
Sementara itu di kantor Chisato di lantai 2, Kiyoko, Evan dan Hana masih berbincang bincang,
“Sayang, kenapa kamu tidak mau ikut membantu Kaito ?” Tanya Kiyoko.
“Iya, biasanya kamu mau dan antusias kalau di ajak pergi...” Tambah Hana.
“Haaah.....kalian ini, Kirara chan tidak mungkin kan tidak menghubungi pasti ada yang terjadi, kalau yang Kaoru dan Karen yang memang suka bertindak seenak nya aku tidak pusing, jelas mereka di sana lebih membutuhkan Kaito dan seluruh pasukan nya di banding aku....” Balas Evan.
“Hanya karena itu ?” Tanya Hana.
“Yah, sekalian memperkenalkan Chisato chan dengan kota kelahiran nya....” Jawab Evan sambil menyeruput kopinya.
“Hah.....kok kamu tahu sayang ?” Tanya Kiyoko.
“Dia mirip kakak sepupu ku yang sudah meninggal....simpel kan jawaban nya.” Jawab Evan.
“Ah benar juga, kamu juga berasal dari kota itu ya dan aku tahu kasus nya....” Ujar Hana.
“Ya, kasus pembunuh berantai yang membunuh banyak keluarga di sana, kakak sepupu ku dan keluarganya menjadi korban. Aku hanya tahu kalau anak nya hilang saat kejadian itu...” Balas Evan.
“Bukankah kamu juga korban sayang ? pembunuh itu sudah di tangkap dan di hukum mati kan ?” Tanya Kiyoko.
“Yang di hukum mati itu bukan pembunuh nya......pembunuh aslinya masih berkeliaran...” Jawab Hana.
“Benar, pembunuh aslinya adalah salah satu anggota sekte, seorang wanita yang sangat kejam dan kuat posisi nya....” Tambah Evan.
“Um...kamu sudah tahu ya sayang, siapa pembunuh nya ?” Tanya Kiyoko.
“Ya, dan kamu tidak akan bisa menduga nya....karena dia tidak pernah menggunakan tangan nya sendiri untuk membunuh....” Jawab Evan.
“Dan kasus ini berhubungan dengan kenapa Kirara belum mengabari kita sampai saat ini....” Tambah Hana.
“Tepat.....” Balas Evan.
Ketiganya terdiam dan tidak melanjutkan pembicaraan mereka, ketiganya mengambil cangkir mereka dan minum dengan tenang. Kiyoko mengambil remote televisi dan menyalakan televisi yang menampilkan siaran berita,
“Pesawat antariksa yang akan di berangkatkan menuju bulan, akan di luncurkan dua hari dari sekarang. Para teknisi dan ilmuwan sedang mempersiapkan jalur peluncuran dan pengecekan akhir pada pesawat antariksa yang akan di berangkatkan dua hari lagi.”
Kiyoko, Hana dan Evan saling melihat satu sama lain ketika mendengar berita yang di siarkan di televisi.
*****
Sementara itu, pesawat yang di terbangkan Fiona sudah hampir sampai di kota Toredo. Kaito dan lainnya juga sedang menonton berita di televisi yang menyiarkan berita peluncuran pesawat antariksa ke bulan untuk terobosan baru umat manusia,
“Hmmm.....keren nih, kita bisa melihat langsung peluncuran nya...” Ujar Yuka.
__ADS_1
“Heee kamu tertarik hal hal seperti itu ya Yuka chan...” Ledek Airi.
“Heheh hanya sedikit berminat, memang aneh ya...” Balas Yuka.
“Ah tidak, hanya saja wanita kekar seperti kamu senang hal hal berbau science fiction seperti ini....” Ujar Airi.
“Apanya yang science fiction.....nyata kan, dua hari lagi terbang...” Balas Yuka.
“Haaah kalian ini....nanti kita nonton sama sama, iya tidak Kaito kun...” Balas Marin.
“Iya benar, setelah kita jemput para nee san di sana...” Balas Kaito.
[Dling]
[Misi baru di terima]
\====================================
Mission : Bulan tidak boleh di sentuh.
Desciption : Sabotase dan cegah peluncuran pesawat antariksa ke bulan yang bertujuan membangun markas sekte di bulan dengan membawa CROWS ke sana tanpa menghancurkan pesawat antariksa tersebut. Pesawat antariksa itu tidak boleh berangkat.
Target : Badan antariksa dan penerbangan luar angkasa negara.
Reward : 3.500.000.000 G | 8.000.000 XP
\====================================
Remaining time : 48 hours.
\====================================
“Hah....” Teriak Marin, Reina, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko, Emi, Suzu dan Vinne.
“Oi KATS.....bukankah ini pertama kali nya umat manusia menerbangkan pesawat antariksa berawak ke bulan untuk membuat markas di sana ?” Tanya Kaito.
[Benar, tapi sekte sudah menyusupi badan antariksa milik negara dan berencana membangun markas di sana, itulah alasan nya kenapa CROWS di bangkitkan, mereka mau menguasai bulan supaya mudah mengontrol planet ini dari sana.]
“Berarti orang tua kemarin harus ikut ke bulan dong....” Ujar Kaito.
[Tidak, yang berangkat adalah Nekowari Katsumi membawa sistem CROWS di bawah ancaman walikota kota Toredo yang bernama Kuchiki Momoka yang menangkap Nekowari Otsuka.]
“Apa ?” Teriak Kaito.
“Katsumi nee sama.....” Gumam Vinne sambil menunduk.
__ADS_1
“Kuchiki Momoka.....rasanya aku pernah mendengar nama itu....” Gumam Chisato.
[17 tahun lalu, Kuchiki Momoka sempat di selidiki sebagai dalang dari pembunuhan berantai yang terjadi di kota Toredo, tapi karena tidak terbukti dan pembunuh nya tertangkap, dia bebas dan karir nya melesat sampai menjadi walikota saat ini]
“Ah benar juga, aku pernah baca kasus nya....aku selalu menyangka kalau dia adalah pelakunya, malah yang di tangkap rasanya tidak bersalah dan di fitnah sampai di hukum mati. Setelah itu kasus di tutup dan kasus itu di lupakan.” Balas Chisato.
“Kalau begitu kita harus menolong Katsumi nee san.” Ujar Kaito.
[Tidak, tugas Kaito sama memastikan pesawat antariksa tidak berangkat, untuk penyelamatan Nekowari Otsuka dan Nekowari Katsumi di serahkan kepada Kirara sama, Kaoru sama, Karen sama dan Kaya sama]
Kaito dan lainnya langsung terdiam, mereka langsung berpikir bagaimana cara mereka menyabotase pesawat antariksa yang akan berangkat 2 hari lagi.
[Kaito sama, aku bicara pribadi dengan mu, ada yang harus ku katakan]
“Mengenai apa KATS ?” Tanya Kaito.
[Kuchiki Momoka adalah pembunuh orang tua kandung Chisato sama, saat ini Chisato sama belum mengetahuinya]
“Hah....jadi asal Chi chan dari kota ini ?” Tanya Kaito.
[Benar Kaito sama, tapi untuk sementara, rahasiakan dulu dari Chisato sama]
“Apa alasannya harus di rahasiakan ?” Tanya Kaito.
[Supaya kita konsentrasi dulu menggagalkan penerbangan pesawat antariksa tersebut]
“Hmmm....baiklah, aku mengerti....”
KATS menampilkan semua data yang di perlukan oleh Kaito dan lainnya untuk menjalankan misi ini. Kaito, Marin, Reina, Yuka, Airi, Nagisa, Chisato, Fumiko, Emi, Suzu dan Vinne berdiskusi bagaimana cara mereka untuk menyabotase pesawat itu berdasarkan data data yang di berikan oleh KATS kepada mereka. Pesawat terus terbang menuju kota Toredo dan semakin mendekat dengan kota, setelah hampir sampai,
“Fiona, tolong bawa pesawat ini ke area tempat landasan pesawat antariksa, kita akan cari hotel di sekitar nya.” Ujar Kaito.
“Setuju, kita susun rencana malam ini dan mengeksekusi nya besok.” Ujar Reina.
“Pokoknya kita tidak boleh hancurkan pesawatnya kan ?” Tanya Marin.
“Benar, kita hanya menyabotase nya supaya tidak berangkat dan butuh waktu lama untuk memberangkatkan nya lagi....” Jawab Kaito.
“Berarti merusak nya ya....wah aku senang kalau di suruh merusak sesuatu...” Balas Emi.
“Katsumi nee sama tidak boleh berangkat, onii chan....aku mau bertemu dengan nya lagi...” Balas Vinne.
“Aku tahu Vinne chan.....aku tahu....” Ujar Kaito.
Pesawat mulai memasuki area peluncuran, mereka mencari hotel di dekat sana sekalian berkeliling area peluncuran untuk memantau situasi.
__ADS_1