C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 66


__ADS_3

Kaito sudah pulang bersama dengan Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko dan Yuzuki menggunakan kereta. Ketika pulang, Kaito beserta Yuzuki, Reina, Marin, Junko dan Fiona sempat kembali ke kuil untuk mengambil patung patung batu dan rak boneka berserta kapsul di bawah tanah menggunakan pesawat. Berkat Fiona pekerjaan menjadi cepat selesai, kemudian mereka langsung kembali ke rumah. Keesokan harinya, ketika Kaito beristirahat di kamarnya, dia penasaran dengan apa yang terjadi kemarin.


“KATS, bisa ceritakan, apa itu CROWS....kenapa dia bisa menghalangi mu ?” Tanya Kaito.


[CROWS adalah sistem milik musuh kita, dialah yang dulu menang melawan kerajaan Nekowari dengan cara licik, yaitu menghasut orang orang dari belakang seperti yang di lakukan sekte sekarang ini]


“Hmmm......kemarin kakek itu bilang, dia menyaksikan sendiri papa ku mati di depan nya, benar begitu KATS ?” Tanya Kaito.


[Benar, dia memang membunuh papa mu tapi Kiyoko sama berhasil menolong papa mu yang sudah sekarat dan membawanya pulang, barulah papamu meninggal di rumah]


Kaito terdiam, berarti selama ini Kiyoko tahu siapa sebenar nya musuh mereka. Hanya saja dia tidak bercerita kepada Kaito. Walau kesal karena Kiyoko menyembunyikan hal ini dari nya, Kaito mengerti kalau tujuan Kiyoko untuk melindungi nya, tapi hal ini hampir merenggut nyawa nya kemarin dan membahayakan para istri nya.


“Apa dia bisa melacak kita ? kakek itu berpikir aku adalah salah satu istri papa kemarin.” Tanya Kaito.


[Tidak, walau CROWS adalah sistem, tapi dia tidak bisa menembus penghalang ku, dia hanya bisa menghalangi ku menjalankan aksi ku kemarin, itulah sebabnya aku meminta dirimu menggunakan skill 1000face dan memecah diri untuk mengerahkan Airi sama, Nagisa sama, Chisato sama, Fumiko sama dan Reina sama bergerak walau dia jauh dan berada di rumah untuk menolong mu Kaito sama]


“Apa sih sebenarnya maksud mereka, kenapa mereka ngotot sekali ingin memiliki kuil itu....” Balas Kaito.


[Aku belum tahu, aku juga tidak bisa menembus pertahanan CROWS karena berbagi tugas kemarin, tapi kalau CROWS muncul, berarti mereka pasti sedang merencanakan sesuatu yang besar. Tapi tenang saja, CROWS adalah sistem buatan, dia tidak akan menang melawan ku, tapi kita tetap harus hati hati karena dia sangat licik]


“Aku mengerti, kita harus menanggapi dengan serius dan mulai penyelidikan untuk membongkar rencana mereka, aku tidak mau keluarga ku dalam bahaya.....” Ujar Kaito.


[Affirmative]


Kaito berbaring melihat langit langit di kamarnya, tiba tiba, “Blak.” Pintu kamarnya di buka,


“Oniiii chaaaaan.....”


Emi, Suzu dan Vinne melompat ke atas tempat tidurnya dengan masih mengenakan seragam sekolah mereka, mereka mendengar apa yang terjadi kemarin dari Nagisa dan Fumiko. Mereka sangat khawatir dan memeluk Kaito dengan erat, Kaito melihat ketiganya, dia menjadi semakin ingin cepat cepat mengakhiri musuh nya.


“Hohoo masih siang sudah bermesraan....” Ujar seorang wanita di depan pintu.


Kaito menoleh dan dia melihat seorang wanita sedang bertengger di pintu sambil melipat tangan di dada sambil tersenyum.


“Hah...Kiyoko nee san ? kapan datang ?” Tanya Kaito.


“Hehe baru saja.....wah rumah kita sekarang jadi besar sekali ya, perlu tenaga untuk jalan ke kamarmu.....” Jawab Kiyoko.


Kaito langsung berdiri dan menghampiri Kiyoko, kemudian dia memeluk Kiyoko yang ada di depan nya.


“Hehehe ternyata benar benar kamu segitu nya ya sama onee san.....” Balas Kiyoko sambil memeluk Kaito.

__ADS_1


“Jangan bercanda nee san, apa lagi yang belum kamu ceritakan kepadaku, kenapa kamu tidak bilang soal orang tua itu dan CROWS.....” Balas Kaito.


“Yah....aku tidak menyangka kamu secepat itu bertemu dengan pria tua itu....tapi dengan begini, kamu sekarang jadi mengerti siapa musuh kita sesungguh nya.” Balas Kiyoko.


“Ya...sekarang aku mengerti....” Balas Kaito.


“Oh kenapa yang ada disini hanya Hana ? Kirara, Kaoru, Karen dan Kaya belum pulang ?” Tanya Kiyoko.


“Um...kan mereka menjemput Katsumi nee san katanya, aku juga belum dengar kabar dari mereka lagi....memang Kiyoko nee san tidak tahu ?” Balas Kaito.


“Aku tahu, tapi belum dapat kabar dari mereka, Hana sendiri juga belum mendapat kabar dari mereka......hmmm, ikut aku ke bawah....kita ke kantor Chisato chan...” Ujar Kiyoko.


Sebelum berjalan, Kiyoko menoleh melihat Emi, Suzu dan Vinne yang masih berbincang bincang dan berbaring di tempat tidur Kaito,


“Kalian juga ikut yuk......” Ajak Kiyoko.


“Ok onee sama......” Balas ketiganya yang langsung turun dari tempat tidur.


Mereka langsung menuju ke kantor Chisato yang berada di atas toko. Di sana sudah menunggu Hana, Chisato, Nagisa, Fumiko, Reina, Marin, Yuka dan Airi, juga ada seorang pria tampan berambut pirang dan bermata biru dengan kumis tipis menghiasi wajahnya. Ketika masuk, Kiyoko langsung duduk di sebelah pria itu.


“Um...nee san, siapa dia ?” Tanya Kaito.


“Hahaha....dia lupa pada ku Kiyoko, padahal aku yang menggotong mu naik ke lantai dua waktu itu....kenalkan aku Evan, apa kabar Kaito kun...” Jawab Evan.


“Ah benar juga, waktu itu kamu pingsan ya.....ya sudah tidak apa apa...salam kenal ya.” Balas Evan.


“Kamu tuh ya, dah tahu dia belum kenal.....” Balas Kiyoko.


“Hehe maaf sayang....” Balas Evan.


“Evan nii san hebat loh Kaito kun, dia bisa menebak siapa pelaku hanya dari keterangan, aku barusan ngetes dia..hehe...” Ujar Chisato.


“Hah...dia itu detektif Chi chan.....dia cukup terkenal di negaranya, walau tidak seterkenal Holmes....tapi sayang saja kelakuan nya seperti penjahat.” Balas Hana ketus.


“Wah kamu masih saja ya seperti itu Kohana, padahal 3 bulan kita hidup bersama kan...hahahaha....” Balas Evan sambil memegang kepalanya.


Hana langsung mencabut pistolnya dan menodongkan nya ke wajah Evan yang masih tertawa.


“Panggil aku Kohana sekali lagi....kepalamu meledak....” Ujar Hana dengan geram.


“Apa sih kalian...dari dulu tidak pernah akur......waktu kita bertukar, kalian setiap hari berantem ya ?” Tanya Kiyoko.

__ADS_1


“Huh.....” Hana memalingkan wajah nya.


“Yah seperti itulah adik mu sayang....” Balas Evan.


Sementara itu, Kaito, Marin, Reina, Yuka, Airi, Nagisa, Fumiko, Emi, Suzu dan Vinne akhirnya bisa melihat wajah Hana yang seperti anak kecil, mereka tertawa sedikit sambil mencoba menahan tawanya.


“Hei....kenapa kalian tertawa ?” Tanya Hana.


“Ah tidak nee sama.....” Jawab Marin.


“Hahaha gimana ga tertawa, wajah komisaris polisi yang awalnya serius sekarang bisa ngambek kayak anak kecil.” Balas Evan.


“Hah....kamu benar benar cari masalah dengan ku ya......” Ujar Hana sambil berdiri.


“Sudah ah Hana....kamu juga sayang, sudah dong, jangan ledek dia lagi...aku benar benar bingung, gimana waktu kalian hidup bersama 3 bulan terakhir.” Ujar Kiyoko menengahi keduanya.


“Huuuh.....jangan pernah sekali lagi nee san....” Ujar Hana sambil melipat tangan di dada dan menoleh.


“Sudah sudah....ada yang lebih penting, aku, Kaito dan Hana belum mendapat kabar dari Kirara dan lainnya yang pergi ke kota Toredo, untuk menjemput Katsumi saja harusnya tidak perlu waktu selama ini....” Ujar Kiyoko.


“Apa kita harus kesana untuk melihat keadaan nee san ?” Tanya Kaito.


“Ya, itulah yang aku mau minta tolong kepada mu Kaito dan kalian semua. Susul mereka, kalau mereka sudah pulang ketika kamu pergi, aku akan langsung beritahu kamu dan langsung kembali.” Jawab Kiyoko.


“Aku mengerti nee san, lagipula besok weekend, Emi, Suzu dan Vinne bisa ikut...” Ujar Kaito.


“Iya benar onee sama.....kita bisa ikut....” Tambah Emi.


“Oh tapi Chisato chan, kamu di sini saja ya, aku masih ada perlu dengan mu.” Ujar Hana.


“Eh....ya sudah...” Balas Chisato.


“Ah kenapa dia tidak bisa ikut, kalau mereka di sana butuh kepintarannya bagaimana, lagipula di sini ada aku, benar tidak Chisato chan ?” Tanya Evan.


“Huh....aku tidak mau mengandalkan mu....” Jawab Hana.


“Ah...kalau gitu Evan saja yang pergi, gimana sayang ? kamu mau ?” Tanya Kiyoko.


“Hmmm......tidak ah, Chisato chan saja yang pergi, aku tidak mau mengganggu Kaito kun hehehe...” Jawab Evan.


“Maksudnya apa nii san....” Balas Kaito.

__ADS_1


“Ah kamu mengerti lah.....” Balas Evan sambil mengedipkan sebelah matanya.


Akhirnya Hana mengalah dan membiarkan Chisato ikut bersama Kaito dan lainnya. Setelah itu mereka keluar dari kantor Chisato dan menuju ke hangar di basement untuk pergi menggunakan pesawat, mereka juga mengajak Fiona untuk membantu mengemudikan pesawat dan membiarkan nya melayang ketika sudah sampai tujuan.


__ADS_2