C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 46


__ADS_3

Sementara itu, pesawat sudah hampir sampai ke kota Yoruma. Kirara, Karen dan Kaito sudah bersiap siap untuk turun.


“Kirara nee san, nanya ya, Kaya nee san pekerjaan nya apa ?” Tanya Kaito.


“Oh dia professor di bidang arkeologi, terakhir aku mendengar kabarnya, dia sedang menyelidiki reruntuhan yang baru di temukan bersama murid murid nya.” Jawab Kirara.


“Tapi sudah hampir 2 bulan ini kita berdua kehilangan kontak dengan nya.” Tambah Karen.


“Hmmm semoga dia tidak apa apa ya.....” Balas Kaito.


“Ya, makanya kita sekarang kesana untuk mencarinya.” Balas Kirara.


“Yah sekalian membantu nya kan....” Tambah Karen.


Selagi berbicara, tiba tiba telepon Karen berbunyi, ternyata Junko menelpon karena dia minta ijin untuk ikut bersama dengan Chisato yang di ajak Hana pergi. Karen mengijinkan nya, sekaligus meminta Junko menjaga Hana dan Chisato.


“Hana nee san ya ?” Tanya Kirara.


“Iya, ada kasus, kemungkinan melibatkan sekte lagi, dia mengajak Chisato chan supaya cepat selesai katanya. Junko aku minta untuk menjaga mereka.” Jawab Karen.


“Kita konsentrasi membawa Kaya pulang dulu....” Ujar Kirara.


Pesawat sudah memasuki kota Yoruma, Kaito melihat ke bawah, ternyata banyak gedung tinggi di kota Yoruma dan hampir semuanya pusat penelitian juga universitas, sepertinya kota ini memang di khusus kan untuk pendidikan. Setelah melewati kota yang tidak terlalu besar di banding dengan kota Kosaka, Kaito melihat banyak sekali situs penggalian yang masih di kerjakan dan di teliti, di sekitar situs situs penggalian banyak sekali perkemahan para arkeologi dan para perkerjanya. Mereka datang dari berbagai negara dan terlihat banyak orang asing di dalam perkemahan. Pesawat terus melayang terbang maju dengan perlahan melewati semua situs penggalian di bawah sampai akhinya menemukan sebuah danau besar yang terlihat tenang dan sepi di tutupi kabut. Di sisi danau ada sebuah perkemahan yang sepertinya perkemahan mahasiswa.


“Baiklah, kita turun di sini....” Ujar Kirara.


“Hah....kok nee san bisa yakin di sini ?” Tanya Kaito.


“KATS yang memberitahu.....” Balas Kirara.


“Ah...begitu rupanya.”


Kirara, Kaito, Karen dan Vinne langsung menuju pintu, mereka mengenakan pakaian mereka dan terjun ke bawah menggunakan glider. Begitu sampai, mereka menyimpan kembali pakaian nya dan muncul, kemudian berjalan menuju ke perkemahan yang ada di depan mereka.


“Onii chan....kok suasanya sedikit seram ya ?” Tanya Vinne.


“Iya, soalnya berkabut di tambah sudah sore....” Jawab Kaito.


Vinne langsung menggandeng tangan Kaito dan mendekap lengannya karena sedikit takut. Mereka masuk ke dalam perkemahan dan di hentikan oleh dua orang penjaga.


“Berhenti, ada keperluan apa kalian ke sini ? Di sini perkemahan mahasiswa.” Seorang penjaga menanyakan tujuan ke empatnya.

__ADS_1


“Aku mau bertemu prof Kaya....apa beliau ada ?” Tanya Kirara.


“Um...apa sudah telepon sebelum nya atau mungkin sudah janji ?” Tanya penjaga.


“Karena dia tidak bisa di telepon, makanya kita datang kesini..nama ku Kirara, tolong sampaikan saja.” Jawab Kirara.


Seorang penjaga masuk ke dalam untuk memberitahu kedatangan Kaito, Kirara, Karen dan Vinne. Setelah itu, penjaga keluar bersama seorang mahasiswi kemudian mahasiswi itu langsung mengamati Kirara dan Karen.


“Oh para wanita ini saudara professor, biarkan mereka lewat.” Ujar mahasiswi itu.


“Baiklah, silahkan masuk....” Penjaga menggeser dan mempersilahkan mereka masuk ke dalam.


“Perkenalkan namaku Jinguji Hitomi, aku asisten prof Kaya....silahkan ikuti aku....”


“Terima kasih Jinguji san....” Balas Kaito.


Kemudian Hitomi membawa ke empatnya masuk ke dalam sebuah bangunan yang besar, di dalam mereka melihat banyak sekali tembikar, vas, kerajinan, alat alat kuno dan peninggalan bersejarah lainnya yang baru saja di keluarkan dari tanah dalam kondisi masih tergeletak di lantai karena belum di teliti dan di pilah. Hitomi terus membawa mereka melalui lorong untuk masuk ke dalam sebuah ruangan yang mirip seperti ruangan kelas. Ketika masuk, kondisi ruangan gelap, rupanya Kaya sedang mempresentasikan temuan nya ke beberapa petinggi universitas dan menggunakan pyoyektor untuk menampilkan makalah nya. Kaito, Kirara, Karen dan Vinne berdiri di paling belakang bersama Hitomi, ikut mendengarkan penjelasan Kaya.


Setelah selesai, lampu di nyalakan, Kaito akhirnya bisa melihat wajah Kaya, seorang wanita yang cantik, dengan rambut silver yang di kepang besar di belakang dan menggunakan kacamata tebal. Kaya sempat menoleh melihat Kaito dan lainnya di belakang, kemudian dia mengantar tamu keluar dari pintu yang ada di depan.


“Kita tunggu di sini saja ya....” Ujar Hitomi.


“Ah itu karena.......sebaiknya nanti dengar sendiri dari prof penjelasan nya.” Jawab Hitomi agak ragu ragu.


Kirara dan Karen yang mendengarnya menjadi bingung, tapi karena mereka tahu sifat Kaya akhinya keduanya menghela nafas. Tak lama kemudian, pintu di buka, Kaya masuk ke dalam,


“Loh Kirara nee san, Karen nee san, kenapa kalian kesini ?” Tanya Kaya sambil membetulkan kacamatanya.


Kemudian Kaya menoleh dan melihat Kaito yang sedang bergandengan bersama Vinne di sebelah nya. Dia langsung mengamati Kaito menggunakan kacamatanya.


“Kaito....ini kamu Kaito ?” Tanya Kaya.


“Um...iya benar nee san...” Jawab Kaito.


“Waaaaaah.....Kaito....sudah besar sekali kamu.......bahkan lebih tinggi dari ku....hebaaaat. Ini aku Kaya, kamu mungkin lupa dengan ku, sebab waktu kita berpisah kamu masih bayi. Lalu ini siapa ?” Tanya Kaya sambil menoleh kepada Vinne.


Kaya langsung jongkok di depan Vinne dan mengelus ngelus kepalanya seakan akan mengelus kepala anak kecil.


“Wah kamu lucu....umur berapa ?” Tanya Kaya.


“Nama ku Nekowari Vinne, aku sudah menjadi istri Kaito onii chan....onee sama.” Jawab Vinne.

__ADS_1


Mendengar itu, Kaya langsung kaget dan berdiri di depan Kaito dengan wajah cemberut.


“Kaito, aku tahu memang laki laki di keluarga kita sudah biasa mempunyai istri lebih dari satu, tapi aku tidak menyangka kamu pedofil, tidak boleh Kaito, ini pelanggaran hukum namanya.....” Ujar Kaya sambil menarik kemeja Kaito dengan wajah serius.


Kaito yang bingung menoleh kepada Kirara dan Karen yang hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala mereka.


“Um...nee san, dia sudah 15 tahun....” Jawab Kaito.


“Apaaaa....?” Teriak Kaya sambil menoleh kepada Vinne.


“Um...benar onee sama.....” Tambah Vinne.


“Aaaah....kamu itu, selalu berasumsi sendiri dan akhirnya panik sendiri, dari dulu ga berubah....” Ujar Kirara sambil memegang kepala Kaya.


“Oh begitu ya hahaha......maaf Kaito.”


Tiba tiba kepala Kaya di cengkram oleh Kirara dan di paksa menoleh melihat wajah nya,


“Lalu kenapa kamu tidak menghubungi kami selama 2 bulan hah ?” Tanya Kirara sambil tersenyum lebar dengan wajah marah.


“Oh...hahaha....aku kehilangan smartphone ku di reruntuhan dan semua nomor kalian di sana hehehe.....” Balas Kaya santai.


“Jadi seperti itu, tahu tidak kita berdua khawatir setengah mati....” Ujar Karen.


“Paling tidak kirim email kan, di laptop mu kan ada alamat email kami....” Ujar Kirara.


“Oh iya....tidak terpikir, maaf hahahaha.....”


“Grrrrh.....benar benar tidak berubah anak ini....” Ujar Kirara.


Kemudian Kaya menjelaskan kepada semuanya soal reruntuhan dan mereka berencana untuk masuk ke dalam reruntuhan besok.


“Pas kebetulan ada Kaito di sini, berarti besok kita bisa masuk ke dalam.....karena ada satu pintu yang hanya di bisa di buka oleh leader hehehe.” Ujar Kaya.


“Oh jadi nee san sudah tahu kalau reruntuhan ini....”


Belum selesai Kaito berbicara, mulutnya sudah di tutup oleh Kaya. Dia langsung menoleh kepada Hitomi yang langsung beranjak mengunci pintu.


“Jangan di teruskan....aku sudah tahu maksudmu, banyak mata mata sekte di sini....” Ujar Kaya.


Kaito mengangguk dan dia tidak bertanya lagi. Kemudian mereka semua keluar dari ruangan untuk menuju kamar yang di sediakan oleh Kaya.

__ADS_1


__ADS_2