C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 68


__ADS_3

Ketika sampai hotel dan masuk ke dalam kamar, Kaito dan sepuluh istrinya langsung menyusun rencana untuk menjalankan misi mereka berdasarkan diskusi yang sudah mereka lakukan saat di pesawat berdasarkan data data yang di berikan KATS.


“Baiklah, pertama kita menyusup dulu ke kantor badan antariksa untuk mendapatkan blue print dan rancangan akhir pesawat antariksa yang akan di luncurkan.” Ujar Kaito.


Nagisa dan Suzu berdiri di dekat jendela untuk mengawasi kegiatan gedung di sebrang hotel mereka yang masih penuh dengan lampu dan terlihat banyak orang di dalam nya.


“Sepertinya mereka lembur onii chan....” Ujar Suzu.


“Sudah pasti, peluncuran sudah tinggal 2 hari lagi, mereka pasti berkerja keras untuk keberhasilan peluncuran nya.” Balas Reina.


“Hmmm yang di atas itu sepertinya kantor direktur....” Tunjuk Nagisa ke atas.


Semuanya langsung berdiri dan menghampiri Nagisa yang sedang meneropong ke atas,


“Coba ku lihat.....” Marin berdiri dan menggunakan teropong untuk melihat ke lantai atas.


Di dalam kantor yang berada di atas, terlihat dua orang sedang berbicara, seorang laki laki paruh baya dan seorang wanita paruh baya.


“Reina chan...coba lihat dan samakan dengan datanya, yang laki laki kalau tidak salah derektur badan antariksa negara, Sagara Gundo.” Ujar Marin.


Reina mendekat kepada Marin yang langsung memberikan teropong nya. Setelah melihat nya dengan teropong, Reina membandingkan dengan datanya.


“Ya benar, yang laki laki adalah Sagara Gundo....tapi siapa yang perempuan itu ?” Tanya Reina.


“Coba sini aku lihat......” Chisato menghampiri Reina.


Dia mengambil teropong Reina dan melihat ke atas, kemudian Chisato membuka smartphone nya dan mencari sesuatu,


“Ada....dia walikota kota ini.....Kuchiki Momoka....” Ujar Chisato.


“Hmm pelaku pembunuhan berantai ya......” Gumam Yuka.


“Berarti benar, dia ada hubungan dengan kepala badan antariksa negara....dan kenapa Katsumi nee sama bisa jadi astronot dadakan semua gara gara dia.” Ujar Chisato.


“Uh....dia toh perempuan yang mencelakai nee sama....” Tambah Vinne.


“Oh mereka keluar....” Ujar Airi yang masih meneropong.


Mereka melihat dua orang yang berada di kantor itu keluar dari ruangan, tak lama kemudian, mereka melihat dua orang itu muncul di bawah dan naik ke mobil bersama sama kemudian bersiap untuk pergi,

__ADS_1


“Aku akan menyusup ke kantor mereka, Suzu chan, Yuka chan dan Fumi chan, bisa tolong ikuti mereka menggunakan pesawat bersama Fiona ?” Tanya Kaito.


“Baik....aku ke pesawat sekarang...ayo Suzu chan, Yuka chan.....” Jawab Fumiko sambil menarik Suzu dan Yuka.


“I..iya nee san....” Ujar Suzu.


“Sip paisen....” Balas Yuka.


Ketiganya langsung berlari keluar dari ruangan dan menuju ke atap untuk naik pesawat yang selalu melayang di atas.


“Sekarang aku, Marin chan, Emi chan dan Chi chan menyusup ke sana.....Nagi chan, Vinne chan, Reina chan dan Airi chan tolong berjaga di sini dan awasi semua pergerakan mereka. Hubungi kita kalau ada apa apa....” Ujar Kaito.


“Sip.....sekali kali aku di markas tidak apa apa...” Balas Nagisa.


“Oh biasanya senpai di lapangan ya....aku malah di markas terus hiks.” Ujar Reina.


“Hehehe tidak apa apa Reina chan....kan sama dengan ku dan Vinne chan juga....” Ujar Airi.


“Hati hati ya onii chan....onee chan....” Ujar Vinne.


“Serahkan pada kami....” Ujar Chisato.


“Yup, tenang saja ada aku dan Emi chan......pasti aman.” Tambah Marin.


Kemudian, Kaito, Chisato, Marin dan Emi berlari ke atap, mereka menggunakan pakaian mereka,


“KATS perintah leader, berikan skill vanish dan picklock kepada Chi chan, Marin chan dan Emi chan...” Ujar Kaito.


[Affirmative]


Setelah mereka menghilang, ke empatnya melompat menggunakan glider untuk melayang ke gedung sebrang yang lebih tinggi dari nya, setelah sampai, mereka hinggap di dinding dan berlari ke atas menggunakan rubber boots. Begitu sampai tingkat paling atas, persis di ruang direksi, Kaito menggunakan laser finger nya dan membuka kaca, kemudian dia masuk ke dalam bersama dengan Chisato, Marin dan Emi.


Di dalam, Kaito langsung menggunakan skill hacking nya untuk membuat kamera cctv yang terpasang di dua titik di dalam ruangan menampilkan gambar yang sama dan tidak berubah, setelah itu, dia dan Chisato berkeliling mencari petunjuk di dalam ruangan sementara Marin dan Emi menjaga pintu. Setelah cukup lama mencari, mereka menemukan sebuah tombol di bawah meja. Chisato menekan tombal nya, lemari yang menyatu dengan dinding di dalam ruangan bergeser masuk ke dalam dinding, di baliknya ada sebuah lemari besi yang di kunci menggunakan alat pemindai retina, sidik jari dan wajah. Kaito mencoba mematikan kuncinya menggunakan skill defuse dan membuka menggunakan skill picklock nya, tapi gagal.


“Hmmm...kenapa gagal ?” Tanya Kaito menggunakan telepati.


[CROWS melindungi kunci itu, aku bisa menembusnya, tapi dia akan mengetahui kalau itu aksi ku. Kita harus hati hati]


“Berarti satu satunya cara adalah membuat Sagara Gundo san yang membuka pintu lemari besi ini....” Ujar Chisato.

__ADS_1


[Benar, kalau kita bisa mendapatkan salinan retina dan sidik jarinya, kita bisa menembusnya]


“Wah caranya gimana, kalau sidik jari tinggal potong tangan nya, kalau retina mencungkil matanya ?” Tanya Emi.


“Wow sadis sekali....” Balas Marin.


“Habisnya mau pakai cara apa lagi, mana mungkin dia mau kalau kita minta tolong kan....” Balas Emi.


“Hmm....minta tolong ya.....” Ujar Chisato.


Marin berjalan ke meja kerja milik direktur, kemudian dia membuka laci yang ada di meja itu untuk memeriksanya. Di dalam nya ada sebuah kartu nama seorang manager hosstess bar, sebuah club malam yang menggunakan pelayan perempuan untuk menemani pengunjung yang datang untuk minum.


“Geh....dia suka ke tempat seperti ini....” Ujar Marin sambil melihat kartu nama nya.


Tiba tiba, Reina menghubungi mereka, kalau ada beberapa orang sedang berjalan menuju kantor direktur. Kaito menekan kembali tombol di bawah meja dan menutup kembali lemari nya. Ke empatnya langsung keluar dari ruangan melalui jendela yang berlubang dan memasang kembali kaca jendela nya. Kaito, Chisato, Marin dan Emi berlari ke atap menggunakan rubber boots nya, ketika sampai atap,


“Huff.....sudah aman Reina chan ?” Tanya Marin.


“Sudah, sementara kalian di sana dulu, sepertinya sekertaris direktur sedang membersihkan ruangan dan sepertinya akan lama di sana....” Ujar Reina.


“Kalau begitu, kita kembali dulu ke hotel....” Ujar Kaito.


Kemudian ke empatnya langsung melompat dan melayang menggunakan glider, kemudian Nagisa membuka tirai dan jendela kamarnya, kemudian ke empatnya melayang masuk ke dalam, setelah itu Nagisa menutup jendela dan memasang lagi tirai nya.


*****


Sementara itu, di pesawat, Fumiko, Yuka dan Suzu yang sedang mengikuti direktur yang pergi bersama walikota, masih mengikuti mobil yang berjalan menuju kantor walikota di bagian utara kota. Kaito memberitahu mereka melalui telepati mengenai lemari besi yang hanya bisa di buka oleh direktur.


“Hmm....berarti kita harus tangkap direktur bernama Sagara Gundo itu ya....” Ujar Yuka.


“Jangan gegabah, ikuti saja mereka dulu....” Ujar Kaito.


“Iya benar Yuka nee san....kalem saja dulu.....mereka masih jalan, di bawah agak macet walau sudah malam....” Ujar Suzu.


“Fumi paisen...kenapa diam saja.....” Ujar Yuka.


“Ara....aku masih sibuk melihat mobil itu, sepertinya mereka belok menuju arah lain karena macet....lihat.” Tunjuk Fumiko ke monitor di depan nya.


“Ah benar juga.....ikuti mereka terus Fiona san....” Ujar Yuka menoleh pada Fiona.

__ADS_1


“Affirmative....” Balas Fiona.


Mereka terus mengikuti mobil yang menuju arah lain dengan kencang menggunakan pesawat yang menghilang.


__ADS_2