C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 19


__ADS_3

Malam itu, ketika semua sudah tidur, Kaito berbaring di tempat tidurnya, dia melihat keluar jendela dan melihat bintang bintang di langit. Terdengar sirine polisi dari kejauhan dan suara kendaraan bermotor yang melintasi jalanan di dekat daerahnya.


[Dling]


[Urgent Quest Di terima]


\===============================


Quest         : Mahkota tidak boleh keluar negeri.


Desciption : Mengambil mahkota berlian di pelelangan dan kembalikan ke museum.


Target        : Mahkota bertatahkan ruby, saphire dan aquamarine.


Location    : Pelabuhan, kapal pesiar milik keluarga Toshikiro


Reward      : 220.000.000 G | 100.000


\===============================


“Loh CATS, kata nee san tidak boleh tugas dulu kan.” Ujar Kaito.


[Besok dia akan kesini minta tolong pada Kaito sama, kita dahului saja]


“Oh begitu ya.....baiklah.”


Kaito langsung berdiri dan menekan jam tangan nya. Setelah berganti pakaian, Kaito membuka jendela nya dan bersiap melompat keluar.


“Um...mau kemana Kaito sama ?”


Kaito menoleh dan melihat Fumiko sudah berdiri di belakang nya sambil membawa bantal.


“Aku pergi sebentar ya, Fumiko san, jangan bilang yang lain....”


“Iya...hati hati ya....” Jawab Fumiko yang sepertinya masih setengah tidur.


Kaito langsung menembakkan grappler nya dan berayun keluar, Fumiko langsung tidur di tempat tidur Kaito.


****


Kaito terus berayun melintasi kota dan berlari di atas gedung sampai pada akhirnya dia melihat pelabuhan dari kejauhan, kemudian dia melompat dan terbang menggunakan glider nya karena di wilayah pelabuhan tidak ada gedung tinggi. Kaito mendarat di atap sebuah gudang dan dia melihat sebuah kapal pesiar besar bernama the mermaid tear sedang berlabuh di sana. Dia menoleh melihat ke kanan dan kiri, untuk memeriksa apa ada kapal pesiar lain selain yang di lihatnya.


“Sepertinya benar kapal ini.....” Pikir Kaito.


Dia melihat ke bawah dari atas gudang, banyak sekali pengawal yang berjaga di pintu masuk kapal, dia juga melihat banyak sekali mobil mobil mewah terparkir di sisi kanan kapal. Sebuah mobil mewah datang, sepasang suami istri yang sepertinya sudah tua dan memakai topeng opera turun dari mobil, pakaian mereka seperti sedang menghadiri pesta.


“Hmm...orang asing.....” Ujar Kaito.


[Benar Kaito sama, lelang ini di adakan untuk orang orang asing dan terselubung, semua barang yang di jual adalah hasil penyeludupan dari luar negeri atau hasil curian dari negara kita]


“Berarti target kita bukan hanya mahkota itu dong ?” Tanya Kaito.


[Hanya mahkota itu, sebab mahkota itu adalah harta nasional]


“Baiklah, ayo CATS....” Ujar Kaito.


[Affirmative]


Kaito menembakkan grappler nya ke cerobong kapal yang besar dan berayun ke atas kapal. Dia melihat banyak sekali pengawal dan penjaga di dek, Kaito turun secara perlahan dan menghilang, kemudian dia masuk ke dalam dan langsung mencari ruang security untuk mematikan alarm di gudang. Setelah menemukan ruang security, dia masuk ke dalam dan melihat ada seorang penjaga di dalam yang sedang memantau dua buah monitor yang menampilkan keadaan seluruh ruang di dalam kapal. Dia mencari cari dan melihat kalau mahkota itu di taruh di dalam kotak kaca yang ada di dalam sebuah ruangan khusus, ada beberapa alarm yang mengitari nya. Penjaga yang sedang duduk di depan konsol, tidak curiga kalau dia ada di dalam, tapi dia perlu mengakses konsol yang ada di depan penjaga. Akhirnya dia mengambil cangkir berisi kopi yang di taruh penjaga di samping nya, kemudian dia melemparkan cangkir itu ke pintu. “Prang.” Cangkir yang pecah menimbulkan suara,


“Siapa ?” Tanya penjaga sambil menoleh melihat pintu.


Kemudian dia menoleh dan melihat cangkir nya tidak ada, dia langsung berdiri dan menghampiri pintu kemudian penjaga itu menggaruk garuk kepalanya, bagaimana cangkir nya bisa melesat ke pintu seperti itu. Dia melihat sekeliling dan tidak ada orang, padahal Kaito sudah duduk di kursinya dan menggunakan hacking, dia membuat kamera yang memantau mahkota memutar rekaman berkali kali dengan waktu sekarang sehingga gambar di monitor akan tetap. “Sreeg.” Penjaga itu keluar ruangan, sebelum pintu menutup, Kaito langsung keluar dari pintu dan pergi menuju gudang.


Begitu sampai ke ruangan khusus, rupanya dia membutuhkan kartu akses untuk masuk ke dalam. Akhirnya Kaito memukul seorang penjaga sampai pingsan dan memasukkan nya ke ruang penyimpanan alat alat kebersihan. Dia mengambil kartu akses nya dan mengusap wajahnya supaya menyamar menjadi penjaga itu. Setelah itu dia melangkah ke ruang khusus yang di jaga oleh dua orang penjaga di sisi kanan dan kirinya.


“Hei di kalian di panggil bos di atas....” Ujar Kaito.


“Oh baik.....” Ujar seorang penjaga.


Kedua penjaga itu langsung pergi karena melihat yang berkata di depan nya adalah teman mereka. Setelah memastikan tidak ada orang, dia menempelkan kartu akses nya dan sebuah alat pemindai retina keluar dari alat di atas nya. Kaito menempelkan matanya dan pintu langsung terbuka. Dia langsung masuk ke dalam ruang khusus itu, setelah di dalam, ruangan pintu masuk terpisah dari ruangan di dalam nya, Kaito membuka pintu nya dengan menempelkan kartu akses nya lagi dan pintu terbuka, dia melihat kesisi kanan dan kiri, banyak sekali tertempel alarm laser yang tidak kelihatan, dia menggunakan x ray vision nya dan melihat banyak sekali laser malang melintang memenuhi ruangan sebelum sampai ke kotak kaca. Kaito melompat, berguling dan merangkak untuk melewati laser laser itu, akhirnya dia sampai di depan kotak kaca.

__ADS_1


“Hmmm...ada perangkap nya CATS. Kalau mahkotanya di ambil, alarm nya pasti berbunyi, bisa buatkan tiruan nya dengan berat yang sama ?” Tanya Kaito.


[Scanning]


[Bisa Kaito sama, aku buatkan]


Di udara muncul kotak kotak digital dan sebuah mahkota yang sama persis muncul, kemudian Kaito merentangkan tangan, kemudian dia memegang sisi kanan dan kiri kotak kaca bersamaan. Dia menggunakan laser finger nya dan kaca terlepas berbentuk lingkaran. Setelah menaruh kaca yang terlepas di atas kotak kaca, Kaito memasukkan tangan kanan nya yang membawa tiruan dan tangan kirinya siap mengambil yang asli. Kaito langsung menaruh yang palsu ketika tangan kirinya mengambil yang asli, kemudian dia menutup kacanya kembali dengan memutarnya. Tiba tiba, tempat kotak kaca itu naik ke atas, Kaito menaruh mahkota nya di safety box dan langsung menghilang. Ternyata dia muncul di atas panggung dan di depannya banyak sekali orang duduk yang memegang sebuah papan untuk penawaran lelang.


“Sekarang item kita yang terakhir, mahkota yang merupakan simbol negara dan harta nasional di negara ini, pembukaan harga awal di angka 10 miliar G, siapa yang mau menawar, kesempatan pertama, kesempatan kedua.....” Juru lelang memulai lelang nya.


Kaito tidak berani melangkah karena takut menimbulkan suara, ketika penawaran mulai masuk dan suasana menjadi riuh, barulah dia bergerak pelan pelan dan masuk ke balik panggung, kemudian dengan grappler nya dia naik ke kerangka di langit langit dan berjalan meniti kerangka itu untuk keluar dari kapal. Tapi ketika sedang berjalan, sepertinya sudah ada pemenang yang membeli mahkota itu dan dia maju untuk memeriksa nya, “Plek.” Dua buah kaca bundar di kanan dan kiri kotak kaca terlepas, pembeli itu langsung memeriksa mahkota yang ada di dalam kotak kaca yang berlubang itu,


“Hey ini palsu, ini penipuan....aku tidak sudi membayarnya....” Pembeli itu mengeluarkan pistol.


Langsung saja para pengawal masuk dan menodongkan senjatanya menutupi juru lelang yang sepertinya memaksa pembeli itu untuk tetap membayar, karena setelah dia memeriksa mahkota itu menurutnya itu barang asli. Kaito duduk dan melihat nya sambil tersenyum, dia tahu kenapa pemeriksaannya bisa berbeda, semua itu ulah CATS yang membuat pelelang melihat nya sebagai barang asli. Karena kesal, pembeli itu malah mengacungkan pistol nya dan siap menembak, tentu saja pengawal yang sudah menodongkan senjata, lebih dulu menembak dan secara bersamaan, membuat pembeli itu jatuh bersimbah darah,


“Kyaaaaaaaaaa......” Teriak seorang tamu wanita


Teriakan langsung memenuhi aula dan suasana menjadi ricuh. Para tamu yang lain berlarian menuju pintu masuk dan berusaha keluar.


“Hehehe rasain....yuk CATS....”


[Affirmative]


Semua pengawal masuk ke dalam aula dan tidak membiarkan satu tamu pun pergi dari sana. Kaito keluar ruangan dengan santai dan kemudian terdengar suara tembakan di dalam ruangan.


“Whoaaah...semua yang di dalam di bunuh rupanya....”


[Benar Kaito sama, kita harus pergi]


“Ya...ayo CATS.”


Kaito keluar dari kapal dan melompat kembali ke atas gudang, kemudian dia berlari untuk kembali ke rumah nya.


[Quest selesai......Reward : 200.000.000 G, 100.000 xp]


[Open status]


\====================================


Level             :  75 / 99


EXP               :  116.500 / 200.000


Stats              :  STR -      7.500


                          DEX -    30.000


                          LUK -    15.000


Active skill     : Vanish, Lightning speed, Pick lock, Pick pocket, 1000 face, Search Area, Step jump.


Passive skill    : Martial arts mastery, Parkour, Appraisal, Hacking, Difuse, Quick hand.


\====================================


“Hehehe hahahahaha.....duiiit duiiit.....thanks CATS.” Teriak Kaito sambil berayun.


[Sama sama Kaito sama]


Dengan riang dan langkah yang ringan, Kaito berlari menelusuri atap gedung dan melompat dari gedung ke gedung, dia mengirim pesan kepada Hana untuk mengutus pasukan ke pelabuhan sesuai dengan arahan dari CATS. Setelah sampai di tokonya, dia langsung berayun masuk ke dalam kamarnya yang berada di lantai 4, kemudian melepaskan pakaian nya dan jatuh mendarat di tempat tidur dengan senyum yang lebar.


“Aw...aduh...adaw...dan sebagainya.” Banyak suara di sekeliling nya.


Kaito menoleh dan melihat Reina, Marin, Yuka, Airi, Fumiko sedang duduk mengelilingi dirinya sambil memegang kepalanya yang sakit dan cemberut, semuanya memakai pakaian tidur yang tembus pandang tanpa pakaian dalam dan rambut mereka berantakan.


“Waaaa maaf.....eh ini kamarku....apa yang kalian lakukan di kamar ku....”


“Bobo.....” Ke limanya langsung tidur kembali sambil memeluk Kaito di tengah.


“Aaaahh....sempit...sesak......(lembut....wangi).” Ujar Kaito.

__ADS_1


“Munya munya.....Kaito kun (Reina, Marin, Yuka dan Airi) Kaito sama (Fumiko) zzzz.” Kelima nya kembali pulas.


“Huuuf....haaaa....hufff....haaa....jauh jauh pikiran kotor....” Pikir Kaito.


[Semoga mereka bisa melahirkan anak laki laki yang sehat...amin]


“Diam CATS, aku berusaha menahan diri......” Ujar Kaito di kepalanya.


****


Keesokan sorenya, ketika Kaito dan lainnya sudah pulang dari sekolah, sebuah mobil polisi berhenti dan Hana turun dari mobil, dia langsung naik ke lantai dua untuk bertemu dengan Chisato. Tapi tiba tiba, Chisato turun di dalam dan membisiki Kaito kalau Hana mau bicara dengan Kaito. Akhirnya Kaito naik ke atas dan menemui Hana di kantor Chisato,


“Duduk Kaito, banyak yang aku mau bicarakan pada mu....” Ujar Hana dengan wajah sedikit marah.


Kaito duduk di depan Hana, kemudian Hana minta Chisato keluar dari ruangan dulu sebentar,


“Kaito, kemarin baru saja ku bilang jangan beraksi....” Ujar Hana.


“Maafkan aku Hana nee san, tapi CATS memberi ku misi dan katanya Hana nee san juga akan mengajukan misi yang sama hari ini.”


“Hahaha benar, tapi kamu sudah membereskan nya, aku sebenarnya mau meminta tolong menyelidiki keberadaan mahkota itu, tapi kamu malah mengambil kembali mahkotanya dan memberitahu ku ada penembakan di pelabuhan semalam. Aku datang kesini bukan mau marah, justru aku mau berterima kasih dan satu lagi.....”


Hana langsung bergeser dan duduk persis di sebelah Kaito, dia menjulurkan kepalanya ke telinga Kaito.


“Mahkota nya sementara taruh di basement mu dulu, kemarin anak buah ku sudah menyita mahkota yang sangat mirip dengan aslinya, jadi ku rasa mahkota asli yang ada pada mu, lebih aman di basement mu...mengerti ya.” Ujar Hana berbisik.


“Wow...baiklah nee san, aku mengerti.” Balas Kaito.


“Baiklah, kalau gitu kamu keluar dulu, aku ada urusan sama Chisato.” Balas Hana.


“Ada kasus nee san ?” Tanya Kaito.


“Iya, kasus pencurian di rumah seorang yang berpengaruh, orang nya sudah tua dan tidak mengijinkan polisi masuk ke dalam, padahal dia melapor ke polisi, bikin susah saja, mungkin kalau Chisato yang kesana dia bisa masuk ke dalam. Sebab dari keterangan nya saja, aku sudah curiga yang mencuri nya orang dalam.” Ujar Hana.


“Oh memang apa yang di curi nee san ?” Tanya Kaito.


“Ada dua barang, yang satu lukisan aneh dan satunya peta kuno yang berbeda dengan jaman sekarang, menurut pelapornya, kedua barang itu menunjukkan harta karun keluarga nya yang  di simpan oleh leluhur nya pada jaman dulu sekali dan tempat nya tidak pernah di temukan.”


“Hooo menarik nih, harta karun....” Ujar Kaito.


“Haha...sudah sana, panggil Chisato.” Balas Hana.


Akhirnya Kaito berdiri dan keluar dari ruangan, dia memanggil Chisato yang menunggu di depan dan meminta nya masuk menemui Hana, kemudian Kaito langsung menuju basement dan meletakkan mahkota yang di ambil nya semalam di kotak kaca kosong yang tersedia di basement. Kemudian dia berpesan pada yang mengikutinya, yaitu Reina, Marin, Yuka dan Airi untuk tidak menyentuh mahkota itu dan mejelaskan semua tentang mahkota itu. Ke empat nya mengerti dan mulai menjelajah di basement.


“Aku penasaran, kenapa setiap aku ke basement kalian selalu ikut ?” Tanya Kaito.


“Karena kalau sendirian kita ga berani, benar ga ?” Tanya Reina.


“Iya, di sini seram, banyak patung, topeng dan lainnya yang menakutkan.” Tambah Marin.


“Kalau ada kamu, kita ga takut Kaito kun hehe.” Tambah Yuka.


“Aku mau lihat mahkota nya, boleh kan ? tapi kamu jangan keluar dulu Kaito kun.” Tambah Airi.


“Ya sudah silahkan saja, di atas juga ada Nagisa san dan Fumiko san, jadi tidak masalah.”


Akhirnya ke empatnya mulai mengagumi mahkota yang memang terlihat mencolok di banding barang yang lain dan sangat indah.


*****


Sementara di lantai dua, Chisato sedang berpikir di hadapan Hana yang terlihat sedang melipat tangan di dada.


“Baiklah Hana san, aku terima, tapi aku tidak bisa sendiri nih...” Ujar Chisato.


“Silahkan saja, tapi ingat, orang ini bukan orang sembarangan, walau dia bukan mafia, tapi dia dekat dengan mafia, kamu mengerti kan sekarang situasinya gimana, jadi kalau mau mengajak Kaito ada syaratnya.”


“Apa itu syaratnya Hana san ?” Tanya Chisato.


“Suruh dia menyamar, menjadi siapapun boleh, asal jangan wujud asli nya dan wujud otaku nya, orang ini tajam dan dia punya hubungan dengan Kaito, paham ya.”


“Hubungan ? hubungan seperti apa ?” Tanya Chisato.

__ADS_1


“Nanti juga kamu akan paham....” Jawab Hana.


__ADS_2