C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 35


__ADS_3

Akhirnya kereta sampai di stasiun yang sederhana di desa Kamimura. Suzu memandu jalan bagi yang lain. Sebelum nya di kereta, Suzu sudah menceritakan kalau sebenarnya desa Kamimura adalah satu satu nya desa ninja yang masih ada dan reruntuhan yang di temukan merupakan peradaban ninja yang pernah berjaya di jaman dahulu, uji karbon yang menjadi dasar analisa arkeologi hanyalah hal yang di besar besarkan oleh para wartawan yang kebetulan meliput nya. Sebenarnya, reruntuhan itu sudah di ketahui oleh warga desa dan menjadi tempat keramat bagi warga yang di jaga turun temurun, maka dari itu, banyak yang menentang para pendatang yang seenak nya saja mengumbar tempat keramat mereka. Igarashi Makoto adalah pemimpin ninja di desa sekaligus menjabat sebagai kepala desa dan dialah yang sempat mengasuh Suzu selama 1 tahun di desa bersama dengan Kanaka yang merupakan mama dari Kaito.


Suzu memandu Kaito, Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko, Emi dan Vinne untuk menuju ke rumah kepala desa yaitu rumah Igarashi Makoto dan Igarashi Kanaka. Sepanjang perjalanan, Kaito menoleh melihat sekeliling desa, tidak ada ninja satu pun di sana, yang ada hanyalah warga yang beraktifitas dan menyapa Suzu setiap kali mereka melewati nya. Mereka melewati sawah, ladang, peternakan dan perkebunan yang hasil nya merupakan mata pencaharian bagi desa.


“Wah Suzuno chan....baru datang ya....langsung saja ke rumah pak kades ya....” Sapa seorang petani yang sedang mencangkul sawah nya.


“Iya...ossan, sekarang aku mau ke sana.....” Ujar Suzu sambil melambaikan tangan nya.


“Hmm kamu terkenal juga ya di sini....” Ujar Kaito.


“Hehe iya onii chan.....aku setahun sih di sini...” Balas Suzu.


Tiba tiba seseorang berlari ke arah mereka dari kejauhan, orang itu terlihat seperti seorang pemuda kekar yang sedang terburu buru.


“Suzuuuu chaaaaaaan......” Teriak pria itu sambil menerjang Suzu.


“Ih.....” Suzu menghindar dan pria itu melesat ke arah yang lain.


Reina, Marin, Airi, Nagisa, Vinne, Chisato dan Fumiko menghindar. Emi langsung menendang wajah pria itu dan Yuka menendang punggungnya sampai dia jatuh ke tanah.


“Apa sih ini....Suzu chan, kenapa kamu menghindar ?” Tanya Emi.


“Hahaha maaf.....” Jawab Suzu.


Pria itu bangkit berdiri dan melompat lagi ke arah Suzu, Suzu kembali menghindar dan pria itu mencium tanah.


“Suzu chaaaaaan kenapa kamu menghindar ?” Tanya pria itu.


“Sudah ku bilang kan, kamu jangan dekat dekat aku, kenapa terus bersikap seperti ini, Mamoru kun....” Bentak Suzu.


Pria bernama Mamoru itu bangkit berdiri dan membersihkan pakaiannya, umurnya kira kira baru 15 tahun, mungkin seumur dengan Emi, Suzu dan Vinne. Dia langsung maju mendekati Kaito yang berdiri di depan Suzu yang bersembunyi di belakang nya.


“Siapa pria ini Suzu chan ?” Tanya Mamoru sambil melihat sinis kepada Kaito.


“Suamiku...kenapa ?lihat...aku sudah menikah dengan nya.” Ujar Suzu sambil memperlihatkan cincin nya.

__ADS_1


Wajah Mamoru langsung berubah menjadi sedih, dia tidak percaya dengan apa yang di katakan Suzu.


“Bohong...kamu bohong....kamu kan sudah di jodohkan dengan ku Suzu chan.”


“Hah sama siapa ? aku tidak merasa pernah di jodohkan, lagi pula aku mencintai suami ku kenapa memang nya.” Ujar Suzu.


“Tch...sudah lah Suzu chan. Tidak usah di ladeni.” Celetuk Nagisa.


“Siapa kamu.....wow...kenapa banyak sekali wanita.....” Ujar Mamoru karena melihat barisan wanita cantik di belakang Kaito.


“Kami semua istri dari Kaito kun, pria yang sedang di gandeng Suzu chan, kenapa ?” Tanya Reina.


“Suzu chan juga salah satu dari kami....” Tambah Yuka.


“Benar...benar...minggir, jangan ganggu kami...” Tambah Airi.


“Yuk jalan, ngapain ngurusin orang seperti ini....” Ajak Marin.


Mamoru langsung mengepalkan tangan nya dan dia maju kemudian menarik lengan Suzu.


Suzu langsung menangkap tangan Mamoru dan memelintirnya, kemudian dia berjalan kembali menggandeng Kaito.


“Tidak ada urusan nya dengan mu kan ?” Tanya Suzu.


Melihat Suzu yang sukarela kembali lagi berdiri di sebelah Kaito dan menggandeng tangannya, Mamoru menjadi geram dan marah, dia langsung maju berdiri di depan Kaito.


“Hei...kalau jantan, berkelahi dengan ku sekarang, kalau aku menang, lepaskan semua wanita ini, dasar laki laki kurang ajar....” Teriak Mamoru.


“Hah....maksud mu aku ?” Tanya Kaito.


“Siapa lagi, disini laki laki cuma kamu dan aku....”


“Haaah....kenapa juga aku harus meladeni mu....” Balas Kaito.


“Hah sudah kuduga, pria seperti mu pengecut...hanya berani dengan wanita...payah.” Ujar Mamoru.

__ADS_1


“Snap.” Terdengar suara sesuatu yang putus di belakang Kaito, ke sembilan istri di belakang Kaito langsung berdiri di belakang nya.


“Maju Kaito kun....beri dia pelajaran.” Ujar Reina, Marin, Yuka, Airi dan Chisato sambil mendorong Kaito maju.


“Beri dia pelajaran Kaito, tunjukkan kamu lebih dari dia.” Ujar Nagisa sambil mendorong Kaito maju.


“Ara....dia berani sekali meremehkan Kaito sama, hajar dia Kaito sama.” Tambah Fumiko yang mendorong Kaito maju.


“Ayo onii chan....beri dia pelajaran.” Teriak Emi, Suzu dan Vinne sambil mendorong Kaito maju.


Akhirnya Kaito yang di dorong menjadi dekat dengan Mamoru dan berdiri persis di depan nya.


“Haaah iya iya....”


Belum selesai Kaito bicara, tangan Mamoru yang memegang kunai sudah mengarah ke lehernya. Kaito yang sigap mencondongkan separuh tubuhnya ke belakang dan kunai itu melewati wajah nya. Kaito berdiri tegak lagi dan Mamoru menendang putar ke kepalanya, dengan skill lightning speednya dan martial artsnya, Kaito langsung bergerak ke belakang Mamoru dan berdiri di belakang nya.


“Kurang ajar.....” Teriak Mamoru yang melompat ke atas dan melemparkan tiga buah shuriken kepada Kaito.


Dengan skill quick hand nya Kaito menangkap ketiga shuriken yang mengarah kepadanya, kemudian Mamoru yang masih di udara menyerang kepala Kaito dengan kunai nya, Kaito menangkap tangan nya dan langsung membanting nya ke tanah.


“Ahaaaak......” Mamoru muntah ketika menghantam tanah dengan kencang.


“Kamu benar benar mau membunuh ku ya......um....kamu tidak apa apa ?” Tanya Kaito sambil mendongak ke bawah melihat wajah Mamoru.


“Aku tidak percaya.....aku tidak mungkin kalah......aku tidak terima.....tapi kamu kuat, mau tidak mau aku harus mengakui nya.....” Ujar Mamoru dengan wajah sudah mau menangis.


Tiba tiba punggung Kaito yang sedang melihat wajah Mamoru di tepuk dari belakang,


“Yuk onii chan...jalan....” Ajak Suzu.


“Oh...iya, tapi apa dia tidak apa apa ya ?” Tanya Kaito.


“Tidak usah di pikirkan....” Jawab Suzu.


Akhirnya mereka meneruskan menuju rumah kepala desa dan meninggalkan Mamoru yang masih terlentang di jalan. Para petani yang melihat Mamoru hanya menggelengkan kepala nya lalu meneruskan mencangkul sawah seakan akan tidak ada kejadian apa apa.

__ADS_1


“Pantas semuanya mau sama dia......aku kalah telak....” Gumam Mamoru di hatinya sambil melihat langit dan meneteskan air mata karena sakit hati.


__ADS_2