C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 50


__ADS_3

Kembali ke saat Kaito, Kirara, Karen, Kaya, Vinne dan Hitomi kembali ke rumah dan langsung ke kantor Chisato di lantai dua. Setelah Chisato menceritakan semuanya,


“Jadi begitu ya, berarti yang ada di belakang Reina chan dan Airi chan ?” Tanya Kaito.


“Di belakang ku Gina chan, Kaito kun....” Jawab Reina.


“Dan di belakang ku Narumi chan....” Tambah Airi.


“Um...salam kenal, aku Gina....” Sapa Gina.


“Namaku Narumi, mohon kerjasamanya...” Sapa Narumi menunduk.


“Iya salam kenal....” Balas Kaito.


“Onii chan, Vinne chan mana ?” Tanya Suzu.


“Tadi di bawah sama Marin chan dan Yuka chan, kenapa ?” Tanya Kaito.


“Aku panggil deh....” Suzu berdiri dan keluar dari ruangan.


“Jadi bagaimana menyelesaikan kasus ini ?” Tanya Kaito.


“Satu satu nya cara adalah membuat Nobu kun mengaku kalau dia yang membunuh onee chan dari Narumi chan setahun lalu.” Jawab Chisato.


Chisato menjelaskan caranya, yaitu menyusup ke rumah sakit dan menyamar menjadi mediang onee chan Narumi yang sudah meninggal karena Nobu sedang dalam kondisi yang lemah, baik fisik maupun mental. Di tambah Nobu faktor psikologis yang mendukung, yaitu rasa bersalah karena sudah membunuh teman anggota club nya karena paksaan dan bukan keinginan nya sendiri. Di saat sedang menyusup ke rumah sakit, semua harus berjaga supaya tidak ada yang mengganggu tanya jawab antara hantu siswi yang meninggal dengan Nobu.


“Tch....aku sudah mendengar semuanya, serahkan pada ku.....” Ujar Nagisa yang baru naik bersama Fumiko,Vinne dan Emi.


“Gina chan....” Teriak Vinne dan Emi yang langsung menghampiri Gina.


“Emi chan....Vinne chan.....kok kalian ada di sini ?” Tanya Gina.

__ADS_1


“Onii chan...boleh kita ajak Gina chan dan Narumi chan ke dalam ?” Tanya Emi.


“Silahkan saja, tapi jangan sampai keluar dari rumah ya....” Jawab Kaito.


“Sip makasih onii chan....” Balas Emi.


Sebelum mereka keluar, Chisato mengajak Narumi berbicara sebentar, dia meminta foto mediang onee chan nya supaya di kirimkan ke smartphone nya. Setelah itu, Emi, Suzu, Vinne mengajak Gina dan Narumi ke ruang tengah yang berada di  lantai 3. Chisato memperdetail rencananya karena Narumi sudah keluar, caranya adalah benar benar menciptakan suasana seperti ada hantu yang muncul dan bertanya kepada Nobu, “Kenapa kamu membunuh ku ?” dan sebagainya yang  membuat seakan akan hantu itu ingin membalas dendam.


“Hmm aku mengerti, berarti kalau gitu Nagisa senpai masuk ke dalam dan menjadi hantu, Fumiko senpai bersama Airi chan menahan para perawat dan dokter supaya mereka tidak masuk ke dalam. Aku dan Kaito kun di dalam untuk merekam pembicaraan dan memperkuat suasana mengerikan nya. Aku mau mengajak Yuka chan dan Marin chan untuk berjaga kalau kalau harus bertempur. Chisato senpai dan Hana nee sama di sini saja, kita kirimkan rekaman nya dan langsung di proses. Bagaimana ?” Tanya Reina.


“Baiklah, kalau begitu, KATS perintah leader, berikan skill 1000face dan Vanish kepada Nagisa san dan Fumiko san, Vanish kepada Reina chan, Marin chan, Yuka chan dan Airi chan...” Jawab Kaito.


[Affirmative]


Reina langsung memanggil Marin dan Yuka di bawah, kemudian mereka menjelaskan rencanan nya pada Marin dan Yuka. Setelah itu mereka akan bertindak ketika hari sudah malam, karena saat ini hari sudah pagi. Kaito, Kirara, Karen dan Kaya beristirahat lebih dulu karena baru kembali dari kota Yoruma.


*****


Reina yang menghilag langsung mengamankan bel untuk memanggil perawat dan membuatnya seperti melayang. Nagisa mengusap wajahnya dan dia berubah menjadi Fujiko lengkap dengan seragam dan wajah yang mengerikan. Kaito mematikan lampunya,


“KATS tolong buat suasana kamar ini jadi mengerikan....” Ujar Kaito di kepalanya.


[Affirmative]


Kaito membanting smoke bomb nya dan cahaya merah mencekam keluar di antara asap, di tambah suara suara misterius yang mengerikan. Nobu yang sedang tidur langsung terbangun, matanya mendadak melotot seperti mau copot karena melihat suasana di dalam kamar dan mulutnya bergetar.


“Nobu kun........” Ujar Nagisa yang masih menghilang walau sudah berubah.


“Ah......Fuji san....tidak...tidak mungkin, kamu sudah mati......” Teriak Nobu.


Kemudian karena panik dia menoleh dan mencari bel untuk memanggil perawat, tapi dia melihat bel itu melayang di udara dan karena tangan juga kakinya patah, dia tidak bisa meraih nya. Wajah nya menjadi pucat dan terlihat sangat ketakutan,

__ADS_1


“Kenapa kamu bunuh aku Nobu kun.......” Ujar Nagisa lagi.


“Maafkan aku....maafkan aku....aku di paksa oleh papa ku....aku sebenarnya mencintai mu....maafkan aku yang menipumu.” Balas Nobu sambil bersujud di atas ranjang.


“Kenapa kamu tidak melawan papa mu kalau memang kamu mencintai ku....” Ujar Nagisa lagi.


“Aku tidak bisa.....aku tidak bisa......maafkan aku....papa ku berkuasa...aku tidak bisa apa apa.” Balas Nobu.


“Ceritakan padaku....aku tidak terima kamu bunuh seperti ini...” Ujar Nagisa.


Akhirnya semuanya keluar dari mulut Nobu, dari rencana papanya, ritual yang di lakukan nya sampai cara dia memancing Fujiko ke atap dan masuk ke dalam gudang. Reina yang merekam semuanya mengangguk, saatnya drama di hentikan. Nagisa langsung muncul dalam wujud Fujiko dengan mulut berlumuran darah persis di depan Nobu.


“Nobu kun, kalau kamu cinta padaku....mari ikut aku....” Nagisa menjulurkan tangannya di depan Nobu sambil tersenyum mengerikan dengan wajah Fujiko.


“Ti...tidak....tolong....ampun......aaaaaaa......”


Nobu pingsan di atas ranjang dalam kondisi terlentang dan celana yang basah sehingga membasahi ranjang. Setelah itu, Reina langsung mengirimkan rekaman audio itu kepada Chisato yang meneruskan nya pada Hana. Dengan perlahan, Kaito, Reina, Nagisa meninggalkan kamar Nobu bersama dengan Fumiko dan Airi yang menunggu di depan kamar dengan menyamar menjadi perawat. Marin dan Yuka turun kebawah dan mereka semua berjalan kembali pulang ke rumah.


“Hahaha lihat tidak reaksinya.....” Ujar Nagisa.


“Iya....dia benar benar ketakutan....semuanya langsung di ceritakan...” Balas Reina.


“Berarti setahun ini dia menahan beban mental yang sangat besar.....kasihan juga.” Tambah Fumiko.


“Kalau di lihat memang dia tipe penurut, jadi wajar kalau dia tidak bisa melawan orang tuanya.” Tambah Airi.


“Yang jahat orang tuanya.....” Tambah Marin.


“Benar, aku tidak suka melihat hal seperti ini...” Tambah Yuka.


Selagi mereka berjalan, Chisato menelpon smartphone Kaito, dia mengatakan rekaman nya jelas dan Hana langsung memprosesnya ke kepolisian kemudian besok ke kejaksaan. Dengan begini, orang tua Nobu tidak akan bisa lolos dan ada kemungkin orang tua Fujiko dan Narumi juga akan terseret.

__ADS_1


__ADS_2