kiyoko nee san.....” Ujar Kaito.
Hana terdiam sebentar, kemudian dia kembali memacu mobil nya dan berbelok di sebuah gang yang sepi dan tidak ada orang sama sekali.
“Baiklah......” Hana menarik rambutnya, ternyata dia memakai wig dan rambut aslinya adalah silver, kemudian dia mengusap wajah nya dan berubah.
__ADS_1
Kaito sedikit kaget melihat nya, karena Hana yang ada di depan nya berubah menjadi kakak nya, yaitu Kiyoko.
“Kiyoko nee san ?” Tanya Kaito.