
Kaito dan lainnya sudah kembali ke dalam pesawat membawa F10 - N4 bersama mereka. Sepanjang perjalanan di pesawat, Reina, Marin, Yuka dan Airi terus mengawasi android yang terus mau menempel kepada Kaito. Nagisa, Fumiko, Chisato, Emi, Suzu dan Vinne yang melihat ke empatnya mengawasi android yang baru di temukan itu, menjadi penasaran dan bertanya,
“Reina, bisa katakan siapa dia ?” Tanya Nagisa.
Reina menjelaskan siapa android itu dan apa yang dia lakukan terhadap Kaito di basement barusan.
“Hooo...begitu....baiklah aku bantu mengawasi nya...” Ujar Nagisa.
“Hm....kita panggil dia apa nih ?” Tanya Chisato.
“Nomor serinya sulit di sebut.....panggil Fiona saja....setuju tidak...” Jawab Fumiko.
“Wow....android...robot....kerennnnn....” Ujar Vinne sambil mendekati Fiona.
Melihat Vinne mendekati dirinya, Fiona langsung bereaksi, matanya yang kuning mengeluarkan sinar dan memindai tubuh Vinne.
“Mother mode commencing.....” Ujarnya dengan suara robot.
Tiba tiba Fiona menunduk dan langsung menggendong Vinne yang dianggap nya anak kecil kemudian berusaha menidurkan nya.
“Heeeeeei.....turunkan aku....aku bukan anak kecil.....” Teriak Vinne.
“Hahahahaha.....” Emi dan Suzu tertawa sampai berguling guling.
Sementara itu, Kaito, Hana, Kirara, Kaoru dan Karen berbicara di ruang pertemuan yang berada di sebelah lounge. Hana menelpon Kiyoko dan mengatakan kalau Kaoru sudah bergabung bersama Kaito dan lainnya. Kiyoko mengatakan beberapa hari lagi dia akan pulang bersama Evan suaminya dan anak nya. Dia juga mengatakan kalau Katsumi sudah kembali lebih dulu karena ingin menemui ibunya di kota Toredo yang berada di selatan. Setelah telepon di tutup,
“Hmm...Katsumi di Toredo.....” Gumam Kirara.
“Toredo ya, aku memang tahu ada mama Otsuka di sana...” Tambah Karen.
“Um...mama Otsuka ?” Tanya Kaito.
[Nekowari Otsuka, istri ke enam dari Nekowari Kiyotaka, sekarang dia berada di kota Toredo dan tidak menikah lagi, dia menghabiskan waktunya di pekerjaan nya yang merupakan peneliti dan pengamat astronomi]
“Oh begitu ya KATS.....thanks.” Balas Kaito di kepalanya.
[Sama sama Kaito sama]
“Apa kita kesana saja ya ?” Tanya Kaoru.
“Wah kalau mau kesana harus ajak Kaya chan kan, dia cukup dekat dengan mama Otsuka karena seumuran sama Katsumi.” Jawab Karen.
Tiba tiba smartphone Hana berbunyi, Kiyoko kembali menelpon Hana. Tanpa menunda, Hana mengangkat telepon nya, tak lama kemudian,
“Kirara, Kaoru, Karen sepertinya kita harus ke Toredo menjemput Katsumi....” Ujar Hana.
“Memang apa yang di katakan Kiyoko nee san, Hana nee san....” Balas Kirara.
“Biasa...dia tidak mau lepas dari mamanya.....” Ujar Hana.
“Haaaaaa.......” Balas Kaoru dan Karen.
“Hah...memang selalu begitu.....” Balas Kirara.
“Um....kok begitu ?” Tanya Kaito.
“Kamu tidak kenal dia sih....walau petarung perkasa, tapi kalau sudah ketemu mama Otsuka langsung jadi anak kecil.....” Jawab Hana.
“Tapi tidak ada masalah kan ?” Tanya Kaito lagi.
__ADS_1
“Ah tidak.....tidak ada masalah apa apa....” Ujar Kirara.
“Benar, kamu katanya besok festival budaya kan di sekolah, fokus itu saja, soal Katsumi serahkan pada kami....” Ujar Karen.
“Ajak Kaya ga ?” Tanya Kaoru.
“Ajak lah.....biar sekalian....oh tapi aku tidak ikut ya, aku ada tugas di kota Kosaka.” Jawab Hana.
“Ya ya kami mengerti, komisaris polisi....” Ujar Kirara.
Akhirnya ketika pesawat kembali ke rumah, Hana langsung kembali ke kantornya untuk membuat tambahan laporan untuk kasus yang melibatkan Nobu mengenai tujuan ritual nya. Kirara, Kaoru, Karen dan Kaya yang sudah di beritahu langsung berangkat menggunakan taksi menuju bandara untuk pergi ke kota Toredo. Kaito melihat lima orang selain dia dan ke sepuluh istrinya di dalam toko, dia berpikir kalau rumah bagian atas mulai terasa sempit. Belum lagi nanti di tambah dengan ke enam nee san nya dan Kiyoko yang bersama keluarganya, Kaito akhirnya bicara kepada KATS.
“KATS, rumah ini mulai terasa sempit bisa lakukan sesuatu ?” Tanya Kaito.
[Affirmative]
[Upgrade base ?] [Yes] [No]
Kaito mengatakan yes, “Greeek.....gruak....gubraaak...” Seluruh toko bergetar, Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko, Emi, Suzu dan Vinne yang kaget langsung berlindung di belakang Kaito yang sedang berdiri di belakang. Junko, Hitomi, Gina dan Narumi berlindung di belakang Fiona yang berdiri santai.
“Ada apa ini ?” Tanya Reina.
“Gempaaaaaa.....” Teriak Yuka.
“Kita harus lari keluar.....” Teriak Marin.
“Jangan keluar.......eh...tapi kok di luar kok terlihat seperti tidak terjadi apa apa....” Gumam Fumiko.
“Iya....kita lagi melakukan perubahan.....tenang dulu ya...” Ujar Kaito.
Jika di lihat dari luar, tanah kosong di belakang toko di bangun menjadi sebuah gedung tinggi yang memiliki delapan lantai. Di sebelah gedung yang naik menjulang ke atas, ada sebuah bangunan seperti hangar untuk menyimpan kendaraan seperti pesawat dan mobil. Hangar tersebut terhubung dengan gedung di sebelah nya dan basement tempat penyimpanan barang. Setelah semua sudah di bangun, seluruh area tanah kosong di belakang pertokoan di selimuti oleh selubung yang menggunakan artefak untuk membuat ilusi sehingga jika dari luar tidak nampak apa apa kecuali tanah kosong. Setelah semua bangunan sudah selesai di bangun, gempa berhenti.
“Nah sudah selesai....yuk kita lihat...” Ajak Kaito.
Setelah itu Kaito dan lainnya langsung naik ke lantai 2 yang merupakan kantor Chisato, tapi tidak ada tangga lain untuk naik ke atas. Ruangan yang awalnya adalah kamar Chisato, berubah menjadi lorong untuk menuju gedung di belakang, Kaito mengajak semuanya menelusuri lorong dan melihat gedung di belakang, begitu keluar gedung ke gedung belakang,
“Woooow.....” Gumam semuanya.
Mereka tiba di sebuah lobby yang di fungsikan sebagai ruang kontrol dan ruang pertemuan. Setelah itu, Kaito mengajak menuruni tangga ke bawah ke lantai satu. Di bawah terdapat kolam renang, ruang latihan fisik, ruang fitness, sauna dan ruang latihan menembak, ada pintu keluar untuk ke halaman di antara toko dan gedung di belakang yang di penuhi tanaman dan tempat bersantai.
“Gila....kita bisa bersenang senang di sini heheheh....” Ujar Chisato.
“Ah....luar biasa, kita bisa latihan sepuasnya kalau begini....” Balas Nagisa.
“Aku suka....benar benar suka....” Ujar Yuka.
Setelah itu mereka naik lift untuk melihat lantai 3, di sana merupakan lounge, ruang makan dan dapur. Ketika naik ke ruang 4 menggunakan tangga, mereka melihat ruang rekreasi yang berisikan bermacam macam game seperti di game center di tambah bar, karaoke dan beberapa alat simulasi yang bisa di gunakan untuk belajar mengemudikan mobil, motor dan pesawat. Selain itu di lantai 4 juga ada perpustakaan dengan buku buku yang cukup lengkap.
“Wooooow......aku bakalan betah di sini.” Ujar Airi yang melihat game center.
“Sama....sepertinya aku juga tidak akan keluar dari sini.” Tambah Vinne yang melihat perpustakaan.
Mereka melanjutkan naik ke lantai 5, lantai itu berisi kamar kamar para maid yang berjumlah 10 kamar. Junko, Hitomi, Gina dan Narumi langsung memilih kamar sesuai selera masing masing. Di setiap kamar di sediakan kamar mandi pribadi dan memiliki bak mandi personal. Selagi ke empatnya memilih berama Fiona yang di buatkan kamar khusus penuh kabel di lantai 5, Kaito dan para istrinya naik ke lantai 6. Di sana mereka melewati nya, karena lantai 6 adalah kamar kamar untuk para nee san Kaito yang sudah di design sesuai pribadi masing masing dan di depan pintu nya sudah ada nama masing masing. Di lantai 7, merukapan lantai khusus yang di tata seperti rumah tinggal untuk Kiyoko dan keluarganya. Setelah itu, Kaito naik ke atap yang merupakan lantai 8 dan melihat sebuah penthouse yang besarnya separuh gedung.
“Nah ini tempat kita.....” Ujar Kaito.
“Wooooooow.......” Teriak Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko, Emi, Suzu dan Vinne.
Tanpa menunda lagi, mereka semua masuk ke dalam. Tatanan di dalam seperti rumah yang nyaman dengan ruang tamu, ruang tengah, ruang makan, dapur, 11 kamar besar yang berada di lantai 2 penthouse. Semua kamar sudah terisi oleh barang masing masing dan di depan pintunya sudah ada papan nama untuk ke sebelah nya. Design lantai 2 adalah, kamar Kaito yang paling besar berada di tengah dan di kelilingi oleh 10 kamar, tiga di kanan, tiga di kiri dan empat di atas, semuanya memiliki connecting door ke kamar Kaito. Tanpa menunda lagi Kaito masuk ke kamarnya untuk beristirahat.
__ADS_1
“Wah asik nih......kamar kita semua ada connecting door ke kamar Kaito kun hehehe....” Ujar Reina.
“Benar nih.....horeee.....” Teriak Airi.
“Hehehe berarti sekarang harus ada giliran ya....” Tambah Marin.
“Setuju, tolong di atur jadwal nya...” Tambah Yuka.
“Tch....aku ikut saja....kalian atur lah....” Tambah Nagisa yang langsung masuk ke kamarnya.
“Aku juga bebas.....asal jangan di lupakan...” Tambah Chisato.
“Ara...biar aku yang susun jadwalnya....” Ujar Fumiko.
“Wah aku bantu nee san...” Tambah Vinne.
“Lalu cara menentukan giliran nya gimana ?” Tanya Emi.
“Iya, harus jelas tuh....” Tambah Suzu.
“Was...wes...wos.... “ Akhirnya ke sepuluh istri kecuali Nagisa langsung berdiskusi di tempat. Setelah adu mulut cukup lama akhirnya jadwal sudah di tentukan, mereka langsung menuju kamar Nagisa untuk memberitahunya.
“Ada yang aneh....” Ujar Chisato.
Chisato membuka kencang kamar Nagisa yang ternyata kosong. Ke sembilan nya langsung membuka connecting door ke kamar Kaito. Ke sembilan nya geram karena melihat Nagisa yang sedang tidur di sebelah Kaito yang memang sudah tertidur.
“Prince curang....” Teriak Chisato dan Fumiko.
“Senpai....paisen (Yuka)....curang....” Teriak Reina, Marin, Yuka dan Airi.
“Nee san curang....” Teriak Emi, Suzu dan Vinne.
“Hehehe aku duluan....” Ledek Nagisa.
“Berisikkkkkkk.....” Teriak Kaito.
[Semua berbahagia, senangnya]
\==============================
Mission KATS :
- Artefak kerajaan Nekowari : (3/11)
- Unknown
- Build basecamp : (1/1)
Mission CATS :
- Maid (backup) : (5/10)
- Nee san : (6/7)
- Unknown.
- Build love nest : (1/1)
\=============================
__ADS_1