
Keesokan harinya, sepulang sekolah, Kaito dan Marin pergi duluan untuk menemui orang tua dari Marin.
“Um...Kaito kun, kok kamu pakai wujud sebenarnya ? kan mau ketemu orang tua ku ?” Tanya Marin malu malu.
“Iya, aku tidak mau berbohong ketika ketemu orang tua mu Marin san....” Balas Kaito.
"I..iya...terima kasih hehehehe......" Ujar Marin.
“Bum.” Wajah Marin langsung meledak menjadi merah matang seperti tomat. Dia menutup kedua pipinya dengan kedua tangan nya dengan senyuman yang lebar menghiasi wajah nya. Kaito terlihat biasa saja, sebab tujuan dia sebenarnya ingin bertemu dengan orang tua Marin adalah memastikan kalau mama nya Marin adalah salah satu dari 15 orang mama nya. Tapi karena dia melihat Marin di tambah ada kejadian kemarin, dia berjanji juga tidak akan mengecewakan Marin dan menjaga perasaan nya.
*****
Kemarin, setelah Kaito masuk ke dalam kantor Chisato dan mengatakan ingin bertemu dengan orang tua Marin.
“Kaito kun, kan rumah ku di sebelah, kenapa ga ke papa dan mama ku dulu ?” Teriak Reina sambil berdiri.
“Ah kalau aku sudah tidak punya orang tua, jadi tenang.....” Ujar Chisato.
“Iya Kaito kun, kenapa ke orang tua Marin dulu, aku sudah suka dengan mu sejak smp....” Teriak Yuka.
“Um....aku terakhir saja tidak apa apa, orang tua ku di luar kota.” Ujar Airi.
“Aku juga tidak perlu, aku sudah putus hubungan dengan orang tua ku...” Tambah Nagisa.
“Aku sama dengan detektif dekil itu, Kaito sama, kamu tahu sendiri kan kasus nya.” Tambah Fumiko.
“Hehehe hebat onii chan....” Ujar Emi.
“Oi CATS, kenapa mereka jadi begini ?” Tanya Kaito di kepalanya.
[Kaito sama, kamu datang datang langsung mengatakan ingin bertemu orang tua dari Marin san, tentu saja semua nya langsung memiliki persepsi kamu mau melamar Marin san. Seperti yang sudah ku bilang, pahamilah hati wanita Kaito sama]
“Hah....mereka berpikir begitu ? aduh......repot dong nih....”
[Silahkan di dengar, playback pembicaraan Marin dengan orang tuanya setelah kamu mengatakan hal itu dan dia menelpon keluar]
[Playing audio : “Mama, pacarku mau kerumah sekarang bertemu papa mama bisa ga ?......seperti nya penting ma............Um, kemungkinan ma, wajah nya serius soalnya.....oh besok saja ? sama papa ? perisapan dulu ?........iya deh, coba ku tanya dulu, nanti ku kabari lagi ya ma, bye.”]
“Persiapan ?” Tanya Kaito.
[Persiapan menyambut tamu untuk lamaran]
“Gah....gawat nih, aku harus bagaimana ?” Tanya Kaito.
[Hadapi, jangan mundur, karena sekali kamu mundur, semua akan berubah. Suatu saat nanti akan kamu lakukan juga, lebih cepat lebih baik]
“Jangan bercanda CATS....” Ujar Kaito.
[Tidak bercanda, memang seperti itu seharusnya]
Belum selesai Kaito bicara dengan CATS, tiba tiba tangannya di tarik oleh Reina kemudian beranjak keluar dari lantai 2 kantor Chisato kemudian menuruni tangga.
“Um...mau kemana Reina san.....”
“Ke rumah, ketemu papa dan mama dulu....” Ujar Reina.
“Eh tunggu....kan katanya kerumah ku dulu....” Marin menangkap lengan Kaito sebelah nya.
“Kan kamu bilang di telepon tadi katanya besok.....” Ujar Reina sambil terus menarik Kaito menuruni tangga.
“Iya besok, tapi masa sekarang ke rumah kamu dulu ?” Tanya Marin sambil menarik Kaito yang sedang menuruni tangga.
“Latihan sama papa dan mama ku....ayo cepat.” Jawab Reina yang semakin kencang menarik Kaito.
“Stooooop, kalau mau latihan, kerumah ku juga bisa, ayo Kaito kun.” Teriak Yuka yang ikut menarik tangan Kaito.
“Rumah ku lebih dekat.....” Teriak Reina yang sudah turun di jalan.
“Tch....kalian bertiga....tidak sadar ya kalian sudah di jalanan, lihat....” Nagisa menghentikan ketiganya.
Reina, Marin dan Yuka melihat sekeliling, ternyata semua orang di pertokoan keluar dari toko dan para pejalan kaki berhenti, semua melihat keributan yang di timbulkan ketiganya. Wajah Reina, Marin dan Yuka langsung menjadi merah, seorang ossan yang sedang membawa alat penggiling adonan dan memakai celemek penuh tepung menghampiri mereka.
“Ada apa Reina ?” Tanya nya.
[Kaito sama, biar aku yang memandu mulut dan gerakan mu]
“Maaf ossan kita sedikit ramai dan mengganggu, boleh kita bicara secara pribadi, aku ingin minta ijin sama ossan untuk menikahi Reina.” Ujar Kaito sambil membungkuk.
“CATSSSSSSSSS.....” Teriak Kaito di kepalanya.
“Eh, benarkah itu Reina ?” Tanya ossan.
__ADS_1
“I..iya pa......gimana ?” Tanya Reina.
“Hahaha asal kamu senang aku tidak masalah, nak Kaito, ayo ke rumah....” Ujar ossan sambil merangkul Kaito yang lebih tinggi dari nya dan menyilangkan penggiling adonan di dada Kaito, dengan wajah tersenyum lebar.
“I..iya ossan....a..ayo.....yuk...Reina san....” Ujar Kaito gemetar.
“Iya....aku duluan ya....hehe.” Ujar Reina kepada yang lain dengan riang.
Para pengunjung pertokoan dan pemilik pemilik toko langsung bertepuk tangan melihat kejadian di depan nya. Marin dan Yuka menjadi sedikit geram melihatnya,
“Huh padahal harusnya aku duluan....” Ujar Marin.
“Tidak, aku harusnya duluan....” Balas Yuka.
“Tch....kalian berdua...naik, sudah cukup bikin malu nya....” Nagisa menarik keduanya naik ke atas.
Akhirnya mau tidak mau Kaito melamar Reina dan mengatakan kalau sementara akan bertunangan dulu. Reina memperlihatkan cincin nya dan mereka menjadi resmi bertunangan.
*****
Kembali ke masa sekarang, Kaito dan Marin sudah turun dari bis dan berjalan menuju rumah Marin.
“Um...Kaito kun, nanti bilang nya gimana ?” Tanya Marin.
“Ya...ketemu saja dulu....” Jawab Kaito.
Kaito sedikit tegang karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan salah satu mama nya.
“Jangan tegang Kaito kun, papa dan mama ku baik, melihat kamu seperti ini, mereka pasti senang......mungkin.”
“Apa maksudmu mungkin......” Balas Kaito.
Setelah berjalan menelusuri komplek perumahan, akhirnya keduanya sampai di sebuah rumah yang cukup besar, Marin langsung membuka pagarnya dan mempersilahkan Kaito masuk, kemudian mereka berdiri di depan pintu. “Cklek.” Marin membuka pintu dan mempersilahkan Kaito masuk.
“Aku pulang....” Teriak Marin.
“Oh selamat datang........”
Seorang wanita yang sangat mirip dengan Marin walau sudah paruh baya keluar dari dalam sambil membawa piring berisi makanan. Wanita itu langsung terkejut melihat Kaito, tanpa sadar dia menjatuhkan piring yang sedang di bawanya karena kedua tangan nya menutupi mulutnya. Kaito yang sigap langsung menangkap piring nya,
“Um...maaf obasan, ini piring nya.”
“Mama....apa apaan.....” Teriak Marin.
“Mama ?” Tanya Kaito.
“Mama...lepas....dia pacar ku.....” Teriak Marin sambil berusaha melepaskan wanita itu dari Kaito.
“Ah maaf, aku terbawa suasana....namaku Shiroko Kozue, aku mama nya Marin....sebelum kedalam, boleh kita bicara sebentar, Marin tolong bawa piring nya ke dalam....” Ujar Kozue sambil memindahkan piring di tangan Kaito kepada Marin.
“Mau bicara apa mama.....jangan aneh aneh mama....” Ujar Marin sambil memegang piring nya.
“Tenang saja, kamu temui papa dulu sana...” Ujar Kozue sambil menggandeng Kaito ke ruang tamu.
Begitu masuk ruang tamu, Kozue langsung mengunci pintu nya dan menutup tirai jendela.
“Apa kabar Kaito kun.....kamu benar benar mirip dengan Kiyotaka san....” Ujar Kozue sambil memeluk Kaito.
“Um...obasan juga istri papa ?” Tanya Kaito.
“Hei, kenapa kamu panggil obasan ? aku mama mu juga kan....” Ujar Kozue.
“Ah benar juga, mama ku ada 15....” Balas Kaito.
“Aku sampai kaget, kupikir Marin akan membawa pria aneh datang ke rumah, ternyata kamu Kaito kun, tapi wajar kalau kamu tidak kenal mama, kamu waktu itu kamu baru satu tahun ketika kita berpisah. Kok kamu bisa tahu kalau Marin anak mama ?” Tanya Kozue.
Kaito langsung menceritakan pertemuannya dengan Mai, Hana dan kenapa dia bisa tahu kalau Kozue adalah salah satu dari mama nya.
“Hmm Mai nee san ya yang kasih tahu....padahal kita sudah janji mengubur semuanya dan tidak boleh saling bertemu lagi.” Ujar Kozue.
“Bukan mama Mai yang kasih tahu, aku tahu sendiri karena mama Mai bilang di antara gadis yang berkumpul di rumah ada satu yang mirip...dia tidak langsung kasih tahu siapanya.”
“Kalau begitu, kenapa kamu bisa tahu ?”
“Aku tidak tahu, aku mendatangi satu satu orang tua mereka...” Kaito berkilah.
“Oh jadi begitu....memang ada berapa gadis di rumah selain Marin ?” Tanya Kozue.
“Um.....ada tujuh dan sama Marin san berarti delapan....” Jawab Kaito.
“Hahahaha buah jatuh memang tidak jauh dari pohon nya. Aku tidak ada masalah mengenai itu, tapi tolong rahasiakan kalau kita kenal sudah lama, bahkan dari Marin sekalipun.”
__ADS_1
“Um...mama kok kelihatan lebih muda dari mama Mai ?” Tanya Kaito.
“Jelas saja, umurku waktu itu memang paling muda di antara yang lain, waktu menikah dengan Kiyotaka san, aku baru berumur sama seperti Marin sekarang sedangkan Kiyotaka san sudah 40 hehe.” Jawab Kozue.
“Oh begitu.....berarti sempat ketemu dengan Kiyoko nee san dan Hana nee san dong...”
“Tentu saja, waktu aku menikah dengan Kiyotaka san, mereka sudah smp kelas 1, waktu kamu lahir mereka sudah sma kelas 2. Setahun kemudian Kiyotaka san meninggal karena berkorban supaya kita ber lima belas bisa lolos dan kemudian kita berlima belas berpisah....aku menikah dengan Kiyotaka san hanya sebentar, tapi waktu yang sebentar itulah letak kebahagiaan yang paling besar dalam hidup ku.” Ujar Kozue menunduk dengan wajah sedikit sedih.
“Maaf mama, sebenarnya apa yang terjadi ?” Tanya Kaito.
“Aku tidak bisa menjawab nya Kaito kun, sebaiknya kamu tanya Kiyoko chan saja...” Ujar Kozue.
“Kemarin mama Mai juga bilang begitu....ada apa sih sebenarnya...” Ujar Kaito.
“Maaf, tapi kita 15 istri Kiyotaka san, sudah berjanji untuk mengubur semuanya ketika kita akan berpisah, sekali lagi maaf Kaito kun....kamu harus bicara dengan Kiyoko chan.” Balas Kozue sambil memeluk Kaito.
“Aku mengerti mama, kemarin mama Mai juga bilang begitu....tapi kok mama bisa mengenali ku ?” Tanya Kaito.
“Kamu mirip sekali dengan Kiyotaka san sewaktu muda....aku sering melihat foto dirinya waktu muda, lagipula aku sering memperhatikan kamu waktu kecil, tapi aku tidak berani membawa mu dan akhirnya Kiyoko chan menitipkan mu pada Mai nee san. Alasannya karena keluarga Mai nee san yang paling kuat di antara keluarga istri yang lain.” Jawab Kozue.
“Begitu ya....aku baru mengerti...baiklah mama, terima kasih.”
“Satu hal lagi, nanti di dalam panggil aku obasan, jangan mama, ossan tidak tahu aku pernah menikah dengan Kiyotaka san, kamu mengerti kan. Mai nee san juga pasti bilang hal yang sama dengan ku.” Ujar Kozue.
“Siap obasan...aku mengerti.” Ujar Kaito sambil tersenyum.
Akhirnya mereka berpelukan sekali lagi kemudian keluar dari ruang tamu dan masuk ke ruang tengah. Begitu masuk, Kaito langsung berdiri kaku, dia melihat ayah dari Marin yang berbadan kekar seperti binaraga dan berkepala botak sedang melipat tangannya, duduk di meja makan.
“Halo....maaf ya pa, aku selidiki dia dulu di depan tadi, namanya Kaito.” Ujar Kozue.
“Hmmmm....” Jawab ossan sambil melihat Kaito.
“Jangan takuti dia papa....” Ujar Marin.
“Haha...salam kenal ossan.....nama ku Kaito....” Ujar Kaito.
“Hmmmm.....” Jawab ossan sambil terus melihat nya.
Akhirnya Kozue mempersilahkan Kaito duduk dan kemudian dia duduk di sebelah suami nya. Setelah makan, Kaito yang di setir oleh CATS karena dia tidak berani sendiri, langsung mengutarakan maksudnya dan jawaban ossan “Hmmm...”
“Papa, jawaban nya kok cuma gitu...gimana jadinya ?” Tanya Marin sambil berdiri.
“Marin chan, kalau papa jawab hmmm berarti setuju kan, kalau tidak setuju, pemukul baseball di kaki nya pasti sudah naik, betul kan suami ku ?” Tanya Kozue sambil menoleh ke sebelah.
“Hmmmm....” Balas ossan tapi kali ini dia tersenyum melihat Kaito yang berkeringat deras.
“CATS, aku bisa mati kalau gini...serem amat....oi CATS....”
[.....hmmmm......]
“Jangan ikut ikutan....” Teriak Kaito di kepalanya.
Dan akhirnya Kaito dan Marin resmi bertunangan, setelah itu mereka kembali ke toko untuk bertemu dengan yang lain. Setelah sampai di toko, Yuka langsung mendekati keduanya dan memeluk Kaito.
“Sekarang giliran ku hehehe....” Ujar Yuka sambil mendongak melihat Kaito.
Airi yang tidak mau kalah juga langsung menghampiri Kaito dan memeluk nya di sebelah Yuka.
“Lalu liburan musim panas ke kota Kunikawa ya....kota ku hehehe.” Ujar Airi.
“Haaaah...iya iya....ada lagi ?” Tanya Kaito.
“Aku tidak perlu Kaito kun, aku yatim piatu....” Jawab Chisato.
“Sama aku juga baru jadi yatim piatu, Kaito sama...” Tambah Fumiko.
“Tch...aku juga tidak perlu....” Tambah Nagisa.
“Aku sudah kemarin hehehe.....” Tambah Emi.
Kaito langsung bernafas lega, berarti rintangan hanya tinggal dua dan tidak ada lagi setelah nya, tapi tiba tiba, “Cklung.” Seorang pria paruh baya masuk ke dalam toko dengan wajah murka.
“Ternyata kamu di sini ya Nagisa....pulang.....jangan membuat malu papa, perjodohan mu sudah di tetapkan.....” Teriak pria itu.
“Tch....orang tua ganggu saja....tidak mau....papa sendiri yang bilang aku sudah bukan keluarga.....sekarang mau apa kesini.” Ujar Nagisa.
“Kurang ajar kamu Nagisa.......” Teriak pria itu.
Reina, Marin, Yuka, Airi, Chisato dan Fumiko langsung berdiri dan berlindung di balik Kaito.
“Hiks...tidak jadi lega.....” Ujar Kaito di dalam hati nya dan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1