C.A.T.S (Catch And Thief System)

C.A.T.S (Catch And Thief System)
Chapter 58


__ADS_3

Festival budaya sudah di mulai, Kaito yang memakai kostum zombie buttler berdiri di depan pintu kelas untuk menyambut tamu yang datang sekaligus mempromosikan cafe mereka, sementara Marin dan Airi yang memakai pakaian zombie maid berada di dalam kelas untuk melayani para pengunjung yang datang. Banyak tamu siswa perempuan yang masuk ke dalam karena melihat ada zombie buttler yang tampan di luar, walau tidak ada yang berani mendekati nya.


“Silahkan masuk....” Sapa Kaito kepada beberapa siswi yang terlihat ragu ragu ingin masuk ke dalam kelas.


“Iyaaa....” Ujar para siswi itu.


“Ne...ne....kamu tampan ya, siapa nama mu ?” Tanya seorang siswi.


“Uh.....um...Kaito...” Ujar Kaito.


“Heee Kaito kun ya......kapan kamu selesai ? gimana kalau kita jalan jalan keliling festival ?” Tanya siswi yang ada di sebelah nya.


“Eh....aku......”


Belum selesai Kaito menjawab, “Ehem.” Seorang wanita terbatuk di belakang para siswi itu. Semuanya langsung menoleh, mereka melihat Fumiko sedang berdiri di belakang mereka sambil bertolak pinggang.


“Kalian mau apa sama dia ?” Tanya Fumiko.


“Eh....Fumiko sama.....kami dengar katanya di kelas 1 – 2 ada zombie ganteng yang menjaga pintu, makanya kami datang hehe....”


“Fumiko sama kenal dengan nya ?” Tanya seorang siswi.


“Ara...tentu saja, dia milik ku, kalian kalau tidak mau masuk ke dalam jangan menggodanya.....” Ujar Fumiko.


“Kamu bilang apa barusan villainess ?” Tanya seorang wanita di belakang Fumiko.


Ketika dia menoleh, ternyata Nagisa sudah berada di belakang Fumiko. Tak lama kemudian Chisato juga bergabung berdiri di sebelah Nagisa.


“Hohoho ngapain prince kesini, bukankah kamu mau bersiap untuk drama ?” Tanya Fumiko.


“Tch....masih ada waktu, minggir.....Kaito, ayo ikut aku....” Ajak Nagisa sambil menarik lengan Kaito.


“Oi oi prince....tunggu dulu, jangan seenak nya, ikut aku yuk Kaito kun....” Chisato mengambil tangan sebelah Kaito.


Akhirnya Chisato, Nagisa dan Fumiko ribut sendiri di depan kelas Kaito dan membuat siswi siswi yang mau masuk barusan menyingkir.


“Duh kalau mau sama dia lawan kita berat.....” Ujar seorang siswi.

__ADS_1


“Iya, lawan 3 orang seperti mereka, mana bisa menang....aku mundur deh.” Ujar seorang siswi lagi.


Tiba tiba pintu kelas terbuka, Marin dan Airi keluar dari dalam kelas, mereka melihat Nagisa, Chisato dan Fumiko sedang ribut di depan kelas dan Kaito berusaha mencegahnya.


“Heiii....senpai...jangan ribut, Kaito kun masih sama kita.” Ujar Marin.


“Benar benar senpai...nanti saja, belum istirahat.” Tambah Airi.


“Enak saja, kalau gitu aku tunggu disini...” Ujar Nagisa.


“Sama...aku juga...” Tambah Fumiko.


“Aku ikut aja hehehe...” Tambah Chisato.


Mendengar ribut di depan kelas Kaito, Reina dan Yuka keluar dari kelas mereka masing masing. Reina yang memakai yukata menghampiri kerumunan sedangkan Yuka yang menjadi mumi juga menghampiri.


“Apa sih ini, sampai terdengar di kelas ku...” Ujar Reina.


“Tau nih...lagian kelas 2 bukan nya di atas ya, ngapain para paisen di sini ?” Tanya Yuka.


“Mau ajak Kaito keliling...” Jawab Nagisa.


Dengan bergabung nya Reina dan Yuka, suasana malah bertambah riuh, Kaito berusaha menenangkan semuanya yang saling berdebat satu sama lain. Sedangkan para siswi yang ingin mendekati Kaito barusan,


“Ok...aku nyerah, percuma, sekarang 4 siswi kelas 1 yang tekenal malah ikut bergabung....” Ujar seorang siswi.


“Dah lah yu...percuma ada di sini....” Tambah seorang siswi lagi.


Ketika mereka berbalik, dari kejauhan mereka melihat 3 gadis berpakaian seragam smp sedang menuju kelas Kaito.


“Eh lihat tuh, anak smp itu kok cantik cantik ya, yang satu lucu banget.....kayak boneka.” Ujar siswi yang baru saja berbalik.


“Iya ya....mereka mau kemana tuh....” Tambah siswi sebelah nya.


Akhirnya para siswi itu menyingkir dan membiarkan 3 siswi smp itu lewat, tiba tiba ketika sudah di depan kelas Kaito.


“Oniii....chaaaaaan....”

__ADS_1


Ketiganya langsung melompat memeluk Kaito. Emi dan Suzu memeluk pinggang Kaito sedangkan Vinne di gendong nya.


“Aaaaaaaah.....” Reina, Marin, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato dan Fumiko yang sedang berdebat mendadak berteriak.


“Um...ada apa onii chan...kok ramai ?” Tanya Emi.


“Iya nih, kok semua kumpul di sini....” Tambah Suzu.


“Yuk....keliling....” Ajak Vinne.


Para siswi yang melihat dari kejauhan langsung menggelengkan kepala dan akhirnya mereka benar benar pergi. Karena mendengar suara ribut di luar kelas, pintu kelas terbuka, ketua kelas keluar dan langsung menghampiri Kaito.


“Kaito kun.....silahkan istirahat dulu, kalau perlu kembalinya nanti saja dan bawa semuanya....”


“Eh kenapa iincho ?” Tanya Kaito.


Ketua kelas tidak menjawab, dia menunjuk ke dalam kelas, ketika melihat ke dalam kelas, Kaito melihat para pengunjung pria yang sebenarnya ingin melihat Marin dan Airi menjadi geram dan melihatnya dengan hasrat membunuh, kemudian ketua kelas juga menunjuk ke belakang kerumunan Kaito, ketika Kaito menoleh dia melihat banyak antrian orang mau masuk dan mereka menghalangi jalan. Ketua kelas langsung masuk kembali ke dalam dan menutup pintu kelas,


“Aaaaah....jadi begini deh....ayo deh semuanya, kita keliling festival....” Ajak Kaito.


“Horeeee......” Teriak ke sepuluh istrinya.


Setelah itu, mereka langsung berjalan mengelilingi festival dan membeli semua makanan mulai dari gerbang sampai masuk lagi ke dalam. Mereka juga menonton pagelaran musik dari club band dan pertunjukan lain dari masing masing club yang ada di sana. Nagisa kemudian mengajak Kaito dan Reina untuk ke club drama untuk pentas karena sudah waktunya. Marin, Yuka, Airi, Chisato, Fumiko, Emi, Suzu dan Vinne menonton pertunjukkan club drama yang akan memainkan drama snow white dengan Kaito yang berperan menjadi pangeran dan Reina yang menjadi snow white. Nagisa sendiri berperan menjadi penyihir yang memberikan apel beracun kepada snow white.


Drama berjalan lancar dan membuat penonton menjadi terharu, ketika sampai ke bagian akhir, pangeran muncul dan menemukan snow white sedang terbaring di kelilingi oleh 7 kurcaci. Kaito menghampiri Reina yang menjadi snow white dan berlutut di tepinya, karena ini pertunjukan sekolah, maka ciuman nya di lakukan di kening. Setelah pangeran mengecup kening snow white yang terbaring, snow white membuka mata, tapi,


“Pangeran.......maaf, tapi kurang....” Reina menarik Kaito dan langsung memeluk leher Kaito dan mencium nya.


“Waaaaaaaaa....Reina......” Teriak Marin, Yuka, Airi bersamaan.


“Waaaaaaa tidak boleh onee chan.......” Teriak Emi, Suzu dan Vinne.


“Wooooi....Reina...” Teriak Chisato dan Fumiko.


Perhatian penonton tersita kepada para gadis yang berdiri dan berteriak di tengah pertunjukan. Karena adegan ciuman nya lama dan tidak lepas lepas, penyihir jahat kembali masuk ke panggung dan melepaskan mereka, sedangkan 7 kurcaci menggelengkan kepala mereka. Seluruh penonton tertawa terbahak bahak, cerita yang seharusnya mengharukan menjadi komedi. Akhirnya pertunjukan berakhir di iringi tepuk tangan meriah para penonton yang terkesima melihat adegan terakhirnya. Di belakang panggung, Kaito terduduk sambil menutupi wajah nya dengan kedua tangannya,


“Habislah......” Ujar nya dengan sangat malu.

__ADS_1


[Yang sabar Kaito sama, semua pasti ada hikmah nya]


“Diam KATS.....” Balas Kaito.


__ADS_2